Tampilkan postingan dengan label Info Ringan Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ringan Medis. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2011

Bayi yang Sudah Harus Transfusi Darah Sejak Dalam Kandungan

Bayi Chloe Gray (15 bulan) sudah harus berjuang hidup sejak masih dalam kandungan ibunya. Ketika kandungan ibunya berusia 20 minggu, si bayi terdeteksi mengalami gangguan darah anemia parah yang bisa berbahaya. Agar selamat sampai dunia, si bayi sudah harus ditransfusi sebanyak 2 kali sejak dalam kandungan.


Chloe pun terpaksa menerima transfusi darah pertama kali saat masih di dalam kandungan dan berusia 22 minggu, lalu transfusi kedua dilakukan untuk menyelamatakn hidupnya pada usia kehamilan 28 minggu.

Namun ketika lahir dalam kondisi prematur (5 minggu lebih cepat dari usia kehamilan) dengan berat 2,09 kilogram, masalah belum juga pergi. Saat lahir, bayi Chloe harus melakukan pertukaran darah lengkap yang mana semua darah dalam tubuhnya dikeluarkan lalu diganti untuk menyelamatkan hidupnya.

Selesai? Ternyata belum, agar bisa bertahan hidup bayi Chloe harus terus menerus melakukan transfusi darah, karena sejak ia berusia 4 minggu, dokter menemukan penyakit Diamond Blackfan Anaemia (DBA) di tubuh si bayi.Sejak itu si bayi harus terus melakukan transfusi darah secara rutin setiap 4 minggu untuk membuatnya bisa bertahan hidup hingga usianya sekarang 15 bulan.

"Chloe memiliki golongan darah O rhesus negatif yang termasuk golongan darah langka. Dengan kondisi ia harus transfusi darah setiap 4 minggu, maka kami tahu betapa pentingnya melakukan donor darah," ujar Francesca, seperti dikutip dari sunderlandecho.com, Senin (12/9/2011).Jumlah darah yang harus ditransfusikan ke tubuh Chloe tergantung dari berat badannya, tapi biasanya ia menghabiskan waktu selama 3 jam untuk melakukan prosedur tersebut.

Kondisi ini membuat Chloe harus sering keluar masuk Sunderland Royal Hospital Inggris dan selalu ditemani oleh ibunya Francesca dan ayahnya Craig."Ini bukanlah hal yang mudah, saya masih tidak bisa melihat seseorang melakukan hal itu pada Chloe. Tapi sebagian besar hal itu tidak mengganggu Chloe," ujar Francesca (20 tahun).

Kini para medis telah melakukan operasi untuk memasukkan tabung melalui sayatan di lehernya. Tabung ini akan melalui katup jantung dan akan tertanam di dada kiri Chloe. Alat medis ini membuat petugas medis lebih mudah dan cepat dalam melakukan transfusi darah.Francesca dan Craig berharap perangkat hidup ini bisa meningkatkan kualitas hidup dari Chloe dan lebih banyak lagi orang yang mau menyumbangkan darahnya untuk membantu Chloe bertahan hidup.

Diamond Blackfan Anaemia adalah kondisi yang mana sumsum tulang menghasilkan sedikit atau tidak sama sekali sel darah merah. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 600-700 orang di seluruh dunia.Hingga kini belum diketahui penyebabnya, tapi sekitar 20 persen kasus akibat adanya kesalahan genetik. Penyakit ini umumnya sulit diidentifikasi saat lahir. Gejalanya sangat bervariasi, tapi sepertiga anak yang lahir dengan kondisi ini memiliki kelainan bentuk tangan atau cacat jantung.



Source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Bayi Lahir dengan Dua Kepala, Tiga Kaki, dan Dua Kelamin

Seorang bayi laki-laki terlahir dengan dua kepala, tiga tangan, tiga kaki, dan dua kelamin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (11/09/2011) sekitar pukul 11.55 WIB. Bayi ini anak dari pasangan Kusmadi (18) dan Santi (17), warga Desa Tebingbulan, Kecamatan Sungaikeruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. 

Berdasarkan informasi dari pihak RSUD Sekayu, bayi tersebut lahir caesar dengan berat dua kilogram. Namun saat lahir kondisi bayi tersebut memiliki kelainan yang diperkirakan kembar dempet dada (conjoined twins).

Dengan kondisinya seperti itu, bayi tersebut akan mendapat pemeriksaan lanjutan, untuk mengetahui kemungkinan dilakukan operasi pemisahan," ujarnya.Dikatakan, hingga pukul 18.30 WIB, bayi tersebut masih mendapatkan perawatan intensif di ruang NICU dan dibantu dengan incubator dan alat bantu oksigen, infus, dan bed sign monitor."Kita tidak bisa memprediksi kesehatan bayi. 

Menurut kami ia harus mendapat penanganan serius dan kami sarankan untuk dirujuk ke RSMH Palembang. Itu sudah kita sampaikan kepada orangtuanya, tapi di luar dugaan mereka malah menolak dengan alasan biaya," tambah Emir.Kusmadi yang ditemani Rusmaladewi, ibunya, mengaku pasrah dengan kondisi yang dialami bayinya. 

Meski sudah mendapat arahan dan saran dari dokter untuk dirujuk ke Palembang, dirinya tetap bersikukuh meminta perawatan dilakukan di RSUD Sekayu saja."Pengobatan boleh jadi gratis Pak. Tapi di sana juga perlu biaya hidup, dan saya yakin selama perawatan tidak sedikit biaya hidup yang harus kami keluarkan," kata Kusmadi.




blog editor: dr. wahyu triasmara
source: detiknews.com

Kamis, 01 September 2011

Bayi Lahir Berhidung Badut

Seorang gadis cilik asal Slough, Berkshire, Inggris, lahir dengan hidung bulat dan merah layaknya badut. Mungkin akan terdengar lucu jika bulatan merah di atas hidung Connie Lloyd bukanlah tumor yang dapat membahayakan nyawanya.

Tumor jinak tersebut sebenarnya telah bersarang di hidung Connie sejak ia masih di dalam kandungan. Setelah dilahirkan tumor tersebut jelas terlihat di hidungnya dan dalam sebulan diameter tumor ini tumbuh sekitar 1,5 inci. Namun baru-baru ini hidung badut itu berhasil diangkat dan Connie punya hidung yang sempurna. 
Meski tidak menganggu kesehatannya, tumor jenis ini bisa berujung pada kematian. Jika tumor tersebut secara tidak sengaja terkelupas, maka Connie bisa tewas akibat kehabisan darah. Ibu Connie, Zara Green, mengaku sedih dengan kondisi buah hatinya setelah dokter mengatakan belum ada obat untuk mengatasi tumor tersebut.

Zara yang pantang menyerah akhirnya dipertemukan oleh Dr. Iain Hutchison, yang akhirnya mengangkat tumor itu dari hidung Connie. Hutchison menyarankan agar Connie segera menjalani operasi pengangkatan tumor. Melalui proses operasi selama tiga jam, kini Connie bisa bebas bermain tanpa malu dengan hidung badutnya.

"Sebelum operasi, Connie biasanya malu untuk bertemu banyak orang. Kami benar-benar khawatir. Ia selalu berkata dirinya menginginkan hidung seperti ibu. Kini ia tumbuh sehat dan bebas bermain dengan anak-anak lainnya. Kami bangga padanya," kata Zara.



source: dailymail/liputan6.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 13 Agustus 2011

Jenis Semut yang Gigitannya Patut Kita Waspadai

http://agnewsarchive.tamu.edu/fireants/graphics/Allergy.jpgSemut adalah binatang serangga yang bertubuh kecil . Namun meskipun mempunyai tubuh yang mungil ternyata semut memiliki racun yang dapat membahayakan yang terkena gigitannya. Berikut 3 jenis semut paling beracun dan berbahaya di dunia

1. Semut Api
semut api

Semut api merupakan jenis semut yang paling berbahaya di dunia. Racun atau bisa semut ini bisa berakibat fatal bahkan kematian korbannya. Dilaporkan 20 kematian setiap tahunnya karena sengatan semut beracun ini. Bila terkena sengatan anda akan merasakan panas seperti luka bakar,pembengkakan yang sangat menyakitkan,dan kematian jika ada reaksi alergi. Semut api ini bisa ditemukan di Asia, Amerika dan Eropa.

2. Red Harvester
Red Harvester

Semut Red Harvester berwarna merah kehitaman agak mirip dengan semut api. Namun jenis semut ini tidak seagresif semut api yang lincah. Saat terkena sengatan semut mematikan ini anda akan merasakan sakit yang luar bisa , bahkan bisa berakibat lebih buruk yaitu kematian jika terjadi reaksi alergi. Habitat semut ini hanya ditemukan di Amerika .

3. Yellow Harvester Ant
Yellow Harvester Ant

Jenis semut ini bertubuh lebih kecil dari semut api dan red harvester. Namun jangan pernah anda menyepelekan tubuhnya yang kecil , karena semut ini juga memiliki bisa yang sangat beracun dan tentunya berbahaya sama seperti semut berbisa lainnya. Pembengkakan yang sangat sakit adalah ciri-ciri terkena sengatan semut Yellow Harvester Ant ini, lebih fatal lagi kematian jika ada reaksi alergi.



blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 30 Juli 2011

4 Sinyal Tubuh dalam Kondisi Berbahaya

Jangan remehkan berbagai sinyal yang diberikan tubuh, terutama bila timbul empat gejala di bawah ini. Maka itu, bila Anda atau orang terdekat mengalami empat gejala berikut, segeralah menemui dokter untuk mengetahui penyebab pastinya agar mencegah kondisi yang lebih serius.
 
1. Pingsan atau sesak napas
Kondisi ini mungkin menandakan adanya gumpalan dalam paru-paru yang dikenal sebagai pulmonary embolism (PE), yakni suatu kondisi yang menyebabkan sekitar 60.000 kematian per tahun. Perlu diingat penambahan berat badan dapat meningkatkan risiko Anda terkena PE.

2. Sakit tenggorok
Bila serius, sakit tenggorok bisa berujung menjadi serangan jantung. Kaum perempuan biasanya sering mengeluhkan rasa tidak nyaman pada rahang dan tenggorokan, merasa mual, berkeringat, dan kelelahan. Kondisi itu kerap dilaporkan sebelum terjadi serangan jantung. Sementara itu, gejala klasik seperti nyeri dada dan lengan lebih sering terjadi pada pria.

3. Perdarahan pada vagina
Pendarahan vagina yang tidak biasa di luar masa menstruasi normal atau keluarnya bercak darah setelah pemakaian alat kontrasepsi baru yang bisa dilihat pada pakaian dalam dapat menjadi gejala kehamilan ektopik, radang serviks, bahkan kanker rahim, kata William Fuller MD, ketua departemen kebidanan dan ginekologi di Presbyterian/St Luke Medical Center, Denver.

4. Nyeri perut
Jika Anda merasa mengalami diare, kram, atau perdarahan pada rektum, jangan menunggu hingga itu menghilang. Kondisi itu bisa menjadi gejala penyakit radang usus (kolitis ulserativa) yang meningkatkan risiko kanker usus besar. Bahkan, bisa berujung menjadi kanker ovarium akibat masalah gastrointestinal kronis seperti tekanan, kembung, gangguan pencernaan, dan sembelit.




source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Angka Kematian Meningkat Saat Gajian ?

Seorang peneliti Amerika Serikat mengatakan angka kematian melonjak saat atau selama sepekan setelah hari gajian. Kesimpulan ini diperoleh setelah meneliti jutaan catatan kematian dari empat kelompok demografik utama, personel militer, orang yang menerima cek potongan pajak, orang yang berusia lanjut dan hidup dari jaminan sosial, dan penerima dividen Permanent Fund di Alaska.

"Setelah menerima gaji, orang jadi lebih aktif. Mereka pergi makan makan, menuju toko, lebih sering mengemudi, pergi ke bar, dan lain-lain," kata William Evans, ahli ekonomi dari University of Notre Dame.

Kendati ada beragam demografik dan seringnya pembayaran, angka kematian melonjak pada masing-masing kelompok tak lama setelah hari gajian, kata Evans. “Orang jadi lebih aktif secara fisik segera setelah mereka menerima uang tambahan di kantung mereka, yang bisa mengarah kepada serangan jantung,” katanya.

 "Sebagian prilaku ini secara melekat berisiko, seperti minum terlalu banyak atau mengemudi dalam keadaan mabuk. Sebagian kegiatan tersebut secara alamiah akan meningkatkan risiko, jika orang lebih sering mengemudi, resiko mengalami kecelakaan mobil telah meningkat," katanya.

Namun, tak menerima cek pembayaran juga bukan penyelesaian yang sesungguhnya. "Itu bukan berarti orang tak perlu menerima cek pembayaran atau yang seperti itu," kata Evans. “Tapi orang mungkin ingin berfikir dua kali mengenai mengemudi pada Jumat malam, setelah mendapat bayaran."





source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 29 Juli 2011

Etika Menjenguk Pasien di Rumah Sakit

http://images.detik.com/content/2010/08/02/157/Menkes1.jpgKala hendak mengunjungi kerabat yang tengah terbaring di rumah sakit, sebaiknya kita mengetahui etika membesuk seseorang. Jangan sampai niat baik kita malah membuat pasien malah merasa kurang nyaman.

Berikut beberapa tips supaya kunjungan Anda membuat kesan baik bagi seorang pasien di rumah sakit.

1. Telepon rumah sakit dan cari tahu apa saja aturan dalam berkunjung, khususnya untuk unit yang hendak Anda kunjungi dan waktu tepat untuk membesuk.

2. Minta operator rumah sakit untuk menghubungkan Anda ke unit yang dimaksud. Pasien mungkin mesti menjalani banyak prosedur seperti tes sinar X sehingga ia mungkin tak akan berada di dalam kamarnya seharian. Petugas rumah sakit memang tidak dapat memberikan informasi yang spesifik karena aturan privasi, tetapi jika Anda bertanya apakah pasien boleh menerima tamu mereka tentu akan memberikan keterangan.

3. Hubungi anggota keluarga pasien untuk menanyakan apakah pasien bersedia menerima pengunjung. Ada pasien biasanya merasa enggan dikunjungi kala kondisinya kurang baik.

4. Tinggalkan anak di rumah! Jangan bawa mereka berkunjung kerumah sakit. Setiap orang memiliki tanggapan berbeda saat menerima kunjungan, belum tentu mereka merasa lebih baik dengan kehadiran anak kecil.

5. Hormati pula pasien lain. Orang yang Anda kasihi mungkin memang berada di ruangan bersama dengan pasien lain. Dan, dan pikirkan mungkin pasien lain di ruangan itu memiliki penyakit lebih parah jika dibandingkan orang yang Anda kunjungi.



Source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Pusar Bodong Lebih Sehat Lho ?

http://images.detik.com/content/2011/01/17/764/hernia-pusar-painfree-dlm.jpgMeski secara estetika, pusar bodong jelas bertentangan, namun ternyata pusar bodong lebih sehat dibandingkan pusar normal.

Mari simak hasil penelitian Universitas Carolina Utara, Amerika Serikat. Mereka mengumpulkan 95 orang untuk diteliti pusarnya. Dalam website-nya, mereka menjelaskan penelitian yang sepertinya sepele itu. Menurut tim peneliti, semua orang memiliki pusar dan pernah hidup dengannya semasa dalam kandungan.

Selanjutnya, para mikrobiologis ini meminta para relawan untuk menyeka pusarnya dengan kapas sebanyak tiga kali. Kotoran yang terangkut di kapas itu kemudian tumbuh berbagai bakteri. Setelah bakteri itu berkembang, kemudian dipotret dan DNA mereka diekstrak untuk mengetahui jenis bakteri itu.

Hasilnya ternyata mengejutkan. Kebanyakan orang tidak mempedulikan pusarnya. Kepundan di perut itu telah menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri. Ada sekitar 1.400 bakteri yang bersembunyi di pusar manusia. Hampir dari separuhnya merupakan bakteri yang tidak dikenal sebelumnya dan bisa menjadi bakteri baru. Sisanya, hampir 80 persen merupakan bakteri yang berbahaya bagi kulit. Jumlah bakteri dalam kepundan di perut itu beragam hasilnya. Semuanya tergantung dari kebiasaan mereka dalam membersihkan pusarnya.

Peter Aldhous, jurnalis New Scientist, yang jadi relawan, kerap membersihkan pusarnya dan menghasilkan bahwa tak ada koloni bakteri di pusarnya. Beda lagi dengan Carl Zimmer, penulis sains, pusarnya dihuni paling sedikit 53 spesies yang berbeda.

“Ada beberapa spesies di dalam pusarku. Marimonas, yang sebelumnya hanya ada di laut. Eh ada lagi bakteri Georgenia yang hanya tinggal di dalam tanah di Jepang,” katanya takjub.

Sebenarnya, teramat gampang bagi siapa pun untuk merawat kebersihan pusar. “Cuma dengan mencuci kok,” kata Jiri Hulcr, Kepala Tim Peneliti.


Source: detik health
blog editor: dr. wahyu triasmara

Bahaya Duduk Terlalu Lama Bagi Kesehatan

http://media.tanyadokteranda.com/images//2010/07/duduk.jpgDuduk terlalu lama ternyata mengundang kematian. Hal ini dikarenakan sumbatan pada darah akibat duduk terlalu lama.
 
Seperti yang dikutip dari Female First, sebuah penelitian di Amerika Serikat menjelaskan bahwa duduk terlalu lama tanpa jeda bisa memicu terjadinya penggumpalan darah yang berbahaya atau disebut Deep Vein Thrombosis (DVT). Berdasarkan penelitian tersebut, kondisi ini biasanya dialami oleh para wanita.
 
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal British Medical menuliskan bahwa wanita yang duduk lama tiap harinya memiliki dua hingga tiga kali risiko mengalami DVT. Mereka yang duduk dalam posisi hampir tidak bergerak selama lebih dari 41 jam tiap minggunya memiliki risiko tertinggi.

Misalnya saja seperti, pekerja yang menghabiskan waktu di depan komputer dan mereka yang melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan atau pesawat. Namun penelitian juga mengatakan bahwa operasi dan pil KB juga bisa menjadi faktor pemicu DVT.

"Sudah mulai banyak kesadaran mengenai risiko DVT yang terjadi akibat perjalanan udara, tetapi banyak orang yang belum sadar bahwa semua jenis kegiatan yang tidak banyak gerak seperti duduk sepanjang hari di depan meja kerja juga berbahaya," ujar Kimby Osbourne, ahli kesehatan kaki di Activia Healhcare.

Untuk mengurangi risiko DVT, Kimby menyarankan agar Anda banyak meminum air putih dan menghindari teh, kopi serta alkohol. Selain itu, melakukan banyak olahraga kaki seperti memutar pergelangan kaki, menunjuk tuit dan jari kaki secara bergantian dan mengangkat lutut, selama setengah jam bisa menjadi alternatif lain.


Source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 28 Juli 2011

Sumber Radiasi di Sekitar Kita

imgBerbagai sumber radiasi bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Meski bukan dalam dosis yang mematikan, kontak dengan sumber-sumber radiasi tersebut sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.

Dikutip dari Time, manusia hanya akan mati jika terkena radiasi dengan intensitas di atas 1 juta milirem. Namun setiap 10.000 milirem bisa meningkatkan risiko kanker hingga 1 persen.  
Menurut US Departement of Energy, rata-rata orang Amerika terpapar radiasi dengan intensitas 370 milirem tiap tahun. Angka ini bisa bervariasi pada tiap individu tergantung lokasi tempat tinggal dan gaya hidup yang bersangkutan.

Sementara sumber-sumber radiasi yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.

Rokok Tanpa ada radiasi sekalipun, rokok sudah memiliki segalanya untuk menyebabkan kanker. Berbagai senyawa yang terkandung dalam rokok merupakan karsinogen atau pemicu kanker misalnya arsen, benzen, dan hidrogen sianida.

Risiko kanker makin meningkat karena rokok juga merupakan sumber radiasi karena mengandung molekul polonium dan timbal radioaktif. Molekul-molekul tersebut memancarkan radiasi hingga 1.300 milirem pertahun pada perokok yang rutin mengonsumsi 1,5 bungkus dalam sehari.

Penyinaran medis Intensitas radiasi pada penyinaran medis bervariasi tergantung jenisnya. Sinar-X untuk memeriksa persendian misalnya, hanya menghasilkan radiasi yang sangat kecil yakni sekitar 10 milirem.

Namun penyinaran organ dalam seperti pada kolonografi mampu menghasilkan radiasi hingga 10.000 milirem, cukup untuk menaikkan risiko kanker hingga 1 persen. Risiko ini tentunya harus diambil jika ada kemungkinan menderita kanker usus dan ada anjuran dari dokter untuk melakukan prosedur tersebut.

Perjalanan udara Perjalanan jauh dengan menempuh jalur udara akan memberikan paparan radiasi meski dalam intensitas kecil. Tiap menempuh jarak 4.890 mil atau sekitar 7.870 km, radiasi yang dihasilkan hanya sekitar 6 milirem.

Namun itu belum termasuk radiasi yang diperoleh di pos pemeriksaan keamanan bandar udara yang intensitasnya berkisar antara 10 milirem. Jika dalam sekali penerbangan harus menjalani 2 kali pemeriksaan, maka total radiasi yang didapatkan adalah 26 milirem.

Menonton televisi Di atas usia 2 tahun, rata-rata orang menghabiskan waktu 4,5 jam di depan televisi. Kebiasaan ini juga memberikan paparan radiasi meski sangat kecil, yakni sekitar 1 milirem yang dihasilkan dari penghantaran arus listrik.

Tinggal di dataran tinggi Lokasi tempat tinggal mempengaruhi besarnya paparan radiasi, karena perbedaan lapisan udara. Di dataran tinggi, sinar ultraviolet yang lebih tinggi memberikan selisih radiasi sekitar 26 milirem lebih tinggi dibanding tinggal di dataran rendah.

Telepon genggam Intensitas radiasi yang dipancarkan oleh telepon genggam jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mesin sinar-X misalnya. Namun ini tidak mengurangi bahayanya, mengingat perangkat ini sangat sering digunakan.

Terlebih karena digunakan di sekitar kepala, para ahli mengkhawatirkan radiasi tersebut akan terakumulasi dan menyebabkan kanker otak. Risiko pada otak bayi dan anak-anak lebih tinggi, karena sel-sel otak sedang berada dalam masa pertumbuhan.


Source: detik health
blog editor: dr. wahyu triasmara

Proses Operasi Perubahan Jenis Kelamin (Pria Menjadi Wanita)

Sejumlah orang melakukan operasi penyesuaian kelamin atau transeksual.  Dalam dunia medistransseksual, yakni orang yang meyakini bahwa tubuhnya tidak merefleksikan identitas seksual atau jenis kelamin yang sebenarnya. Otak atau pikiran seksualnya (brainsex) tidak sinkron dengan alat kelamin yang dimiliki. muncul niat untuk melakukan operasi penyesuaian kelamin. 
Ada tiga tahapan transseksual: karena merasa terperangkap dalam raga yang salah istilah Karenanya

1. Screening Psikologis dan Psikiatris

 Tahap ini melibatkan psikolog dan dokter atau psikiater untuk memastikan tentang identitas gender yang diyakini. Apakah Male to Female atau Female to Male.

2. Hormonal 

Setelah lolos pada tahap screening psikologis dan psikiatris. Tahap ini biasanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan sampai dua tahun. Suntikan hormon diperlikan untuk menyesuaikan diri dengan kelompok seksual dan gender yang dituju.

3. Operasi penyesuaian atau penegasan kelamin 

Dua tahap yang dilalui telah menjelaskan ketegasan gendernya. Hanya, alat kelaminnya salah. Maka, seorang transseksual akan diberi rekomendasi untuk melakukan suntik hormon sebagai bagian dari real live time diperlukan tindakan operasi untuk menyesuaikan dengan gendernya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram terhadap perubahan jenis kelamin jika dilakukan dengan sengaja dan tidak ada alasan alamiah dalam diri bersangkutan.

"Mengubah jenis kelamin yang dilakukan dengan sengaja misalnya dengan operasi ganti kelamin, hukumnya haram," kata Sekretaris Komisi C yang membahas tentang fatwa Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta.

Fatwa tersebut dikeluarkan MUI setelah melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII. Selain mengenai perubahan alat kelamin MUI juga mengeluarkan beberapa fatwa lainnya.

Ia mengatakan, membantu melakukan operasi ganti kelamin jika penggantian tersebut dengan sengaja, hukumnya juga haram.

MUI juga memfatwakan tidak boleh menetapkan keabsahan status jenis kelamin akibat operasi perubahan alat kelamin, sehingga tidak memiliki implikasi hukum syar’i terkait perubahan tersebut.

Karena tidak boleh ditetapkan keabsahannya, kata dia, kedudukan hukum jenis kelamin orang yang telah melakukan operasi sama dengan jenis kelamin semula seperti sebelum operasi meski sudah mendapat penetapan pengadilan.  

Berikut ini adalah proses operasi transeksual (Gambar dibawah ini hanya dimaksudkan sebagai pembelajaran):

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Source: berbagai sumber
Blog editor: dr. wahyu triasmara

Senin, 25 Juli 2011

Jam Biologis Tubuh Manusia

Tubuh memiliki jam biologis yang mengatur berbagai fungsi organ sepanjang hari agar bekerja sesuai ritme yang telah ditentukan. Mulai dari jantung, usus hingga sistem hormonal mengalami perubahan sejak pagi hari hingga tengah malam.

Berikut ini beberapa perubahan ritme tubuh yang terjadi sepanjang hari, seperti dikutip dari Slimseeker.  
Pukul 1-2 dinihari: Fase tidur paling lelap
Pada jam-jam tersebut, aktivitas berbagai sistem organ banyak yang diistirahatkan. Namun bagi yang hamil, produksi progesteron akan meningkat sehingga peluang untuk melahirkan pada tengah malam selalu lebih tinggi.

Pukul 4-5 pagi: Suhu tubuh paling rendah

Pukul 5-6 pagi: Peningkatan tekanan darah paling tajam
Produksi melatonin atau hormon yang memicu rasa kantuk mulai berhenti, sementara tekanan darah meningkat paling tajam dibandingkan waktu lainnya. Produksi kortisol atau hormon stres meningkat sehingga otak siap untuk bekerja seharian, namun peningkatannya tidak sampai memicu stres.

Pukul 7 pagi: Hormon seks meningkat
Peningkatan testosteron pada pria maupun wanita terjadi pada pagi hari, sehingga mampu membangkitkan gairah seks. Karena itu, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta.

Pukul 8 pagi: Pergerakan usus meningkat
Jam ini cocok untuk buang air besar (BAB) pada pagi hari. Karena pada jam ini adalah proses alamiah, yakni terjadi pergerakan usus paling tinggi pada waktu tersebut. Pengukuran berat badan paling akurat dilakukan pada pagi hari setelah buang air besar.

Pukul 9 pagi: Metabolisme paling tinggi
Waktu yang tepat untuk sarapan pagi adalah sekitar pukul 9 karena ada peningkatan metabolisme. Artinya lemak-lemak yang diserap dari makanan pada waktu-waktu tersebut tidak akan banyak yang menumpuk.

Pukul 10-11 siang: Kewaspadaan tinggi
Ibarat mesin diesel, tubuh dan pikiran sudah panas dan mencapai kondisi ideal untuk beraktivitas saat menjelang siang. Tingkat kewaspadaan tinggi, jarang ada yang mengantuk kecuali memang sedang kurang tidur.

Pukul 11-2 siang: Stres meningkat
Jeda istirahat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk menyegarkan diri. Makan siang di luar bisa menyegarkan pikiran, sekaligus membiarkan tubuh terkena sinar matahari yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Pukul 2-3 siang:  Koordinasi terbaik
Melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking paling cocok dilakukan pada siang hari, karena kemampuan otak untuk melakukan koordinasi berada pada titik tertinggi. Di sisi lain, proses pencernaan makanan belum selesai sehingga kemampuan fisik agak berkurang.

Pukul 3-5 sore: Denyut jantung paling stabil
Jika ingin berolahraga, sore hari adalah waktu paling tepat karena level adrenalin berada di level tertinggi. Selain itu, denyut jantung dan tekanan darah paling stabil sehingga cocok untuk melakukan aktivitas fisik.

Pukul 5-8 sore: Proses pembuangan racun
Fungsi hati dalam memproses racun-racun sisa metabolisme paling tinggi pada sore hari, sehingga perlu didukung dengan minum air putih. Keinginan untuk ngemil juga tinggi karena kemampuan indra penciuman (hidung) dan perasa (lidah) meningkat.

Pukul 8-10 malam: Metabolisme dan pergerakan usus berkurang
Karena aktivitas fisik berkurang, maka pembakaran energi tidak banyak terjadi di malam hari. Artinya jika makan di malam hari, maka cadangan energi yang disimpan dalam bentuk lemak juga akan semakin banyak.

Pukul 10-11 malam: Hormon seks meningkat lagi
Dibandingkan pagi hari, peningkatan libido atau gairah seks pada malam hari tidak terlalu tinggi karena secara fisik sudah kelelahan. Namun peluang terjadinya ovulasi dan pembuahan paling tinggi pada hubungan seks malam hari menjelang tidur ketimbang pagi hari.



source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 05 Juni 2011

Hati-Hati Memilih Pengobatan Alternative

Pengobatan alternatif yang ada dimasyarakat saat ini sebagian besar belum memiliki bukti ilmiah yang kuat dan kebanyakan hanya berdasarkan pengalaman dari pasien saja. Padahal bukti ilmiah tersebut untuk menunjukkan keamanan, efektivitas dan mutu dari suatu pengobatan.

Bukti ilmiah (evidence base) untuk suatu pengobatan ada beberapa tingkatannya. Tingkatan yang paling rendah merupakan pendapat dari para ahli hingga suatu penelitian metaanalisis.
Meski begitu masyarakat harus membedakan antara pengobatan alternatif dengan pengobatan komplementer. Pengobatan alternatif adalah suatu pengobatan yang membuang atau menghilangkan pengobatan utama. Sedangkan pengobatan komplementer adalah pengobatan tambahan untuk melengkapi pengobatan utama yang digunakan secara bersamaan.

“Pada pengobatan alternatif masyarakat akan meninggalkan pengobatan utamanya, kebanyakan pasien yang awalnya datang dengan penyakit kanker stadium 2 lalu pergi ke orang pintar dan balik lagi ke dokter sudah stadium 4,” ujar Dr Aru W Sudoyo, MD, PhD, FACP disela-sela acara Patient Gathering Sanofi Aventis ‘Kanker Usus Besar Bisa Dicegah’ di Hotel Sahid Jaya.

Dr Aru menuturkan beberapa pasien yang didiagnosis kanker akan pergi ke ‘orang pintar’ dulu untuk mengobati penyakitnya, lalu ketika penyakitnya tidak membaik ia akan kembali ke ‘orang yang kurang pintar’ atau dokter dengan kondisi yang sudah lebih parah dibanding sebelumnya.

Kondisi ini yang membuat pengobatan alternatif umumnya tidak disarankan oleh para dokter karena pasien akan meninggalkan pengobatan utamanya yang berfungsi untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Namun jika masyarakat ingin melakukan pengobatan komplementer sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawatnya, hal ini untuk menghindari interaksi antar kedua pengobatan tersebut yang bisa merugikan pasien.

Pengobatan alternatif akan diberikan dokter melalui rujukan dokter bukan otodidak si penderita/pasien. Disarankan kepada pasien untuk tidak langsung melakukan pengobatan alternatif karena:
  1. Belum jelas penyakitnya (belum di diagnosa dengan benar)
  2. Akan menimbulkan banyak komplikasi obat (jika otodidak makan obat sendiri)
  3. Menghabiskan waktu (khususnya pasien gawat darurat yang membutuhkan pertolongan segera)
  4. Polimedicine (banyak pergi berobat, akhirnya si pasien bingung)
  5. Polifarmasi (banyak makan obat, akhirnya menimbulkan resisten, interaksi masing-masing obat)

Jumat, 29 April 2011

Mengantuk / Menguap Itu Menular

Tanpa disadari seringkali saat melihat orang lain menguap akan ikut-ikutan menguap. Bukan karena latah kalau yang melihat ikutan menguap, karena menguap memang bisa menular.

Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang, biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan pernapasan. 

Tindakan refleks ini seringkali dikaitkan dengan stres, kelelahan, terlalu banyak kerjaan, kebosanan dan mengantuk. Menguap juga bisa terjadi bila ada kelebihan karbondioksida atau kelangkaan oksigen dalam aliran darah.

Studi terbaru menunjukkan menguap bukan saja sebagai tanda seseorang ingin tidur. Tapi tujuan menguap untuk mendinginkan otak sehingga dapat beroperasi lebih efisien dan membuat seseorang tetap terjaga.

Tapi kenapa ketika seseorang menguap yang melihatnya juga ikut menguap?

"Kami berpikir penyebabmenguap itu menular karena dipicu oleh mekanisme empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. Karenanya menguap adalah tanda empati," ujar seorang peneliti Dr Gordon Gallup, seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (8/4/2010).

Penyebablain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons system) yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata tertentu.

Ketika menerima stimulus (rangsangan) dari spesies yang sama, maka spesies tersebut juga akan mengaktifkan daerah yang sama di otak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang akan menguap jika melihat oang lain menguap.

Sistem saraf cermin ini bertindak sebagai penggerak untuk meniru dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran manusia. Karenanya menguap sering dianggap sebagai cabang dari impuls (gerakan) tiruan yang sama.

Jika pusat dari sistem neuron cermin tidak aktif saat melihat seseorang menguap, maka hal ini tidak akan memiliki hubungan dengan keinginan merespons untuk menguap.

Semakin kuat seseorang ingin menguap, maka semakin kuat aktivasi dari bagian otak periamygdalar kiri. Hasil temuan ini merupakan tanda neurofisiologis pertama yang mengungkapkan bahwa menguap bisa menular.

Daerah periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak.

Aktivasi beberapa bahan kimia yang ditemukan di otak, misalnya, serotonin, dopamin, glutamin, asam glutamat dan oksida nitrat, dapat pula meningkatkan frekuensi menguap. Sedangkan beberapa bahan kimia lain seperti endorfin justru bisa mengurangi frekuensi menguap.

Jika seseorang menguap, maka ada tahapan yang terjadi adalah:
  1. Dimulai dengan mulut terbuka
  2. Rahang bergerak ke bawah
  3. Memaksimumkan udara yang mungkin dapat diambil ke dalam paru-paru
  4. Menghirup udara
  5. Otot-otot perut berkontraksi
  6. Diafragma didorong ke bawah paru-paru
  7. Terakhir beberapa udara ditiupkan kembali.

Beberapa studi menunjukkan manfaat dari menguap yaitu dapat menstabilkan tekanan di kedua sisi gendang telinga atau mirip dengan peregangan, melenturkan otot dan sendi pada tubuh serta meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. Wahyu Triasmara