Tampilkan postingan dengan label Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Tips Mengatasi Jerawat (Acne Vulgaris)

Tips Mengatasi Jerawat. Jerawat (Acne Vulgaris) merupakan penyakit yang sering dijumpai pada usia remaja, walaupun tidak jarang dijumpai pada usia yang lebih tua. Etiologi dan patogenesis acne masih merupakan perdebatan.

Etiologi (Penyebab)

Etiologi acne adalah multifaktoral, faktor yang dianggap dapat menyebabkan acne antara lain:
1. Herediter:
Penderita mempunyai salah satu dari orangtuanya juga menderita acne. Predisposisi genetik ini dipengaruhi faktor lain misalnya sinar ultra violet, makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat.
2. Ras:
Ras kaukasoid lebih banyak daripada mongoloid dan negroid
3. Hormon:
Hormon androgen yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, testis, dan ovarium dapat berpengaruh langsung pada target organ yaitu kelenjar sebacea. Testosteron yang diproduksi ini akan diubah oleh enzim 5 reduktase menjadi DHT. DHT akan menyebabkan kelenjar sebasea menjadi lebih besar dan aktif memproduksi sebum. Pada penserita acne bertambahnya minyak di kulit terutama ditemukan di dahi, hidung dan dagu (daerah T) dan daerah leher (V zone), dada serta punggung.
4. Sebum:
sebum merupakan campuran dari trigliserida, digliserida, asam lemak bebas, wax, kolesterol dan asam kolesterol. Diantara lemak tersebut, asam lemak bebas dan skualene bersifat komedogenik.
5. Propionibacterium Acnes:
selain sebum dan sel-sel epitel saluran pilosebacea mengandung berbagai mikroorganisme.

Jerawat Jangan dipencet ya!!!


Tips Mengatasi Jerawat memerlukan waktu yang tidak instan, sebetulnya terapi acne akan menunjukkan hasil perbaikan 40% dalam 2 bulan pemakaian obat-obatan jerawat yang tepat, 60% setelah pemakaian 4 bulan serta 80% setelah 6 bulan.

Perawatan Kulit

Muka harus di cuci dengan sabun dua kali sehari. Sabun antiseptik yang mengandung bahan-bahan seperti heksaklorofen, erikarbanilid dapat mengurangi flora aerobik tetapi tidak berefek pada flora anaerobik. Memakai kosmetik secara rasional serta tidak berlebihan, dan mencegah pemakaian kosmetika yang berminyak.

Nasehat Makanan
Masih banyak pendapat yang kontroversi. Berdasarkan kenyataannya hanya penurunan kalori total akan menghasilkan penurunan sebum yang bermakna. Lemak dalam serum darah tidak melewati dan tidak sejenis dengan lemak asal kelenjar sebacea

Rabu, 23 Februari 2011

Info Seminar Dokter 2011: PKB Kulit dan Kelamin

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan:
Permasalahan Infeksi Menular Seksual dan Penatalaksanaanya


Tanggal 26 Maret 2011
Bertempat di Hotel Aston Primera Pasteur, Bandung
Jam: 08.00 - 16.00

Biaya:
Dokter umum: Rp 300.000
Dokter spesialis: Rp 400.000
(Sebelum 7 Maret 2011)

Contact person: Helga (082 116 629 621)
Email: simposium_ims@yahoo.com

Akreditasi IDI

Minggu, 07 November 2010

GO (kencing nanah): Nikmat Sesaat Tetapi Menderita Selamanya

GO (kencing nanah): Nikmat sesaat tetapi menderita selamanya



GO adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae.
Umumnya penularan melalui hubungan kelamin yaitu secara genital-genital, oro-genital (oral sex), ano-genital (anal sex). Pada pria paling sering menimbulkan keluhan berupa rasa gatal , bengkak, nyeri ,panas di ujung penis, nyeri saat kencing, keluar nanah dan darah dari lubang kencing, nyeri saat ereksi, sedangkan pada wanita hampir tidak ada keluhan.

Hal inilah yang membuat tidak terdeteksinya GO pada wanita, dan membuat penyebaran GO meluas di masyarakat terutama disebabkan kebiasaan seksual bebas dan berganti pasangan.

Komplikasi pada pria bila tidak tuntas pengobatannya :
1. Tysonitis, radang pada kuncup penis yang tidak disunat, bisa menjadi abses / nanah didalam kulit dan akan menjadi infeksi laten , sulit diobati.,
2. Parauretritis penyumbatan saluran kencing. Prostatitis, radang prostat.
3. Cowperitis , pembengkakkan pada anus, epididimitis, vesikulitis, funikulitis, Infeksi asenden ke ginjal semua hal ini bisa berakibat sterilitas dan disfungsi ereksi. Semua ini bila cara berhubungannya genital-genital. Bila dilakukan secara oral sex ataupun anal sex tentunya jenis keluhannya berbeda pula.

Terapi GO haruslah meliputi kedua belah pasangan. Bagaimana dengan pasangan Anda? tentunya harus diterapi juga supaya tidak terjadi saling menularkan.

Untuk GO yang tidak bisa sembuh dengan obat, harus ada pemeriksaan khusus untuk jenis kumannya, misal kultur dan resistensi kuman, tentunya hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter ahli kulit kelamin dan untuk komplikasi yang telah terjadi Anda harus konsultasi kepada dokter ahli urologi.

Selasa, 12 Oktober 2010

Do U Know about Eritroplasia Queyrat

  1. Eritroplasia Queyrat is a colored area velvety redness of the penis, usually above or at the base of the glans penis.
  2. This usually occurs in men who are not circumcised.
  3. If not treated can turn into malignancy.
  4. Given a cream containing fluorouracil.
  5. Because of potential malignancy, then the disorder should be checked every few months during and after treatment.
  6. Another treatment that can be done is to remove the abnormal tissue surgically.

therapy of balantis xerotica obliterans

BXO or Balanitis xerotica obliterans is a condition causing scarring and thickening (sclerosis) of the penis skin.

The good news is that most cases of BXO are effectively treated by the application of topical corticosteroid cream two to four times daily for one or two months.

BXO has also been reported as responding to topical testosterone or carbon dioxide laser treatment. One report in the medical literature shows that long term antibiotic treatment is effective, but it is unclear why this should be so.

Affected men can develop narrowing of the exit of the tube from the bladder (urethral opening). Constriction of the foreskin (phimosis can also occur. However, the latter doesn't apply to you as you have had a circumcision.

Rabu, 18 Maret 2009

Kutu Air (Athlete's foot)


Kutu air (Athlete's foot) yang disebut bahasa kedokterannya tinea pedis. Kutu air merupakan infeksi dari Jamur dan biasanya mengenai kaki, meskipun tidak jarang terdapat di lipatan tangan. Perjalanan penyakit ini bisa berlangsung cepat atau lambat, tak jarang bersifat kambuh-kambuhan sesudah diterapi.

Penyebab:
Tubuh kita normalnya adalah inang dari berbagai macam mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur. Beberapa dari mikroorganisme tersebut bermanfaat bagi kita. Sebaliknya, pada kondisi tertentu dapat berkembangbiak secara cepat dan menimbulkan infeksi.

Gejala:
Athlete's foot (tinea pedis) biasanya terjadi di lipatan jari kaki dan tidak jarang mengenai lipatan tangan. pada awalnya gejala berupa pengelupasan kulit, iritasi, dan jaringan disekitarnya menjadi gatal, bau dan berwarna kemerahan. Tak jarang karena gatal yang sangat, seseorang cenderung menggaruknya dan timbul infeksi sekunder.

Diagnosis:
Didasarkan oleh gambaran permukaan dari kulit yang terkena, membutuhkan bantuan antara lain:

1. KOH dibawah mikroskop
2. Kultur Kulit di Laboratorium
3. Biposi lesi di kulit

Terapi:
Memakai bedak anti jamur atau krim dapat mengkontrol dari infeksi. Antara lain mikonazole, clotrimazole atau tolnaftate. Penggunaan obat dapat diteruskan 1-2 minggu untuk mencegah kekambuhan.

Pencegahan:
1. Menjaga kaki tetap bersih dan kering, terutama diantara sela jari.
2. Mencuci kaki dengan sabun dan air, dan keringkan secara hati-hati. Cobalah sedikitnya sehari dua kali.
3. Gantilah kaos kaki, sepatu anda yang lembab agar tidak terjadi kekambuhan.

Bila dalam 2-4 minggu belum sembuh, konsultasikan ke Dokter anda yang terdekat.





Rabu, 20 Agustus 2008

Cacar air atau Varicella simplex

Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.

Masa inkubasi
Waktu terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 pekan.

Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

Waktu karantina yang disarankan
Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Pencegahan
Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

Pengobatan
Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengkonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

Jumat, 30 Mei 2008

MORBUS HANSEN (LEPRA)



Lepra (penyakit hansen) adalah infeksi menahun yang terutama ditandai oleh adanya kerusakan saraf perifer (saraf diluar otak dan medulla spinalis), kulit, selaput lendir hidung, buah zakar (testis) dan mata.




Penyebab

Bakteri Mycobacterium leprae.




Faktor Risiko

Sekitar 50% penderita kemungkinan tertular karena berhubungan dekat dengan seseorang yang terinfeksi.

Infeksi juga mungkin ditularkan melalui tanah, armadillo, kutu busuk dan nyamuk.

Sekitar 95% orang yang terpapar oleh bakteri lepra tidak menderita lepra karena sistem kekebalannya berhasil melawan infeksi. Infeksi dapat terjadi pada semua umur, paling sering mulai dari usia 20an dan 30an. bentuk lepromatosa 2 kali lebih sering ditemukan pada pria.







Gejala dan Tanda

Bakteri penyebab lepra berkembangbiak sangat lambat, sehingga gejalanya baru muncul minimal 1 tahun setelah terinfeksi (rata-rata muncul pada tahun ke-5-7). Jenis lepra menentukan prognosis jangka panjang, komplikasi yang mungkin terjadi dan kebutuhan akan antibiotik :

1) Lepra tuberkuloid ditandai dengan ruam kulit berupa 1 atau beberapa daerah putih yang datar. Daerah tersebut bebal terhadap sentuhan karena mikobakteri telah merusak saraf-sarafnya.

2) Pada lepra lepromatosa muncul benjolan kecil atau ruam menonjol yang lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk. Terjadi kerontokan rambut tubuh, termasuk alis dan bulu mata.

3) Lepra perbatasan merupakan suatu keadaan yang tidak stabil, yang memiliki gambaran kedua bentuk lepra. Pada semua jenis, selama perjalanan penyakit baik diobati maupun tidak diobati, bisa terjadi reaksi kekebalan tertentu, yang kadang timbul sebagai demam dan peradangan kulit, saraf tepi dan kelenjar getah bening, sendi, buah zakar, ginjal, hati dan mata.





Pencegahan

Dulu perubahan bentuk anggota tubuh akibat lepra menyebabkan penderitanya diasingkan dan diisolasi. Pengobatan dini bisa mencegah atau memperbaiki kelainan bentuk, tetapi penderita cenderung mengalami masalah psikis dan sosial. Tidak perlu dilakukan isolasi.

Lepra hanya menular jika terdapat dalam bentuk lepromatosa yang tidak diobati dan itupun tidak mudah ditularkan kepada orang lain. selain itu, sebagian besar secara alami memiliki kekebalan terhadap lepra dan hanya orang yang tinggal serumah dalam jangka waktu yang lama yang memiliki resiko tertular. Dokter dan perawat yang mengobati penderita lepra tampaknya tidak memiliki resiko tertular.



Penatalaksanaan

Antibiotik dapat menahan perkembangan penyakit atau bahkan menyembuhkannya. Beberapa mikobakterium mungkin resisten terhadap obat tertentu, karena itu sebaiknya diberikan lebih dari 1 macam obat, terutama pada penderita lepra lepromatosa.

Antibiotik yang paling banyak digunakan untuk mengobati lepra adalah dapson, relatif tidak mahal dan biasanya aman. Kadang obat ini menyebabkan reaksi alergi berupa ruam kulit dan anemia.

Rifampin adalah obat yang lebih mahal dan lebih kuat daripada dapson. Efek samping yang paling serius adalah kerusakan hati dan gejala-gejala yang menyerupai flu.

Antibiotik lainnya yang bisa diberikan adalah klofazimin, etionamid, misiklin, klaritromisin dan ofloksasin. Terapi antibiotik harus dilanjutkan selama beberapa waktu karena bakteri penyebab lepra sulit dilenyapkan. Pengobatan bisa dilanjutkan sampai 6 bulan atau lebih, tergantung kepada beratnya infeksi dan penilaian dokter. Banyak penderita lepra lepromatosi yang mengkonsumsi dapson seumur hidupnya.

Kamis, 29 Mei 2008

Dermatofitosis

Penyakit jamur di kulit oleh jamur dermatofita
3 genus:
1. Microsporum
2. Tricophyton
3. Epidermophyton

2 sifat khas:
Keratinofilik
Afinitas pada hospes tertentu
Zoofilik (misalnya: M.canis)
Geofilik (misalnya: M.gypseum)
Antropofilik (misalnya: T. rubrum)

Di Indonesia ada 6 species:
1.T. mentagrophytes
2.T. rubrum
3.T. concentricum
4.M.canis
5.M. gypseum
6.E. floccosum

Morfologi dermatofitosis khas:
* Kelainan berbatas tegas
* Polimorfik
* Tepi lebih aktif
* Disertai rasa gatal
Penderita pria lebih sering gatal karena struktur anatominya
Klasifikasi dermatofitosis didasarkan pada lokalisasi kelainan kulit

Diagnosis Dermatofitosis:
1.Anamnesa
2.Gambaran klinis
3.Sediaan langsung + lar KOH 10%
4.Wood’s light (T.kapitis, T.kruris – eritrasma, P.versicolor)
5.Biakan pada agar Sabouraud à spesies penyebabnya

Pengobatan
Sistemik:
Griseofulvin 10 - 25 mg/ kgBB (max. 1 g/ hr)
Lokal:
Salap whitfield
Salap asam lemak tidak jenuh
Tolnaftat

Pengobatan Lokal:
Derivat imidasol
Mikonasol (Jansen)
Ekonasol (Chilag-chemie)
Klotrimasol (Bayer, Schering)
Isokonasol (Schering)