Tampilkan postingan dengan label Keluarga Sakinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Sakinah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kenapa Saat Bersin Kita Harus Bersyukur ?

http://gophar.br4.net/wp-content/uploads/2010/08/2-bersin.jpgSering mendengar atau bahkan Anda yang sering mengucapkan kata-kata seperti “Alhamdulilah!” atau “Gesundheit” atau “Bless you!” setelah ada orang bersin? Etika yang diajarkan memang begitu. Namun, tahu apa alasannya? Sebagian orang mengatakan, ucapan-ucapan tersebut diucapkan sebagai ungkapan syukur karena kita bisa mengeluarkan kotoran dari saluran pernapasan. 

Ada pula yang mengatakan bahwa saat kita bersin, ada perubahan tekanan pada dada yang merangsang saraf dan membuat jantung berhenti sepersekian detik. Karena jantung kembali berdetak, kita yang berada di sekitarnya memberi ungkap syukur dan doa. Itu adalah penjelasan sekilas secara ilmiah. Namun, sebelum ada penjelasan ilmiah, kebiasaan mengucapkan syukur setelah ada yang bersin ternyata sudah berlangsung sejak lama.

Sebagian orang yang percaya takhyul mengatakan bahwa kebiasaan ini datang sejak zaman dulu, setidaknya sekitar abad ke-19. Konon, saat bersin, jiwa seseorang melayang lewat hidungnya dankata-kata seperti “bless you” akan mencegah iblis mengambil jiwa orang tersebut. Sementara sebagian orang lainnya percaya kebalikannya, bahwa saat bersin, iblis mencari celah untuk memasuki tubuh orang bersin itu dankata-kata tadi menjadi semacam penolaknya. 

Itu adalah kepercayaan-kepercayaan seputar etika mengucapkan hal-hal tadi setelah mendengar seseorang bersin. Namun, yang pasti, kita ketahui bahwa bersin merupakan aksi refleks yang menandakan sesuatu pada tubuh, seperti rasa dingin atau alergi. Bersin juga bisa terjadi saat hidung menghirup sesuatu yang memiliki bau menyengat.

Meski penjelasan ilmiah tidak memberi penjelasan bahwa ucapan-ucapan tersebut akan berarti sesuatu pada kesehatan kita, namun tidakkah ucapan-ucapan tadi akan terasa menyenangkan untuk didengar setelah kita bersin?

Karena kalau ditilik, ucapan-ucapan tersebut merupakan ungkapan dari orang lain bahwa ia mengharap kesehatan untuk kita. Misal, kata “gesundheit” yang berasal dari Jerman itu berarti “sehat”. Lalu untuk orang Arab, kata “Alhamdulillah” yang berarti “terpujilah Allah”. Atau, di Rusia, mereka mengucapkan “bud zdorov” setelah ada yang bersin yang berarti “semoga sehat”. Sementara di China, ada “bai sui” yang berarti “semoga engkau hidup 100 tahun lamanya”. Tidak hanya untuk etika, ungkap ini bisa membantu orang yang habis bersin merasa lebih senang jika ada yang mengharapkan ia lebih sehat di masa mendatang.


Source: DISCOVERY, kompas.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 22 Agustus 2010

Apakah Islam Mengajarkan Kita Untuk Berpacaran ?

Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat itu ialah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, meminum khomer terang-terangan, dan meluasnya perzinahan.” (HR. Bukhari, Fathul Bari 1/178).

Sahabat muda, gimana nich kabar kamu semuanya, semoga tetap istiqomah dan stay-tune terus ya di garda terdepan untuk memperjuangkan nilai-nilai tauhid, guna tegaknya syari’at Allah swt di muka bumi, terbangunnya masyarakat Islami serta merumput dan merebak harumnya kehidupan sunnah nabi saw, tetap semangat khan?

 Kali ini kita akan  mengupas tuntas tentang PACARAN, oke kan?!. Kita kupas-pas sampai tajam, setajam silet (cie ilah, udah kaya acara di tv aja…). Maklum brur, biar kerenan dikit. Yup… jangan negative thingking dulu donk sobat, tentang judul tebal di atas! Kita kudu tahu dulu maksudnya, gimana maksudnya? Ya…, gitu deh.

Sobat muda yang cakep and cantik (cakep buat ikhwan, cantik buat akhwat) iya ngga? jangan ge-er gitu lho. Pada dasarnya, setiap manusia yang terlahirkan itu, sekurangnya memiliki tiga naluriah dasar pada dirinya. Apa tuh…? Satu, naluri untuk bertauhid atau beragama (yang merupakan nilai fithrah tertinggi) Dua, naluri untuk mempertahankan dirinya (seperti keinginan untuk menang dan berprestasi), dan yang ketiga, naluri untuk melestarikan keturunan (example; sifat ke-Ibuan, ke-Bapa-an, dan adanya rasa suka kepada lain jenis).

Nah, berpijak dari naluri yang ketiga inilah, mungkin sebagian remaja muda dan ‘remaja’ berkumis dan beruban bahkan bercucu, sudah bau tanah pun kedapatan masih kita temukan, melegal-kan atau membolehkan berpacaran atau dengan kata lain mengungkapkan rasa cinta dan suka kepada lain jenis. Na’udzubillah. Tidak ada yang menyangkal tentang adanya anggapan bahwa rasa cinta adalah anugerah yang harus disyukuri. We agree friend. Tapi, ada tapinya tuh, apaan? Kalau ekspresi syukur yang terlahirkan adalah adanya pengungkapan rasa cinta kepada lain jenis, terus jadian, janjian dan pada akhirnya akan melahirkan pertemuan. Ya ketemu…an deh! Dari mata turun ke hati, terus ke kali deh, eh, beropra…si deh. Mulai saling lihat, pegangan tangan dan titik-titik dan titik-titik (sensor man)?!!

Berarti kalau demikian, boleh donk pengungkapan rasa cinta tetapi tidak melahirkan hal tersebut! Ya Boleh, tapi harus memenuhi syarat berikut; Pertama, kamu bilang ke bokap and nyokap bahwa kamu sudah siap untuk menikah, Kedua, jika ada someone (gadis atau pemuda) yang kamu sukai, maka kamu dan orang tua datangi orang tua gadis tersebut, bahwa kamu menyukainya, untuk apa? Ya untuk mengkhitbah (melamarnya) doong, terus jarak waktu setelah melamar itu, jangan lama-lama, dan tidak boleh berkholwat (berduaan), apa lagi jalan bareng, dan segala bareng. Kalau ditolak gimana? Ya… tanggung risiko dong! he…he… (sabar githu lo!).

Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat (akhir), janganlah ia bersunyi-sepi berdua-duaan dengan wanita yang tidak disertai muhrimnya, sebab bila demikian, syetanlah yang akan menjadi pihak ketiganya.” (HR. Ahmad)

Praktek pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat, telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat, lebih jauh dan kelewatannya, sampai ada yang layaknya pasutri (pasangan suami istri). Na’udzubillah. Dan semua itu adalah pintu-pintu masuk untuk perbuatan zina. Allah swt berfirman, “Dan janganlah mendekati zina…” (QS. Al Isra: 32)
Dikalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi trend dan identitas yang sangat dibanggakan. Tidak sedikit yang mendapat julukan bujang lapuk, kurang gaul dan zomblo, akibat belum punya teman special alias pacar.

Biasanya seorang remaja akan bangga dan ‘pd’ abis jika sudah memiliki pacar, walau pun cinta yang berkisar diantara mereka adalah cinta monyet, lokasi sampai cinta beruk. Kalau cinta gajah dan kuda ada ngga ya? Karena itu, mencari pacar di kalangan remaja tidak saja menjadi sebuah kebutuhan biologis tetapi juga menjadi kebutuhan secara sosial. Ya Allah segitunya…!

Pacaran Islami? Ya gak ada!
Ada yang mengira bahwa pacaran itu ada yang Islami, ketika apel, sebelum masuk rumah si dia, mengucapkan salam terlebih dahulu, terus salaman dan mengucapkan istighfar. Lho kok! Gimana tuh ceritanya? Bukankah itu sebuah pelecehan terhadap Islam?

Rasulullah saw tidak pernah tangannya menyentuh wanita non muhrim. Bahkan beliau menyatakan, lebih baik dibakar atau ditusuk besi membara dari pada harus menyentuh wanita yang bukan haknya. Kalau ditanya maslahat dan mudlorotnya, jelas mudhrotnya yang secara dominan seratus persen. Sahabat pingin tau fitnah dan akibat dari pacaran?

1. Kontak pandangan yang bermuatan syahwat
Hal ini mustahil bisa terhindarkan ketika sedang berdua-duaan atau jika di sekelilingnya lain jenis. Dan ini merupakan perbuatan haram. Rasulullah saw bersabda, “Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak-anak Iblis, siapa saja yang dapat menghindarkannya karena takut kepada Allah karena ia akan dikaruniakan kelezatan dan manisnya Iman di dalam hatinya.” (HR. Hakim)

2. Kontak fisik
Yang ini pun tak bisa dielakan ketika berpacaran, dan ketika sedang bergerombolnya antara lain jenis. Padahal Rasulullah saw mengharamkan untuk bersentuhan dengan seseorang yang bukan muhrim. Di sinilah kenapa Rasulullah mengharamkan untuk berikhtilath (bercampur baur lain jenis)

3. Zina
Inilah akibat terbesar dan tujuan syetan dibalik goda rayunya yang menggiurkan itu. Hubungan di luar nikah merupakan dosa besar dan perbuatan nista dan aib dihadapan Allah swt.

Nah sahabat muda, ngerikan kita melihat akibatnya? Maka untuk terhindar dari hal tersebut kita harus sebaliknya, dari hal tersebut, jangan berbuat yang mengarah padanya, tidak bersentuhan dengan non muhrim, tidak ikhtilat, khalwat, menundukan pandangan mata (baca QS. An-Nur: 30-31), dan mengenakan hijab (jilbab) syar’i, yang disukai Allah dan Rosul-Nya. (tentang pembahasan jilbab syar’i, Sahabat bisa membacanya di kolom gerimis muda edisi 9 ). Jadi dengan demikian, katakan tidak dan putus hubungan dengan pacaran. Tapi Sahabat, sekarang ada ‘fatwa’ teranyar yang menyatakan, ‘Pacaran itu boleh, asalkan sesudah ‘aqad pernikahan’. Huuh.. He..he.. Wallahu’alam



Source: soejieman.wordpress.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 21 Agustus 2010

Bolehkah Kita Gosok Gigi dan Berkumur Saat Puasa ?

http://astijo.student.umm.ac.id/wp-content/woo_custom/68-wudu.pngBau mulut orang yang sedang berpuasa sering terjadi karena konsumsi makanan, rokok, dan diam terlalu lama. Untuk mencegah keluarnya bau yang mengganggu ini, sebagian orang terpaksa berkumur-kumur dengan mouthwash dan melakukan sikat gigi. Bolehkah bersikat gigi saat kita sedang menjalankan puasa?

Masalah ini sebenarnya hampir sama dengan menelan ludah bagi orang yang berpuasa yang telah ditulis dalam artikel sebelumnya. 

Bedanya, menyikat gigi adalah memasukkan benda cair ke dalam mulut dan membuangnya kembali (tidak di telan atau tertelan). Selama sesuatu yang kita masukkan tidak tenggelam ke dalam tenggorokan sah-sah saja bergosok gigi. Masalahnya sangat sulit bagi kita untuk menjaga ludah yang telah tercampur dengan pasta gigi dan membedakan antara keduanya. 

Jika kita bisa untuk berhati-hati sekali dalam bersikat gigi dan berkumur sampai selesai, hingga tidak ada bekas makanan dan pasta gigi yang tertelan, maka puasa kita tidak batal. Sebaliknya, jika kita tidak berhati-hati dan menelan bekas-bekas itu, maka puasa kita batal. 

Berkumur
Berkumur-kumur atau beristinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam berwudlu itu ada yang mengatakan sunnah sebagaimana madzhab 3 orang imam, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i. Ada juga yang berpendapat fardhu sebagaimana Imam Ahmad yang mengang-gapnya sebagai bagian dari membasuh muka.

Terlepas apakah hal ini sunnah atau wajib, maka seyogyanya berkumur dan ber-istinsyaq dalam berwudlu janganlah ditinggalkan, baik saat puasa ataupun tidak. Hanya saja, pada waktu berpuasa janganlah memasukkan air terlalu dalam ke rongga hidung seperti halnya ketika tidak berpuasa. “Apabila engkau beristinsyaq, maka bersungguh- sungguhlah kecuali jika engkau sedang berpuasa.” (HR Syafi’I, Ahmad, Imam yang empat dan Baihaqi)

Dalam menjalankan sunnah madmadoh (Berkumur) saat berwudhu pun harus berhati-hati. Karena jika kita terlalu semangat membolak-balikan air di dalam mulut dan tertelan, maka masuknya air bekas berkumur dapat membatalkan jika terjadi pada basuhan ke dua dan ke tiga. Sementara kumur yang pertama tidak membatalkan, karena basuhan pertama adalah basuhan wajib.

Begitu pula hukum menelan air bekas berkumur (telah dibuang) yang telah bercampur dengan ludah, tidak membatakan karena sulitnya membedakan air liur dan air wudhu.

Najis di Mulut
Lain halnya ketika didalam mulut terdapat sesuatu yang najis. Kejadian ini membolehkan untuk berkumur dengan keras, dan jika ada air yang tertelan maka tidak membatalkan puasanya. Karena adanya perintah agama yang mewajibkan membasuh mulut yang terkena najis.

Wallahu a’lam

“Bau mulut orang berpuasa lebih wangi disisi Allah daripada wangi minyak misik” (Alhadis)


source: berbagai sumber
Blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Jumat, 20 Agustus 2010

Ajaran Islam Tentang Hidup SEHAT

http://denbagus.student.umm.ac.id/files/2010/01/love-islam.jpgIslam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia,  untuk mengatur kemakmuran di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman.

 Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. :“Mohonllah kepada Allah pengampunan, kesehatan dan keyakinan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah tidak memberikan kepada seseorang setelah keyakinan (Iman) yang lebih baik daripada kesehatan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Bakar, sahih sanadnya dari Ibnu Abbas)
Sebagaimana seseorang yang ingin pandai tentu saja harus belajar dan berusaha mengenal prinsip prinsip hidup sehat setelah itu melaksanakannya dan inilah beberapa petunjuk Agama yang berhubungan dengan kesehatan:

MAKANAN
1. Makan jangan Berlebihan
Dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf: 31  Allah SWT. Berfirman: yang artinya …”Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. 7:31).

Dan dalam surat Thaha ayat 81, Allah SWT. berfirman yang artinya : “Makanlah di antara rizqi yang baik yang telah kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (QS. 20:81),  Dalam ilmu kesehatan, makan dan minum merupakan kebutuhan dalam pemenuhan nutrisi sebagai penunjang hidup, yang jumlah dan macamnya harus sesuai dengan keperluan tubuh, tidak boleh kekurangan dan tidak boleh berlebihan. Yang bila kekurangan atau berlebihan akan menggangu kesehatan tubuh.

Sehubungan dengan ini Nabi SAW. telah bersabda :  “Tidaklah seseorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih buruk daripada perutnya, Cukuplah bagi anak manusia beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang rusuknya, jika memang harus makan banyak maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi: 2302, nasai dari Inbu Majah)

2.  Makan Makanan yang Sehat
Allah SWT. Berfirman yang artinya: ” Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizqikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (QS. 5:88) dengan memenuhi makan yang memenuhi unsur gizi ini lagi baik (thayyib) diharapkan tubuh berada dalam keadaan yang optimal sehingga daya tahan tubuh akan bekerja secara maksimal dalam menolak segala macam penyakit.
3.  Di Samping itu pula NAbi SAW. menganjurkan agar mendinginkan makanan atau minuman sebelum dimakan atau diminum. Dengan sabdanya : “Dinginkan makanan dan minuman kamu sesungguhnya tidak ada kebaikan pada makanan/minuman yang panas.” (HR. Al-hakim dan Ad-Dailami). Mendinginkannya tidak dengan ditiup dengan nafas karena ini juga dilarang oleh NAbi SAW. (HR Ibnu Majah) Dalam bidang Gastroenterologi diketahui bahwa makanan yang panas dapat menyebabkan perlukaan pada selaput lendir saluran cerna yang menyebabkan rasa sakit, perih, rasa panas, kembung, rasa penuh, mual, rasa seperti diiris Dll.
 
4.  Tidak minum Alkohol dan apa saja yang merusak tubuh
Allah SWT. Berfirman: “Mereka bertanya tentang khamar dan judi, katakanlah, pada keduanya ada bahaya yang besar dan pula manfaatnya pada manusia, dan bahyanya lebih besar dari manfaatnya.” (QS. Al-Baqarah: 219). ada ayat lain dikatakan juga oleh Allah SWT. : “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan Syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu  agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. 5:10)

Oleh para ahli, alkohol dapat menimbulkan kerusakan pada seluruh bagian tubuh manusia, seperti system syaraf, pembuluh darah, jantung, hati dan saluran cerna dan lain-lain.(ctm)

KEBERSIHAN
islam sehatNabi SAW. bersabda: “Bersihkan halaman-halaman karena Yahudi tidak memebersihkan halaman-halaman mereka.” (HR. Thabrani, lihat silsilah Shahihah: 1/418, no. 263)

Nabi SAW. Bersabda: “Sesungguhnya Allah Indah menyukai keindahan, bersih, menyukai kebersihan, Mulia, menyukai kemuliaan dan Dermawan menyukai kedermawanan, maka bersihkanlah halaman-halaman mud an janganlah meniru orang-orang yahudi.” (hr. Tirmidzi : 2723, dhaif) Dalam Al-Qur’an Allah SWT. Berfirman yang artinya: “Dan diturunkan padamu air dari langit (hujan) untuk alat pembersih dirimu. (QS. Al-anfal:11)

Diriwayatkan dari para sahabat, bahwa mereka tidak pernah melihat noda atau kotoran pada baju Nabi SAW. Walaupun beliau menyukai pakaian atau baju berwarna putih. Juga mereka tidak pernah mencium bau tidak sedap dari diri Nabi SAW. Beliau tidak senang melihat salah seoarang sahabat yang rambutnya tidak terurus rapi apabila menghadap beliau, dan memerintahkan untuk mencuci dan menyisir rambut terlebih dahulu apabila ingin menghadap beliau.

Demikian juga Nabi Muhammad SAW. Memerintahkan para sahabat/umatnya untuk bersiwak/memberihkan gigi tiap akan shalat, dan memotong kuku tiap Jum’at dan mencukur rambut ketiak dan rambut aurat minimal sekali dalam setiap 40 (empat puluh) hari. Ini mencerminkan betapa besar perhatian beliau terhadap masalah kebersihan perseorangan. Selanjutnya Nabi Muhammad SAW. Menganjurkan para sahabatnya agar memberi tutup pada tempat makan dan minumnya. (HR. Ahmad)

Untuk lebih jelasnya silakan merujuk kitab Subul al-Huda wa al-Rasyad Fi Sirah Khairil Ibad, karya Imam Muhammad ibn Yusuf al-Shalihi al-Syami (w. 942.H), tahqiq wa ta’liq Syaikh Adil Ahmad Ahmad Abdul Maujud dan Syaikh Ali Muhammad Mu’awwidh, di sana ada bab-bab mengenai perjalanan Rasulullah mengenai kesehatan dan kedokteran.Olah raga berguna untuk kesehatan. Oleh karenanya, dengan berolah raga yang teratur, terukur dan bersifat aerobic akan memberikan banyak manfarat. Antara lain mencegah kegemukan dengan segala dampak negatifnya, menguaatkan dan lebih menngefisienkan kinerja otot-otot tubuh, seperti otot jantung, otot pernafasan dan otot-otot rangka tubuh, dan lebih melancarka aliran darah ke dalam sel-sel tubuh, da pembuangan bahan-bahan sisa dari sel-sel tubuh menjadi lebih baik.
 
OLAHRAGA
Nabi SAW. Suka nerolah raga. Diriwayatkan oleh Siti Aisyah, bahwa beliau suka mengajak Siti Aisyah berlomba lari sejak Siti Aisyah masih belia sampai tua. Diriwayatkan pula bahwa Nabi SAW. Suka berjalan kaki walaupun kuda dan unta tersedia untuk beliau. Diriwayatkan pula, bahwa cara nabi berjalan, yaitu seperti jalannya orang yang menuruni bukit, yaitu berjalan cepat. Demikian pula Nabi SAW. Pernah mewajibkan para orang tua untuk mengajarkan renang dan memanah kepada putra putrinya (HR. Al-hakim). Lari cepat dan renang merupakan jenis olah raga aerobic yang dianjurakan saat ini oleh para pakar kesehatan olah raga untuk menjaga kebugaran.


Source: suaramedia.com
Blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Kamis, 19 Agustus 2010

Mencintai Untuk Saling Menyakiti

http://images.jellymuffin.com/images/broken_heart/images/086.gifSadarkah Anda bahwa pasangan saling mencintai cenderung sering saling menyakiti? Salma Prabhu, seorang psikolog asal India mencoba menjelaskan. 

Salma mengatakan, 'kebutuhan' untuk menyakiti secara emosional, atau terkadang fisik, orang-orang terdekat disebabkan dua faktor yaitu:

  •  Pertama, karena merasa terlalu nyaman dengan mereka, sehingga tidak sungkan menunjukkan sisi terburuk dalam diri.
  • Kedua, biasanya menimpa mereka yang merasa terbiasa tanpa dicintai. Maka, ketika ada yang menghujani dengan kasih sayang, mereka merasa tidak layak mendapatkannya dan muncul rasa tidak nyaman. Mereka pun akan mencoba untuk menyakiti atau melawan orang-orang yang menyodorkan cinta, sehingga dapat kembali ke status atau situasi sebelumnya.
Jika Anda mendengar kisah sakit hati yang dilakukan untuk orang-orang terdekat seperti orangtua, pasangan, teman dan saudara, mungkin akan merasakan keprihatinan. Tetapi bisa jadi Anda juga sebagai korban atau pelaku, tanpa menyadarinya. Menurut Salma, hal itu sering terjadi antarapasangan serta keluarga. 

Kisah Orangtua dan anak : Anak-anak sering memanipulasi orangtua mereka untuk mendapatkan keuntungan. Seperti terkadang anak suka memaksa dalam meminta sesuatu karena sadar bahwa orang tuanya pasti akan memberi karena merasa disayangi. Jika tidak dihentikan lebih awal, dapat menyebabkan mereka tidak menghormati orangtuanya. "Perilaku buruk harus dicegah sejak dini," kata Salma seperti dikutip dari Times of India.

"Bahkan hal kecil seperti tidak menjawab pertanyaan orangtua harus dikoreksi sehingga mereka belajar untuk menghargai. Cobalah berkomunikasi dengan mata, nada bicara dan ekspresi wajah, termasuk mengatur emosi," Salma menambahkan.

Kisah cinta Pasangan: Pasangan juga seringkali menyakiti secara emosional. Terutama ketika perceraian bukanlah pilihan yang mudah. Contohnya jika seorang wanita usai 40 tahun pernah dua kali gagal dalam hubungan dan disakiti baik emosi ataupun fisik, ia akan sulit beradaptasi dengan hubungan yang positif. Hal itu bisa membuatnya selalu memicu konflik karena merasa rendah diri. Ia pun cenderung defensif dengan menempatkan dirinya dalam kondisi hubungan yang buruk. 

Apakah anda mengalami hal serupa? saatnya buat merenung dan memperbaiki semuanya.

Source: vivanews.com
Blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Rabu, 18 Agustus 2010

Penderita Diabetes Juga Tetap Bisa Puasa

http://static.republika.co.id/images/diabetes_100729204837.jpgKencing manis atau diabetes bukan penghalang untuk menjalani ibadah puasa. Tentunya jika diabetes terkontrol dengan baik. Hal ini disampaikan oleh dr. Kasim Rasjidi, SpPD, dalam seminar bertema sehat berpuasa bagi penderita diabetes beberapa waktu lalu.

Puasa, terang Kasim, sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puasa berfungsi untuk membersihkan racun-racun dari dalam tubuh, meremajakan tubuh, menurunkan berat badan, memurnikan pikiran, mencegah penuaan, dan membuat hidup lebih gembira.  Dengan berpuasa, lanjut Kasim, pola makan akan menjadi lebih teratur, kebiasaan merokok terkurangi, pikiran menjadi lebih tenang dan jauh dari stres.

Bagaimana dengan pengidap diabetes?
Menurut Kasim, manfaat puasa juga bisa dirasakan oleh pengidap diabetes. “Tetapi pastikan dulu mengontrol diabetes tersebut. Diabetes dikatakan terkontrol, terang Kasim, apabila dengan terapi obat tertentu kadar gula darah bisa berada pada rentang normal (70-100 saat puasa). Sedangkan mereka yang masih mencoba-coba obat tertentu untuk menormalkan gula darah, berarti belum terkontrol.

Selain itu, terang dia, yang tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan jumlah asupan kalori  dan sumber asupan kalori. Sumber kalori, menurut dia, sebaiknya dipilih lebih banyak dari makanan yang mudah dicerna, seperti sayur dan buah. “Sayur dan buah bisa diserap dengan baik dalam waktu 15 menit dan menyediakan energi bagi tubuh.”

Ia juga mengatakan bahwa pengidap diabetes dianjurkan untuk melakukan latihan puasa sebelum menjalani ibadah puasa. “Cara ini bisa membantu menemukan dan menyesuaikan jenis terapi insulin dan dosis yang tepat.”

Hipoglikemia dan Hiperglikemia
Saat ditanya kemungkinan hipoglikemia (kadar gula darah rendah, kurang dari 60)  dan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), Kasim menuturkan kalau pasien diabetes lebih baik mengalami sedikit kenaikan kadar gula darah (di bawah 200) dibandingkan hipoglikemia. Hipoglikemia, terang dia, akan menyebabkan otak kekurangan energi dalam menjalankan fungsinya.”Hal ini bisa menyebabkan kerusakan otak yang tidak bisa dipulihkan.”

Hipoglikemia, terang dia, ditandai dengan tubuh gemetar, keringat dingin, dan lemas. Dan jika ini terjadi, terang dia, pastikan pasien diabetes segera mengonsumsi makanan yang mengandung gula untuk mendongkrak kadar gula darah. Bagaimana dengan hiperglikemia? Hiperglikemia, menurut dia, ditandai dengan sering buang air kecil akibat glukosa yang menarik cairan dari tubuh. “Hal ini juga harus cepat ditangani.”

Kasim juga menganjurkan agar pengidap diabetes tetap berolahraga. Olahraga ini, menurut dia, ada baiknya dilakukan sebelum berbuka puasa. “Menjelang berbuka biasanya badan akan terasa lebih segar.”

Intinya, terang Kasim, pasien diabetes bisa menjalani ibadah puasa setelah memastikan diabetes mereka terkontrol dengan baik. “Pasien diabetes sebaiknya sudah terkontrol 2 minggu sebelum menjalani ibadah puasa.”

Source: Media Indonesia
Blog Editor: dr. Wahyu Triasmara

Selasa, 17 Agustus 2010

Menu Makan Sahur Untuk Mencegah Badan Lemas

http://media.vivanews.com/images/2008/12/11/60831_wanita_lelah.jpgAnda sudah lesu dan tak bergairah, padahal waktu berbuka masih lama? Kondisi tersebut memang wajar dialami saat berpuasa. Tapi, Anda bisa mengubah kondisi itu, kok. Ada caranya agar Anda tetap energik saat berpuasa.

Yang perlu Anda ketahui sebelumnya adalah memiliki energi tinggi bukan hanya berarti seberapa banyak Anda makan saat sahur. Menurut ahli gizi dr. Samuel Oetoro,  memiliki energi tinggi jika ia dapat terlibat secara total pada apa yang sedang dilakukannya, baik fisik, mental, maupun emosional.

Energi tergantung pada baik buruknya kita memperlakukan diri kita sendiri, baik fisik, emosional, dan spiritual.  Makin baik perlakuan terhadap diri, makin tinggi energi yang didapatkan.

Selain mengendalikan emosi, Anda juga perlu mengatur asupan makanan agar tubuh punya energi cukup sepanjang hari. Berikut kiat mengatur energi lewat pilihan makanan saat sahur dan berbuka.

1. Sayuran, buah-buahan, beras merah, dan benih berkecambah seperti taoge sangat baik untuk menghasilkan energi. Masukkan bahan makanan ini di dalam menu sahur Anda.

2. Saat sahur dan setelah berbuka, jangan lupa konsumsi juga buah segar dan jus buah. Hati yang merupakan organ penting untuk detoksifikasi (pengeluaran racun dari dalam tubuh) bekerja lebih efisien antara tengah malam dan tengah hari. Makanan yang lain akan mempengaruhi proses detoksifikasi ini.

3. Usahakan menyertakan sayuran segar untuk menu sahur yang bermanfaat memperlancar metabolisme tubuh dalam menu makan.  Begitu pula dengan daging, susu dan produk olahannya, atau ikan.

4. Jangan makan terlalu ‘berat’ saat sahur dan berbuka. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Jika Anda terlalu kekenyangan, saluran pencernaan bisa bekerja terlalu keras sehingga mengacaukan metabolisme tubuh, yang justru bikin Anda lesu dan lemas. Jadi, makanlah dalam porsi sewajarnya.

5. Minum 8 gelas air putih dalam sehari. Rata-rata, tubuh kehilangan sekitar 3/4 liter cairan melalui keringat, bernapas, dan air seni.  Usahakan saat sahur dan berbuka Anda cukup mendapat asupan air. Jika suka, Anda dapat menambah minuman teh. Jauhi kopi, dan minuman bersoda.


source: vivanews.com
blog editor: dr. Wahyu triasmara