Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

Cara Jitu Membuat Anak Cerdas Sejak Bayi

Cara Membuat Anak Cerdas sejak Bayi. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi tahukah Anda, 4 hal ini tidak hanya baik tapi juga dapat membuat anak lebih cerdas dan sehat sejak bayi. 

Nah… bagi para orang tua, silakan ikuti Tips berikut ini Cara membuat anak cerdas sejak bayi hingga dewasa nanti, seperti  disadur dari laman Parenting berikut ini :

1. Bicara dengan cerdas
Ajak bayi Anda bicara sesering mungkin

Menurut Dr.Jean Ashton –pengajar dan pemerhati pendidikan anak usia dini dari Universitas Sydey, Asutralia, mengajak bayi bicara bukan hanya terbatas pada memuji, mengeluarkan kata-kata lucu atau memanggil-manggil namanya.

“Ajak bayi Anda bicara dan belajar juga menjadi pendengar yang baik untuknya. Bayi mungkin belum bisa menjawab dengan kata-kata, namun mereka pandai merespon melalui ekspresinya. Respon ini yang perlu diperhatikan dan dihargai sebagai bentuk awal bayi belajar berkomunikasi dengan lingkungannya.”

Anda juga dapat mengajak bayi berbicara cerdas dengan memanggil namanya, menanyakan sesuatu, menjelaskan hal sesuai logika serta menggunakan kalimat lengkap.

2. Ikut bermain
Masih menurut Dr. Ashton, keterlibatan Mama saat anak bermain dapat megajarkan cara bermain yang seharusnya. Kegiatan ini juga akan membantu mempercepat proses belajar anak, mengembangkan potensi sosialnya, mengenali kemampuan atau bakat, minat, hingga kebutuhan emosionalnya.

3. Bacakan cerita
Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai membacakan cerita untuk anak. Seperti yang dikatakan Dr.Rosmarie Truglio, seorang ahli pendidikan, “Membaca dapat menumbuhkan kecintaan anak pada buku, meningkatkan kemampuan kosakata serta membantu mengembangkan keterampilan berbahasa.”
Pilih buku-buku sederhana dengan gambar dan warna yang menarik agar anak dapat turut melihat dan memainkannya.

4. Bernyanyilah!
Pilih lagu yang memiliki syair berima, memiliki nada-nada atau bunyi-bunyi unik serta membuat Anda bergerak. Cicak-cicak di dinding, hap! Mudah, bukan? “Ini cara yang sangat menyenangkan untuk mengajak anak mempelajari beragam bunyi dan menamabah perbendaharaan kata. Anak juga akan terdorong untuk ikut bergerak dan bergembira.

bayi pintar....

Sabtu, 29 Desember 2012

Subhanallah, Janin Umur 15 Minggu Bisa Hidup Hingga Saat Ini

Gambar yang anda lihat dibawah ini adalah kaki dari janin yang dilahirkan ketika umur nya baru saja 15 minggu . Janin kecil dan merah itu mempunyai berat 10 ons dengan panjang 10,2 inchi, janin itu kemudian diberi nama Kimberly Mueller.

[imagetag]

Janin ini diperbolehkan bersama ayah ibunya hanya beberapa saat saja setelah dilahirkan sebelum akhirnya dibawa pergi oleh para ahli yang bekerja ekstra keras untuk menyelamatkannya. Ayahnya hanya sempat membisikkan ke telinga sang janin "Kimberly, you can do it baby . . ."

Harapan hidup nya cuma 1 banding 1000. Bahkan Doktor pakar jantung yang merawatnya berkata, peluang untuk hidup nya sangat tipis. Namun begitu, bayi ini terus mengalami lika-liku hidupnya dengan penuh perjuangan.

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Alhasil setelah 6 bulan perjuangan, sang janin untuk hidup, kini sang janin sudah boleh disebut bayi. Jika Tuhan punya kehendak, maka segalanya akan sangat mudah bagi-Nya.

Minggu, 23 Desember 2012

7 Cara Mendeteksi Gangguan Pertumbuhan Bayi

Perkembangan bayi di belahan dunia manapun akan mengikuti pola yang sama. Setelah menguasai satu tahapan milestone, bayi belajar menguasai tahapan selanjutnya. Sayangnya ada bayi yang lebih lambat berkembang dari milestone yang berlaku. Namun, hal tersebut tidak perlu Anda khawatirkan.


Bila secara keseluruhan Anda lihat perkembangan bayi tidak mengalami masalah, mungkin saja bayi Anda hanya mengalami pertumbuhan yang lambat. Namun bila dia mengalami pertumbuhan yang lambat dan mengalami masalah perkembangan lainnya, Anda harus waspada. Bayi Anda mungkin mengalami masalah tumbuh kembang. Berikut tanda-tanda yang harus Anda waspadai:

1. Pola tidur tidak teratur
Pada bulan pertama, bayi tidur selama 13-16 jam sehari, tapi dalam pola yang tidak teratur. Ketika menginjak usia 4-6 bulan, bayi seharusnya sudah mengembangkan pola tidur yang teratur dan bisa tidur sepanjang malam. Namun, bayi yang mengalami masalah perkembangan tidak punya pola tidur yang teratur. Waktu tidur bayi tidak konsisten dan dia tidak bisa tertidur sendiri. Pantau selalu tidur bayi untuk mengetahui apakah bayi mengalami gangguan seperti sleep apnea (napas terhenti). Gangguan tidur ini bisa mempengaruhi kualitas tidurnya. Kurang tidur menciptakan reaksi berantai pada perilakunya di siang hari, misalnya anak rewel atau terlalu aktif.

2. Pola makan tidak teratur.
Makanan yang cukup dan sehat selama satu tahun pertama penting karena pertumbuhan dan perkembangan bayi banyak terjadi di tahun pertama hidupnya. Disarankan bayi makan sesuai kebutuhannya, kapanpun dia lapar tidak perlu dijadwalkan. Bayi pasti membentuk pola makannya sendiri. Seiring dia tumbuh, pola makannya tumbuh juga. Jarak waktu antar makan semakin jauh dan bayi akan makan dengan lahap. Lihat tanda-tanda apakah bayi sudah cukup makan. Bayi yang makan dengan baik dalam dua minggu akan mendapatkan berat badannya kembali sama seperti ketika dia lahir. Karena biasanya bayi berkurang berat badannya setelah lahir. Berat badan bayi normalnya akan bertambah sekitar 1-1,5 ons perhari.

3. Hampir selalu menangis.
Menangis adalah bentuk komunikasi bayi pada orang tuanya. Hal ini normal dilakukan oleh bayi ketika dia merasa lapar, mengantuk, butuh perhatian, merasa tidak nyaman, popoknya perlu diganti dan lain-lain. Biasanya begitu kebutuhannya terpenuhi, bayi akan berhenti menangis. Memang adakalanya Anda kesulitan untuk mengetahui penyebab dia menangis. Tapi bayi yang punya masalah dalam pertumbuhannya hampir selalu menangis. Menghadapi bayi dengan tenang membantu Anda mengenali kebutuhan si kecil.

4. Hampir selalu rewel.
Bayi biasanya rewel ketika dia berusia 2-3 minggu dengan puncaknya pada usia 6 minggu. Rewelnya akan hilang di usia 3-4 bulan. Biasanya berlangsung 2-4 jam sehari. Rewel yang normal, umumnya terjadi di waktu yang sama setiap hari dengan intensitas yang sama. Bayi juga merespon hal yang sama ketika ditenangkan, seperti digendong atau diayun-ayun. Namun, cara tersebut hanya belangsung beberapa hari sehingga Anda butuh menggunakan cara berbeda untuk menenangkannya. Bayi yang punya masalah perkembangan hampir selalu merasa terganggu. Bila mulai rewel, dia sulit ditenangkan. Waspada bila hal ini terjadi ketika sudah lewat usia 4 bulan, bisa jadi bayi mengalami cidera fisik seperti terkilir atau patah tulang, atau bayi menderita penyakit.

5. Jarang bersuara.
Bayi mulai mengeluarkan suara “ooh” atau “aah” sekitar usia 2-3 bulan. Ketika menginjak usia 4-6 bulan bayi mulai mengoceh (babling) mengeluarkan kata “da-da” atau “ma-ma.” Dia tampak memberi respon ketika Anda tertawa atau menggelitikinya. Bayi menyerap kata-kata yang dia dengar, sehingga jika Anda ingin membantu perkembangan bahasanya ajak anak bicara atau bacakan dia buku cerita. Penting juga bagi Anda untuk mendengarkan dengan menatap matanya ketika dia ngoceh. Anda harus waspada bila usia 6 bulan anak tidak mengeluarkan suara atau berhenti ngoceh. Bawa anak ke dokter untuk membicarakan kemungkinan bayi mengalami keterlambatan bahasa atau punya masalah pendengaran.

6. Tidak tertarik dengan mainannya. 
Ketika menginjak usia 2-4 bulan, bayi mulai tertarik pada benda-benda di sekitarnya. Anda bisa berikan dia mainan yang mengeluarkan bunyi, seperti rattle atau mainan bertekstur seperti soft book. Sayangnya rentang konsentrasi bayi memang masih pendek. Ketika Anda berikan mainan, bayi hanya mainkan sebentar kemudian sudah dia lupakan. Walaupun hanya sebentar, tapi si kecil sudah menunjukkan minatnya ketika disodori mainan tersebut. Anda tidak juga perlu khawatir bila si kecil lebih memilih memainkan benda-benda lain yang bukan mainannya seperti sendok atau gelas plastik. Bayi usia 5-6 bulan sudah bisa duduk dan menjangkau benda-benda yang ada di sekitarnya yang menarik perhatiannya. Bayi selalu tertarik dengan benda baru dan tidak harus berbentuk mainan. Anda harus waspada bila bayi tidak tertarik dengan benda-benda baru yang Anda berikan padanya.

7. Tidak menatap mata
Sekitar usia 6-8 minggu, bayi mulai melakukan kontak mata untuk pertama kali. Peristiwa ini sepertinya hanya sesuatu yang sederhana, tapi menunjukkan otak bayi berkembang dengan baik. Kontak mata juga menunjukkan perkembangan kemampuan komunikasinya. Milestone bayi memang tidak selalu sama. Bila bayi menatap Anda, tapi tidak fokus melihat Anda, mungkin perkembangannya hanya sedikit terlambat. Namun, jika hingga usia bayi lebih dari 3 bulan dan belum melakukan kontak mata, sebaiknya ajak bayi ke dokter untuk melakukan tes untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalami masalah mata atau justru menemukan masalah lainnya. 

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Rabu, 19 Desember 2012

Fakta2 Tentang Bayi yg harus diketahui Ibu



Tidak semua orang tua ataupun masyarakat tau mengetahui semua fakta tentang bayi. Mari kita baca article ini agar anda tahu faktah menarik tentang tingkah pola bayi. Apapun latar belakang etnisnya, semu a bayi dilahirkan dengan kulit yang berwarna agak merah muda akibat kulit bayi yang masih sangat tipis sehingga warna pembuluh darah terlihat.

1. Bayi yang baru lahir mengenali ibunya melalui suara yang didengarnya saat dilahirkan, sekitar 14 hari kemudian baru belajar mengenali suara ayahnya.
2. Bayi yang baru lahir selalu dilahirkan dengan mata biru, tapi warna ini bisa berubah dalam beberapa menit setelah kelahiran.
3. Wajah bayi berubah sangat cepat, biasanya wajah bayi akan terlihat sangat berbeda dalam beberapa hari.
4. Bayi laki-laki maupun perempuan lahir dengan sedikit payudara yang membengkak. Ini dikarenakan bayi menerima asupan hormon perempuan dari plasenta sebelum kelahiran.
5. Bayi hingga usia 6-7 bulan bisa bernapas dan menelan pada waktu yang bersamaan, sedangkan orang dewasa tidak bisa.
6. Bayi tidak memiliki keringat karena kelenjar keringatnya belum berkembang secara sempurna.
7. Sidik jari baru akan terbentuk saat bayi berusia 3 bulan.
8. Bayi yang baru lahir hanya terfokus pada obyek yang berjarak 25 cm dari hidungnya, diperkirakan itu adalah jarak dari payudara ibunya ke mata si bayi.
9. Bayi sering terlihat sedang tersenyum saat di USG, tapi proses kelahiran merusak suasana hatinya sehingga bayi jarang sekali tersenyum selama sekitar 1 bulan setelah kelahiran.
10. Tak peduli tanggal berapa bayi tersebut lahir, tapi di tanggal yang sama dia akan berbagi ulang tahun dengan sekitar 9 juta orang lain di seluruh dunia.
11. Saat kelahiran otak bayi terdiri lebih dari 10 juta sel saraf.
12. Rata-rata bayi tidak akan mengeluarkan air mata saat menangis hingga berusia 3-6 minggu.
13. Tangan kanan atau kiri yang akan dominan digunakan oleh bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 10 minggu di dalam rahim.
14. Berat kepala bayi yang baru lahir sebesar seperempat dari total berat tubuhnya.
15. Bayi yang baru lahir tidak akan memiliki tempurung lutut, bayi akan mengembangkannya pada usia antara enam bulan sampai satu tahun.
16. Bayi memiliki indra penciuman yang sangat kuat, sehingga bayi mudah mengenali ibunya melalui penciuman sendiri.
17. Satu dari sepuluh bayi yang lahir memiliki setidaknya satu tanda lahir.
18. Bayi bernapas lebih cepat dari orang dewasa yaitu sekitar 30-50 kali dalam 1 menit, sedangkan orang dewasa sekitar 15-20 kali dalam satu menit.
19. Bayi sering merasa gugup atau takut pada jenis makanan baru. Untuk mengatasinya cobalah bermain-main sedikit dengan makanan tersebut atau meletakkan sedikit makanan pada jari telunjuknya.
20. Jantung janin mulai berdetak 3 minggu setelah pembuahan.

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :




Selasa, 18 Desember 2012

Iffa, Bayi Terkecil Terlahir 650 Gram yang Berjuang Untuk Hidup

Iffa, Srikandi Kecil Terlahir 650 Gram yang Berjuang Untuk Hidup

Iffa Ulfia Dhitanti, terlahir 27 September 2012 pada usia kehamilan 24 minggu (6 bulan) dengan berat 650 gram dan panjang 31 cm. Merupakan anak ke-2 pasangan Ibu Atika dan Bapak Rudiyanto yang terus berdoa dan berusaha demi keselamatan putrinya ini yang terlahir dengan status BBLER (Bayi Berat Lahir Ekstrem Rendah).


Iffa ketika lahir dengan berat badan 650 gram

Pada pagi hari tanggal 27 September 2012, Ibu Atika merasakan kontraksi meskipun kehamilan baru memasuki bulan ke-6. Bermaksud memeriksakan tentang apa yang terjadi, ketika sampai di IGD RSI Hidayatullah ternyata pembukaan telah lengkap sebagaimana yang terjadi pada kehamilan 9 bulan. Saat itu juga Ibu Atika dibawa ke ruang bersalin untuk mendapatkan penanganan langsung, dan tidak berselang lama segera masuk ke proses melahirkan. Dek Iffa terlahir prematur dengan berat 650 gram dan panjang badan 31 cm (berat kelahiran bayi normal adalah berkisar antara 2.500 4.000 gram).


Foto cap kaki Iffa yang sangat kecil
Waktu itu Ibu Atika dan Pak Rudi pasrah dengan apa yang terjadi, namun berdasarkan instruksi dari dokter anak di rumah sakit tersebut bahwa sang bayi ini bisa dipertahankan, maka mereka mengambil keputusan bahwa apapun yang terjadi, Iffa harus tertolong dan yakin bisa tumbuh sebagaimana anak yang normal.


Iffa usia 1 hari
Sementara itu, rumah sakit memberikan rujukan ke rumah sakit yang memiliki peralatan yang lebih lengkap untuk penanganan dan perawatan Iffa. Peralatan yang dibutuhkan waktu itu adalah inkubator, CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan beberapa peralatan lain untuk penanganan bayi terlahir dibawah 1 kg. Alternatif rujukan yang pertama adalah rumah sakit di Jogja, namun semua rumah sakit yang memiliki peralatan tersebut ternyata penuh dan terpakai. Sedangkan Iffa harus segera mendapatkan perawatan intensif secepatnya.


Peralatan yang diperlukan Iffa : inkubator dengan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)
Rujukan perawatan dilanjutkan ke RSU PKU Bantul, Iffa diterima di NICU RSU PKU Bantul dan mendapatkan perawatan intensif selama hampir 2 bulan lamanya. Selama di NICU Iffa menggunakan alat tambahan oksigen dengan CPAP, menerima 2 kali transfusi darah (karena HB drop), infus dan selang yang disambungkan langsung ke saluran pencernaan (untuk jalur asupan ASI yang diberikan). Saat ini Iffa dirawat di Ruang Patologi rumah sakit tersebut, di dalam box inkubator, dan masih menggunakan selang pencernaan. Setiap hari Ibunda mengantar ASI untuk Iffa.


Iffa di NICU RSU PKU Bantul Yogyakarta

Pada tanggal 8 Desember 2012 kami melakukan pengecekan tagihan rumah sakit selama Iffa dirawat. Jumlah tagihan sampai dengan hari ini berjumlah Rp. 31.000.000 lebih dan masih terus bertambah. Segala macam usaha dilakukan untuk membayar biaya rumah sakit ini. Mulai dari pengurusan Jaminan Kesehatan, sampai dengan permohonan keringanan biaya rumah sakit bermodalkan surat keterangan kurang mampu untuk biaya rumah sakit yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan setempat (SKTM).

Biaya sebesar ini sungguh memberatkan beban mereka. Ibu Atika adalah seorang tenaga bantu honorer (kader KB) di lingkungannya, sedang Pak Rudi adalah seorang pekerja harian lepas yang beberapa waktu yang lalu bekerja sebagai buruh proyek di luar propinsi, dan tidak bisa bekerja sejak Iffa lahir sampai dengan sekarang karena harus mengurusi berbagai keperluan Dek Iffa. Saat ini mereka kembali tinggal di rumah orangtua mereka karena sewa kontrakan rumah telah habis bulan lalu dan tidak diperpanjang lagi.

Dari surat keterangan Diagnosa RSU PKU Bantul diperoleh informasi diagnosa sebagai berikut : BBLER (Bayi Berat Lahir Ekstrem Rendah), KB KMK, SIM, PRESBO, SEPSIS, HMD SUSP., dan AP. OF PREMATURITY. Perawatan intensif terus dilakukan sampai dengan sekarang.


Iffa di Ruang Patologi RSU PKU Bantul Yogyakarta tanggal 7 Desember 2012
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dr. Nurcholid Umam, Sp.A., dokter yang selama ini merawat Iffa, perkembangan Iffa sangat baik. Pengecekan berat badan hari ini : 1.350 gram pada usia 70 hari atau 2 bulan dirawat di rumah sakit. Asupan yang diterima Dek Iffa adalah ASI dan susu formula sebagai tambahan jika sewaktu-waktu ASI habis. KMC (Kangaroo Mother Care) dilakukan Ibu Atika di rumah sakit setiap hari minimal selama 2 jam untuk mengatasi hypothermia pada Dek Iffa. Jika dengan KMC tersebut perkembangan Iffa baik, minggu depan akan dilakukan review oleh tim dokter. Apabila memungkinkan, maka perawatan bisa dilanjutkan di rumah dengan syarat harus memiliki box inkubator sendiri dan dipersiapkan tempat yang steril untuk Iffa. Tagihan rumah sakitpun harus dipikirkan karena sudah menembus angka lebih dari 31 juta rupiah dan terus bertambah, pada saat pulang nanti biaya tagihan rumah sakit harus dilunasi. Kontrol rutin ke dokter dan pengobatan tetap harus dilakukan secara berkala setelah pulang.

Pasrah, doa dan usaha mereka untuk mempertahankan bayi Iffa adalah luar biasa. Apapun yang terjadi, Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Mereka yakin Iffa yang terlahir dengan berat 650 gram bisa selamat dan tumbuh selayaknya anak-anak sehat yang lain

Demikian tulisan ini kami susun, saat ini orangtua Iffa membutuhkan bantuan dana untuk membayar biaya rumah sakit dan pengadaan box inkubator di rumah agar Iffa bisa segera pulang sebelum beban biaya rumah sakit menjadi lebih berat lagi. Kepada segenap donatur yang mau berbagi dan meringankan beban mereka, silahkan klik disini.



Quote:Untuk Laporan penyaluran dana dan update berita tentang dik Iffa, silakan kunjungi www.eryepeduli.com


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 01 November 2012

13 Kegiatan Untuk Merangsang Motorik Halus Anak

Pagi boi...

saya mau share sedikit beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di rumah.. untuk merangsang perkembangan motorik halus pada anak balita niih..

kebetulan di rumah juga masih ada anak2 balita.. jadi sedikit-sedikit saya ngerti dah soalnya biasa dikerjakan anak2 cewek di rumah, boi..hehe..

Semoga bermanfaat...


13 kegiatan untuk merangsang motorik halus pada anak:

Berpakaian
Memasang dan melepas kancing, membuka dan menutup resleting

Tali Temali
Mengikat dan melepas ikatan. meronce dan menjahit. Di kegiatan ini anak bisa diarahkan untuk mengenali pola an belajar beritung juga lho boi.. misalnya memasan ronce engan pola selang-selling hanya 2 model, atau tiap 3 model sama, lalu berganti model

Menulis
Menulis dengan menghubungkan titik-titik.. Nah kalau ini harus disesuaikan dengan kemampuan anak.. awalnya adalah titik2 membentuk garis2 saja.. misal: garis lurus, garis zigzag, garis bergelombang, lingkaran besar, dst sampai akhirnya membentuk huruf dan angka atau membentuk gambar yang rumit.

Play Dough
Naah ini yang paling disukai anak2 saya di rumah.. mereka mengatakan sebagai: bermain tepung, boi. Jadi adonan playdough kita buat sendiri, bersama anak.

Proses membuat adonan ini juga sarat ilmu, boi.. Anak2 jadi tau langkah-langkah pembuatan adonan, ini mengajarkan sekuen: pertama tuang tepung, lalu tuang bahan2, dst.

Aktivitasnya juga bervariasi, dari mengayak tepung, menuangkan air sedikit-demi sedikit, mengaduk-aduk, dan ketika sudah menjadi adonan legit, anak2 bisa eksplore lebih banyak lagi: menggiling, mencetak, menggunting, dll.

Mewarnai di dalam garis (tidak keluar garis)

Konstruksi
Menyusun balok, mengencangkan n melepas baut, memukul palu

Menggunting
Cara mengajari anak untuk menggunting sebenarnya paling aman dengan bermain play dough, namun sudah pasti tantanngan menggunting kertas dan menggunting adonan playdough berbeda jauh. Yang penting adalah ajarkan anak memegang gunting dengan benar (ibu jari mengarah ke atas), selebihnya nanti mereka akan mengerti sendiri.

Puzzle
Permainan puzzle juga memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi, pilih yag sesuai dengan kemampuan anak, terlalu sulit akan membuat anak frustasi.

Melipat
Melipat bisa menggunakan kertas atau kain. Menggunakan kain bisa dipancing ketika bermain rumah2an, misalnya pada aktivitas menyetrika pakaian

Memilah
Benda kecil Kegiatan ini membutuhkan ketrampilan tangan untuk menjumput, dan mengorganisasi.. untuk aktivitas ini, bisa saja memilah bentuk/ warna..

Melepas dan Menempel Sticker
Naaah... ini yang paling disenangi anak saya boi.. melepas dan menempel sticker. Saking senengnya, untuk menghemat saya suka sodorin selotip bening aja boi.. jadi dia sekaligus belajar gunting dan tempel

Menyobek Kertas
Beri saja anak2 kertas yang tidak terpakai untuk disobek-sobek.. anak-anak pasti senang sekali, Gan.. suara ketika kertas tersobek itu unik, lho. Kalau arahkan untuk bisa menyobek kertas dan menghasilkan garis lurus (arah potongannya lurus. Jadi beda yaa, antara menarik kertas sampai sobek dengan menyobek kertas

Makan Sendiri
Menyendok makanan dan menyuapkanya.

Kalau Aboi ada yang mau menambahkan< silahkan yaa... nanti akan satu tarmbahkan di mariii


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tokoh2 Kartun Yang Suka Ditiru Anak-Anak

Kartun Karakter # 7: Powerpuff Girls



Menyimpan hari hanyalah sesuatu anak panutan. Anak-anak meniru Powerpuff Girls karena gaun lucu mereka dan kekuatan dan keberanian untuk melawan monster dan hal-hal buruk lainnya dalam acara kartun. Mereka bahkan sampai memukuli orang-orang jahat.



Kartun Karakter # 6: Winnie the Pooh




Winnie the Pooh juga salah satu kartun klasik tertua karakter hari ini. Penampilan cute dan cara berbicara perlahan juga unik bahwa anak-anak meniru dia. Anak-anak juga menyalin cara berbicara dan tindakan teman-teman Winnie Pooh di kali. Mereka mungkin makan madu dalam botol atau menjadi seperti gelisah seperti Tigger.



Kartun Karakter # 5: Scooby Doo




Program Scooby Doo adalah tentang memecahkan teka-teki dan misteri. Plot ini mempesona anak-anak yang membuat mereka bahkan menonton kartun bahkan lebih. Anak-anak menyukai Scooby Doo karena pada dasarnya, Scooby tahu bagaimana melakukan hal-hal gila anjing normal tidak bisa, dan nomor dua: Dia bisa berbicara beberapa kata saja.



Kartun Karakter # 4: Tom dan Jerry




Tom dan Jerry, seperti yang kita semua dapat mengingat, dimulai pada awal 1940-an. Ya karakter ini bahkan mungkin lebih tua dari Anda, namun keunikan dan hiburan menarik perhatian pemirsa di segala usia. Sama seperti anak-anak, karakter ini suka berlari-lari dan mengejar satu sama lain. Anak-anak di akhir mereka, kadang-kadang meniru bagaimana mereka berbicara dan bagaimana mereka melakukan pranks satu sama lain. Anda harus selalu memeriksa pada perilaku anak-anak Anda ‘jika mereka terus-menerus menonton Tom and Jerry.



Kartun Karakter # 3: Bugs Bunny




Akui atau tidak, Bugs Bunny juga telah di televisi selama beberapa dekade sekarang. Hal ini seperti saluran Kartun tidak lengkap jika mereka tidak memiliki menunjukkan dengan Bugs Bunny. Anak-anak dan bahkan orang dewasa menemukan Bugs Bunny sedikit kurang ajar, menyenangkan, terusik dan cerdas. Jika Anda telah menyadari, anak-anak pada 4 tahun sampai 5 tahun usia meniru bagaimana perundingan Bugs Bunny. Ini anak-anak kecil menemukan cara dia berbicara lucu dan menghibur. Garis terkenal “Wazzup Dok?” Datang dari dia. Ungkapan ini masih digunakan bahkan oleh orang-orang tua yang digunakan untuk menonton program.



Kartun Karakter # 2: SpongeBob Squarepants




Ada sesuatu dengan Sponge bob Squarepants bahwa anak-anak kecil cinta. Karakter ini menarik perhatian dari pemirsa karena keunikan lokasi mereka dan kegiatan yang mereka lakukan di bawah air. Dengan empat tahun sampai lima tahun, anak-anak sangat ingin tahu begitu banyak hal. Dan bawah air hanyalah salah satu dari banyak hal anak-anak cinta untuk mengeksplorasi. SpongeBob memiliki gaya aneh dan unik dari berbicara dan ini hanya menarik anak-anak dan membuat mereka salin tindakan SpongeBob.



Kartun Karakter # 1: Dora the Explorer




Dora telah mempengaruhi gadis kecil sejak awal. Anak-anak menikmati bagaimana Dora pergi ke tempat yang berbeda dan melihat hal yang berbeda. Anak-anak kecil Anda juga menikmati bagaimana Dora berbicara dua bahasa yang berbeda, Inggris dan Spanyol. Tiga sampai empat tahun usia memperoleh dan belajar bahasa lebih cepat dari yang kita bisa, jadi mungkin ingin memeriksa pada gadis kecil Anda jika mereka tahu kata-kata lebih Spanyol daripada yang Anda lakukan.

Kamis, 19 Juli 2012

7 Cara Membuat Otak Anak Lebih Jenius


1. Belajar Musik



Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri Minum Air Susu Ibu



Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan Kesehatan



Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. blogbelajarpintar.blogspot.com. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan



Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak Junk Food



Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. blogbelajarpintar.blogspot.com. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk Rasa Ingin Tahu



Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca



Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 28 Juni 2012

Sebaiknya Minum Susu Pada Malam Hari

Susu, sudah banyak yang mengetahui kandungan gizi di dalamnya banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
 Hal ini dibahas dalam diskusi di grup facebook Gerakan Sadar Gizi. Kurnia Ayu melontarkan pertanyaan, "Minum susu itu baiknya pagi atau malam hari ya?"

Dalam diskusi ini, dr Rini Sjoekri menulis susu mengandung asam amino tryptophan suatu prekursor untuk neurotransmitter serotonin. Neurotransmitter ini bersifat menenangkan sehingga membantu proses tidur. 

"Jad sebaiknya susu diminum sebelum tidur," kata Rini.

Nor Hasanah, dalam diskusi ini menambahkan, kalsium dalam susu merupakan salah satu nutrisi terbaik untuk menjaga kesehatan tulang karena kalsiumnya lebih mudah diserap tubuh. Untuk hasil maksimal sebaiknya susu dikonsumsi pada malam hari. 

Pada malam hari osteoklas atau sel-sel penghancur tulang tidak bekerja. Pada malam hari aktivitas kita juga tidak banyak sehingga kalsium susu terserap optimal. 

"Kerja kalsium terutama malam hari. Jadi, jika tujuannya untuk meningkatkan penyerapan kalsium mengkonsumsi susu sebaiknya pada malam hari," tulis Nor Hasanah.




Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Permainan yang Harus Dijajal Anak Sebelum Berusia 12 Tahun


Semakin bertambah umur, anak makin malas bermain di alam. Anak sekarang cenderung lebih suka berkutat di depan TV, komputer atau video game. Ajak anak mengenal 20 permainan ini sebelum ia berumur 12 tahun.

Kadang tak cuma anaknya saja yang enggan bermain di luar, orangtuanya pun punya andil membuat anak malas bermain di luar. Alasannya adalah ketika anak bermain bebas di luar rumah, anak akan lebih berisiko untuk jatuh dan terluka.

Berdasarkan survei di Inggris oleh Play England, dari sekian banyak anak, hanya seperempatnya saja yang pernah bermain bebas di luar, sepertiga tidak pernah memanjat pohon dan sisanya bahkan tidak bisa naik sepeda.

Menurut sebuah laporan yang dibuat oleh National Trust, lebih dari 80 persen dari anak-anak ingin memiliki lebih banyak kebebasan untuk bermain di luar, tetapi yang mendapatkan izin dari orang tuanya hanya kurang dari 10 persen saja.

"Bermain adalah bagian yang penting dalam masa perkembangan anak menjadi menjadi dewasa karena dapat menanamkan ketrampilan," kata Adrian Voce, mantan direktur Play England, Inggris seperti dilansir dari mirror, Kamis (28/6/2012).

National Trust kini telah meluncurkan kampanye untuk mendorong anak mendapatkan kebebasan bermain di luar rumah tetapi masih dalam batas yang aman. Pilihlah permainan alam untuk anak yang akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan dan ketrampilannya.

Ada 20 permainan yang bisa dilakukan anak sebelum ia berumur 12 tahun yaitu:
1. Memanjat pohon
2. Berguling menuruni bukit
3. Berkemah di alam bebas
4. Membuat kandang hewan peliharaan
5. Bermain Congklak
6. Berlarian di tengah hujan
7. Bermain layang-layang
8. Menangkap ikan dengan jaring
9. Memetik buah-buahan langsung dari pohon
10. Mencari kerang di pantai
11. Membuat kue dari lumpur
12. Bermain ayunan
13. Menyaksikan matahari terbit
14. Mendaki bukit kecil
15. Bermain di air terjun
16. Memberi makan burung dari tangan
17. Berburu serangga seperti belalang
18. Menangkap kupu-kupu dengan jaring
19. Menanam bunga
20. Bermain masak-masakan di atas tungku batu

Sabtu, 23 Juni 2012

Inilah Tahapan Perkembangan Remaja

Tahapan Perkembangan Remaja

Fiqhislam.com - Remaja dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Adolescence yang berarti periode perkembangan fisik dan psikologi seseorang dari masa pubertas sampai kepada tahap pertumbuhan yang maksimal dan kematangan organ-organ tubuh. 

Atau secara etimologi, remaja dapat di defenisikan sebagai periode perkembangan seseorang mulai dari puncak pubertas sampai kepada status dewasa. Kondisi ini biasanya dimulai antara umur 11 atau 13 tahun sampai umur 18 atau 20 tahun. 

Selama periode ini seseorang akan mengalami perkembangan fisik yang cepat, psikologi, emosional dan perubahan kepribadian (1).

Beberapa refrensi juga menguraikan bahwa remaja merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan tahap transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Remaja juga sering di istilahkan dengan masa/usia muda atau masa pubertas, akan tetapi kedua istilah tersebut sangat jauh berbeda, dimana pubertas mengacu pada perubahan hormonal sedangkan masa/usia muda bisa diartikan secara luas bahkan melewati masa remaja itu sendiri (2).

Tidak ada satupun defenisi ilmiah tentang batasan umur remaja, karena masing-masing orang memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda, tergantung genetic, asupan makanan dan kondisi lingkungan. Akan tetapi banyak peneliti dan ahli tumbuh kembang di Amerika menggunakan rentang usia 10-24 tahun sebagai rentang usia remaja (3).

Selanjutnya the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry membuat pengelompokan remaja menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :

  1. Remaja awal, dengan rentang usia antara 11-13 tahun

  2. Remaja pertengahan, dengan rentang usia antara 14-18 tahun

  3. Remaja akhir, dengan rentang usia antara 19-24 tahun
Setiap tahapan usia di atas memiliki karakteristik masing-masing, mulai dari perkembangan fisik, kogitif dan social-emosional. Uraian tentang karakteristik tersebut akan kami uraian pada tulisan berikutnya. 

Tahapan Perkembangan Remaja

Remaja awal (11-13 tahun)

Perkembangan fisik

Beberapa perkembangan fisik yang terjadi pada periode ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit, kejadian ini biasa juga disebut dengan istilah tanda-tanda pubertas pada seseorang.

Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Periode ini juga merupakan periode dimana berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang luar biasa.

Perkembangan Kognitif

Pada tahapan ini, kemampuan berfikir mulai tumbuh dan pada umumnya sudah mulai berfikir tentang masa depan meskipun dalam taraf terbatas dan aspek moral selalu menjadi perhatian.

Perkembangan Sosial-Emosional

Remaja pada tahapan ini mulai berusaha menunjukkan identitas dirinya,  muncul perasaan canggung  saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, memiliki perasaan bebas dan tidak mau diatur, memiliki kecenderungan berperilaku kekanak-kanakan khususnya jika mereka mengalami stress, sifat moodi meningkat, ketertarikan kepada lawan jenis juga meningkat.

Remaja pertengahan (14-18 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan pubertas pada tahapan ini sudah sempurna, disisi lain pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat akan tetapi pada remaja laki-laki terus berlanjut.

Perkembangan Kognitif

Kemampuan berfikir terus meningkat, sudah mulai mampu menetapkan sebuah tujuan, tertarik pada hal-hal yang lebih rasional dan mulai berfikir tentang makna sebuah kehidupan

Perkembangan Sosial-Emosional

Pada periode ini, remaja mulai melibatkan diri secara intens dalam sebuah kegiatan yang ia senangi, mengalami perubahan dari harapan yang tinggi tetapi dengan konsep diri yang kurang. Body Image terus berlanjut, kecenderungan untuk jauh dari orang tua semakin meningkat dan semakin ingin bebas dari orang tua, pengaruh teman sebaya juga masih sangat kuat, issu popularitas bisa mejadi sangat penting dalam periode ini, perasaan cinta dan gairah pada lawan jenis semakin meningkat.

Remaja akhir (19-24 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan fisik pada remaja putri biasanya sudah mencapai pada puncaknya atau sudah sempurna, sedangkan pada remaja putra, masih terus berlanjut khususnya pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut pada tubuh.

Perkembangan Kognitif

Mereka sudah mulai memiliki kemampuan untuk memikirkan sebuah ide mulai dari awal sampai akhir, kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan, mulai peduli pada masa depan dan berpikir rasional.

Perkembangan Sosial-Emosional

Identitas diri semakin kuat, termasuk identitas seksual, stabilitas emosi dan kepedulian terhadap orang lain semakin meningkat, semakin mandiri, hubungan antar teman sebaya tetap menjadi issu yang penting dan hubungan dengan lawan jenis semakin serius.
Sumber : The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry: Facts for Families © All rights reserved. 2008

Suka dengan postingan diatas ? Langganan aja lewat email, gak perlu buka internet bisa baca artikel terbaru di sini deh...caranya gimana ? Ya tinggal klik di sini

Rabu, 07 Maret 2012

Menggendong bayi bikin anak pintar..


Ada yang bilang keseringan digendong akan membuat anak manja saat dewasa kelak. Pernyataan itu pun membuat sebagian orang tua enggan menggendong bayinya. Padahal banyak keuntungan menggendong bayi, satu di antaranya membuat si buah hati lebih pintar.

Bayi yang sering digendong akan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk menangis atau rewel. Si kecil memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk tumbuh kembang. Ia pun akhirnya bisa berinteraksi dengan lingkungannya.

Jika bayi diposisikan dalam gendongan, ia bisa melihat sekelilingnya. Ia bisa mencoba untuk memilih serta mengambil apa yang diinginkannya. Kemampuan belajarnya meningkat.

Selain itu, bayi juga terlibat langsung pada dunia orang yang menggendongnya. Seperti bayi melihat apa yang orang tuanya lihat, mendengar apa yang orang tuanya dengar serta turut merasakan yang orang lain rasakan.

Menurut William dan Martha Sears, bayi yang digendong akan menjadi lebih sadar serta dapat memahami wajah, ritme langkah, dan juga aroma orang tuanya. Mereka mengenal ekspresi wajah, bahasa tubuh, naik turun suara, pola pernapasan, dan emosi dari orang yang menggendongnya.

Hal lainnya adalah orang tua menjadi lebih sering berinteraksi dengan bayinya sehingga membantu si kecil belajar menjadi manusia.

Pengalaman itu bisa menstimulasi saraf-saraf untuk berkembang dan berhubungan dengan saraf lainnya di dalam tubuh. Sehingga, pertumbuhan dan perkembangan otaknya berkoneksi lebih baik.

Karena berbagai stimulasi yang diterimanya tersebut bayi akan dirangsang untuk belajar sehingga kemungkinan meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan menggendong bayi salah satunya peningkatan perkembangannya berbicara dan mendengar.

Suara-suara normal yang didengarnya seperti suara aktivitas sehari-hari bisa memiliki nilai belajar bagi bayi atau justru dapat mengganggunya. Jika bayi sedang sendiri, suara tersebut bisa membuatnya takut, tapi jika bayi dalam posisi digendong, hal itu memiliki arti pembelajaran buat si kecil.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan seringnya menggendong bayi adalah ikatan yang kuat antara orang tua dan bayinya. Menggendong juga memberikan cara pengasuhan yang tepat karena keduanya saling memberi dan membentuk interaksi dua arah.

Nah, gendonglah si kecil. Semoga kelak ia lebih pintar ya!

Kamis, 01 Maret 2012

BENARKAH MINUM ES BIKIN BAYI GEMUK

Selama ini ada anggapan atau kabar yang beredar di masyarakat kalau ibu hamil suka minum es bisa bikin bayi yang dikandungnya jadi gemuk atau besar. Benarkah kabar tersebut?


"Es bikin bayi yang dikandung jadi gemuk itu tidak ada hubungannya," ujar dr Aria Wibawa, SpOG(K) dalam acara press conference 'Pentingnya 3 Pilar Pelayanan yaitu Kehamilan dan Persalinan Aman, Pencegah Disfungsi Dasar Panggul dan Penapisan Kelainan Kandungan untuk Kesehatan Perempuan Indonesia' di RSCM Kencana, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

dr Aria menuturkan tapi biasanya es yang diminum ini tidak dikonsumsi sendiri, tapi dalam bentuk es teh manis, es teler, es campur atau sirup yang mengandung gula. Nah, gula ini yang bisa bikin bayi atau ibunya sekalipun bertambah besar.

Hal ini karena gula yang dikonsumsi ini termasuk dalam kategori karbohidrat simpleks (sederhana), padahal karbohidrat dan lemak jenis ini diketahui bisa menyebabkan tubuh menjadi gemuk.

"Padahal janin enggak butuh karbohidrat dalam jumlah banyak, tapi dia lebih banyak butuh protein serta asam amino. Jika ibu hamil ingin makan terus cobalah mengonsumsi makanan yang bisa 'menipu perut' seperti buah, kalau kurang 'nendang' bisa konsumsi agar," ujarnya.

dr Aria mengungkapkan salah satu hal penting yang bisa diperbaiki oleh ibu hamil adalah nutrisi, tapi sayangnya hal ini seringkali diabaikan. Ibu hamil tidak hanya cukup dengan makan seperti biasa, karena beberapa makanan yang ada di Jakarta tidak begitu baik.

"Bayi yang terbentuk adalah hasil dari apa yang dimakan oleh ibunya, karena itu enggak ada istilah suka atau tidak suka dengan makanan, tapi apakah mencukupi kebutuhan bayi atau tidak," ujar dokter yang lulus dari pendidikan kedokteran FKUI pada tahun 1994.

Masalah nutrisi yang bisa dialami oleh ibu hamil adalah underweight atau overweight serta undernutrition atau overnutrition. Misalnya ibu hamil yang mengalami kurang gizi baik secara sengaja atau tidak, maka perlu diberi karbohidrat untuk menaikkan berat badannya misalnya memberikan kalori sebelum tidur, tapi kalau sudah over ya jangan.

Minggu, 26 Februari 2012

18 Tricks Mendisiplinkan Anak

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzUcEEQ3e4ss7gsN5HLW5Az1RBkogXH2EFSevWY1XgRbZ8RpfqqTfsb1tTvr7ketYAUwa25hlnoECLXcTn3F4-2L-I_svCT0t2EFjRAUIAubpKLm84QAYN0TMYBOgExVbgtXSthMKRMxc/s1600/ibu-dan-anak.jpg

Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.

Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

1. Tegas

Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, “Jangan duduk di depan pintu, pamali!” Atau, “Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!” Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

2. Jangan Plin Plan

Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. Kompromi

Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, “Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!” Tapi, jangan katakan, “Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!”

4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, “Maukah kamu berhenti ‘bermain’ buku? Baca saja, ya di kamarmu?” Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. Beri Peringatan

Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

6. Beri Alasan

Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, “Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!” Atau, “Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh.”

7. Jangan Tunda Hukuman

Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

8. Tetap Tenang

Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.

9. Bertekuk Lutut

Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. Jangan Ceramah

Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, “Sudah berkali-kali Mama bilang …” Atau, “Setiap saat kamu kok …”, tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?” Atau, “Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?” Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. Tunjukkan Sikap PositifTerlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, “Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.”

12. Bermain Bersama

Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam “siapa cepat dia dapat.” Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.



13. Hindari Rasa Jengkel

Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

14. Jangan Menampar!

Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

15. Jangan Menyuap

Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

16. Bersikap Dewasa

Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

17. Hadapi Rengekan

Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

18. Contoh Baik

Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :


Minggu, 29 Januari 2012

10 TEKNIK BICARA Kepada Balita :


10 TEKNIK BICARA
Kepada Balita

Diajak bicara tak menoleh, bukan tanda si kecil tak tahu sopan santun. Di usia balita, perhatian mudah teralih dan anak belum paham dengan tata laksana berbicara dengan orang lain yang benar. Anda perlu membuatnya menatap Anda saat Anda mengajaknya bicara.

1. Minta untuk menatap
Setiap anak terlihat tidak mendengar perkataan Anda, ulangi terus. Jika tetap tampak tidak mendengar, segera minta dia untuk menatap Anda. “Adik, lihat Bunda dong.

Bunda sedang bicara dengan adik, lho!” Katakan dengan nada halus agar si kecil tidak merasa diintimidasi. Permintaan untuk menatap ini menjadi salah satu cara belajar anak, bahwa berbicara dengan orang lain harus dengan cara menatap lawan bicaranya.

2. Posisi badan sejajar

Posisikan badan Anda sejajar dengan tinggi badan anak dengan jarak tidak terlalu jauh. Posisi seperti ini membantu anak fokus pada Anda. Ia dapat menangkap pesan yang Anda berikan dan berdialog dengan Anda. Ketika si kecil masih terlihat tidak menoleh atau memerhatikan Anda, sentuh pundaknya sebagai bentuk meminta perhatiannya.

Bila jarak Anda dan si kecil jauh, Anda akan kesulitan untuk menyentuhnya, bahkan ia bisa merasa Anda tidak menganggapnya sebagai lawan bicara yang penting, begitu juga dengan pesan yang Anda sampaikan.

3. Kontak mata
Anda sering mendengar “bicara empat mata” yang artinya pembicaraan yang membutuhkan kontak mata yang kuat. Kontak mata sangat dibutuhkan ketika Anda berbicara dengan anak.

Kontak mata menandakan Anda bersungguh-sungguh mengajaknya berbicara. Si kecil juga merasa dirinya dianggap sebagai orang penting bagi Anda. Bukan hanya kalimat menegur atau perintah yang membutuhkan kontak mata dengan anak, dialog sederhana juga membutuhkan kontak mata.

4. Bermain peran berbicara dengan orang lain
Bisa jadi anak tidak paham bagaimana memperlakukan lawan bicaranya. Dia sebenarnya mengerti apa yang Anda bicarakan, dia juga mau melakukan apa yang Anda minta. Ajarkan cara berbicara pada orang lain dengan mengajaknya bermain peran. Gunakan boneka-boneka milik anak.

Berikan peran kepada masing-masing boneka. Posisikan wajah boneka berhadap-hadapan ketika sedang berbicara agar si kecil tahu begitulah sikap yang baik ketika berbicara dengan orang lain.

5. Cari perhatian anak
Kemampuan si kecil tentang pemahaman dan tingkat konsentrasi yang belum sempurna mengharuskan Anda selalu mencari perhatian anak.

Satu kali dipanggil tidak menengok, dua kali dan ketiga kali masih juga belum menengok ke arah Anda, segera cari perhatiannya, misalnya dengan menghampiri kemudian menyodorkannya satu barang yang membuat si kecil tertarik berbicara dengan Anda. Meski begitu hati-hati, jangan sampai barang tersebut malah terlalu mengalihkan perhatiannya. Jika ini terjadi, langsung jauhi barang tersebut.

6. Beri penjelasan
“Adik, lihat Bunda dong kalau diajak bicara?!” Anda sering mengucapkan kalimat ini ketika si kecil tak juga memerhatikan Anda. Berhasil?

Tidak selalu! Ia bosan mengapa harus menatap Anda ketika berbicara dengan Anda. Dia tidak tahu kenapa itu harus dilakukannya. Anda perlu memberikan penjelasan mengapa Anda mengharapkan si kecil menatap Anda. Lengkapi kalimat “Lihat, Bunda dong” dengan “Lihat Bunda dong, karena kamu perlu melihat ini adalah mainan yang harus kamu bereskan.”

Jelaskan pula bahwa menatap orang yang sedang berbicara merupakan bentuk penghargaan dan bersikap santun kepada orang tersebut.

7. Ketahui kemampuan pemahaman anak
Setiap anak punya kemampuan pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang sudah paham bila Anda bertanya “Alasan apa yang membuat kamu melakukan itu?” Namun, ada juga yang baru bisa paham bila Anda bertanya “Adik, Bunda ingin bertanya, kamu tadi kenapa membuang gelas-gelas itu?”

Alasan anak tidak menatap Anda ketika diajak berbicara, bisa saja karena dia tidak paham kepada siapa Anda bicara dan Anda bicara tentang apa. Gunakan kalimat pendek, dan sederhana sebab kemampuan konsentrasi anak usia 2-3 tahun masih belum berkembang sempurna.

8. Pilih momen
Menunggu momen yang tepat untuk berbicara dengan orang lain, termasuk si kecil, merupakan cara yang jitu. Orang dewasa saja tidak mau diganggu bila sedang asyik dengan aktivitasnya, begitu juga anak. Jika Anda bisa menunggu dia hingga tidak terlalu sibuk, mengapa tak menunggu? Kalau anak sudah selesai dengan aktivitasnya, mudah untuk Anda mengajaknya berbicara berhadapan.

Untuk mengetahui, mulailah pendekatan terlebih dahulu sebagai bentuk interupsi. Cara ini membuat anak memiliki persiapan untuk menghentikan aktivitasnya.

9. Minta tolong
Percaya dengan salah satu dari 6 huruf ajaib, “TOLONG”? Coba, katakan “Tolong...” ketika berbicara pada anak sebelum mengemukakan kalimat perintah. Si kecil niscaya tidak merasa dipaksa dan diperintah sehingga ia tidak lagi mengulang perilaku tidak mau melihat, sebagai bentuk atau cara pura-pura tidak mendengar ucapan Anda.

Cara ini sekaligus mengajarkan anak bagaimana bersikap santun.

10. Beri contoh
Mengajarkan bagaimana mendengarkan dan menatap si pembicara butuh contoh konkret. Jika anak merasa didengar dan ditatap ketika sedang berbicara, ia akan menyerap dan meniru bagaimana menjadi pendengar yang baik atau merespons sumber pembicara.

Sabtu, 21 Januari 2012

Berenang Bisa Bikin IQ Anak Tinggi

Ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungkan ke dalam air.

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistik IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun.

Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional, dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa karena bayi tak pernah memiliki faktor X, semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya?

Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.

Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam karena pada usia tersebut ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang.


“Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut bayi tak bisa berenang lagi, lho.


Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisasi atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang. Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan.

Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lho.

“Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami.” Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang.”
Harus aman

Yang penting diperhatikan, ketika berenang, bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orangtua harus mendampinginya. “Jika orangtua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respons dari orangtua,” tutur Karel.

Di samping dengan orangtua mendampingi, juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antarmanusia. “Ini merupakan salah satu keunggulan berenang.”




Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orangtua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus-menerus dengan anak? Kan, enggak. “Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih.

Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak.” Itulah mengapa, kedua orangtua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan.

“Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai.” Bukankah saat berenang semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu yang bekerja.

Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu yang bekerja.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 12 Januari 2012

Ternyata Bayi Bisa Mendeteksi Kebohongan

Bayi ternyata lebih cerdas dari yang kita pikirkan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa bayi yang berusia kurang dari setahun bisa mengetahui orang dewasa bisa dipercaya atau tidak. Penelitian itu diungkapkan di Infant Behavior and Development.

"Hmmm.... bohong nggak ya?"

"Bahkan di usia yang masih belia, anak-anak tidak menelan informasi dengan membabi buta," kata Diane Poulin-Dubois, ketua peneliti dan guru besar psikologi di Pusat Penelitian Perkembangan Manusia Universitas Concordia. Informasi yang meragukan atau berlawanan secara otomatis disaring oleh sistem kognisi anak-anak.

Untuk menentukan apakah bayi-bayi itu mencerna mentah-mentah atau melihat kredibilitas orang di sekitarnya, Poulin-Dubois dan koleganya melakukan sebuah percobaan menarik yang melibatkan 60 bayi berusia antara 13 dan 16 bulan.

Separo bayi itu berinteraksi dengan orang dewasa "yang bisa dipercaya", sisanya berinteraksi dengan orang dewasa "yang tak bisa dipercaya". Mereka bermain dengan kotak yang dalam beberapa kasus berisi mainan dan lainnya kosong.

Pada percobaan pertama, orang dewasa akan melihat di dalam kotak dan menampakkan keceriaan dan kebahagiaan. Kemudian bayi-bayi itu suruh melihat ke dalam kotak untuk mengetahui apa yang membuat orang dewasa bermimik seperti itu.

Orang dewasa "yang tidak dipercaya" berkomentar "ooo" dan "ah" jika melihat kotak kosong, sementara orang dewasa "yang bisa dipercaya" membuat keributan hanya jika di dalam kotak ada mainan.

Percobaan kedua menggunakan pasangan bayi-orang dewasa yang sama. Kali ini orang dewasa menggunakan dahi selain tangannya untuk menyalakan sebuah lampu. Idenya adalah bahwa bayi yang percaya kepada teman orang dewasanya akan mencoba meniru perilaku mereka.
"bayi-bayi lebih suka menggunakan dahi mereka"
Benar saja, bayi-bayi lebih suka menggunakan dahi mereka untuk menyalakan lampu saat mereka bermain permainan "apa yang ada di dalam kotak?" dengan orang dewasa "yang bisa dipercaya" dibandingkan ketika mereka bermain dengan orang dewasa "yang tidak bisa dipercaya".

Untuk anak kecil, itu semua berkaitan dengan bagaimana bertahan hidup. "Kita adalah makhluk sosial dan keturunan manusia tergantung pada pengasuh mereka untuk waktu yang lama. Belajar dari orang lain merupakan kunci untuk belajar budaya tetapi hal itu mengandung risiko juga seperti informasi yang tidak tepat.

Kemampuan untuk melacak orang-orang 'tidak biasa' atau 'tak bisa dipercaya' menjadi senjata untuk melindungi bayi-bayi itu saat memperoleh informasi salah," jelas Poulin-Dubois.

Nah, mulai sekarang berhati-hati deh, jangan suka membohongi anak kecil, ya bila tidak mau dicap orang yang tak bisa dipercaya...


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !