Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia II. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Desember 2008

Perang Dunia II

Perang Dunia II adalah salah satu perang yang banyak sekali memakan korban. Banyak sekali tulisan yang membahas tentang perang ini. Saya akan mencoba menampilkan kepada pembaca, timeline dari perang dunia II ini. Selamat menikmati!


* Latar Belakang dari PD II:- Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya diinspirasi oleh Kekaisaran Romawi masa lalu, Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI untuk membentuk Reich Ketiga. Dimana Reich I dilakukan oleh Charlegmane dan Reich II oleh Frederic Barbarossa. Sedangkan Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer.

* Time Line Perang Dunia II :
1932

13 Maret 1932, Hitler memperoleh 30% (11,339,446) suara sedangkan Hindenburg memperoleh 49% (18,651,497) suara dalam pemilihan Presiden.

10 April 1932, Hitler memperoleh 36% (13,418,547) suara sedangkan Hindenburg memperoleh 53% (19,359,983) suara dalam pemilihan Presiden lanjutan.

Juli 1932, Partai Nazi memperoleh 230 kursi dan menjadikannya partai terbesar di Reichstag (DPR-nya Jerman).

1933

30 Januari 1933, Hitler menjadi Kanselir Jerman.

27 Febuari 1933, Reichstag (Parlemen) terbakar, Hitler menuduh Komunis sebagai penyebabnya dan Yahudi komunis sebagai dalangnya.

5 Maret 1933, Nazi memperoleh 43,9% suara dan berkoalisi dengan "German People's Party"

12 Maret 1933, Kamp Konsentrasi pertama dibuka di Oranienburg bagian luar dari Berlin.

23 Maret 1933, Pengubahan Undang-Undang diizinkan, memberikan Hitler kekuatan penuh dan segera menjadi Diktaktor Jerman.

1 April 1933, Nazi memboikot toko-toko milik orang Yahudi.

10 Mei 1933, Nazi mengumpulkan buku-buku dari seluruh Jerman yang ide nya tidak sejalan dengan Jerman termasuk ide dari Yahudi kemudian membakarnya.

Juni 1933, Nazi mulai membuka dan mengoperasikan Kamp Konsentrasi Dachau.

14 Juli 1933, Partai Nazi mendeklarasikan diri sebagai satu-satunya partai resmi di Jerman.

14 Oktober 1933, Jerman keluar dari Volkenbond atau League of Nations atau Liga Bangsa-bangsa.

30 Juni - 1 Juli 1933, The "Night of the Long Knives." Pembersihan berdarah dalam rangka menyingkirkan lawan-lawan politik yang dianggap potensial termasuk membubarkan SA (Sturmabteilung) dan mengeksekusi mati pemimpinnya Ernst Roehm kemudian mendirikan SS yang di pimpin oleh Heinrich Himmler.

25 Juli 1933, Kanselir Austria Engelbert Dollfuss dibunuh oleh anggota Nazi Austria dalam upaya kudeta yang mengalami kegagalan. Kurt Schuschnigg menjadi Diktaktor baru Austria.

2 Agustus - Presiden Jerman Paul Von Hindenburg meninggal dunia dalam umurnya yang ke-86.

19 Agustus - Hitler menggantikan Hindenburg sebagai Presiden merangkap Kanselir sehingga mendapat julukan Führer(Pemimpin Agung).

1935

16 Maret 1935, Jerman melanggar perjanjian Versailles dengan mengadakan wajib militer.

15 September 1935, Warga Yahudi Jerman dicabut kewarganegaraannya melalui dasar Hukum yang baru : "Hukum Nurenberg"

1936

10 Febuari 1936, Gestapo (German Secret State Police of The Nazi) diberikan kebebasan dari hukuman dalam menjalankan Tugasnya.

7 Maret 1936, Hitler merobek-robek perjanjian Versailles yang kemudian disusul dengan didudukinya Rhineland oleh tentara Jerman.

9 Mei 1936, Angkatan Perang Italia mengambil alih Ethiopia.

18 Juli 1936, Perang Saudara di Spanyol meletus antara pihak Republik dengan Nasionalis.

26 Juli 1936, Italia dan Jerman memberikan bantuan kepada Nasionalis Spanyol sedangkan Uni Soviet membantu Republik Spanyol.

1 Agustus 1936, Olimpiade Berlin dimulai.

1 Oktober 1936, Francisco Franco mendeklarasikan diri sebagai kepala negara Spanyol.

18 Oktober 1936, "Four Year Plan" yang dipelopori oleh Hermann Göring dimulai dimana sistem ekonomi Jerman diubah ke sistem produksi Perang.

Februari - Maret 1936, Perang Sino-Jepang, Jepang menginvasi China pada tahun 1931. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang telah dimulai ketika Jepang mengambil alih Manchuria.

11 Juni 1936, Pemimpin Uni Soviet Iosif "Joseph" Vissarionovich Stalin memulai pembersihan di dalam tubuh "Red Army" serta membantai sejumlah besar orang-orang yang pernah menjadi tokoh pimpinan partai komunis di masa revolusi 1917 serta membantai 2/3 anggota Central Comittee Partai komunis yang terpilih tahun 1934.

1937


5 November 1937, Hitler mengadakan konferensi rahasia di Ruang Kanselir, ia mengemukakan idenya "Lebensraum" yaitu membutuhkan ruang lingkup yang luas untuk populasi Ras Arya Jerman yang terus tumbuh. Oleh Karena itu dipersiapkan rencana perang untuk menguasai negara-negara Eropa. Konferensi ini dihadiri Menteri Perang Jerman Werner Von Blomberg, Kepala Staff angkatan perang Jerman (Wehrmacht) Werner Von Fritsch, Kepala Staff Angkatan Laut (Kriegsmarine) Erich Raeder, Kepala Staff angkatan udara (Luftwaffe) Herman Göring, Menteri luar negeri Constantin von Neurath, dan Kolonel Friedrich Hossbach. Pertemuan tersebut dikenal dengan nama Konferensi Hossbach atau Hossbach Memorandum.

1938

11 Maret 1938, Hitler memberi ultimatum kepada kanselir Austria Schuschnigg untuk menyerahkan seluruh kekuasaan dan menyatukan Austria ke Jerman atau bersiap menghadapi Invansi, ultimatum ini berlaku sampai pukul 12.00 siang namun diundur sampai 2 jam. Pukul 13.00 atau jam 1 siang Hitler menandatangani perintah untuk mengirim tentara ke Austria. Disusul mundurnya Kanselir Schuschnigg dari kursi pemerintahan Austria. melalui siaran radio ia menyatakan pengunduran dirinya serta mempersilahkan Jerman untuk mengambil alih pemerintahan Austria tanpa pertumpahan darah.

12 Maret 1938, Pagi hari, Wehrmacht (Angkatan Perang Jerman) memasuki Perbatasan Jerman-Austria, mereka tidak mengalami perlawanan dari angkatan perang Austria, bahkan disambut oleh sekitar 200.000 rakyat Austria di Heldenplatz (Alun-Alun Pahlawan).

14 Maret 1938, Hitler berkunjung ke Vienna dan berpidato mendeklarasikan Anschluss (penyatuan Austria kedalam wilayah Jerman)

12 Agustus 1938, Angkatan Perang Jerman memulai mobilisasi massal.

29 September 1938, Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain, Perdana Menteri Perancis Edouard Daladier dan Perdana Menteri Italia Benito Mussolini mengadakan pertemuan di Munich. Kemudian menyetujui dan mentandatangani persetujuan Munich yang isinya memperbolehkan Jerman mengambil alih wilayah Sudetenland Chekoslovakia.

10-15 Oktober 1938, Tentara Jerman mulai masuk dan menduduki Sudetenland.

9 November 1938, Kristallnacht / The Night of Broken Glass dimulai, rumah, toko dan asset orang Yahudi dirampas serta dihancurkan, sekitar 200.000 orang Yahudi pergi meninggalkan Jerman, sisanya terpaksa bersembunyi atau dikirim ke kamp-kamp konsentrasi.

1939

30 Januari 1939, Dalam pidatonya di depan anggota-anggota Reichstag (Parlemen Jerman) Hitler menyatakan "Bunuh Semua Orang Yahudi di Dunia".

15 Maret 1939, Wehrmacht (Angkatan perang Jerman) masuk dan mengambil alih Chekoslovakia.

28 Maret 1939, Perang Saudara di Spanyol selesai, dengan kemenangan Francisco Franco dari kubu Nasionalis, pemerintahan Fasis di Spanyol dimulai.

3 Mei 1939, Joseph Stalin mengganti menteri luar negerinya Maxim Litvinov (orang Yahudi) dengan Vyacheslav Molotov, Untuk membuka hubungan diplomasi dengan Nazi Jerman. Maxim Litvinov di pecat karena membentuk koalisi Anti-Fasis.

22 Mei 1939, Nazi Jerman menandatangani Pakta Baja dengan Italia.

23 Agustus 1939, Nazi Jerman menandatangani perjanjian tidak saling menyerang dengan Uni Soviet. Didalamnya terdapat beberapa pasal rahasia yang diantaranya mengenai Pembagian wilayah Polandia. Perjanjian ini dikenal dengan nama Perjanjian Molotov-Ribbentrop yaitu nama menteri luar kedua negara yang menandatangani perjanjian tersebut (Vyacheslav Molotov dan Joachim von Ribbentrop).

25 Agustus 1939, Inggris serta Polandia menandatangani perjanjian saling bantu-membantu.

31 Agustus 1939, Armada Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) di Mobilisasi. Peng-evakuasi-an penduduk Inggris dari Eropa dimulai dari London.

1 September 1939, Operasi Fall Weiss (Invansi ke Polandia) dijalankan. Kapal Latih Jerman Schleswig Holstein menembaki markas garnisun Polandia di Westerplatte, Pukul 04.45 pagi Tentara Jerman melewati perbatasan Polandia. Pukul 11.00 Hitler dalam sebuah pidato kepada Reichstag (Parlemen) Menyatakan Polandia telah diserbu.

3 September 1939, Inggris, Perancis, Australia dan New Zealand menyatakan perang kepada Jerman, Perang Dunia II pecah.

4 September 1939, Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris) mulai menyerang Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) di Pelabuhan-Pelabuhan Jerman seperti Hamburg, Kiel, dan Bremen.

5 September 1939, Amerika Serikat Menyatakan Netral. Tentara Jerman telah menyebrangi sungai Vistula di Polandia.

10 September 1939, Kanada menyatakan perang kepada Jerman. Permulaan dari Battle of Atlantic dimulai.

14 September 1939, Korps berlapis baja pimpinan Letnan Jendral Heinz Guderian tiba di benteng Brest Litowsk.

17 September 1939, Uni Soviet turut serta menginvansi Polandia. Korps berlapis baja Guderian berhasil mengadakan kontak dengan pasukan tank pelopor Jerman, Gerakan mengurung selesai sudah, hampir semua tentara Polandia telah terkurung.

27 September 1939, Ibukota Polandia Warsawa jatuh ke tangan Jerman setelah di-Bombardir oleh Luftwaffe. Reinhard Heydrich menjadi pemimpin Reichssicherheitshauptamt (RHSA) sebuah organisasi yang dibentuk untuk menyingkirkan semua musuh negara.

28 September 1939, Uni Soviet meminta negara-negara Baltik untuk turut serta dan menandatangani Pakta Pertahanan dan Saling Membantu dengan Uni Soviet (Latvia, Lithuania dan Estonia) semua negara Baltik menyetujuinya.

29 September 1939, Nazi Jerman dan Uni Soviet membagi Polandia sesuai perjanjian Molotov-Ribbentrop.

14 Oktober 1939, Kapal Selam Jerman U-Boot 47 pimpinan Kapitan Leutnant Gunther Prien berhasil memasuki Scapa Flow dan menenggelamkan kapal tempur Inggris Royal Oak.

Oktober 1939, Nazi memulai program Euthanasia dengan kode Aktion T 4. Sebuah program percobaan untuk memurnikan ras Arya, Anak yang dilahirkan tidak memenuhi syarat akan langsung di pulangkan ke akherat termasuk anak Jerman keturunan Yahudi, Gipsy dan Negro.

9 November 1939, Percobaan pembunuhan Hitler oleh Georg Elser dengan menaruh bom waktu di Beer Hall Putsch, Bom Waktu diset untuk meledak 1 jam setelah Hitler mulai memasuki Beer Hall Putsch, mengingat kebiasaan Hitler berpidato ditempat tersebut selama 1,5 jam. Namun tidak biasanya, Hitler setelah 45 menit meninggalkan ruangan tersebut sehingga percobaan pembunuhan gagal.Setelah meletakan bom tersebut ia pergi menuju perbatasan Swiss namun tertangkap oleh tentara Jerman di post perbatasan, lalu diserahkan kepada Gestapo dan mati dalam Kamp Konsentrasi Dachau 9 April 1945.

30 November 1939, Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, . Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian. Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.

14 Desember 1939, Finlandia meminta Liga Bangsa-bangsa turun tangan guna gencatan senjata, memanggil Soviet ke Geneva. Soviet menolak "Kami tidak perang dengan Finlandia, bagaimana kami dapat menghentikan peperangan itu ? Kami mengadakan hubungan yang bersifat damai dengan pemerintah Demokrat Finlandia. Dengan pemerintah inilah kami telah mengadakan perjanjian persahabatan dan saling membantu" kemudian Uni Soviet dikeluarkan dari Liga Bangsa-bangsa.

1940

Februari 1940: Mesir dan Somaliland, Pertempuran di Afrika Utara bermula, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.

9 April 1940, Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia melalui Operasi Weserübung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.

10 Mei 1940, Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo.

Mei 1940, Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi terselubung di China sebagai "American Volunteer Group" (AVG), juga dikenal sebagai Harimau Terbang Chennault. Selama periode tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600 pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma

22 Juni 1940, Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

Akhir Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania. Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapt berisirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros/Axis Alliance).

28 Oktober 1940, Italia menyerbu Yunani pada melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

1941

Awal 1941: Invasi Uni Soviet, Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman, Pertempuran Stalingrad
Juni 1941, Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobru

17 Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.

7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap Jepang.Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.

8 Desember 1941, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.

1942

Februari-Maret 1942 Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.

Mei 1942, Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal, Pada serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.

1 Juli 1942, Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.

Agustus 1942, Pendaratan AS di Pasifik, Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara, Yunani dan Timur Tengah.

7 Agustus 1942, Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama.

23 Oktober 1942, Pertempuran El Alamein Kedua terjadi sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.Pasukan Sekutu mendarat, dalam serangan bernama sandi Operasi Obor.

8 November 1942, Operasi Obor (Operation Torch), Afrika Utara Perancis,Untuk melengkapi kemenangan ini, pada dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia.Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.

1943

Februari 1943, pertahanan Jepang runtuh pada di pulau Guadalcanal

13 Mei 1943, Kalahnya Korps Afrika, Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada dan menawan 250.000 tentara Axis.Setelah jatuh ke tangan Sekutu,

April 1943, Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali

10 Juli 1943. Afrika Utara dijadikan batu loncatan oleh sekutu untuk menyerang Sisilia

3 September 1943, Setelah menguasai pulau Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia

8 September 1943, Italia menyerah

1944
Januari 1944, New Britain dan New Ireland direbut kembali oleh sekutu.

Juni 1944, Serangan Balik Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris

5 Juni 1944, Pasukan Jerman di Italia terus bertahan melakukan perlawanan. Tetapi Roma akhirnya dapat direbut

Desember 1944, Filipina direbut kembali oleh sekutu

1945

April 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet

Juni 1945, Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya yaitu kampanye Borneo , yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.Tentara Nasionalis China (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dibawah Mao Zedong.

1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal

2 Mei 1945 , Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4 Mei. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 Mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.

8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus)

1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang, Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.

6 Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

9 Agustus 1945, bomber B-29 "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.

14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal menanda tangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 diatas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.

*Akhir Perang:- Sekutu mendaratkan pasukan di PAntai Normandia, 6 Juni 1944
- Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955
- Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS.
- 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu

*Tanggal 17 Juli-2 Agustus 1945-->Konfrensi Postdam, utk mengakhiri perang:

Isi:
1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur
2. Jerman harus membayar pampasan perang
3. Angkatan perang Jerman dikurangi
4. Partai NAZI dihapus
5. Penjahat perang akan dihukum

* 8 September 1951-->Perjanjian San Francisco

Isi:
1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
2. Jepang membayar pampasan perang
3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya
4. Penjahat perang akan dihukum

Perang Dunia II

Hitler seorang megalomaniak?

Dalam buku PK Ojong tentang Perang Eropa, Hitler digambarkan sebagai orang yang tidak rasional dalam menentukan taktik militer, tapi dia dikelilingi oleh para jendral yang tangguh dan berpengalaman, bagaimana bisa mereka membiarkan Hitler? Betapa tidak, bukankah di Jerman banyak sekali ilmuwan dan Jendral-Jendral pintar.Hitler sangat pandai dalam bermain dengan kata-kata, dan itu adalah senjatanya yang utama.Dengan kata lain ia pintar mengendalikan orang "pintar".


Betapa pun dianggap bertanggung-jawab atas kematian puluhan juta jiwa semasa Perang Dunia II, Adolf Hitler akan tetap dicatat sebagai penentu sejarah dunia. Ia adalah satu dari segelintir tentara rendahan yang sanggup tampil menjadi hantu dunia, membawa Jerman keluar dari cengkeraman Sekutu dan bangkit menjadi penguasa Eropa. Sebuah upaya besar yang bahkan seorang jenderal Sekutu pun kecil kemungkinan tak akan sanggup melakukannya.
Tak heran jika kemudian banyak ahli sejarah, politik, bahkan kejiwaan, lalu tertarik membedah profil Hitler secara mendalam. Nazi, partai berpengaruh yang ia pimpin, serta The Third Reich, visi masa depan Jerman yang ia perjuangkan, memang merupakan fenomena tersendiri. Begitu pula dengan angkatan perang Jerman yang sanggup merangsek begitu cepat ke negara-negara sekitar Jerman. Namun, Hitler adalah sosok central yang jauh lebih fenomenal.
Berbagai penilaian diberikan oleh para pengamat, sejawat, dan orang-orang yang pernah berada di lingkaran terdalamnya. Ada yang menyebutnya sebagai nasionalis sejati, orator yang sanggup mempengaruhi orang, penjahat perang yang sadis, psikopat. Tetapi ada pula yang menyebutnya sebagai pemimpin agung serta pemimpin yang lembut dan Leman yang kebapakan. Profilnya amat variatif. Apakah ini berarti bahwa Hitler memiliki gejala "Split Personality" ? atau kepribadian ganda?
Hitler adalah orang yang luar biasa, dalam 20 tahun dia bisa memajukan diri dari seorang gembel pengangguran (1914) menjadi Fuhrer (1934) tanpa koneksi, duit, atau pendidikan. Prestasi - prestasinya tidak bisa dianggap main - main. Dia bisa memulihkan ekonomi Jerman (tingkat pengangguran Jerman 1935 = 0%) dan menjadikan Wehrmacht sbg angkatan perang terkuat di dunia walaupun di embargo oleh negara eropa di sekitarnya. Seandainya Hitler tidak berambisi menguasai Prancis, cukup Austria dan Polandia serta tidak menyelenggarakan Holocaust, pastilah sekarang dia menjadi idola. Sehingga Hitler sering di gelari si Evil Genius.

Ada beberapa teori analisis dan fakta - fakta unik tentang kepribadian Hitler yang akan saya paparkan dalam poin per poin. Dimana setiap poin ini memiliki pendukung dan penentang. Patut di catat bahwa Hitler adalah pihak yang kalah (yang menang adalah sekutu) dalam perang. Sehingga apa yang anda baca bisa saja dusta/fitnah terhadap Hitler, karena sejarah di buat oleh pemenang. Sehingga penilaian akhir saya serahkan kepada anda untuk percaya atau tidak. Teori/fakta tersebut adalah sebagai berikut :

- Hitler sebetulnya hanyalah seorang romantik narsisis yang sakit karena punya fantasi terlampau tinggi tentang romantisme dia akan gemerlapnya hidup kaum bourjois dan romantisme musik-musik wagner. Hal ini dibantah dengan tekad dia yang kuat sampai - sampai dia merelakan dirinya di penjara karena menentang pemerintahan Jerman pada saat itu.

- Hitler sendiri minim pengetahuannya tentang politik dan filsafat, di ruang kerja dan rumah tinggal dia tidak ada satu pun buku. Dia tidak pernah membaca apalagi menulis. Jiwa seni Hitler memang tinggi, diapun karena sangat sensitif jadi sangat hebat berpidato, ditambah fantasi dia yang tinggi. Semua pidatonya pun selalu sama, dan dirancang oleh Goebbels. Kalau bisa dibilang Goebels adalah bapak propaganda abad 20-an. Dia yang berkata bahwa "Jika tembok putih dibilang merah terus menerus, maka lama-lama orang akan bilang itu tembok merah". Propagandanya jauh tersebar melampaui front front pertempuran, dari tempatnya ia menciptakan propaganda-propaganda tersebut dan sangat efektif.

- Hitler adalah orang yang minder dan menderita penyakit mental menurut pakar psiko-historik, katanya hal ini bukan spekulasi semata, tapi dari penelitian mendalam oleh profesor-profesor psikologi. Hal ini bisa disimpulkan dari penggambaran kekejaman Hitler, masa mudanya yang penuh masalah, psiko, sampai dia menjadikan desa tempat orangtuanya dulu sebagai tempat latihan agar hancur semua bukti-bukti dia masa kecil.

- Sewaktu masih jadi kopral di Perang Dunia I Hitler sangat hebat, tidak ada rasa takut, semangat. Kalau tentara yang lain jadi tentara karena terpaksa atau alasan ekonomi, Hitler jadi tentara memang karena semangat membela. Rekan - rekan satu divisinya banyak yang mati sedangkan Hitler tidak. Akhirnya dia merasa kalau "takdir" membuat dirinya tetap hidup ... dan memimpin bangsa Jerman. Ditambah lagi Jerman mengaku kalah di PD II, sehingga membuat Hitler makin marah. Padahal pada awalnya dia masuk militer (wamil) biar dapat makan. Ternyata dia "senang" karena terlampiaskan semua penderitaan masa kecilnya dulu karena sering dipukul dan dikucilkan dengan cara membunuh orang (musuh). Hal inipun berlanjut sampai dia menjadi Fuhrer.

- Dulu, dipercaya sebagian kalangan bahwa ayah Hitler memiliki darah Yahudi. Namun Ian Kershaw, seorang peneliti Hitler terkemuka, menemukan bahwa hal itu tidak benar.

- Dari beberapa catatan peristiwa (entah propaganda sekutu atau fakta) dapat disimpulkan Hitler melakukan hubungan sex dengan sesama tentara pada saat Perang Dunia I, sehingga dapat disimpulkan Hitler adalah gay. Tetapi hal ini masih sangat disangsikan karena bukti dari yang menuduh masih sangat lemah.

- Hitler mempunyai visi yang megalomania. Banyak yang berpendapat, justru dari karakternya inilah Hitler, yang secara intelijensia sebenarnya pas-pasan, memiliki ambisi yang kelewat batas. la, misalnya, ingin menjadikan Jerman tuan di Bumi ini, atau Lord of the Earth. Untuk itu ia harus lebih dulu memimpin Jerman meraih kembali kedigdayaan Imperium Roma yang pernah berjaya antara tahun 962 hingga 1806. Hitler bisa dijadikan contoh kasus megalomania paling ekstrem dalam sejarah modern. Karakter megalomanianya telah memberi inspirasi serta mendorong untuk menguasai dunia, terlahir kembali menjadi ras superior, dan memicu diri untuk memusnahkan ras lain. Sisi kejiwaan yang satu ini juga telah menggiringnya untuk merusak segala hal yang berada di luar apa yang telah diyakini.

- Hitler sangat membenci Yahudi. Ada beberapa teori mengapa dia bisa menjadi seperti itu. Teori - teori tersebut antara lain :
1. Hitler 3 kali mendaftar menjadi murid di sekolah seni Akademi Fine Arts di Wina, tapi semuanya tidak lolos. Hitler menjadi benci karena mahasiswa yang diterima adalah orang Yahudi dan guru - gurunya juga orang Yahudi.
2. Hitler sangat benci Yahudi karena orang Jerman sebagai ras tertinggi bisa kalah sama yahudi yang ras rendahan/budak di berbagai bidang.Yahudi menurutnya salah satu penyebab pecahnya PD I (pada saat itu orang-orang Yahudi kebanyakan pengusaha sukses dan memegang peranan yang cukup penting dalam perekonomian Jerman ) dan begitu terjadi perang para yahudi -yahudi eksekutif tingkat atas lalu memanfaatkan keadaan tersebut dengan memperkerjakan buruh-buruh Jerman dengan uang yang telah jatuh nilainya..
3. Nenek Hitler yang bekerja sebagai pembantu di keluarga Yahudi kaya diperkosa oleh majikannya sehingga melahirkan ibu Hitler. Dan majikannya tidak mau bertanggungjawab. Tapi sekali lagi teori ini sudah terbantah.
4. Hitler pernah lewat di depan rumah seorang Yahudi dan secara tidak sengaja disiram dengan air kencing. Sekali lagi teori ini sangat berbau spekulasi. Karena tidak didukung fakta - fakta yang nyata.
5. Teori konspirasi, bahwa sebenarnya Hitler telah punya kesepakatan dengan kelompok Zionis untuk menampakkan kesan bahwa orang Yahudi teraniaya dan pantas untuk mendapatkan negara sendiri. Hal ini didukung oleh fakta bahwa ketika insiden "Malam Kaca Pecah" ketika Yahudi berbondong-bondong meninggalkan Jerman, ada 2 orang Yahudi yang meminta ijin khusus untuk meninggalkan Jerman dan diperbolehkan.Siapakah itu ? Dr.Edward Bloch dan seorang Letnan, dokter itu adalah bekas dokter ibunya dulu, sedangkan Letnan tersebut adalah orang yang pernah mengajukannya menjadi Kopral dan memberinya Iron Cross second Class. Artinya Hitler bukanlah orang yang "benci - benci amat" dengan orang Yahudi.

Bagaimanapun keputusannya untuk bunuh diri di ujung keambrukan Jerman Nazi harus dianggap sebagai akhir dari sebuah kisah besar yang ironis sekaligus tragis. Ia berhasil membawa keluar rakyatnya yang tengah didera depresi ekonomi hebat, mampu membangun angkatan perang hingga terdigdaya di Eropa, namun justru memilih mengakhiri hidupnya dengan menelan racun dan menembakkan pistol ke mulut. Bersama istrinya, Eva Braun, ia bunuh diri di bunker bawah kota Berlin pada 30 April 1945, ketika disadari bahwa Rusia, musuh besarnya, telah berhasil menguasai kota ini.
Kepada sejumlah perwira dan dokter yang mendampinginya di hari-hari terakhir, ia menyatakan merasa terhormat coati bunuh diri ketimbang menyerah kepada tentara Rusia atau dihadapkan ke pengadilan perang. Yang begitu luar biasa: ambisinya menguasai Eropa tak pernah padam hingga ia memutuskan bunuh diri.

Tragedi Bom Atom Hiroshima Dan Nagasaki

Secara umum bom atom pertama kali diketemukan oleh ilmuwan Jerman di laboratorium tersembunyi mereka di kawasan Norsk Hydro, Norwegia. namun hal ini digagalkan oleh gerilyawan Norwegia yang anti NAZI-Jerman. dengan menyabot peralatan dan suplai air berat ( deuterium ). Sejak saat itu Amerika pun ngebut dengan memulai Project Manhattan, yang dilakukan oleh tim ilmuwan pengungsi, yang tak lain adalah J. Robert Oppenheimer, Albert Einstein, Leo Szilard, Edward Teller & Eugene Wigner.


Mereka diberi tempat khusus yang sangat dirahasiakan di daerah New Mexico, tepatnya Los Alamos National Laboratory, Alamogordo - New Mexico. Percobaan mereka yang berhasil adalah bom atom dengan nama Trinity dengan daya ledak setara 5 kiloton TNT, lebih kecil dari bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima yang mempunyai daya ledak setara 13 kiloton TNT.

Akibat percoban ini para ilmuwan tersebut langsung berkomentar dan menolak penggunaan bom ini untuk digunakan. dikarenakan daya hancurnya yang sangat dasyat dibandingkan dengan senjata apapun. Namun Amerika tetap nekat menggunakan bom ini hingga munculah 2 bersaudara penebar radiasi yaitu Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima dan Fat Man yang dijatuhkan di Nagasaki.

Adalah Paul Warfield Tibbets Jr. yang diberi perintah untuk membentuk suatu grup pengebom khusus dengan kekuatan 1 skuadron B-29 Superfortress yang telah dimodifikasi. Kelompok ini ditempatkan di Pulau Tinian di sebuah wilayah Kep. Mariana. Pada hari H tanggal 6 Agustus 1945 bom pertama Meledak di Kota Hiroshima yang berpenduduk sekitar 350.000 jiwa (pada waktu itu), hingga menimbulkan korban hingga 250.000 jiwa meninggal dan sisanya luka-luka.

Sebenarnya terdapat lebih dari 10 kota yang menjadi kandidat target serangan bom atom, tapi karena rata-rata kota di Jepang memiliki banyak kuil, maka AS mengeluarkan banyak kota tersebut dari daftar target bom atom.Akhirnya yang dipilih adalah Hiroshima dan Nagasaki yang notabene merupakan kota-kota industri Jepang yang mensuplai peralatan militer. Yang termasuk prioritas target itu adalah berturut-turut: Kyoto, Hiroshima, Yokohama dan Kokura. Kota-kota tersebut memang pusat industri dan militer. Tapi Kyoto kemudian diganti dengan Nagasaki.

Pada hari pertama (5 Agustus), Hiroshima adalah sasaran pertama. Jika cuaca tidak memungkinkan, pilihan kedua adalah Kokura dan ketiga Nagasaki. Hiroshima adalah kota industri besar yang juga merupakan pusat kegiatan divisi kedua tentara Jepang yang bertanggung jawab atas operasi di selatan Jepang dan pusat komunikasi militer dan supply tentara. Sedangkan Nagasaki adalah kota pelabuhan tempat dibuatnya kapal-kapal Jepang, termasuk kapal perang, peralatan dan supplynya. Tanpa ada bom atom pun, kedua kota itu memang dalam rencana penyerangan AS.

Sebenarnya, pada awal 1945, Jepang sebagian dari pejabat Jepang sudah lelah berperang juga, dan menasehatkan kaisar Jepang untuk berhenti saja, namun kaisar tidak menyetujui hal tersebut. Bahkan sampai bom atom dijatuhkan, Jepang belum sepenuhnya menyerah karena sebagian pejabat menginginkan Jepang berperang sampai titik darah terakhir. Namun hal ini tidak terjadi karena akhirnya kaisar turun tangan dan menyetujui menyerah tanpa syarat.

Ada berbagai macam versi tentang alasan – alasan Amerika menjatuhkan bom atom kepada Jepang. Dimana alasan – alasan itu saya rangkum dan paparkan kepada anda semua poin per poin :

1. Untuk mengakhiri perang secepatnya. Kelelahan luar biasa yang ditimbulkan setelah perang di Eropa. Pihak Jepang sendiri, walaupun menyadari sekutu dekatnya, Jerman telah kalah tapi tidak mengeluarkan tanda - tanda menyerah dengan mudah (mereka siap berkamikaze) yang dianggap akan membawa korban jauh lebih banyak di kedua belah pihak. Efek Kamikaze ini benar – benar membuat Amerika kewalahan. Contohnya pada perang Iwo Jima dimana sekitar 5000 tentara Jepang yang sedang diserbu US marine akhirnya banzai charge (ada yang bawa samurai, ada yang tangan kosong) ke arah pasukan marine, hanya untuk dibabat senapan mesin. Bahkan sebenarnya Amerika sudah menyiapkan Operasi Olympic untuk berjaga – jaga, jika dan hanya jika Jepang tidak menyerah setelah di bom Atom. Pada awalnya terdapat rencana Operation Olympic yang merupakan rencana untuk penyerangan ke pulau-pulau utama di Jepang. Pada saat itu intelijen AS memperkirakan Jepang memiliki kekuatan sekitar 7-9 juta tentara. Dengan memperhatikan sifat tentara Jepang yang bertempur sampai titik darah terakhir, AS menyadari bahwa mereka akan bertempur sangat luar biasa untuk dapat mengakhiri perang di Pasifik, yaitu sampai semua tentara Jepang binasa, seperti pertempuran di Iwo Jima dan lainnya. Dan itu akan memakan waktu yang lama dan kembali menelan korban jiwa yang sangat banyak bagi AS sendiri.

2. Ada analisis politik yang mengatakan selain alasan itu, Truman saat itu juga memiliki motivasi untuk menekan Stalin/menggertak Uni Soviet. Namun analisa ini tidak pernah terbukti secara nyata. Ketika itu, AS dan Soviet masih tergabung dalam blok Sekutu melawan blok Axis, serta suasana permusuhan atau hostilities belum ada antara AS dan Soviet. Lagipula dengan menjatuhkan bom atom di Jepang, hal itu justru bukannya malah menggertak Soviet, melainkan malah menjadi katalisator perlombaan senjata antara AS dan Soviet. Soviet menjadi tahu bahwa AS memiliki senjata nuklir, sehingga Soviet berupaya dengan segala daya untuk membuatnya juga. Tahun 1948-an, Soviet memiliki senjata nuklir - hanya tiga tahun berselang setelah AS menjatuhkan bom atom di Jepang.

3. Tidak terlalu jauh dengan poin nomor 2, alasan selanjutnya adalah mencegah terbagi-baginya Jepang seperti terbaginya Jerman. Tapi alasan ini agak lemah, karena Sovyet sendiri baru mengumumkan perang 8 Agustus 1945, dan walaupun mungkin karena takut Jepang dijajah Soviet, hal itu agak lebih sulit. Kenapa? Karena untuk sampai ke Jepang, Soviet harus menaklukkan Manchuria, lalu bertempur dulu menyisir Asia timur jauh untuk sampai ke Jepang. Dan hal ini akan memakan waktu yang lama.


4. Untuk membalas kejadian Pearl Harbour. Sejak serangan Jepang ke AS pada peristiwa Pearl Harbor yang menyeret AS ke dalam Perang Dunia II, AS memang sudah punya rencana untuk membalas menyerang ke Jepang, dan itulah salah satu sebab AS terlibat Perang Pasifik. Namun hasil intelejen dan laporan militer AS menghasilkan option memakai bom atom adalah karena dianggap penyerangan ke Jepang akan memakan waktu, biaya dan korban jiwa yang lebih banyak padahal banyak negara sudah lelah berperang. Bahkan korban sipil akan jatuh lebih banyak bila Sekutu benar-benar menjalankan penyerangan ke Jepang.

Itu adalah dari sudut alasan sekutu, sedangkan pihak Jepang sendiri ada sebuah ironi yang terjadi. Tanggal 26 Juli 1945 pihak sekutu menyiarkan hasil Deklarasi Postdam yang menyatakan agar pihak Jepang menyerah tanpa syarat dalam PD II, kalau tidak akan diserang. Pada saat itu, pemerintah Jepang menerima tekanan pula dari rakyatnya yang menuntut keras deklarasi tersebut. Selain itu, pemerintah juga menunggu tindakan Uni Soviet yang tetap netral tidak menyerang Jepang.

Keesokan harinya, PM Jepang, Suzuki Kantarou, mengadakan pidato kenegaraan di radio yang disiarkan ke seluruh penjuru bumi. Pidatonya berbunyi, "Seifu wa kore o mokusatsu shi, aku made sensou kanchiku ni maishin suru." Kantor berita Doumei menerjemahkan menjadi "Goverment is ignoring the declaration and until then we still go forward with the war solution." Pemerintah AS yang mendengarnya mengira "ignoring" sama dengan "rejecting" dan 10 hari kemudian menjatuhkan bom atom di Hiroshima yang berakibat Jepang akhirnya menyerah pada sekutu.

Kata yang bermasalah tersebut adalah "mokusatsu". Seorang ahli bahasa yang bergerak di bidang kesalahan penerjemahan, Torikai Kumiko, mengatakan bahwa arti yang sebenarnya dan cocok adalah "give it the silent treatment" yang berarti pemerintah Jepang akan diam saja dan menunggu tindakan Uni Soviet. Jika kita ambil hikmahnya, berarti kesalahan terjemahan telah menbuat sejarah dunia. Hal ini juga mempengaruhi kemerdekaan Indonesia. Jikalau hal ini tidak terjadi, Jepang tidak akan menyerah kepada sekutu dan Indonesia tetap terjajah. Selain korban jiwa dan materil, banyak sekali kerugian-kerugian yang dialami oleh Jepang akibat bom Atom. Hingga saat ini pun korban bom Atom tak cuma di Jepang saja tapi sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan penyakit yang disebut Leukimia (kanker darah).

Jendral Asia yang mengalahkan Raksasa setelah PD II


Seperti halnya kita ketahui bahwa setelah PD II banyak negara Asia yang bergolak menuntut kemerdekaan. Jendral2 yang di bawah ini termasuk terbaik di bidangnya mereka telah mengalahkan para raksasa yang punya pengalaman di PD II siapa sajakah mereka?


- Jenderal Vo Nguyen Giap (Vietnam),
Arsitek kehancuran Prancis di Dien Bhien Pu. Tentara Prancis yang dihancurkan oleh Giap adalah para Legionaree, pasukan Vietminhnya berhasil menghancurkan tentara Prancis yang memicu kemerdekaan Vietnam. Di kemudian hari ia juga mengepung tentara Amerika di Khe Sanh, hanya saja pengepungan ini gagal. Amerika setidaknya harus mengerahkan B-52 untuk menghancurkan pasukannya yang cuma bermodalkan artileri dan tank

- Jendral Peng De Huai (RRC),
Jendral ini berhasil mempermalukan tentara Sekutu di Korea terutama Jendral legendaris Mac Arthur. Taktik Peng De Huai adalah memaksa tentara AS bertempur jarak dekat pada malam hari sehingga artileri dan pesawat tak dapat digunakan. Di awal perang mereka cuma mengandalkan satuan infantri, namun mereka bisa mengusir kembali tentara AS dan sekutunya yang telah mencapai sungai Yalu untuk kembali ke Korea Selatan. Itulah sebabnya Infantri dalam dalam kedudukan di PLA (AB China) mendapat tempat khusus mereka dijuluki sebagai Lao Ta Ko (Kakak Lelaki tertua). Gara2 taktiknya ini Jendral Mc Arthur meminta 6 buah bom Nuklir untuk membumihangsukan China. Keinginannya ditolak dan berakhir dengan pemecatannya sebagai komandan di Korea.Sekalipun dianugrahi pangkat Marsekal, Jendral Peng De Huai kemudian di penjara gara2 mengecam kebijakan Mao Zedong.

- Jendral Soeharto (Indonesia),
Dengan taktiknya membiarkan posisi pulau Peleng,Sulsel yang saat itu dipenuhi kapal angkut untuk operasi Jayawijaya, diintai oleh U-2 AS menyebabkan Belanda ketar-ketir dan buang handuk di meja diplomasi dan mengembalikan Papua ke Indonesia. Beliau kemudian seperti yang kita ketahui menjadi Presiden kedua negara kita.

- Jendral Chen Xillian (RRC),
Perencana pendudukan pulau Damanskii Uni Sovyet selama 16 jam dalam konflik perbatasan Sino-Sovyet pada tanggal 15 Maret 1969. Hal ini membuat RRC menjadi negara pertama yang menginvasi Sovyet setelah PD II. Akibat peristiwa ini Uni Sovyet sempat minta ijin untuk membom nuklir China, tapi ditolak Amerika. Setahun kemudian dengan diplomasi Pingpong, AS membina hubungan diplomatik dengan RRC. Dalam pertempuran tersebut Sovyet mengerahkan BM-21 Grad untuk pertama kalinya. Uniknya se-dekade kemudian tentara China baru dapat merebut senjata ini dalam penyerbuan ke Vietnam di tahun 1979. Pulau Damanskii (Zhenbao) kemudian kembali kepada RRC di tahun 1991. Hal ini dilakukan oleh Boris Yeltsin untuk menarik simpati RRC yang melakukan belanja senjata gila-gilaan sebesar 10 Milyar Dollar/tahun ke Rusia

- Jendral Ahmad Yani (Indonesia),
Dalam rangka menumpas pemberontakan PRRI yang didukung oleh AS secara diam-diam. Pemerintah menugaskan Kolonel Ahmad Yani untuk menangani hal ini. Dirancanglah Operasi 17 Agustus untuk membungkam PRRI di Sumatra. Saat itu opini dunia yang digiring AS menunjukkan bahwa militer Indonesia itu memble dan bahkan mereka tak akan punya kekuatan untuk menumpas PRRI. Operasi 17 Agustus membungkam hal ini. Dengan didukung oleh (kemudian menjadi Laksamana) John Lie. Operasi ini dilakukan, untuk menunjang operasi maka perahu ponton yang dibuat dari drum-drum digelar. Pada hari H selain operasi Amfibi yang mendaratkan TNI-AD dan Marinir di Palembang membuat AS menelan ludah sendiri. Dengan buru-buru beberapa pasukan bayaran cepat-cepat minta perlindungan TNI dengan alasan mereka pegawai Caltex, seorang di antaranya hampir ditangkap LB Moerdani. Operasi cepat ini dengan segera menghabisi sisa-sisa PRRI, padahal kapal induk AS dari armada ke 7 sudah siap menggelar ops amfibi di Padang dengan tujuan melindungi warga dan aset AS di Caltex.
Jend A Yani juga bertanggung jawab dalam pengadaan alat sisa dari Sovyet dan Ceko, menurut Amelia Yani, Jend A Yani tidak menyukai senjata dari Polandia karena kalah halus sama punya Ceko. Senjata BTR, PT 76 dan MiG itu adalah hasil kerja A Yani
Marsekal Omar Dhani, perencana Dwikora. Sekalipun ia kemudian jadi tapol.Perannya tak sedikit dalam menghadapi Inggris. Begitu takutnya Inggris ama Indonesia, sampai mereka berencana untuk mengebom Indonesia

Mengapa Kubu Axis Kalah Perang?


Ada banyak analisis dan pendapat kenapa kubu Axis (Jerman, Italia, dan Jepang) bisa mengalami kekalahan. Pada awalnya kubu Axislah yang berada pada posisi offensif tetapi keadaan mulai berbalik ketika Amerika mulai turut campur dalam perang.
Apalagi faktor-faktor yang lain? Semoga paparan dibawah bisa menjawab :

1. Karena kesalahan Jepang yang "terpaksa" menyerang Pearl Harbour, maka Amerika yang semula netral akhirnya ikut berperang di kancah Perang Dunia II.

2. Medan perang yang terlalu luas dan banyak. Hitler gegabah membuka perang di tiga Front, yaitu Front Barat dengan Inggris cs, Front Timur dengan Uni Soviet, dan Front Afrika dengan Amerika. Hitler seharusnya menunda peperangan dengan Uni Soviet sesuai dengan pakta Mollotov-Ribbentrop tetapi lebih berkonsentrasi untuk menghantam Inggris terlebih dahulu karena posisi Inggris sangat strategis untuk dijadikan pangkalan oleh kekuatan - kekuatan asing yang ingin menyerang Jerman baik secara Frontal maupun Comando.

3. Mussolini (Italia) yang tidak mau kalah dengan invasi Hitler latah menginvasi Yunani sehingga menyebabkan Hitler kerepotan. Padahal Hitler sudah dipusingkan dengan perang di 3 front sekaligus.

4. Tentara jerman terlalu tersebar luas dengan waktu yang tidak cukup untuk memperbanyak jumlah sumber daya manusia. Karena lebih susah menduduki 1 tempat dengan 1000 tentara, daripada 10 tempat dengan 100 tentara di tiap bagiannya. Sehingga Jerman mengalami kekurangan sumber daya manusia, karena memberi prioritas untuk mengisi divisi dan skuardon di angkatan perang. Padahal pabrik - pabrik juga membutuhkan SDM yang tidak sedikit.

5. Hitler terlalu memaksakan banyak hal. Misalnya, dengan memerintahkan jutaan tentaranya merebut Rusia walau dalam cuaca tidak bersahabat. Seharusnya dia belajar lebih banyak dari Napoleon yang juga gagal menguasai Rusia.

6. Banyaknya pihak internal Jerman yang mulai lelah terhadap perang. Sebagai contoh, adanya konspirasi untuk membunuh Hitler.

7. Tragedi Dunkirk, dimana Hitler membiarkan 300ribu tentara Inggris pulang dengan selamat sampai ke mother land nya. Sehingga hal ini memberikan kemenangan psikologis buat tentara sekutu.

8. Partisan sekutu yang sering melakukan sabotase di daerah kekuasaan Jerman. Walaupun kecil, tapi perannya juga sangat besar untuk mengacaukan tentara NAZI. Contohnya : di Yugoslavia Chetnik Mihailovic & Partisan Tito.

9. Strategi perang Hitler yang statis padahal sudah dinasehati dan diperingati oleh para jenderalnya. Dimana Hitler selalu memberikan perintah bertahan sampai tetes darah terakhir untuk mempertahankan wilayah yang sudah direbut. Tanpa mempertimbangkan sama sekali opsi untuk mundur lalu menyerang balik.

10. Hitler terlalu rasis dengan Yahudi, seharusnya dia memanfaatkan kepandaian orang-orang Yahudi. Faktanya yang membuat bom atom adalah grup Manhattan salah satunya Einstein dan Openheimmer yang notabene adalah eksodus Yahudi dari Jerman.

11. OKW ( Ober Kommando Wehrmacht / staff gabungan angkatan perang Jerman ) tidak diberi waktu yang lebih lama untuk merencanakan pendaratan dan pelumpuhan Inggris oleh Luftwaffe (angkatan udara Jerman).

12. Mental perang Hitler yang terlalu ke darat (mungkin karena latar belakang kopralnya di AD). U-boot Jerman seharusnya diberi proritas produksi yang besar demikian juga dengan anak buahnya sehingga RAF akan lebih diproritaskan oleh inggris untuk menjaga convoy kapal supplynya, sekaligus memotong pasokan supply persenjataan dan makanan kedaratan Inggris yang dapat mengakibatkan daya tempur Inggris melemah drastis.

13. Sewaktu mengadakan peperangan dengan UniSoviet Jerman-Nazi tidak mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya pabrik-pabrik persenjataan dan perlengkapan perang yang jauh lebih banyak,karena selain faktor cuaca yang ganas di Rusia jumlah pasukan Rusia diawal peperangan pun sebetulnya jauh lebih banyak daripada yang dimiliki Jerman, hanya saja Pasukan tersebut tersebar di berbagai wilayah Rusia yang terlampau Luas.

14. Sekutu menemukan pemecah kode rahasia Jerman

15. Hitler tidak terlalu niat untuk menyerang Inggris

16. Hitler terlalu memaksakan tentaranya untuk menyerang Rusia tanpa berhenti atau jeda. Sehingga menyebabkan kelelahan yang amat sangat dari tentara Jerman.

17. Jepang seharusnya menyerang Rusia terlebih dahulu ketimbang membangunkan raksasa Amerika yang sedang tidur. Sehingga Jepang bisa membentuk tembok Atlantik yang akan memotong jalur bantuan Amerika ke Rusia.

18. Hitler seharusnya langsung mengirim beberapa divisi ke Afrika Utara buat menguasai Mesir, memutus Terusan Suez, menduduki ladang minyak Iran dan Irak, dan merebut simpati rakyat Arab dgn mengusir Zionis Yahudi dari Palestina. Dengan demikian, Turki bakal bergabung dgn Axis, suplai migas Inggris bakal habis, suplai migas Jerman bakal tak terbatas, dan Hitler bisa mendapat dukungan umat Muslim sedunia karena berhasil membebaskan Timur Tengah dari penjajahan Inggris-Perancis.

19. Hitler seharusnya merebut Gibraltar dan Malta dari tangan Inggris. Dengan demikian mengusir Inggris dari Laut Mediterania dan dengan mengembalikan Gibraltar ke Spanyol, Francisco Franco bakal menggabungkan Spanyol ke dalam Axis.

Rabu, 10 Desember 2008

Battle Of Britain

Battle Of Britain (Juni 1940) adalah salah satu episode sejarah perang dunia II yang sangat terkenal. Apalagi yang mengalaminya adalah mantan penguasa dunia sebelum sekarang (Amerika) yaitu Inggris.
Setelah berhasil menghancurkan kepongahan Prancis sang superior Eropa pada saat itu. Maka Jerman berhasil membuat Tentara Inggris tersudut di Pelabuhan Dunkirk. Akan tetapi, 300 ribu tentara inggris berhasil di evakuasi dari sana yang disebut sebagai salah satu penyelamatan terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Hal inilah yang sampai sekarang menjadi salah satu misteri dari keputusan – keputusan Hitler dalam perang di front Barat. Padahal tentara nazi tinggal beberapa mil dari dunkrik dan yang lebih parah lagi, evakuasi hanya dilakukan terhadap jiwa bukan persenjataan.

Episode Dunkirk inilah merupakan salah satu blunder perang Hitler karena tidak memanfaatkan momen dengan melakukan invasi darat menyeberangi selat Channel ditambah serangn luftwaffe secara bersama. Padahal saat itu tentara inggris sedang lemah karena baru saja di evakuasi dari neraka dunkrik.

Ada beberapa alasan kenapa Hitler tidak melakukan invasi darat ke Inggris,

1. Hampir semua kekuatan darat Jerman pada saat itu terbelah dua, sebagian besar dalam operasi Barbarossa ke Soviet dan yang sebagian kecil membantu Italia di selatan. Seandainyapun Jerman akan menyerang Inggris, mereka tidak punya cukup uang, tentara dan sumber daya alam untuk menyokong 3 operasi sekaligus.
2. Memang pada saat itu angkatan darat Inggris tidak begitu kuat, tapi ingat apa yg paling ditakuti dari Inggris, RAF (AU)- nya dan Royal Navy (AL) -nya. Pada saat itu Angkatan Laut Inggris sedang jaya-jayanya di selat Inggris. Hitler pun akan berpikir dua kali apabila dia akan mengirimkan kapal transportnya ke Inggris. Kreigsmarine dan U-Boat Jerman tidak akan mampu melindungi invasi yg begitu besar karena tidak ada sumber dayanya. Ingat bahwa operasi Overlord sendiri butuh dana dan perencanaan yg besar dan lama, hampir 2 tahun.
3. Sebenarnya Hitler setengah hati untuk berperang dengan Inggris, karena masih menganggap bahwa Inggris dan Jerman masih satu ras (ras Arya). Jerman pada awalnya tidak pernah berambisi untuk menyebrangi selat Channel, namun karena sifat Churchil yang sangat tidak kooperatif maka jerman "terpaksa' melakukannya. Sehingga dia “hanya” mengirim Luftwaffe (AU) – nya untuk menggertak Churhill (PM Inggris saat itu). Tapi apa mau dikata, bukannya melunak, malah Churchill terus-terusan menantang Hitler.

Sehingga untuk menjaga agar fokus Jerman tidak terbagi dua, maka kebijakan Hitler adalah melakukan konfrontasi udara. Pandangan politisnya, pada saat itu Jerman baru saja memulai Operasi Barbarossa untuk menginvasi Soviet (Front Timur), sedangkan Inggris saat itu berada di posisi belakang Jerman/pintu belakang Jerman (Front Barat). Hitler berpikir kalau Inggris tidak dijinakkan terlebih dahulu, Jerman akan kewalahan dalam menghadapi dua front. Karena Jerman tidak berani melakukan invasi darat. Jadi Hitler menyuruh Hermann Goering dengan Luftwaffenya menyerbu Inggris dengan mengirim formasi pembomnya dengan target utama yaitu: radar Inggris dan Pangkalan RAF di sepanjang garis pantai Inggris. Tetapi Inggris dengan RAFnya tidak mau begitu saja menyerah, dengan Spitfirenya mereka menghajar JU-87, HE-144 Jerman. Ruginya buat Jerman, untuk mengebom inggris, pesawat mereka terbang tanpa ada perlindungan dari pesawat pemburu mereka (diluar jarak maksimum pesawat) jadi pembom Jerman dengan mudahnya terbantai.

Hitler berpendapat untuk menduduki inggris udara harus di kuasai dulu maka jadilah Battle of Brittain. Namun ternyata peperangan melawan tentara merah di timur sangat melelahkan dan membutuhkan kekuatan yang lebih, maka secara tidak di duga oleh Inggris, Jerman menunda sementara rencana menduduki Inggris, yang ternyata hal itu bukan hanya menunda tapi menghentikan selamanya dan hitler tidak pernah bisa menginjakkan kakinya di Britania Raya. Dan sampai pada akhirnya jerman memang betul-betul tidak sanggup menginvasi ke inggris dan hanya bisa menbangun Atlantik Wall yang menurut Hitler tidak bisa di tembus tapi akhirnya tembus juga pada saat D-Day.

Pada saat Battle of Britain dapat dikatakan Jerman mengerahkan seluruh kekuatan udaranya melawan Inggris. Hitler pun juga memborbardir Inggris dari daratan Perancis misalnya menggunakan semacam meriam rel K 12 kaliber 210mm. Masalahnya adalah pesawat pemburu Jerman Messerschmitt BF 109 hanya mampu bertempur diatas wilayah Inggris selama 20 menit karena terbatasnya jangkauan terbangnya, sementara Spitfire dan Hurricane Inggris terbang diatas wilayah sendiri dan dapat bertempur lebih lama. Akibatnya pesawat pembom Jerman sering tidak dilindungi, apalagi ternyata pesawat pembom Jerman semuanya makanan empuk bagi Spitfire dan Hurricane karena terlalu rapuh dan tidak dilengkapi senapan pertahanan diri yang cukup. Faktor inilah yang membuat Jerman menderita kerugian besar terutama dalam pesawat pembom.

Salah satu kecerobohan Hitler mengirimkan pesawat pesawat pembom Luftwaffe (AU Jerman) tanpa pengawalan fighter yang cukup. Hitler mengira bahwa Royal Air Force (AU Inggris) sudah terlalu lemah sehingga tidak bakal bisa menghentikan pembomnya. Memang perkiraan itu tidak salah, namun yang diluar perkiraan Hitler adalah Inggris telah menggunakan teknologi radar pada waktu itu. Teknologi Radar membuat RAF yang meskipun sedikit tapi dapat menjadi sedemikian efektif karena mampu berada di tempat dan waktu yang tepat. Alhasil korban yang jatuh di pihak Luftwaffe sangatlah besar. Para sejarawan biasa menyebut Battle of Britain ini sebagai Britain's Finest Hour.

Sedemikian besar korban yang jatuh di pihak Luftwaffe membuat Jerman tidak mampu mempertahankan air superioritynya diatas Inggris. Tanpa air superiority, invasi menjadi mustahil dilaksanakan. Akhirnya dengan berat hati Hitler terpaksa membatalkan rencana invasinya ke Inggris selama-lamanya (selain faktor tentara merah/Rusia yang sudah disebutkan diatas).

Ada lagi kesalahan konyol yang dilakukan Hitler di Battle of Britain ini. Pada rencana awalnya Luftwaffe diperintahkan membom semua landasan RAF di Inggris untuk membuat RAF bertekuk lutut Serangan luftwaffe ke kota London pada awalnya adalah sebuah ketidaksengajaan dari pilot luftwaffe, pada awalnya Hitler melarang bomber-bomber menjatuhkan bom di kota London, namun setelah kelalaian pilot luftwaffe, bom jatuh di kota london, RAF membalas dan Hitler Murka.

Akhirnya Hitler memerintahkan Luftwaffe untuk membombardir ibukota Inggris, London, sebagai balasan dan sekaligus untuk menjatuhkan moral Inggris supaya menyerah. Tapi rupanya Hitler meremehkan kemampuan Inggris untuk bertahan. Meskipun London dihujani bom, tapi Inggris tetap tidak mau menyerah. Akibat perubahan strategi ini landasan RAF pun luput dari serangan dan justru karena ini RAF dapat terus terbang untuk meghentikan gelombang demi gelombang serangan Luftwaffe.

Kota London menjadi lautan api akibat bomber-bomber jerman. Battle of Britain yang berlangsung kurang lebih sebulan itu memang bukan berakhir dengan kemenangan Inggris namun berakhir dengan keberuntungan di pihak Inggris. Bahkan orang-orang Inggris sudah menganggap hanya soal waktu Jerman menduduki Inggris. Dengan berhentinya serangan udara jerman ke inggris (konsentrasi lawan soviet), maka itu keuntungan buat Inggris yang berarti invasi Jerman ke Inggris tertunda.

Dalam Battle of Britain, Luftwaffe kehilangan 1733 pesawat sedangkan RAF 915 pesawat, walaupun jumlah pilot Luftwaffe jauh lebih banyak daripada jumlah pilot RAF tapi berhubung Hitler akan memulai invansi ke Soviet maka Adlerangriffe (serangan Rajawali) dihentikan.

Kakek George W.Bush Mendanai Hitler

Tahukah anda bahwa ternyata Kakek George W. Bush ternyata mempunyai hubungan kerjasama yang erat dengan Hitler dan NAZI-nya.? Ada apa gerangan dibalik semua itu? Silahkan anda baca dan nilai sendiri.

Brown Brothers dengan bantuan dari perusahaan perusahaan keluarga Averell Harriman, Rockefeller, Standard Oil, DuPonts, Morgans dan Fords berfungsi sebagai sumber keuangan utama dalam membantu mendanai naiknya Adolf Hitler ke kursi kekuasaan yang dimualai pada tahun 1923.

Perusahaan perusahaan tersebut juga membiayai secara langsung pasukan pasukan khusus Nazi (SS dan SA yang kelak dicurigai melakukan holocaust terhadap Yahudi) yang dananya disalurkan melalui berbagai perusahaan Jerman. Prescott Bush melalui hubungannya dengan perusahaan pelayaran Hamburg-Amerika Steamship, bankir Nazi Fritz Thyssen, Standard Oil Jerman, perusahaan baja Jerman German, Steel Trust dan I.G. Farben memanfaatkan Union Bank Corporation untuk menyalurkan sejumlah besar dana ke Nazi Jerman dan mengelola kepentingan mereka.

Keuntungan dari investasi di perusahaan perusahaan Nazi Jerman tersebut diterima kembali oleh kapitalis amerika di Wall Street. Fritz Thyssen pada waktu itu secara internasional dikenal sebagai bankir pribadi Hitler dan sebagai pemilik Union Bank Corporation.

Dukungan awal untuk Adolf Hitler datang dari Prescott Bush melalui perusahaan pelayaran Hamburg - Amerika Steamship yang juga didanai oleh perusahaan Bush, Brown Brothers yang menyalurkan sejumlah besar uang dan senjata untuk pasukan komando Hitler (SS dan SA) di tahun 1920-an, kata Tarpley dan Chaitkin dalam biografi Bush yang secara online diterbitkan oleh Executive Intelligence Review.

Menurut Tarpley dan Chaitkin, "dalam bulan Mei 1933, tidak lama setelah Rezim Hitler mengkonsolidasikan kekuasaannya, suatu persetujuan dicapai di Berlin untuk mengkoordinasikan seluruh perdagangan Nazi dengan AS. Perusahaan Amerika, Harriman International mengepalai suatu sindikat yang beranggotakan 150 perusahaan dan individu untuk melakukan semua perdagangan ekspor dari Nazi Jerman ke AS."

Lebih jauh lagi, sebuah laporan hasil investigasi Pemerintah AS yang diungkapkan dalam acara dengan pendapat di Senat AS tahun 1945 menemukan bukti bahwa Union Bank Corporation dengan Prescott Bush duduk sebagai anggota dewan direktur, bekerjasama sangat erat dengan perusahaan Nazi, German Steel Trust yang memproduksi sebagian besar produk baja Jerman.

Hubungan bisnis dengan Nazi Jerman yang dimulai Prescott Bush dalam tahun 1923 terus berkembang bahkan sampai setelah Perang Dunia Kedua dengan begitu nekad dan terang - terangan sehingga menarik perhatian pemerintah AS untuk membekukannya berdasarkan undang undang larangan perdagangan dengan musuh (Trading with Enemy Act) tahun 1942.

Di tahun 1942 dengan mendasarkan atas undang undang tersebut pemerintah AS mengambil alih Union Bank Corporation dimana Prescott Bush merupakan salah satu direkturnya, sedangkan saham saham milik UBC disita oleh badan pemegang salam pemerintah AS.

Pada tanggal 28 Oktober 1942, Pemerintah AS mengeluarkan perintah penyitaan dua perusahaan yang mengurusi kepentingan Nazi yakni Holland-American Trading Corporation dan Seamless Steel Equipment Corporation yang dikelola Bush-Harriman Bank.

Kepentingan kepentingan Nazi dalam perusahaan lainnya yakni Silesian-American Corporation, yang sejak lama dikelola oleh Prescott Bush dan mertuanya, George Herbert Walker, juga disita oleh Pemerintah AS pada tanggal 17 Nopember 1942 berdasarkan undang undang larangan perdagangan dengan musuh. Penyitaan perusahaan perusahaan Prescott Bush tersebut dilaporkan di sejumlah surat kabar utama AS termasuk The New York Times dan The Wall Street Journal.

Tetapi berbagai tindakan penyitaan perusahaannya yang terlibat dalam perdagangan dengan Hitler dan Nazi Jerman yang merupakan musuh AS pada waktu itu, nampaknya sama sekali tidak mengganggu karir politik Prescott Bush yang terus menanjak dan bahkan menjadi seorang Senator (dari Partai Republik) yang berpengaruh dari negara bagian Connecticut yang sering menjadi mitra main golf President Dwight Eisenhower.

Pengacara Prescott adalah John Foster dan Allen Dulles yang kemudian menjadi Direktur badan intelijen pusat AS (CIA) di bawah pemerintahan D. Eisenhower, kata Tarpley dan Chaitkin yang dalam buku mereka tentang biografi Bush memberikan gambaran tentang pintar dan uletnya Prescott Bush dalam melobi para penguasa di Washington termasuk Presiden Eisenhower.

Minggu, 07 Desember 2008

Perang Sekutu Vs Jepang Di Indonesia

Yang agak dilupakan dalam pendidikan sejarah di sekolah kita dahulu adalah fakta bahwa Indonesia juga merupakan salah satu arena tempur antara Jepang melawan sekutu. Jadi bukan cuma tok pertempuran para pejuang kita. pertempuran ini terjadi thn 1942 (penyerbuan Jepang) dan 1945 (direbutnya propinsi Papua, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur oleh Amerika dan Australia dari tangan Jepang).


Beberapa pertempuran PD II di perairan Indonesia:


1. Pertempuran Selat Makassar (09-02-1942)
Armada gabungan Belanda dan Amerika gagal menghentikan armada Jepang yg hendak menyerbu Balikpapan

2. Pertempuran Selat Badung (19/20-02-1942)
Armada gabungan Belanda, Inggris, dan Amerika berusaha mencegat armada Jepang yg hendak menyerbu Bali. Namun, Jepang menang dan menenggelamkan kapal perusak Belanda, HNLMS Piet Hein

3. Pertempuran Laut Jawa (27/28-02-1942)
Terjadi di lepas Pulau Bawean. Armada gabungan Belanda, AS, Australia, dan Inggris hendak mencegat armada Jepang yg akan mendarat di Jawa Tengah, tetapi malah dihancurkan armada Jepang tersebut. Kapal yg tenggelam: HMS Exeter (Inggris), HNLMS De Ruyter (Belanda), HNLMS Java (Belanda), HMS Electra (Inggris), HMS Encounter (Inggris), HNLMS Kortanaer (Belanda), HNLMS Witte de With (Belanda). Total korban tewas di pihak Sekutu 2.300 org, termasuk komandan armada Laksmana Karel Doorman (Belanda). Jepang hanya kehilangan 2 kapal angkut kecil.

4. Pertempuran Selat Sunda (01-03-1942)
Sisa-sisa armada sekutu yg selamat hendak kabur ke Ceylon (Sri Lanka) melalui Selat Sunda, tapi malah bertemu armada Jepang yg akan mendarat di Merak dan Teluk Banten. Akibatnya, USS Houston (AS) dan HMAS Perth (Australia) ditenggelamkan Jepang dgn korban tewas 1.000 di pihak Sekutu. 14 kapal angkut Jepang tenggelam. Komandan USS Houston yg ikut tenggelam bersama kapalnya, Kapten Albert H Rooks, mendapat Medal of Honor setelah PD II usai

Beberapa pertempuran PD II di daratan Indonesia:


1. Pertempuran Tarakan (10/12-01-1942)
6.600 tentara Jepang dibawah Detasemen Sakaguchi (pimpinan: Mayjen Shizuo Sakaguchi) menyerbu Pulau Tarakan di Kalimantan Timur yg merupakan daerah penambangan minyak bumi. Tarakan dijaga satuan KNIL (Koninklijke Nederlansch-Indie Leger) sebanyak 1.300 org dibawah Letkol S de Waal dan beberapa kapal AL Belanda (Zeemacht Nederlands-Indie) dibawah Komandan HC Nieuwenhuisen. Belanda kalah telak, 500 tentara Belanda tewas (termasuk 300 yg dibantai Jepang sesudah menyerah). 250 tentara Jepang tewas.

2. Pertempuran Menado (Januari-Februari 1942)
3.000 tentara Jepang dibawah Satuan Pendaratan Sasebo (Kapten Kunizo Mori) dan Satuan Linud I Yokosuka (Komandan Toyoaki Horauchi) melakukan pendaratan di Teluk Manado dan Teluk Kema, serta melakukan terjun payung ke Langoan di tepi Danau Tondano. Sulawesi Utara dijaga Troepencommando Menado (1.500 org) dibawah Mayor BFA Schillmoller. Tentara Belanda berhasil melakukan perlawanan gerilya dibantu penduduk Minahasa yg pro-Belanda selama satu bulan. Jepang menghancurkan satuan gerilya Belanda terakhir dibawah Kapten WC van den Berg tgl 20-02-1042.

3. Pertempuran Palembang (14/16-02-1942)
300 tentara Jepang dr Resimen Parasut II (Kolonel Seiichi Kume) terjun payung ke Plaju dan Bandara Talangbetutu, disusul pendaratan 5000 tentara Jepang di tepi Sungai Musi. Palembang dijaga 2000 tentara KNIL dibawah Letkol LNW Vogeslang dan beberapa tentara Inggris pelarian dr Singapura. Setelah pertempuran dahsyat dimana 80% parasutis Jepang tewas atau luka2, pasukan Sekutu mundur dr seluruh Sumsel dan lari ke Jawa.

4. Pembersihan Sumatera (Februari-Maret 1942)
Sekitar 9000 tentara Belanda dibawah Mayjen RT Overakker di Sumatera Bagian Utara terpotong dr jalur pelarian ke Jawa oleh pendaratan Jepang di Palembang. Tentara Jepang menyerbu ke utara dr Palembang, pecah pertempuran sengit di Muaratebo di Jambi dimana Belanda berhasil menghambat Jepang.
Jepang lalu mendaratkan 22.000 pasukan Garda Imperial (penuh pengalaman tempur di China dan Malaya) di Sabang, Koetaradja (Banda Aceh), dan Idi Rayeuk. Pasukan Belanda mundur dari Medan dan pantai timur Sumatera ke pedalaman, berpusat di Danau Toba dan Pegunungan Wilhelmina (Pegunungan Leuser). Terjadi pertempuran sengit di Simpangraja, Balige, dan Porsea, sementara tentara Jepang dr Palembang berhasil menerobos garis Belanda di Muaratebo. Di Aceh, pecah pemberontakan dipimpin PUS (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) dibawah Daud Beureueh. Banyak tentara Indonesia desersi dr Belanda dan balik membantu Jepang. Akhirnya, satuan Belanda terakhir dibawah Mayjen Overakker menyerah di Blangkejeren, Aceh Tenggara, tgl 28-03-1942

5. Pertempuran Ambon (Januari 1942)
500 tentara Jepang dibawah Resimen Infantri 228 dan 820 dibawah Satuan Pendaratan Khusus Imperial (dibawah Laksdya Kouichiro Hatakeyama) mendarat di Hitu-Lama (Teluk Ambon) dan pantai selatan Jazirah Laitimor tgl 30-01-1942. Ambon dijaga 2.800 tentara KNIL dibawah Letkol JRL Kapitz dan 1.170 tentara Australia (Gull Force) dibawah Kolonel LN Roach. Pendaratan Jepang tak menemui perlawanan berarti, krn Letkol Kapitz memutuskan utk mebuat pertahanan di perbukitan Paso, sebelah timur kota Ambon. Namun garis pertahanan Paso berhasil dipatahkan Jepang di daerah Kudamati, hingga Letkol Kapitz memutuskan utk meyerah tgl 01-02-1942. Tentara Australia tak mau menyerah dan terus bertempur mempertahankan Bandara Laha hingga dihancurkan Jepang tgl 02-02-1942. Akibat kekeraskepalaan mereka, 309 tentara Australia dipenggal Jepang di Laha sesudah menyerah.

6. Pertempuran Kupang (Februari 1942)
23.000 tentara Jepang dibawah Resimen Infanteri 228 dan Satuan Pendaratan Khusus Yokosuka III dibawah Komandan Koichi Fukumi mendarat di mulut sungai Paha dan juga melakukan terjun payung ke Usau utk memotong jalur pelarian musuh. Kupang dijaga 600 tentara KNIL dibawah Kolonel NLW van Straten dan 1400 tentara Australia (Sparrow Force) dibawah Letkol WW Leggett, lalu diganti Brigadir William Veale. Tentara Sekutu mundur dr Kupang ke Champlong, dimana mereka bertemu parasutis Jepang yg mendarat di Usau. Terjadi pertempuran sengit dimana 400 dari 500 parasutis Jepang tewas, namun berhasil menghentikan pelarian tentara Sekutu. Letkol Leggett dan Kol van Straten menyerah.
Brigadir Veale lari ke Timor Portugis (Timor Leste) dimana Jepang telah mendarat di Dili. Ia memimpin perlawanan gerilya tentara Australia di pedalaman Timor Leste hingga dievakuasi ke Australia thn 1943. Sekitar 84 tentara Australia tewas di pertempuran Kupang. Perlawanan gerilya anti-Jepang di Timor Portugis dr 1942-43 mengakibatkan tewasnya 60.000 penduduk Timtim krn pembantaian Jepang.

Jatuhnya Pulau Jawa (01-09/03/1942)


Ketika pulau Sumatera dan Bali jatuh ke tangan Jepang, di pulau Jawa terdapat krg lebih 25.000 tentara KNIL dibawah Panglima KNIL, Letjen Hein ter Poorten. Jumlah ini ditambah 40.000 warga kulit putih yg dikenai wajib militer, namun masih kurang terlatih. Terdapat pula 3000 tentara Australia (Blackforce) dibawah Brigadir Arthur Blackburn, 5500 tentara Inggris dan India dibawah Mayjen Sir Hervey Sitwell, dan 750 tentara Amerika dari Texas National Guard dibawah Mayjen JF Barnes.

Pasukan Sekutu di Jawa dikoordinasi dibawah ABDACOM (American-British-Dutch-Australian Command) dipimpin Letjen Sir Archibald P Wavell, bermarkas di Grand Hotel Lembang. Sisa-sisa AL Sekutu dipimpin Laksdya Conrad EL Helfrich, sisa-sisa AU dipimpin Marsma LH van Oyen. AD Sekutu dibagi empat wilayah komando militer:
1. Kodam Batavia : Divinf I KNIL(Mayjen Wijbrandus Schilling)
2. Kodam Jawa Tengah Utara : Divinf II KNIL (Mayjen Jacob J Pesman)
3. Kodam Jawa Selatan : Divinf III KNIL (Mayjen Pierre A Cox)
4. Kodam Jawa Timur: Divinf IV KNIL (Mayjen Gustav A Ilgen)

Tugas merebut pulau Jawa jatuh ke Angkatan Darat Ke-16 dibawah Letjen Hitoshi Imamura. Invasi Jepang dimulai tgl 1 Maret 1942.

Peperangan di Jawa Barat
Tgl 01-03-1942, tentara Jepang dibawah satuan Detasemen Nasu (Mayjen Yumio Nasu) dan Detasemen Fukushima (Kolonel Kyusaku Fukushima) mendarat di Merak, disusul Detasemen Sato (Kolonel Hanshichi Sato) yg mendarat di Teluk Banten. Tiada perlawanan berarti di darat, tetapi tiba2 di laut muncul HMAS Perth dan USS Houston yg hendak kabur melalui Selat Sunda. Pecah pertempuran laut sengit (Pertempuran Selat Sunda) dimana kapal angkut Ryujo Maru tenggelam dan penumpangnya yg adalah komandan tertinggi Jepang, Letjen Imamura terpaksa loncat ke laut dan berenang ke daratan utk menyelamatkan diri. Setelah satu jam tembak-menembak, HMAS Perth dan USS Houston berhasil ditenggelamkan.
Tujuh jam kemudian, tentara Jepang berhasil menduduki kota Serang yg dijadikan markas oleh Letjen Imamura, lalu berhasil mengusir tentara Belanda dari Rangkasbitung hingga menuju garis Sungai Ciujung. Imamura lalu membagi pasukannya mjd dua:
1. Detasemen Nasu diperintahkan menyeberangi Sungai Ciujung di Rangkasbitung dgn sasaran menyerang Buitenzorg (Bogor) dari barat dan memutus jalur pelarian musuh dr Batavia ke Bandung.
2. Detasemen Fukushima dan Sato diperintahkan menyerang melalui jalur Serang - Balaraja - Tangerang - Batavia (Jakarta)

Keesokan harinya, Detasemen Nasu sdh mencapai Jasinga dan Leuwiliang di barat Buitenzorg dan berhadapan dgn pasukan Australia (Blackforce) yg menjaga garis Sungai Cianten. Pecah pertempuran sengit di Leuwiliang selama dua hari sebelum tentara Australia dipaksa mundur ke Buitenzorg tgl 04-03-1942.

Detasemen Fukushima dan Sato berhasil mematahkan garis Ciujung dan memukul tentara Belanda hingga Balaraja, dimana Belanda telah meledakkan jembatan menyeberangi Sungai Cidurian. Pangdam Batavia, Mayjen Schilling, lalu memerintahkan semua pasukan Sekutu utk mundur dr Batavia ke Bandung melalui Buitenzorg.

Batavia jatuh ke tangan detasemen Sato, yg terus mengejar tentara Sekutu ke arah Buitenzorg. Sementara, detasemen Nasu berhasil menyeberangi garis Sungai Cisadane di Ciampea, barat Buitenzorg. Pecah satu jam pertempuran sengit di dalam kota Buitenzorg antara tentara Jepang dan 3000 garnisun KNIL Buitenzorg dibawah Letkol FF Milius, hingga akhirnya kota ini bisa diduduki Jepang tgl 06-03-1942. Sebagian detasemen Nasu terus mengejar tentara Sekutu yg kabur ke Bandung melalui Puncak Pass, dan sisanya melalui jalur rel KA Sukabumi-Bandung.

Tgl 08-03-1942, detasemen Nasu berhasil mencapai kota Cimahi, ketika komando Belanda memutuskan utk menyerah.

Selain pendaratan di Merak dan Banten, pasukan Jepang dibawah Detasemen Shoji (Kolonel Toshishige Shoji) juga mendarat di Eretan Wetan, Kab. Indramayu tgl 01-03-1942. 10 jam kemudian, mereka sudah menduduki Cikampek dan memutus jalur pelarian Batavia-Bekasi-Cikampek-Bandung. Dua jam kemudian, mereka berhasil menerobos garis Belanda di Pamanukan dan merebut kota Subang dan mengancam Pangkalan Udara Kalijati (skrg Pangkalan AU Suryadharma).

Kalijati dijaga 350 tentara Inggris dibawah Kapten RAF (Royal Air Force) Whitsondale. Pecah pertempuran sengit dimana 33% dari tentara Inggris tewas, hingga akhirnya Kalijati jatuh ke tangan Jepang pd malam 01-03-1942. Sementara, sebagian Detasemen Shoji bergerak ke barat dr Cikampek menuju Batavia mencapai Karawang tetapi terhalang hancurnya jembatan Gedonggede yg menyeberangi Sungai Citarum dan serangan udara dr sisa AU Sekutu yg bermarkas di Lapangan Cililitan (kini Bandara Halim Perdanakusuma).

Tgl 02-03-1942, pecah pertempuran sengit di Subang ketika 250 tentara dan 20 tank Belanda dr satuan Mobile Eenhied (Kapten GJ Wulfhorst) dan Batalyon Infanteri 5 KNIL (Mayor CGJ Teerink) menyerang balik Jepang. Namun, serangan ini bisa dipatahkan Jepang, dimana 13 tank Belanda berhasil dihancurkan. Tgl 03-03-1942, kota Purwakarta dan Kandanghaur jatuh ke tgn detasemen Shoji, dan tgl 05-03-1942 telah mecapai garis pertahanan Belanda di Ciater, utara Bandung.
Pecah pertempuran sengit di Ciater antara detasemen Shoji dan Batalyon Infanteri KNIL I (Mayor M Koositra) dan Batinf KNIL V (Mayor CGJ Teerink) selama dua hari. Garis Ciater berhasil dipatahkan Jepang dan tgl 07-03-1942 Jepang telah mencapai Lembang. Pasukan Jepang dr Buitenzorg telah mencapai Cimahi di barat Bandung. Keesokan harinya, Pangdam Bandung Mayjen Pesman meminta gencatan senjata. Setelah perundingan alot antara Pesman dan Kolonel Shoji di Hotel Isola Lembang (kini di kampus UPI), Pesman menyerahkan kota Bandung ke tangan Jepang tgl 08-03-1942.
Selain pendaratan2 di Jawa Barat, pd tgl 01-03-1942 terjadi jg pendaratan Jepang di Jawa Tengah, tepatnya di Kragan, Kab. Rembang. Tujuan pendaratan ini utk merebut pangkalan AL Belanda di Tanjung Perak Surabaya. Pasukan pendaratan Jepang berasal dr Divisi 48 pimpinan Mayjen Yuitsu Tsuchihashi.

Tgl 27/28-02-1942, armada invasi Jepang ini diserang pesawat pembom Amerika dr Grup Bomber 7 dan 19 USAAF (United States Army Air Force), Skuadron 36 RAF, dan Skuadron IV VLG Belanda dari PAU Madiun (kini Bandara Iswahyudi). Namun, pertahanan udara armada Jepang sangat ketat, dan hampir 80% pesawat Sekutu berhasil ditembak jatuh, termasuk menewaskan Komandan Skuadron 36 RAF, Kapten Wilkins. Hanya satu kapal angkut Jepang, Johore Maru, rusak parah, menewaskan 150 tentara Jepang yg menumpangnya.

Mayjen Tsuchihashi membagi pasukan pendaratan pertama mjd dua:
1. Unit Imai (Kolonel Hifumi Imai), setelah mendarat di barat Kragan diperintahkan menduduki pelabuhan Rembang supaya artileri berat Jepang bisa didaratkan utk mebombardir benteng2 Belanda di Surabaya.
2. Unit Abe (Mayjen Koichi Abe), setelah mendarat di timur Kragan diperintahkan mengamankan tapak pantai (beachhead) yg luas utk memfasilitasi pendaratan unit2 gelombang kedua.

Gelombang pendaratan kedua terdiri dari:
3. Unit Tanaka (Kolonel Tohru Tanaka), setelah mendarat diperintahkan langsung masuk ke pedalaman utk merebut ladang minyak di Cepu. Kemudian, merebut kota Bojonegoro utk mengamankan jembatan menyeberangi Bengawan Solo di kota tsb.
4. Unit Kitamura (Letkol Kuro Kitamura), diperintahkan menyeberang Bengawan Solo di Bojonegoro utk mengamankan jalur ke Surabaya melalui Babad dan Lamongan.

Pendaratan Jepang terjadi tanpa perlawanan berarti, dan pd tgl 04-03-1942 seluruh sasaran operasi telah tercapai setelah pertempuran sengit dimana Jepang berhasil memukul mundur Resimen Kavaleri I KNIL (Ritmeester CW de Iongh) dan Resimen Kavaleri IV KNIL (Ritmeester S de Boer) dari daerah Rembang.

Gabungan unit Imai, Abe, Tanaka, dan Kitamura berhasil mematahkan garis Bengawan Solo yg dijaga Resimen Infanteri VI KNIL (Kolonel W van Kuilenberg) dan Batalyon Marinir (Letkol WAJ Roelofsen). Tgl 05-03-1942, tentara Jepang tlh merebut Ngawi, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Kediri, dan Jombang. Tgl 06-03-1942, unit Imai merebut Mojokerto. Jepang berhasil mematahkan garis Belanda di Porong, dimana 3 tank Jepang berhasil dihancurkan Unit Anti-Tank 6 KNIL (Kapten WC Lapre) dan Resimen Artileri 131 (Texas) dr US Army (Kolonel Blucher S Sharp).

Pangdam Jawa Timur (Mayjen Ilgen) memutuskan menarik seluruh pasukan Sekutu di Surabaya ke Pulau Madura, sedang sisa2 lain di luar Surabaya ditarik ke Lumajang. Pd malam 07-03-1942, unit Abe berhasil menyeberang Kanal Wonokromo, garis pertahanan terakhir Surabaya. Mayjen Ilgen lalu memutuskan utk menyerah. Ilgen dan Gubernur Jawa Timur, Christiaan O van der Plas menyerahkan diri ke markas Divisi 48 Jepang di Sidoarjo. Tgl 09-03-1942, tentara Jepang telah menduduki Surabaya.

Selain pasukan Divisi 48, di Kragan juga mendarat Detasemen Sakaguchi (Mayjen Shizuo Sakaguchi) dgn sasaran merebut Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Detasemen Sakaguchi dibagi tiga:

1. Unit Kaneuji (Mayor Kikuchi Kaneuji), merebut Blora tgl 02-03-1942 dan berhasil merebut Semarang tgl 03-03-1942. Unit ini kemudian berhasil mematahkan garis Belanda di Boyolali dan pd tgl 05-03-1942 merebut Yogyakarta tanpa perlawanan berarti dr garnisun KNIL dibawah Madioen-Tjepoe Groep pimipinan Letkol D van Kampen. Unit Kaneuji berhasil merebut Purwokerto tgl 08-03-1942, ketika Belanda menyerah.

2. Unit Matsumoto (Letkol Matsumoto), menyerang dari Blora ke arah Solo melalui Purwodadi. Setelah satu hari pertempuran sengit utk mematahkan garis Belanda di Banjir Kanal di dalam kota Solo melawan Batalyon Mangkunegoro (Mayor T Dessauvagie), unit ini berhasil menduduki Solo pd tgl 05-03-1942. Unit Matsumoto lalu menyerang dan menduduki Magelang tgl 06-03-1942, mematahkan garis Belanda di Banjarnegara, dan menduduki Purbalingga tgl 08-03-1942, ketika Belanda menyerah.

3. Unit Yamamoto (Kolonel Yamamoto), menyusul unit Kaneuji ke Yogyakarta, berhasil menawan 1000 pasukan Stadtwacht Belanda yg kabur dr Semarang di selatan Purworejo, lalu menyeberang sungai Serayu dgn membangun jembatan pontoon krn semua jembatan tlh dihancurkan Belanda, dan pd tgl 08-02-1942 berhasil merebut kota Cilacap dgn menawan 2000 tentara Sekutu. Kota Cilacap merupakan pusat pelarian Sekutu ke Australai dan tlh dibombardir berat oleh AU Jepang, dimana kapal induk US Navy yg pertama (USS Peary) berhasil ditenggelamkan torpedo Jepang di lepas pantai Nusa Kambangan.

Dgn jatuhnya Cilacap, Semarang, Solo, dan Yogyakarta, Pangdam Jawa Selatan Mayjen Cox yg bermarkas di Wangon, memutuskan utk menyerah tgl 09-03-1942. Mayjen Cox menyerahkan dirinya ke hadapan Mayjen Sakaguchi di Kediaman Bupati Purwokerto tgl 11-03-1942.

Tamat Riwayat Hindia Belanda

Pd tgl 08-03-1942, pemerintah Hindia Belanda dan komando KNIL yg bermarkas di Bandung, menimbang telah jatuhnya Batavia, Buitenzorg, Cilacap, Solo, dan Yogyakarta, dan telah sampainya pasukan Jepang di Lembang dan Cimahi, memutuskan utk meminta gencatan senjata. Tgl 09-03-1942, delegasi Belanda terdiri dr Letjen Hein ter Poorten (komandan KNIL), Gubernur Jenderal AWL Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer, dan Mayjen Jacob J Pesman (Pangdam Bandung) bertemu komandan tertinggi Jepang di Jawa, Letjen Hitoshi Imamura di bandara Kalijati, dimana Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Putusan ini disiarkan melalui radio ke seluruh pasukan Sekutu di Hindia Belanda tgl 10-03-1942.

Tgl 18-03-1942, radio Hindia Belanda NIROM (Nederlands-Indishce Radio Omroep) mengakhiri siarannya dgn lagu kebangsaan Belanda Wilhelmus van Nassouwe walaupun Belanda sdh menyerah tanpa syarat seminggu sebelumnya. Sbg hukumannya, tiga karyawan NIROM yg bersalah, JRJ Kusters, V Kudding, dan N van der Hoogte ditangkap Jepang dan dipenggal di pantai Ancol tgl 07-04-1942.

Dengan demikian tamatlah riwayat Hindia Belanda yg telah berumur lebih dari 300 tahun, dihancurkan Jepang dalam waktu 3 bulan saja. Dan ketika Jepang menyerah.. sebenarnya di Indonesia, Jepang tidak kalah dan tidak kurang suatu apapun... malah disaat-saat akhir masih mampu membentuk satuan2 pribumi dan bikin janji kemerdekaan pula!

Satu hal yang bikin hengkang Jepang adalah pernyataan menyerah tanpa syarat Jepang di negerinya, baru lah datang sekutu ke Indonesia buat "melucuti" Jepang. Sebenarnya Indonesia waktu itu sangat beruntung soalnya waktu diadakan KTT QUADRANT di Quebec, Kanada thn 1943, Sekutu memutuskan untuk membypass Indonesia dalam strategi perangnya.

Coba kalau indonesia sampai diserang sekutu kaya filipina, bisa hancur total negara kita. contohnya nasib kota manila yg 90% rata dengan tanah dan 100.000 penduduknya tewas thn 1945 waktu kota itu direbut kembali oleh Amerika. Terus kalau Sekutu merebut Indonesia dari Jepang, kemungkinan besar kita bakal dikembalikan ke Belanda, sedangkan nasib Sukarno, Hatta, dan cikal bakal pemimpin RI lainnya bakalan buram soalnya mereka semua kolaborasi dengan Jepang. Belum lagi nasib anggota PETA seperti Suharto, AH Nasution, Sudirman, dkk. Kemungkinan besar mereka bisa tewas semua kalau ikut tentara Jepang melawan invasi Sekutu. Cerita negara kita bakal jauh berbeda.

BTW sebenarnya ada sebagian wilayah indonesia yg direbut sekutu dr jepang sebelum akhir perang, yakni:

1. Propinsi Papua (1944) oleh tentara AS dibawah Jenderal MacArthur
2. Pulau Morotai, Maluku Utara (1944) oleh tentara AS dibawah Jenderal MacArthur
3. Tarakan dan Balikpapan, Kaltim (1945) oleh tentara Australia dibawah Mayjen EJ Milford

Propinsi Papua dan Morotai mau dijadikan "batu loncatan" oleh MacArthur utk merebut kembali Filipina yg jajahan Amerika.

Tujuan merebut Tarakan dan Balikpapan yakni supaya tentara Australia ada kegiatan soalnya mrk dilarang MacArthur ikut bertempur ke Filipina soalnya sang jenderal tidak mau disaingi oleh orang Australia

Peperangan di propinsi Papua


Selama bulan April 1942, tentara Jepang berhasil menduduki seluruh pantai utara propinsi Papua dan Jazirah Kepala Burung (Vogelkop), skrg propinsi Irian Jaya Barat. Kebanyakan garnisun KNIL langsung menyerah begitu Jepang mendarat. Hanya di wilayah selatan Manokwari terjadi perlawanan gerilya dr 60 org Belanda dan 17 tentara pribumi dipimpin Kapten KNIL JBH Willemsz Geeroms dr April 1942-Mei 1944, ketika Jepang berhasil menangkap Kapten Geeroms yg sakit malaria. Ia lalu dipenggal. Sisa2 gerilyawan Geeroms (14 org Belanda dan 1 tentara pribumi) bertahan di hutan pedalaman Vogelkop hingga diselamatkan tentara Amerika Oktober 1944.

Satu2nya wilayah Indonesia yg tak pernah diduduki Jepang adalah bagian propinsi Papua diselatan Pegunungan Carstensz (Jayawijaya), dimana pos Jepang terjauh terletak di Kokonau, dekat Timika sekarang. Wilayah Papua selatan ini dijaga oleh Australian Merauke Force (AMF) Batalyon 62 pimpinan Brigadir JR Stevenson, satu kompi KNIL, dan satuan pertahanan udara dr US Army. Semua tahanan dr kamp konsentrasi Belanda di Tanahmerah, Boven Digoel (kebanyakan anggota Partai Komunis Indonesia yg diasingkan sjk pemberontakan PKI thn 1926) dievakuasi ke Brisbane, Australia. Kabupaten Boven Digoel sendiri dijaga satu kompi tentara Australia dan tak pernah direbut Jepang.

Antara thn 1943-1944, sering terjadi kontak tembak antara patroli Australia dgn patroli Jepang di wilayah rawa2 yg luas di mulut Sungai Eilanden dan Sungai Digoel. Selain itu, kota Merauke rusak parah krn dibombardir pesawat Jepang 22 kali dr 1942-1943.

Sementara, pasukan Sekutu dibawah Jenderal Douglas MacArthur setelah dua tahun akhirnya berhasil mengusir tentara Jepang dr Kepulauan Solomon dan sebagian besar Papua Nugini. MacArthur siap utk memulai rencananya utk membebaskan Nederlands Nieuw-Guinea (propinsi Papua) dr tangan Jepang, utk dijadikan batu loncatan utk merebut Filipina yg jajahan Amerika.

Sasaran pertama MacArthur adalah wilayah Hollandia (Kabupaten Jayapura). Di daerah ini, terdapat dua teluk dalam, Teluk Tanahmerah dan Teluk Humboldt (Teluk Yos Sudarso) yg cocok utk dijadikan pangkalan AL. Teluk Tanahmerah terletak 40 km barat Teluk Humboldt dan kota Hollandia (Jayapura) terletak di tepi Teluk Humboldt. Diantara kedua teluk ini terdapat dataran Sentani dimana sdh dibangun tiga landasan udara Jepang (Cyclops, Hollandia, Sentani), shg cocok dijadikan pangkalan udara AS. Dataran Sentani diapit Danau Sentani di selatan dan Pegunungan Cyclops di utara. Utara Peg. Cyclops langsung berbatasan dgn laut.

32.000 pasukan Amerika dibawah komando tertinggi Southwest Pacific Area (SWPA) Jenderal Douglas MacArthur menyerbu Hollandia tgl 22-04-1944. Perlindungan udara diberikan oleh pesawat US Navy dr kapal2 induk Task Force 58 (Laksda Marc A Mitscher) yg dipinjamkan Laksamana Chester Nimitz, komandan Central Pacific Area, dan juga dr Allied Air Force (AAF) pimpinan Letjen George C Kenney yg terdiri dr Fifth Air Force (Letjen Kenney) berpangkalan di PNG dan RAAF (Marsma William Bostock) berpangkalan di Merauke dan Darwin. Perlindungan laut dan pendaratan amfibi dipercayakan pd US Navy Task Force 77 (Laksamana Daniel E Barbey). Pasukan pendaratan sendiri berasal dr US Army ALAMO Force (Letjen Walter Krueger) yg di Hollandia diwakili oleh Letjen Robert L Eichelberger. Pasukan pendaratan yg diberi sandi RECKLESS Task Force dibagi dua:

1. NOISELESS Landing Force terdiri dr 24th Infantry Division (Mayjen Frederick A Irving) mendarat di Teluk Tanahmerah, lalu bergerak ke timur utk merebut landasan udara Jepang di dataran Sentani dr arah barat.

2. LETTERPRESS Landing Force terdiri dr 41st Infantry Division (Mayjen Horace H Fuller) mendarat di Teluk Humboldt (Teluk Yos Sudarso), lalu merebut kota Hollandia (Jayapura) dan bergerak ke barat utk merebut lanud Jepang di dataran Sentani dr arah timur.
Wilayah Hollandia dijaga 500 pasukan tempur Jepang dibawah Mayjen Toyozo Kitazono dan 11.000 tentara buruh dr Formosa (Taiwan) dibawah Laksdya Yoshikazu Endo. Tentara2 Taiwan ini sebenarnya hanya buruh kontrak yg dipersenjatai tanpa pelatihan militer yg cukup. Komandan Angkatan Darat Ke-18 Jepang, Jenderal Hatazo Adachi, mengira Amerika akan mendarat di Wewak, PNG, 725 km timur Hollandia. Akibatnya, kebanyakan pasukan tempur Jepang ditempatkan jauh dari lokasi pendaratan MacArthur yg sesungguhnya di Hollandia.

24th Infantry Division berhasil mendarat di Teluk Tanahmerah dan merebut kampung Dépapré tanpa perlawanan berarti tgl 22-04-1944, lalu keesokan harinya mulai bergerak ke arah timur menuju dataran Sentani melalui hutan belantara dan rawa2 yg dalam. Pergerakan 24th ID ini tak menemui perlawanan berarti dr Jepang, hanya duel mortir di kampung Sabron pd malam 23/23-04-1944 dan kontak tembak singkat di Julianadorp tgl 25-04-1944. Tgl 26-04-1944, 24th ID berhasil memasuki dataran Sentani di kampung Ebeli dan segera menduduki Lanud Hollandia yg terletak paling barat. Mereka lalu bergerak ke Weversdorp dimana terjadi kontak dgn 41st ID yg telah tiba dr Teluk Humboldt.

Sementara, 41st Infantry Division berhasil mendarat di Teluk Humboldt tanpa perlawanan berarti dr Jepang tgl 22-04-1944 dan pd hari itu juga tlh berhasil menciptakan tapak pantai dr Hamadi di utara hingga Hollekeng di selatan. Tgl 23-04-1944, 2d Battalion berhasil merebut kota Hollandia tanpa perlawanan. Sementara 1st dan 3d Battalion bergerak ke barat menuju dataran Sentani pd hari yg sama. Tgl 23-04-1944, terjadi kontak senjata dgn bunker Jepang di perkebunan Brinkman ketika tentara AS hendak menyeberangi Sungai Borgonjie dimana bunker Jepang berhasil dihancurkan tank2 Amerika. Tgl 24-04-1944, 41st ID berhasil mencapai tepi Danau Sentani di kampung Kuyabu. Tgl 25-04-1944, utk mengepung sisa2 tentara Jepang yg bertahan di muka Kuyabu, 3d Battalion diangkut oleh tank amfibi menyeberangi Danau Sentani menuju kampung Nefaar sementara 1st Battalion maju melalui darat dr Kuyabu utk bergabung kembali dgn 3d Battalion di Nefaar. Tgl 26-04-1944, 41st ID berhasil mencapai Dataran Sentani dan merebut Lanud Cyclops yg terletak paling timur. Lalu 41st ID kembali melakukan pneyeberangan amfibi ke kampung Ifaar, dimana mereka merebut Lanud Sentani yg terletak di tengah. Patroli 41st ID lalu bertemu patroli 24th ID di Weversdorp tgl 26-04-1944.

Kedua divisi ini lalu bergerak ke Pegunungan Cyclops utk memburu pelarian2 Jepang yg bertahan disana. Laksdya Yoshikazu Endo terbunuh tgl 03-05-1944, Mayjen Toyozo Kitazono hilang tanpa jejak, dan penggantinya Mayjen Masazumi Inada memimpin 7220 tentara Jepang utk lari ke barat melalui hutan belantara menuju basis Jepang di Kabupaten Sarmi. Krn pelarian dilakukan tnp bekal makanan atau obat2an, hanya 7% dr 7000-an tentara Jepang selamat sampai ke Sarmi, sisanya mati kelaparan atau sakit. Pd tgl 06-06-1944, sisa tentara Jepang terakhir di kawasan Hollandia berhasil dibunuh tentara AS. Korban total dlm pertempuran Hollandia yakni 124 tentara Amerika tewas, 1057 luka2, dan 28 hilang. Sedang 3300 tentara Jepang tewas dan 611 ditawan (kebanyakan org Taiwan).

Hollandia pun ditransformasikan mjd salah satu pangkalan udara dan laut terbesar AS di Pasifik dan basis yg amat penting dlm perebutan kembali Filipina dr tangan Jepang.

Bumiputera yang jadi KNIL

Perlu diketahui terdapat 32.000 tentara Indonesia dalam dinas KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger). Total anggota KNIL adalah 42.000 tentara, dimana 10.000 merupakan org Eropa. Sisanya (75%) adalah org Indonesia, terdiri dari:
1. 13.000 suku Jawa
2. 2.000 suku Sunda
3. 5.000 suku Minahasa
4. 4.000 suku Ambon
5. 1.000 suku Timor
6. 7.000 suku lain2

Hingga tahun 1937, pangkat tertinggi yg bisa diraih org Indonesia dlm dinas KNIL hanya setingkat bintara (NCO), sedang seluruh pangkat perwira diisi org Belanda atau bule lainnya. Baru tahun 1937 ketika ancaman invasi Jepang makin terasa, Belanda membuka sekolah calon perwira (secapa) di Bandung utk org Indonesia di Bandung.

Diantara tokoh2 Indonesia yg merupakan anggota KNIL sebelum PDII:
1. Sersan-Mayor Soeharto
2. Letnan Abdul Haris Nasution
3. Letnan TB Simatupang
4. Kapten Alex Kawilarang
5. Letnan Rachmat Kartakusumah
6. Mayor Oerip Soemohardjo

Yang terbanyak dari tentara KNIL adalah dari suku Timor Barat. Suku Minahasa, Ambon, dan Timor dianggap loyal oleh Belanda krn mrk sdh beragama Kristen dan sdh menyerap banyak unsur budaya Belanda. Makanya hampir seperempat KNIL (10.000 tentara) berasal dr suku2 tsb.

75% dr perwira TNI thn 1973 berasal dari PETA. Kebanyakan dari mereka pertama kali menjadi tentara ketika masuk PETA, tetapi beberapa seperti AH Nasution dan Suharto, pernah mjd anggota KNIL sblm PDII. Wkt invasi Jepang, mereka desersi dr dinas KNIL dan kemudian bergabung ke PETA.

Panglima Besar Soedirman sendiri sebelum PDII adalah guru madrasah Muhammadiyah tanpa pengalaman militer apapun jua. Baru thn 1943 ia bergabung dgn PETA, dan thn 1949 ia sdh jd Panglima Besar TNI.

Beberapa org Indonesia setia pd Sekutu selama PDII:
1. Halim Perdanakusuma (1922-1947), berpangkat Flight Lieutenant RAF, berpartisipasi sbg navigator dlm 44 misi pemboman strategis kota2 Perancis dan Jerman menggunakan pesawat bomber B-24 Liberator dan Avro Lancaster antara thn 1943-1945.
Bagaimana Halim bisa bergabung dgn RAF? Sbg kelasi AL Belanda, Halim berhasil kabur ke Australia wkt invasi Jepang, lalu ditempatkan di India. Disana ia bisa bergabung dgn RAF (Royal Air Force) Inggris dan dilatih di Gibraltar dan Kanada, lalu diposkan di Inggris. Oleh teman2 Inggrisnya di RAF, ia dijuluki "The Black Mascot".

2. Suryadi Suryadarma, Letnan AU Belanda (Militaire Luchtvaart) lulusan Akmil Breda di Belanda, ikut lari bersama sisa2 ML ke Australia. Sbg navigator, Letnan Suryadarma dibawah satuan Skuadron Udara 18 Hindia Belanda pimpinan Letkol BJ Fiedeldij ditempatkan di Canberra, lalu ke Pulau Morotai (Maluku Utara) sesudah pulau itu diduduki tentara Amerika. Ia berpartisipasi membom kubu Jepang di pulau Tarakan (Kalimantan Timur) utk mendukung invasi tentara Australia ke pulau tsb bln Mei 1945.

3. Soedirmo Boender. Beliau ini kisah nya lebih unik.. dia lagi kuliah di Amerika. Karena diusir dari rumah oleh orangtuanya di Yogya. Kena Wajib Militer, akhirnya bergabung dengan GI. Terus beliau masuk divisi Rainbow Division yang terkenal itu. Beliau pulang ke Indo, sebagai orang Amerika, dan ikut perang juga di Korea atas nama PBB sebagai tentara BELANDA! Soalnya ketika beliau pulang dan mo gabung ke TNI.. ditolak, dituduh mata-mata. Setelah perang korea selesai.. baru dia pulang lagi ke Indo dan akhirnya di terima jadi anggota TNI.