Sunat Jin menjadi trend di kalangan media dan masyarakat awam, padahal fenomena Sunat Jin adalah suatu kelainan bawaan pada penis yang disebut hipospadia. Tidak ada dalam dunia kedokteran anak sudah di khitan sejak lahir, namun fenomena Sunat Jin sudah sangat meresahkan apabila tidak diluruskan secara medis. Apabila kita lihat fenomena Sunat Jin apabila di ekspose terlalu luas tanpa penjelasan secara ilmiah tidak akan mengedukasi masyarakat sendiri padahal kedua orangtua sudah senang terlebih dahulu. Sunat Jin sendiri adalah Hipospadia dimana salah satu cirinya adalah kulit penis bagian bawah (kulup) tidak ada. Karena itulah penis tampak seperti sudah disunat ataupun kelainan bentuk penis yang diketahui sejak lahir dan tidak ada kaitannya dengan unsur ghaib. Pada kelainan tersebut, kulup penis tidak sempurna, hanya ada di bagian atas (dorsalhoot). Pada kelainan tersebut, lubang penis tidak terdapat di ujung, melainkan di bawah, samping, atau dasar penis. Penis juga membengkok. Bila bengkoknya berat dan tidak segera ditangani, penis penderita tidak bisa dibuat bersenggama bila sudah dewasa nanti. Karena itu, Hipospadia harus ditangani dengan operasi. Idealnya, operasi Hipospadia dilakukan saat anak berusia 1-2 tahun. Penyebab Hipospadia adalah terhentinya pertumbuhan pada penis.
Sementara itu, jika istilah sunat jin terjadi pada anak seumuran SD, biasanya mereka mengalami paraphimosis. Paraphimosis dalam ilmu medis, phimosis atau kelainan bentuk penis yang terjadi akibat satu keadaan dimana preposium tidak bisa ditarik kebelakang sampai kepala dan leher penis. kalaupun dipaksa ditarik sampai kebelakang dapat menimbulkan ‘paraphimosis’ atau gland penis dan colum terlihat sehingga terlihat seolah-olah seperti telah disunat.Kebanyakan terjadi lantaran penis sering dibuat main-main pada anak dan tidak bisa dikembalikan. Untuk paraphimosis, anak harus disunat untuk menghilangkan kulup yang menjerat penis. Dengan begitu, saat anak masih kecil, kepala penis sudah terlihat dan oleh masyarakat biasanya dianggap sudah disunat oleh jin atau makhluk halus lainnya.
Idealnya, usia anak di khitan adalah antara umur 10-11 tahun, karena pada usia itu, si anak lebih mudah diajak berkomunikasi. Fungsi khitan membawa manfaat baik bagi kesehatan, selain menurunkan risiko terinfeksi HPV, khitan bermanfaat menghilangkan tumpukan kotoran akibat terhalang kulit sehingga mencegah peradangan kronis dan menurunkan risiko kanker penis.
Jadi Fenomena Sunat Jin semua itu kita serahkan kepada masyarakat, dan untuk mengubah sugesti masyarakat diperlukan waktu dan pembuktian, serta peran orangtua anak dan tentunya tenaga medis.
Tampilkan postingan dengan label urologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label urologi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Juli 2011
Rabu, 23 Februari 2011
Renal Clear Cell Carcinoma (Grawitz tumor)
Renal clear cell carcinoma (Grawitz tumor) is a malignant epithelial tumor resulted from proliferation of tubule cells. Tumor cells form cords, papillae, tubules or nests, and are atypical, polygonal and large. Because these cells accumulate glycogen and lipids, their cytoplasm appears "clear", lipid-laden, the nuclei remain in the middle of the cells, and the cellular membrane is evident. Some cells may be smaller, with eosinophilic cytoplasm, resembling normal tubular cells. The stroma is reduced, but well vascularized. The tumor grows in large front, compressing the surrounding parenchyma, producing a pseudocapsule.
Grawitz tumor adalah tumor ganas pada sel epitel yang berasal dari proliferasi sel-sel tubulus.1 Sel tumor ini berbentuk seperti tali, papilla, tubulus, atau sarang. Sel ini atipikal, polygonal, dan besar karena sel ini terakumulasi glikogen dan lipid sehingga sitoplasma sel terlihat jelas dengan inti tetap berada di tengah sel dan membran sel yang jelas. Beberapa sel tumor mungkin terlihat lebih kecil dengan eosinophilic sitoplasma, sel menyerupai tubular normal. Stroma berkurang tetapi terdapat vaskularisasi. Tumor tumbuh besar sehingga menekan parenkim di sekitarnya menghasilkan sebuah pseudocapsule.
Beberapa faktor lingkungan dan genetik telah diteliti sebagai penyebab yang mungkin untuk grawitz tumor, yaitu :
Karsinoma sel ginjal dapat terjadi seiring pertambahan usia dan lebih sering terjadi pada laki-laki
Merokok dua kali resikonya untuk mengidap grawitz tumor dan memberikan konstribusi sepertiga dari total kasus yang ada. Perokok yang terpajan kadmium mengalami insiden karsinoma ginjal yang cukup tinggi.
Obesitas sebagai faktor resiko terutama pada wanita, dimana berat badan yang meningkat memiliki hubungan yang linear dengan peningkatan resiko.
Hipertensi juga berhubungan dengan meningkatnya insiden karsinoma sel ginjal.
Phenacetin mengandung analgesia dalam jumlah besar mungkin berhubungan dengan meningkatnya insiden karsinoma sel ginjal.
Ada peningkatan kejadian penyakit cystic didapat di ginjal pada pasien yang menjalani dialisis ginjal jangka panjang, hal ini menjadi faktor predisposisi kanker sel ginjal.
Tuberous sclerosis.
Transplantasi ginjal: pada penyakit renal cystic yang didapat dengan ginjal asli juga mempengaruhi kanker sel ginjal pada penerima transplantasi ginjal.
VHL diseases : penyakit keturunan ini juga berhubungan dengan kanker sel ginjal
Sumber: http://yougodira.blogspot.com/2010/10/grawitz-tumor.html
Senin, 10 Januari 2011
Info Seminar Dokter 2011: P2KB National Workshop and Symposium on Pediatric Urology 2011
Info Seminar Dokter 2011:
P2KB National Workshop and Symposium on Pediatric Urology 2011
Program CPD Pediatric Urology-IAUI
P2KB National Workshop and Symposium on Pediatric Urology 2011
Program CPD Pediatric Urology-IAUI
Departemen Urologi RSU Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya bekerjasama dengan Ikatan Ahli Urologi Indonesia Cabang Jawa Timur Menyelenggarakan acara National Workshop and Symposium on Pediatric Urology. Materi ilmiah meliputi topik-topik menarik dan up to date dengan tema "Pediatric Urology Disease" dan akan disampaikan Prof. R.J.M Nijman sebagai Head Departement of Urology-University Medical Center, Groningen, Holland dan Past President of European Society for Pediatric Urology, Prof. H.J.A. Mensink sebagai Professor of Urology Groningen, Holland serta pakar Urologi Pediatri dari Indonesia.
Acara diadakan pada:
Hari Sabtu Tanggal 27-29 Januari 2011 di Shangri-la Hotel Surabaya
Biaya:
Workshop dan Simposium Rp. 9.000.000,-
Simposium: Spesialis Rp. 1.000.000,- dan Dokter Umum/Residen Rp. 500.000,-
Bagi 50 Pendaftar Pertama diskon 50%
Info dan Pendaftaran:
Sekretariat IAUI Cabang Jawa Timur
d/a SMF Urologi/RSU Dr. Soetomo Surabaya
Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 6-8 Surabaya 60286
Telp/Fax: 031-5024971 dan 031-5017404
Senin, 03 Januari 2011
Bladder Exstrophy
Bladder Exstrophy
Bladder exstrophy is a congenital birth defect that is the malformation of the bladder and urethra, in which the bladder is turned "inside out".
The bladder does not form into its normal round shape but instead is flattened and exposed outside the body. The lower portion of the bladder, a funnel-shaped bladder neck, made up of muscles that open and close the bladder, fails to form correctly.
The urethra and genitalia are not formed completely (epispadius) and the anus and vagina appear anteriorly displaced. Additionally, the pelvic bones are widely separated(diastasis).
The bladder does not form into its normal round shape but instead is flattened and exposed outside the body. The lower portion of the bladder, a funnel-shaped bladder neck, made up of muscles that open and close the bladder, fails to form correctly.
The urethra and genitalia are not formed completely (epispadius) and the anus and vagina appear anteriorly displaced. Additionally, the pelvic bones are widely separated(diastasis).
Jumat, 12 November 2010
Guidelines Pediatric Urology: Undesensus Testis
LATAR BELAKANG
Insidens maldesensus testis setelah usia satu tahun adalah 1,8-2%. Pembagian dibuat berdasarkan retensi testis pada abdomen, inguinal atau preskrotal dan ekstopik testis di epifasial, femoral atau penodorsal. Sliding atau testis retraktil merupakan variasi dan kriptorkismus. Sliding testis dengan funikulus spermatikus yang terialu pendek akan kembali ke posisi nonfisiologik saat ditarik ke dalam skrotum dan kemudian dilepaskan. Testis retraktil atau pendulosa dengan hipertrofik otot kremaster dihubungkan dengan retraksi intermiten dari testis yang umumnya orthotopik.
DIAGNOSIS
Maldesensus testis didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik dan sonografi. Pada pemeriksaan fisik, testis lebih mudah diraba bila penderita pada posisi duduk bersila (crossed-leg). Perlu juga diperhatikan perkembangan kulit skrotum dan hipertrofi testis kontralateral. Sonografi dan magnetic resonance imaging (MRI) dapat membantu untuk menemukan lokasi testis yang tidak teraba; akurasi MRI adalah 90% untuk testis intraabdomen. Laparoskopi sudah ditetapkan sebagai prosedur diagnostik dan terapeutik jika diduga terdapat retensi abdomen. Pada prosedur ini, posisi testis di abdomen dapat ditemukan dan diletakkan ke skrotum dengan menggunakan teknik sesuai dengan kondisi anatomis. Tes stimulasi human chorionic gonadotrophin (HCG), sebagai bukti adanya jaringan testis yang menghasilkan testosteron, sebaiknya dilakukan sebelum operasi eksplorasi pada testis yang tidak teraba bilateral.
Selengkapnya Guidelines Pediatric Urology dapat di download disini
Insidens maldesensus testis setelah usia satu tahun adalah 1,8-2%. Pembagian dibuat berdasarkan retensi testis pada abdomen, inguinal atau preskrotal dan ekstopik testis di epifasial, femoral atau penodorsal. Sliding atau testis retraktil merupakan variasi dan kriptorkismus. Sliding testis dengan funikulus spermatikus yang terialu pendek akan kembali ke posisi nonfisiologik saat ditarik ke dalam skrotum dan kemudian dilepaskan. Testis retraktil atau pendulosa dengan hipertrofik otot kremaster dihubungkan dengan retraksi intermiten dari testis yang umumnya orthotopik.
DIAGNOSIS
Maldesensus testis didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik dan sonografi. Pada pemeriksaan fisik, testis lebih mudah diraba bila penderita pada posisi duduk bersila (crossed-leg). Perlu juga diperhatikan perkembangan kulit skrotum dan hipertrofi testis kontralateral. Sonografi dan magnetic resonance imaging (MRI) dapat membantu untuk menemukan lokasi testis yang tidak teraba; akurasi MRI adalah 90% untuk testis intraabdomen. Laparoskopi sudah ditetapkan sebagai prosedur diagnostik dan terapeutik jika diduga terdapat retensi abdomen. Pada prosedur ini, posisi testis di abdomen dapat ditemukan dan diletakkan ke skrotum dengan menggunakan teknik sesuai dengan kondisi anatomis. Tes stimulasi human chorionic gonadotrophin (HCG), sebagai bukti adanya jaringan testis yang menghasilkan testosteron, sebaiknya dilakukan sebelum operasi eksplorasi pada testis yang tidak teraba bilateral.
Selengkapnya Guidelines Pediatric Urology dapat di download disini
Minggu, 07 November 2010
GO (kencing nanah): Nikmat Sesaat Tetapi Menderita Selamanya
GO (kencing nanah): Nikmat sesaat tetapi menderita selamanya
GO adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae.
Umumnya penularan melalui hubungan kelamin yaitu secara genital-genital, oro-genital (oral sex), ano-genital (anal sex). Pada pria paling sering menimbulkan keluhan berupa rasa gatal , bengkak, nyeri ,panas di ujung penis, nyeri saat kencing, keluar nanah dan darah dari lubang kencing, nyeri saat ereksi, sedangkan pada wanita hampir tidak ada keluhan.
Hal inilah yang membuat tidak terdeteksinya GO pada wanita, dan membuat penyebaran GO meluas di masyarakat terutama disebabkan kebiasaan seksual bebas dan berganti pasangan.
Komplikasi pada pria bila tidak tuntas pengobatannya :
1. Tysonitis, radang pada kuncup penis yang tidak disunat, bisa menjadi abses / nanah didalam kulit dan akan menjadi infeksi laten , sulit diobati.,
2. Parauretritis penyumbatan saluran kencing. Prostatitis, radang prostat.
3. Cowperitis , pembengkakkan pada anus, epididimitis, vesikulitis, funikulitis, Infeksi asenden ke ginjal semua hal ini bisa berakibat sterilitas dan disfungsi ereksi. Semua ini bila cara berhubungannya genital-genital. Bila dilakukan secara oral sex ataupun anal sex tentunya jenis keluhannya berbeda pula.
Terapi GO haruslah meliputi kedua belah pasangan. Bagaimana dengan pasangan Anda? tentunya harus diterapi juga supaya tidak terjadi saling menularkan.
Untuk GO yang tidak bisa sembuh dengan obat, harus ada pemeriksaan khusus untuk jenis kumannya, misal kultur dan resistensi kuman, tentunya hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter ahli kulit kelamin dan untuk komplikasi yang telah terjadi Anda harus konsultasi kepada dokter ahli urologi.
Jumat, 29 Oktober 2010
Laskar Urologi 2010
Laskar Urologi 2010
1. dr. Hery Setiawan
FK UNLAM ‘98 085249659504 Kab. Penajam Paser Utara - Kaltim ery.dr21@gmail.com
2. dr. Mohammad Shouni S
FK UNAIR ‘95 085230091456 Kab. Pasuruan – Jatim shouni95@gmail.com
3. dr. Ambo Tuwo Nurdin
FK UNHAS ‘98 081360775175 Jl. Negara Km 65, Long kali, Kab. Paser-Kaltim abuhayat98@yahoo.co.id
4. dr. Dwi Wahyu Indrawanto
FK UNAIR ‘96 08123296966 Jl. Manyar Sabrangan IX / 47 Surabaya dwiwahyu.dr@gmail.com
5. dr. Daniel Oktavianus D. FK UKI ‘98 0811521568 Jl. Baban no.34 - palangkaraya danieldau@yahoo.com
6. dr. Ratri Herwandari FK UNAIR ‘96 08123221755 Jl. Kutisari Selatan XIII / 18 Surabaya ratri_herwandari@yahoo.com
7. dr. Ramzie Nendra D. FK UNAIR ‘03 0817312256 Jl. Sekardangan Indah E-37 Sidoarjo zamzieplus_xxx@yahoo.com
8. dr. Pradana N 081252514016 FK UNIBRAW Jl. Wapoga I / 6B dan_firas@yahoo.com
9. dr. Fardian Yedasukma FK UNAIR ‘01 081331277779 Jl. Asoka 9 Sumenep alien_bassis@yahoo.com
10. dr. Ferdyan Rachmat FK UNAIR ‘03 03160350314 Pondok Jati Sidoarjo ferdy_fre@yahoo.co.id
11. dr. Ahmad Aniq Kamal F. FK UNAIR ‘02 081230040604 Gresik dr.aniqkamal@gmail.com
12. dr. Mohamad Sueb FK UKI ‘98 081383708093 Jl.Veteran 817 Yogyakarta sueb_neena@yahoo.com
13. dr. M. Asro Abdih FK UNAIR ‘99 081357493637 Jl. KH A. Fadhil no.4 Sidomulyo Sidayu anyok2001@yahoo.com asroabdih@gmail.com
14. dr. Agus P. Narendra FK UDAYANA ‘ 96 08123889449 Puskesmas Kubu I, Kubu, Karangasem, Bali aguspnarendra@yahoo.com
15. dr. Ardian Bayu Wicaksono FK UNAIR ‘01 081330551552 Jl. Bumi Marina Emas Selatan U-11 / E-88 Keputih Sukolilo bay_wicaks@yahoo.com abwicaks@gmail.com
16. dr. Hamongan Ronal FK UKI 081347574799 RSUD Samboja, Kutai Kertanegara, Kaltim ronal_reventon@yahoo.com
17. Prasastha D.U. FK UNAIR ‘03 081332766736 Jl. Jemursari I no.2 Surabaya astha_pdu@yahoo.com
18. Yasin Fadillah FK UNAIR ‘02 - Jl. Gubeng Kertajaya 4 Raya no.9 Surabaya yasinfkua02@gmail.com
Laskar Rosoooo!!!
Semoga ketrima PPDS-1 Urologi FK UNAIR tahun 2010
1. dr. Hery Setiawan
FK UNLAM ‘98 085249659504 Kab. Penajam Paser Utara - Kaltim ery.dr21@gmail.com
2. dr. Mohammad Shouni S
FK UNAIR ‘95 085230091456 Kab. Pasuruan – Jatim shouni95@gmail.com
3. dr. Ambo Tuwo Nurdin
FK UNHAS ‘98 081360775175 Jl. Negara Km 65, Long kali, Kab. Paser-Kaltim abuhayat98@yahoo.co.id
4. dr. Dwi Wahyu Indrawanto
FK UNAIR ‘96 08123296966 Jl. Manyar Sabrangan IX / 47 Surabaya dwiwahyu.dr@gmail.com
5. dr. Daniel Oktavianus D. FK UKI ‘98 0811521568 Jl. Baban no.34 - palangkaraya danieldau@yahoo.com
6. dr. Ratri Herwandari FK UNAIR ‘96 08123221755 Jl. Kutisari Selatan XIII / 18 Surabaya ratri_herwandari@yahoo.com
7. dr. Ramzie Nendra D. FK UNAIR ‘03 0817312256 Jl. Sekardangan Indah E-37 Sidoarjo zamzieplus_xxx@yahoo.com
8. dr. Pradana N 081252514016 FK UNIBRAW Jl. Wapoga I / 6B dan_firas@yahoo.com
9. dr. Fardian Yedasukma FK UNAIR ‘01 081331277779 Jl. Asoka 9 Sumenep alien_bassis@yahoo.com
10. dr. Ferdyan Rachmat FK UNAIR ‘03 03160350314 Pondok Jati Sidoarjo ferdy_fre@yahoo.co.id
11. dr. Ahmad Aniq Kamal F. FK UNAIR ‘02 081230040604 Gresik dr.aniqkamal@gmail.com
12. dr. Mohamad Sueb FK UKI ‘98 081383708093 Jl.Veteran 817 Yogyakarta sueb_neena@yahoo.com
13. dr. M. Asro Abdih FK UNAIR ‘99 081357493637 Jl. KH A. Fadhil no.4 Sidomulyo Sidayu anyok2001@yahoo.com asroabdih@gmail.com
14. dr. Agus P. Narendra FK UDAYANA ‘ 96 08123889449 Puskesmas Kubu I, Kubu, Karangasem, Bali aguspnarendra@yahoo.com
15. dr. Ardian Bayu Wicaksono FK UNAIR ‘01 081330551552 Jl. Bumi Marina Emas Selatan U-11 / E-88 Keputih Sukolilo bay_wicaks@yahoo.com abwicaks@gmail.com
16. dr. Hamongan Ronal FK UKI 081347574799 RSUD Samboja, Kutai Kertanegara, Kaltim ronal_reventon@yahoo.com
17. Prasastha D.U. FK UNAIR ‘03 081332766736 Jl. Jemursari I no.2 Surabaya astha_pdu@yahoo.com
18. Yasin Fadillah FK UNAIR ‘02 - Jl. Gubeng Kertajaya 4 Raya no.9 Surabaya yasinfkua02@gmail.com
Laskar Rosoooo!!!
Semoga ketrima PPDS-1 Urologi FK UNAIR tahun 2010
Selasa, 12 Oktober 2010
Learning Series Urology: Urinary Tract Stones
DIAGNOSIS
Anamnesis
Patients with urinary tract stones have a complaint that vary from without complaint, mild back pain with colic, dysuria, hematuria, urinary retention, anuria. These complaints may be accompanied by complications include fever, signs of kidney failure.
PHYSICAL EXAMINATION
Physical examination of patients with urinary tract stones can vary from no physical abnormalities until signs of severe illness depending on the location of the stones and complications caused.
A general physical examination: hypertension, febrile, anemia, shock
Urology specific physical examination
o Angle kosto vertebrae: tender, painful word of the kidney, renal enlargement
o Supra symphysis: tender, palpable stone, full jar
o External Genitalia: palpable stone in the urethra
o Plug Anal: palpable stone in the bladder (bimanual palpation)
LABORATORY EXAMINATION
Routine urine tests to see eritrosituri, lekosituria, bacteriuria (nitrite), pH of urine and urine culture. Blood tests in the form of hemoglobin, leukocyte, urea and creatinine.
IMAGE
Clinical diagnosis should be supported by appropriate imaging procedures.
Routine examination included a plain photo abdomen (KUB) and ultrasonography or intravenous pyelography (IVP) or spiral CT.1, 2.3 IVP examination should not be performed in patients with the following:
• By contrast media allergy
• With serum creatinine levels> 200μmol / L (> 2mg/dl)
• In the treatment metformin
• With myelomatosis
Special examination could involve:
• retrograde or antegrade pyelography
• Scintigraphy
Anamnesis
Patients with urinary tract stones have a complaint that vary from without complaint, mild back pain with colic, dysuria, hematuria, urinary retention, anuria. These complaints may be accompanied by complications include fever, signs of kidney failure.
PHYSICAL EXAMINATION
Physical examination of patients with urinary tract stones can vary from no physical abnormalities until signs of severe illness depending on the location of the stones and complications caused.
A general physical examination: hypertension, febrile, anemia, shock
Urology specific physical examination
o Angle kosto vertebrae: tender, painful word of the kidney, renal enlargement
o Supra symphysis: tender, palpable stone, full jar
o External Genitalia: palpable stone in the urethra
o Plug Anal: palpable stone in the bladder (bimanual palpation)
LABORATORY EXAMINATION
Routine urine tests to see eritrosituri, lekosituria, bacteriuria (nitrite), pH of urine and urine culture. Blood tests in the form of hemoglobin, leukocyte, urea and creatinine.
IMAGE
Clinical diagnosis should be supported by appropriate imaging procedures.
Routine examination included a plain photo abdomen (KUB) and ultrasonography or intravenous pyelography (IVP) or spiral CT.1, 2.3 IVP examination should not be performed in patients with the following:
• By contrast media allergy
• With serum creatinine levels> 200μmol / L (> 2mg/dl)
• In the treatment metformin
• With myelomatosis
Special examination could involve:
• retrograde or antegrade pyelography
• Scintigraphy
Do U Know about Eritroplasia Queyrat
- Eritroplasia Queyrat is a colored area velvety redness of the penis, usually above or at the base of the glans penis.
- This usually occurs in men who are not circumcised.
- If not treated can turn into malignancy.
- Given a cream containing fluorouracil.
- Because of potential malignancy, then the disorder should be checked every few months during and after treatment.
- Another treatment that can be done is to remove the abnormal tissue surgically.
therapy of balantis xerotica obliterans
BXO or Balanitis xerotica obliterans is a condition causing scarring and thickening (sclerosis) of the penis skin.
The good news is that most cases of BXO are effectively treated by the application of topical corticosteroid cream two to four times daily for one or two months.
BXO has also been reported as responding to topical testosterone or carbon dioxide laser treatment. One report in the medical literature shows that long term antibiotic treatment is effective, but it is unclear why this should be so.
Affected men can develop narrowing of the exit of the tube from the bladder (urethral opening). Constriction of the foreskin (phimosis can also occur. However, the latter doesn't apply to you as you have had a circumcision.
Rabu, 06 Oktober 2010
Ujian PPDS-1 Urologi FK Unair
Bismillahirrohmanirrohim...
Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama menunggu tes PPDS-1 FK Unair akhirnya buka juga..pendaftaran dimulai tanggal 27 September 2010 s/d 2 Oktober 2010. Pendaftaran dilakukan di Gramik FK Unair..kembali ke almamater, nyoba2 sapa tahu Allah Swt ngasih rejeki masuk ke bagian Urologi FK Unair.
Akhirnya setelah daftar hari Rabu tanggal 29 September 2010 aku mendaftar, weh yg daftar udah banyak dan bejibun..Bismillah kumasukin berkasku untuk daftar Depatemen Urologi FK Unair semester gasal 2010/2011. Alhamdulillah verifikasi berkas2 lancar ...
Ujian PPDS-1 Urologi meliputi:
1. TPA dan bahasa Inggris: 4 Oktober 2010 (Pasca Sarjana Unair kampus B)
2. Tes tulis Psikologi: 5 Oktober 2010 (Pasca Sarjana Unair kampus B)
3. Tes Wawancara Psikologi: 6 Oktober 2010 (Pasca Sarjana Unair kampus B)
4. Tes kesehatan: 13-14 Oktober 2010 di Griu Graha Amerta lantai 1
5. Tes Tulis Urologi: 15 Oktober 2010 di Depatemen Urologi FK Unair-RSU Dr. Soetomo Surabaya
6. Wawancara: 25-29 Oktober 2010 di Depatemen Urologi FK Unair-RSU Dr. Soetomo Surabaya
Katanya seh yang daftar terakhir udah lebih dari 20an, kursi yg tersedia cuma 6. Beasiswa alias BK dari Provinsi ada 12 orang yg umum sisanya..wah masih mending daripada Kardiologi udah lebih dari 35 orang yg daftar padahal kursi cm 7 tuh...Obsgyn yg daftar udah lebih dr 35 orang utk 12 kursi
Tapi tetep semangat mencoba usaha+doa, sapa tau Allah Swt ngasih rejeki masuk PPDS tahun ini...Amiin
Wish me luck :)
Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama menunggu tes PPDS-1 FK Unair akhirnya buka juga..pendaftaran dimulai tanggal 27 September 2010 s/d 2 Oktober 2010. Pendaftaran dilakukan di Gramik FK Unair..kembali ke almamater, nyoba2 sapa tahu Allah Swt ngasih rejeki masuk ke bagian Urologi FK Unair.
Akhirnya setelah daftar hari Rabu tanggal 29 September 2010 aku mendaftar, weh yg daftar udah banyak dan bejibun..Bismillah kumasukin berkasku untuk daftar Depatemen Urologi FK Unair semester gasal 2010/2011. Alhamdulillah verifikasi berkas2 lancar ...
Ujian PPDS-1 Urologi meliputi:
1. TPA dan bahasa Inggris: 4 Oktober 2010 (Pasca Sarjana Unair kampus B)
2. Tes tulis Psikologi: 5 Oktober 2010 (Pasca Sarjana Unair kampus B)
3. Tes Wawancara Psikologi: 6 Oktober 2010 (Pasca Sarjana Unair kampus B)
4. Tes kesehatan: 13-14 Oktober 2010 di Griu Graha Amerta lantai 1
5. Tes Tulis Urologi: 15 Oktober 2010 di Depatemen Urologi FK Unair-RSU Dr. Soetomo Surabaya
6. Wawancara: 25-29 Oktober 2010 di Depatemen Urologi FK Unair-RSU Dr. Soetomo Surabaya
Katanya seh yang daftar terakhir udah lebih dari 20an, kursi yg tersedia cuma 6. Beasiswa alias BK dari Provinsi ada 12 orang yg umum sisanya..wah masih mending daripada Kardiologi udah lebih dari 35 orang yg daftar padahal kursi cm 7 tuh...Obsgyn yg daftar udah lebih dr 35 orang utk 12 kursi
Tapi tetep semangat mencoba usaha+doa, sapa tau Allah Swt ngasih rejeki masuk PPDS tahun ini...Amiin
Wish me luck :)
Kamis, 02 September 2010
Seri Belajar Bedah Urologi: Batu Saluran Kemih
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
Pasien dengan BSK mempunyai keluhan yang bervariasi mulai dari tanpa keluhan, sakit pinggang ringan sampai dengan kolik, disuria, hematuria, retensio urin, anuria. Keluhan ini dapat disertai dengan penyulit berupa demam, tanda-tanda gagal ginjal.
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik pasien dengan BSK dapat bervariasi mulai tanpa kelainan fisik sampai tanda-tanda sakit berat tergantung pada letak batu dan penyulit yang ditimbulkan.
Pemeriksaan fisik umum : hipertensi, febris, anemia, syok
Pemeriksan fisik khusus urologi
o Sudut kosto vertebra : nyeri tekan , nyeri ketok, pembesaran ginjal
o Supra simfisis : nyeri tekan, teraba batu, buli-buli penuh
o Genitalia eksterna : teraba batu di uretra
o Colok dubur : teraba batu pada buli-buli (palpasi bimanual)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan urin rutin untuk melihat eritrosituri, lekosituria, bakteriuria (nitrit), pH urin dan kultur urin. Pemeriksaan darah berupa hemoglobin, lekosit, ureum dan kreatinin.
PENCITRAAN
Diagnosis klinis sebaiknya didukung oleh prosedur pencitraan yang tepat.
Pemeriksaan rutin meliputi foto polos perut (KUB) dengan pemeriksaan ultrasonografi atau intravenous pyelography (IVP) atau spiral CT.1,2,3 Pemeriksaan IVP tidak boleh dilakukan pada pasien-pasien berikut :
• Dengan alergi kontras media
• Dengan level kreatinin serum > 200μmol/L (>2mg/dl)
• Dalam pengobatan metformin
• Dengan myelomatosis
Pemeriksaan khusus yang dapat dilakukan meliputi :
• Retrograde atau antegrade pyelography
• Scintigraphy
ANAMNESIS
Pasien dengan BSK mempunyai keluhan yang bervariasi mulai dari tanpa keluhan, sakit pinggang ringan sampai dengan kolik, disuria, hematuria, retensio urin, anuria. Keluhan ini dapat disertai dengan penyulit berupa demam, tanda-tanda gagal ginjal.
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik pasien dengan BSK dapat bervariasi mulai tanpa kelainan fisik sampai tanda-tanda sakit berat tergantung pada letak batu dan penyulit yang ditimbulkan.
Pemeriksaan fisik umum : hipertensi, febris, anemia, syok
Pemeriksan fisik khusus urologi
o Sudut kosto vertebra : nyeri tekan , nyeri ketok, pembesaran ginjal
o Supra simfisis : nyeri tekan, teraba batu, buli-buli penuh
o Genitalia eksterna : teraba batu di uretra
o Colok dubur : teraba batu pada buli-buli (palpasi bimanual)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan urin rutin untuk melihat eritrosituri, lekosituria, bakteriuria (nitrit), pH urin dan kultur urin. Pemeriksaan darah berupa hemoglobin, lekosit, ureum dan kreatinin.
PENCITRAAN
Diagnosis klinis sebaiknya didukung oleh prosedur pencitraan yang tepat.
Pemeriksaan rutin meliputi foto polos perut (KUB) dengan pemeriksaan ultrasonografi atau intravenous pyelography (IVP) atau spiral CT.1,2,3 Pemeriksaan IVP tidak boleh dilakukan pada pasien-pasien berikut :
• Dengan alergi kontras media
• Dengan level kreatinin serum > 200μmol/L (>2mg/dl)
• Dalam pengobatan metformin
• Dengan myelomatosis
Pemeriksaan khusus yang dapat dilakukan meliputi :
• Retrograde atau antegrade pyelography
• Scintigraphy
Rabu, 21 Juli 2010
Info Seminar Urologi 2010: 27th Urobaya FIESTA UROLOGY
Info Seminar Urologi 2010: 27th Urobaya FIESTA UROLOGY
Dalam rangka ulang tahun UROBAYA yang ke 27 yang jatuh pada tiap tanggal 27 Juli, UROBAYA bekerjasama dengan Ikatan Ahi Urologi Indonesia (IAUI) Jawa Timur akan mengadakan FIESTA UROLOGI di :

tempat : HOTEL BUMI SURABAYA, SURABAYA
waktu : Sabtu, 31 Juli 2010 dan Minggu,1 Agustus 2010
Fiesta UROLOGI tahun ini akan mengangkat tema "FEMALE UROLOGY" mengingat topik ini masih menjadi masalah baik dari segi diagnosa dan tatalaksana yang membutuhkan keilmuan multi-disiplin.
Pada acara ini akan diadakan seminar bagi dokter spesialis Urologi dan dokter umum.
Adapun biaya pendaftaran sebagai berikut :
- Dokter Spesialis Urologi : Rp. 1.000.000,-
- Dokter Umum / GP / DM : Rp. 200.000, -
Pendaftaran bisa dilakukan di :
DEPARTEMEN UROLOGI
RSU. DR. SOETOMO - FK. UNAIR
jl. Prof.Dr. Mustopo 6 - 8 Surabaya
tlp : 031 - 5024971, 5017404 (Ms. Vita)
Fax : 031 - 5024971
Acara dan topik-topik yang akan dibicarakan :
SEMINAR SPESIALIS UROLOGI
Sabtu, 31 Juli 2010
Isyana Room
topik : "Female Urology"
SESI I :
moderator : Prof. Dr. Sunaryo Hardjowijoto dr. Sp.B Sp.U-K
- Evaluation of voiding symptoms in women : clinical and urodynamic aspect
( Prof. Dr. Soetojo dr. Sp.U )
- The overactive Bladder Syndrome in women
( dr. Harrina Rahardjo Sp.U )
- The Female Sexual Dysfunction : current concepts and theurapeutic options
( Prof. Dr. Akmal Taher dr. Sp.U )
SESI II :
moderator : Dr. Sabilal Alif dr. Sp.U-K
- Role of the urologist in female genitourinary truma
( Prof. Dr. Sunaryo Hardjowijoto dr. Sp.B Sp.U-K )
- Disorder of sexual development : contribution of urologists to a multidisciplinary problem
( Dr. Adi Santoso Sp.B Sp.U-K )
- Urological problems in pregnancy : evaluation and treatment
( Dr. Tarmono Sp.U )
- Urinary tract obstruction in pelvic malignacies : what should be done ?
( Prof. HJA Mensink MD. Ph.D )
SESI III :
moderator : Dr. G Wirya K Duarsa Sp.U
- Take note of irritative symptoms of UTI
( Prof. Dr. Doddy M Soebadi dr. Sp.B. Sp.U-K )
- Boost up strategies of successful Stone Clearance in ESWL
( Dr. Wahjoe Djatisoesanto Sp.U )
--------------------------
SEMINAR DOKTER UMUM
Sabtu, 31 Juli 2010
Airlangga Room
topik : "Update on Men's and Women's Health"
SESI I :
moderator : Dr. Samsul Islam Sp.U
- Current management of erectile dysfunction in general practice
( Dr. Sabilal Alif dr. Sp.U-K )
- Urinary Tract Infection : prevention and treatment strategies
( Dr. Tarmono Sp.U )
SESI II :
moderator : Dr. Widiyanto Prastyawan Sp.U
- Prostate specific antigen and Prostate cancer : current concepts
( Prof. HJA Mensink MD. Ph.D )
- Voiding problems in women : diagnosis and treatment
( Dr. Besut Daryanto Sp.B Sp.U )
--------------------------
SIMPOSIUM FIESTA UROLOGI 2010
Minggu, 1 Agustus 2010
Airlangga Room
topik : "Tips and Tricks in Surgical Urology"
SESI I:
moderator : Prof. Dr. Sunaryo Hardjowijoto dr. Sp.B Sp.U-K
- Retropubic radical prostatectomy
( Dr. Wahjoe Djatisoesanto Sp.U )
- Management of vesicovaginal fistulas
( Prof. Dr. Sutojo dr. Sp.U )
SESI II :
moderator : Prof. Dr. Doddy M Soebadi dr. Sp.B Sp.U-K
- Present and future prespective on disease burden in men with moderate LUTS
( Dr. Tarmono Sp.U )
- A dual approach to BPH treatment : combAT study 4 years data
( Dr. Wahjoe Djatisoesanto Sp.U )
SESI III :
moderator : Dr. Adi Santoso Sp.B Sp.U-K
- One stage Hypospadias repair
( Dr. Tarmono Sp.U )
- Pitfalls in PCNL
( Prof. Dr. Doddy M Soebadi dr. Sp.B Sp.U-K )
Jumat, 26 Juni 2009
Seminar Urologi
Common Urologic Problems in Daily Primary Practice (CUPID)
Hari/tanggal : Sabtu, 11 Juli 2009
Waktu : Pukul 08.00-13.00 WIB
Tempat : Ruang Serbaguna Lt. 8 Public Wing Gd. A, RS. Cipto Mangunkusumo,
Jakarta
TOPIK
1. Diagnosis dan Tatalaksana Retensio Urine
2. Penanganan Nyeri Kolik dan Batu Saluran Kemih
3. Diagnosis dan Tatalaksana Awal Hematuria
4. Tatalaksanan Overactive Bladder
5. Diagnosis dan Tatalaksana Konservatif BPH
6. Kelainan Kelamin Pada Anak
7. Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini
8. Perkembangan Terkini Andropause
PEMBICARA
Prof. dr. Djoko Rahardjo, Sp.B, Sp.U (K)
dr.Rochani Sumardi, Sp.B, Sp.U (K)
dr. Rainy Umbas, Sp.U (K), Ph.D
Prof.Dr.dr. Akmal Taher, Sp.U (K)
dr. Arry Rodjani, Sp.U
dr. Chaidir A.Mochtar, Sp.U, Ph.D
dr. Nur Rasyid, Sp.U
dr. Ponco Birowo, Sp.U, Ph.D
FASILITAS
- Seminar Kit
- Gratis Buku Prosiding Seminar
- Snack
- Makan Siang
- Sertifikat
- Door Prize
REGISTRASI PESERTA
Dokter : Rp. 150.000
Mahasiswa : Rp. 100.000
Pembayaran dapat ditransfer ke Rekening a.n Jessica F. Karman No. 6050192332
Bank BCA KCB Villa Melati Mas
Mohon konfirmasi apabila telah melakukan transfer kepada Contact Person
Bukti transfer harap di-fax ke 021-7358227
> Contact person:
> Imelda 08158272153/02192655710
> Jessica 08561812205/02193758927
> Tempat Terbatas untuk 200 Orang Peserta.
Hari/tanggal : Sabtu, 11 Juli 2009
Waktu : Pukul 08.00-13.00 WIB
Tempat : Ruang Serbaguna Lt. 8 Public Wing Gd. A, RS. Cipto Mangunkusumo,
Jakarta
TOPIK
1. Diagnosis dan Tatalaksana Retensio Urine
2. Penanganan Nyeri Kolik dan Batu Saluran Kemih
3. Diagnosis dan Tatalaksana Awal Hematuria
4. Tatalaksanan Overactive Bladder
5. Diagnosis dan Tatalaksana Konservatif BPH
6. Kelainan Kelamin Pada Anak
7. Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini
8. Perkembangan Terkini Andropause
PEMBICARA
Prof. dr. Djoko Rahardjo, Sp.B, Sp.U (K)
dr.Rochani Sumardi, Sp.B, Sp.U (K)
dr. Rainy Umbas, Sp.U (K), Ph.D
Prof.Dr.dr. Akmal Taher, Sp.U (K)
dr. Arry Rodjani, Sp.U
dr. Chaidir A.Mochtar, Sp.U, Ph.D
dr. Nur Rasyid, Sp.U
dr. Ponco Birowo, Sp.U, Ph.D
FASILITAS
- Seminar Kit
- Gratis Buku Prosiding Seminar
- Snack
- Makan Siang
- Sertifikat
- Door Prize
REGISTRASI PESERTA
Dokter : Rp. 150.000
Mahasiswa : Rp. 100.000
Pembayaran dapat ditransfer ke Rekening a.n Jessica F. Karman No. 6050192332
Bank BCA KCB Villa Melati Mas
Mohon konfirmasi apabila telah melakukan transfer kepada Contact Person
Bukti transfer harap di-fax ke 021-7358227
> Contact person:
> Imelda 08158272153/02192655710
> Jessica 08561812205/02193758927
> Tempat Terbatas untuk 200 Orang Peserta.
Jumat, 30 Januari 2009
Welcome to Urology Departement: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
Benign Prostat Hyperplasia (BPH)

Gambar Pantai di Nusa Tenggara Timur
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is the most common neoplasm in man. Pathological changes of this disorder can be found in 50% of men in their 5th decade and in 90% of men in their ninth decade. The aetiology of BPH is multifactorial but there are two essential prerequisites: the presence of testes and ageing
Effects of Benign prostatic obstruction:
1. Thickening of the bladder wall
2. Recurrent haematuria
3. Bladder diverticulum formation
4. Urinary tract infections
5. Bladder stone formation
6. Upper tract dilation
LUTS obstruktif symptoms:
1. Hesitansi
2. Pancaran lemah
3. Mengejan
4. Kencing lama
5. Terasa tak habis
6. Retensi urin
7. Overflow Incontinence (ischuria paradoxa)
LUTS iritatif symptoms:
1.Urgensi or Urge incontinence
2.Frekuensi (polakisuria)
3.Nokturia

Gambar Pantai di Nusa Tenggara Timur
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is the most common neoplasm in man. Pathological changes of this disorder can be found in 50% of men in their 5th decade and in 90% of men in their ninth decade. The aetiology of BPH is multifactorial but there are two essential prerequisites: the presence of testes and ageing
Effects of Benign prostatic obstruction:
1. Thickening of the bladder wall
2. Recurrent haematuria
3. Bladder diverticulum formation
4. Urinary tract infections
5. Bladder stone formation
6. Upper tract dilation
LUTS obstruktif symptoms:
1. Hesitansi
2. Pancaran lemah
3. Mengejan
4. Kencing lama
5. Terasa tak habis
6. Retensi urin
7. Overflow Incontinence (ischuria paradoxa)
LUTS iritatif symptoms:
1.Urgensi or Urge incontinence
2.Frekuensi (polakisuria)
3.Nokturia
Senin, 07 Juli 2008
Musim Sunatan........!!!
seperti musim, ada musim buah-buahan (sekarang di padang lagi musim durian), ada musim mainan (di padang lagi musim layangan pesawat jadi delay hehehe), ada musim mati lampu (yang ini parah banget hampir tipa 4 jam mati lampu kayak minum obat aja), ada satu lagi musim yang ndak tau dari mana dan apa pencetusnya, musim sunatan, sampai minggu ini bagian bedah RS dr M Djamil udah sekitar 15 kali di minta untuk jadi supervisi tim sirkumsisi. ada dari ko ass, ada dari BEM FKUA, JCC, mahasiswa Riau, PKPU, Bank BTN, sampai ke acara Partai. sepertinya sunatan di jadikan sebagai suatu ajang, ndak tau apa alasan dibalik acara tersebut. sekarang saya tidak mengkaji alasan-alasan tersebut, anggap saja acara tersebut acara amal. sirkumsisi atau sunatan merupakan sesuatu yang wajib dikerjakan setiap anak laki-laki dalam agama islam. tindakan nya adalah memotong sebagian kulit penutup penis. alasanya selain alasan medis (phimosis dll), juga untuk pencegahan dimasa depan( menurut penelitian ada beberapa penyakit yang bisa dicegah setelah dilakukan sirkumsisi diantaranya kanker penis PMS dll) serta agama.
apa yang harus dipersiapkan sebelum sirkumsisi? banyak hal yng perlu diperhatikan apalagi bagi pemula (terutama ko ass dan mahasiswa), pertama kondisi psikis anak, usahakan agar anak tersebut nyaman memang atas permintaan sendiri. kedua, kondisi penis, anak dengan hipospadi, epispadi jangan sekali-kali di sirkumsisi garus konsulkan ke dokter bedah, adakah penyulit seperti phimosis atau paraphimosis, adanya peradangan. ketiga, apakah aa penyajti penyerta yang kan mempersulit baik sewaktu tindakan atau setelah tindakan seperti adanya riwayat perdarahan yang sukar berhenti, adanya riwayat hemofili dan lain sebagainya.
setelah semua selesai persiapkan alat alat sirkumsisi seperti set minor steril, duk steril dan lain-lain. kemudian pilih jenis anestesi yang akan di lakukan ( biasanya kalo sunatan massal cuma lokal anestesi ya hehehe).
untuk teknik sirkumsisi ada beberap pilihan, pada kebanyakan teknik sirkumsisi konvensional masih jadi pilihan utama. tetepi seiring dengan berkembangnya kemajuan ada yang menggunakan pisau listrik ( cauter) dan jugan dengan laser (teknik yang satu ini masih jarang di indonesia hanya ada di beberapa kota besar). ada jaga tekni lain yaitu dengan menggunakan semcam lem jaringan atau alat dari plastik.
perawatan pasca sirkumsisi juga harus diperhatikan, komplikasi yang paling banyak adalah infeksi.
baca lebih lengkap
apa yang harus dipersiapkan sebelum sirkumsisi? banyak hal yng perlu diperhatikan apalagi bagi pemula (terutama ko ass dan mahasiswa), pertama kondisi psikis anak, usahakan agar anak tersebut nyaman memang atas permintaan sendiri. kedua, kondisi penis, anak dengan hipospadi, epispadi jangan sekali-kali di sirkumsisi garus konsulkan ke dokter bedah, adakah penyulit seperti phimosis atau paraphimosis, adanya peradangan. ketiga, apakah aa penyajti penyerta yang kan mempersulit baik sewaktu tindakan atau setelah tindakan seperti adanya riwayat perdarahan yang sukar berhenti, adanya riwayat hemofili dan lain sebagainya.
setelah semua selesai persiapkan alat alat sirkumsisi seperti set minor steril, duk steril dan lain-lain. kemudian pilih jenis anestesi yang akan di lakukan ( biasanya kalo sunatan massal cuma lokal anestesi ya hehehe).
untuk teknik sirkumsisi ada beberap pilihan, pada kebanyakan teknik sirkumsisi konvensional masih jadi pilihan utama. tetepi seiring dengan berkembangnya kemajuan ada yang menggunakan pisau listrik ( cauter) dan jugan dengan laser (teknik yang satu ini masih jarang di indonesia hanya ada di beberapa kota besar). ada jaga tekni lain yaitu dengan menggunakan semcam lem jaringan atau alat dari plastik.
perawatan pasca sirkumsisi juga harus diperhatikan, komplikasi yang paling banyak adalah infeksi.
baca lebih lengkap
Rabu, 25 Juni 2008
Vasektomi.... mengapa tidak.....
Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa rekan di stase Urologi di tugaskan untuk membantu pada acara Bulan bakti POLRI di RS Bhayangkara padang. disana saya dan kawan kawan diminta untuk melakukan Vasektomi pada sekitar 18 orang pasien. sebenranya, Vasektomi merupakan salah satu cara untuk berKB, tetapi belum memasyarakat di Indonesia. pada prinsipnya Vasektomi adalah dengan memotong saluran sperma pada pria sehingga tidak terdapat aliran sperma ke vagina , walaupun begitu tidak akan mengurangi jumlah semen atau mani. sehingga tidak terjadi kehamilan. dulu orang sering menyamakan vasektomi dengan "kebiri" padahal sangat berbeda walau maksudnya "mungkin" sama. pada kebiri, kedua testis diangkat, sehingga produksi hormon pria tidak ada sama sekali, yang menyebabkan gairah seks akan menurun atau tidak ada sama sekali. kemungkinan inilah salah satu yang menjadi ketakutan masyaralat jika dilakukan vasektomi adalah terjadinya impoten, hal itu salah .
baca lebih lengkap
Langganan:
Postingan (Atom)
