Tampilkan postingan dengan label OPERASI CESAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPERASI CESAR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Januari 2011

Kapan Boleh Hamil Lagi Setelah Operasi Cesar ?

Ini pertanyaan yang sering muncul dari ibu2 yang menjalani persalinan sebelumnya dengan Operasi Cesar. Secara umum, jarak yang aman untuk hamil lagi adalah 18 s/d 23 bulan, yang merupakan juga jarak yang sama pada persalinan normal.

Kenapa kok lama banget jaraknya ? Karena pertama tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan akibat proses pembedahan dan mengembalikan kondisi tubuh seperti sebelum hamil. Kedua dari penelitian didapatkan jika ibu hamil lagi dalam waktu kurang dari 6 bulan maka memiliki risiko tinggi untuk terjadinya robekan rahim (ruptura uteri) , persalinan kurang bulan (prematur) atau Berat badan bayi yang kurang saat lahir (BBLR). Ketiga dari segi psikologis ibu juga membutuhkan waktu untuk memnyesuaikan hidup barunya sebagai seorang ibu dan juga berikutnya lebih siap untuk di buat dan dilahirkan.sengihnampakgigi

Tapi gimana kalau seandainya terjadi kehamilan juga misalnya akibat gagal KB ? Hahah jangan panik dulu... sebetulnya tidak apa-apa. Batasan minimal 18 bulan hanya merupakan patokan saja untuk mengurangi risiko komplikasi akibat kehamilannya. Karena banyak juga wanita yang cepat/segera hamil lagi toh mereka baik2 saja. Apalagi sekarang SpOG ada dimana2... bahkan sudah mencapai kecamatan kecil seperti aku malu , jadi kalau keburu hamil ya dilanjutkan sajarosrosros

Selasa, 10 November 2009

Operasi Cesar

Operasi Cesar atau dalam bahasa medis lebih dikenal dengan seksio cesarea (SC) sudah menjadi bagian dari kebudayaan manusia sejak dari zaman dulu dalam bentuk mitos. Menurut mitologi Yunani, Apollo mengangkat Asclepius, dari perut ibunya yang bernama Coronis. Sejumlah referensi tentang SC juga ditemukan dalam kebudayaan Hindu, Mesir, dan Romawi.

Istilah ini diyakini berasal dari proses kelahiran Julius Cesar dengan cara membelah perut ibunya (Aurelia). Tetapi anehnya Sang ibu masih hidup saat Julius Cesar menyerang Inggris. Pada saat tersebut, prosedur ini hanya dilakukan pada ibu hamil yang sudah mati atau dalam keadaan hampir mati, yang gunanya disamping untuk menyelamatkan nyawa bayi, jika tidak berhasil (bayinya mati) maka ibu dan bayi bisa dikuburkan secara terpisah.

Asal kata lain yang mungkin adalah kata "caedare," yang bearti memotong dan istilah kata "caesones" yang dipakai untuk mengatakan bayi yang dilahirkan dari ibu yang sudah meninggal. Sampai abad ke 16 prosedur ini di kenal dengan istilah operasi cesarea, sampai tahun oleh Jacques Guillimeau memperkenalkan istilah "seksio" dalam buku karangannya, sehingga sejak itu istilah "operasi" di ganti dengan "seksio".

Sebelum ini ibu yang menjalani SC selalu meninggal, karena teknik yang belum sempurna serta risiko infeksi ibu akibat tindakan yang tidak steril serta antibiotika yang memadai. Mungkin laporan pertama tentang ibu dan bayi yang sama2 selamat setelah menjalani prosedur ini adalah yang dilakukan oleh Jacob Nufer, pada istrinya sekitar tahun 1500-an. Namun catatan ini akhirnya diragukan kebenarannya.

Sedangkan sekarang prosedur ini merupakan tindakan yang sangat aman, sehingga dokter dan pasien sama2 tidak takut untuk melakukan SC ...gelakgulinggelakgulinggelakguling. Banyak alasan (indikasi) dilakukannya SC, baik itu dalam keadaan emergensi, atau mencegah timbulnya kondisi emergensi atau dilakukan secara terencana (elektif). Indikasinya seperti di bawah ini.

Plasenta praevia (Ari-ari tidak pada tempatnya): Hal ini terjadi jika plasenta letaknya rendah di dalam rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruhnya liang dalam rahim. Sekitar satu dari 200 wanita hamil akan mengalami plasenta previa dalam trimester akhir klehamilan. Tindakan SC dibutuhkan pada plasenta previa total atau parsial, sedangkan plasenta yang letaknya rendah (marginal) masih bisa dilakukan persalinan pervaginam, tergantung sikonnya.

Plasenta abrupsi (Plasenta lepas sebelum waktunya): Ini terjadi jika plasenta lepas dari dasarnya (dinding rahim) sebelum waktu yang seharusnya (saat bayi telah lahir). Insidennya sekitar 1 % dari seluruh kelahiran. Gejalanya berupa perdarahan yang disertai rasa nyeri.

Robekan rahim: sekitar 1 dalam 1500 persalinan, rahim mengalami robekan. Yang aman hal ini akan menyebabkan perdarahan yang bisa mengancam nyawa ibu dan janinnya.

Tali pusat menumbung: Tali pusat keluar terlebih dahulu ke dalam liang vagina atau keluar liang vagina sebelum bayi lahir. Insidennya rendah, namun jika terjadi maka dibutuhkan tindakan operasi yang emergensi.

Gawat janin: Penyebab tersering gawat janin adalah kurangnya asupan oksigen pada bayi oelh berbagai sebab seperti misalnya plasenta yang sudah tua (insufisiensi plasenta). Jika monitor janin memperlihatkan kurangnya oksigen pada janin, maka harus dilakukan SC.

Persalinan yang tidak maju: Hal ini terjadi jika pembukaan tidak lengkap2 atau persalinan tidak melambat bahkan terhenti atau bayi tidak berada dalam posisi yang optimal (malposisi). Ini dapat didiagnosa di dalam kala satu fase aktif dari persalinan (pembukaan 4-5 keatas).

Cesar Ulangan: dilakukan pada bekas cesar yang sudah 2 kali.

Disproporsi Kepala Panngul (DKP): ini terjadi jika bayi ukuran normal dan panggul ibu sempit, atau ukuran panggul normal tetapi ukuran bayi besar.

Herpes genitalia yang aktif: dilakukan agar bayi nya tidak terular jika dilahirkan pervaginam.

Diabetes: Bisa diabetes gestasional ataupun memang sudah menderita diabetes sebelum hamil. sering bayinya besar atau mendrita komplikasi hamil lainnya.

Gagal induksi: Induksi persalinan dilakukan pada kondisi KPD atau preeklampsia. Jika induksi tidak meberi respon (gagal) maka dilakukan SC.

Cacat bawaan: Jika diketahui bayinya mengalami cacat bawaan, maka dilakukan SC dengan tujuan untuk meminimalisir komplikasi lanjutan saat persalinan pergaginam.

Kembar: kembar dua bisa dilahirkan normal tergantung posisi bayi serta beratnya. Sedangkan kembar 3 atau lebih, sering dilakukan SC untuk kelahirannya.




Sumber: berbagai macam...

Kamis, 07 Agustus 2008

Haruskah Letak Sungsang di Cesar ?

Sekarang ini sepertinya ada kecendrungan bayi letak sungsang dilahirkan dengan Cesar. Berdasarkan guidelines (protap) yang dikeluarkan RCOG (Royal College Of Obstretrics and Gynecology) persalinan dengan Cesar pada letak sungsang dilakukan jika:
1. Adanya kontrindikasi lain untuk persalinan pervaginam seperti plasenta previa.
2. Panggul yang tidak adekuat.
3. Letak sungsang kaki (bokong plus kaki berada dibawah)
4. Bayi besar (>3800 gr) (Indonesia memakai 3500 gr untuk letak sungsang)
5. Bati dengan gangguan pertumbuhan (BB kurang dari 2000 gr)
6. Kepala bayi tengadah (defleksi), hanya diketahui dengan USG atau Rontgen.
7. Tenaga terampil penolong sungsang tidak ada
8. Sungsang bekas Operasi



Melahirkan after coming head dengan forceps

Jadi jika tidak ada hal2 diatas maka letak sungsang dapat dilahirkan pervaginam. Hal yang paling ditakuti dalam pertolongan persalinan sungsang adalah tersangkutnya kepala (after coming head) yang sebetulnya dapat diatasi dengan bantuan forceps. Berikut ini video proses persalinan sungsang pervaginam pada anak ke-sekian serta video nelahirkan bayi sungsang pada operasi cesar.



Rabu, 06 Agustus 2008

Persalinan Normal Pada Bekas Cesar

Persalinan Pervaginam Pada Bekas Cesar dalam bahasa Inggerisnya Vaginal Birth After Caesarean Section (VBAC). Dari data CDC (Amrik) tahun 2005, angka kelahirn dengan operasi cesar mencapai 29 %. Dari seluruh angka cesar tersebut, 90% nya bisa dicoba untuk melahirkan normal (VBAC) dan angka keberhasilan lahir normal (VBAC) sekitar 60-70%. Sebetulnya angka persalinan dengan Cesar yang wajar menurut WHO adalah 5-10 % dari seluruh kelahiran (Althabe and Belizan The Lancet 2006;368:1472-3).

Ternyata diseluruh dunia angka bedah cesar meningkat dengan pesat. Data dari RS Fatmawati Jakarta tahun 2002 angka Cesar nya 29.9 %. Sepertinya angka ini cukup menggambarkan keadaan Indonesia secara umum. Itu angka tahun 2002. Bagaimana sekarang ? Sepertimya nggak ada penurunan (yang berarti). Aku pernah membaca suatu survey angkanya masih segitu2 juga (lupa sumbernya).




Di Amerika berikut ini alasan kenapa angkanya tetap tinggi:
1) Rendahnya usaha untuk meningkatkan kemampuan wanita melahirkan normal.
2) Akibat tindakan obstetri seperti induksi pada serviks yang belum matang
3) Tidak mau memberikan informed tentang pilihan persalinan misalnya pada bekas Cesar lalu dicesar lagi
4) Kurang ngerti unggulnya persalinan normal dan bahayanya cesar
5) Dokter takut dituntut pasien (main amannya aja, walaupun cesar sebetulnya lebih berisiko)
6) Adanya tanggungan asuransi, sehingga dengan mudah mau di cesar (coba bayar sendiri! mikir2 nya pasti banyak)
7) Permintaan sendiri untuk di cesar karena nggak tahan sakit(hubungan erat dg no 6 & 1)

Persalinan pada bekas operasi dapat dilakukan dengan syarat:
1) Indikasi operasi sebelumnya bukan karena panggul sempit (indikasi tidak menetap)
2) Bayi nggak ada kelainan letak (letak kepala)
3) Janin Tunggal
4) Insisi non-klasik (sayatan di dinding rahim tidak boleh tegak lurus)
5) Penyembuhan luka operasinya baik (nggak pakai lama)
6) Berat bayi nggak boleh lebih 4 kg

Proses persalinannya disebut : TRIAL OF SCAR = Nyoba Jaringan Parut. Dimana proses mengedannya saat buka-an lengkap hanya boleh 2x 15 menit. Kalau nggak lahir juga harus dibantu dengan Vakum atau Forseps. Perlu diingat disini bahwa persalinan pervaginam adalah the best dari segi manapun. (ibu dan bayi, cost, risk)

Berapa lama jarak yang aman antara satu persalinan dengan berikutnya? Tidak ada ketentuan di textbook. Secara POGI sepakat jaraknya minimal 2 tahun baru boleh hamil lagi. Bagaimana jika sudah hamil lagi sebelum 2 tahun (kebobolan kb)...lanjutkan, nggak masalah. Jarak dua tahun ini tujuannya agar tumbuh kembang bayi sebelumnya dapat berlangsung dengan baik.

Nah satu lagi yang mungkin nggak diketahui orang awam, jangan dikira melahirkan kepala pada cesar gampang, apalagi pada bekas cesar sering dijumpai perlengketan. Kadang pada proses cesar dibutuhkan forseps atau vakum untuk mengeluarkan kepala.

Sekarang tren-nya malah inisisi seminimal mungkin lalu bayi dilahirkan dengan forceps. Luka operasi yang nggak terlalu lebar akan mempercepat proses penyembuhan operasi. Berapa sih sebetulnya lebar luka sayatan dikulit? Penelitian di amerika rata-rata 14 cm. Dengan melahirkan bayi pakai forseps maka sayatan kulit bisa lebih kecil dari 14 cm. Nah sekarang coba periksa berapa panjangnya sayatan kulit masing-masing.

Rabu, 30 Juli 2008

Video Operasi Cesar


Posting operasi cesar dalam gambar sudah di hapus karena sudah ada videonya yang pasti lebih seru. Lihat pada bagian paling bawah (footer) halaman posting ini. Ada kumpulan video water birth, Operasi Cesar dan Persalinan. Untuk operasi cesar video 1 berlanjut ke video 3. Videonya berasal dari youtube. Hampir seluruh prosedurnya sudah tergambarkan.

Sabtu, 26 Juli 2008

Gambar Langkah-langkah Operasi Cesar

Operasi cesar sekarang merupakan operasi yang aman. Dulu sering timbul komplikasi akibat infeksi, karena steriltas yang belum baik. Berikut gambar langkah2 cesar. Untuk Videonya bisa dilihat pada bagin bawah halaman ini. (Kumpulan video2)



Memperlihatkan daerah yang akan disayat
Sekarang yang dianut adalah insisi melintang
bukan insisi vertikal seperti ini
baca posting : SAYATAN KULIT PERUT PADA CESAR



Selanjutnya didinding perut ditembus lapis demi lapis.
Dinding rahim di-sayat sedikit pada bagian bawah (SBR)
Lalu ditembus secara tumpul dengan jari.



Untuk kepala bayi yang sudah terlalu turun
dapat diberikan dorongan dari arah vagina



Ini untuk kepala bayi yang masih belum masuk terlalu jauh
Kepala dilahirkan dengan cara diluksir





Setelah plasenta dilahirkan dan rongga uterus dibersihkan
Dinding uterus dijahit 1 atau 2 lapis (one or two layers)
teregantung mana yang dianut dokter operator.

Sabtu, 05 Juli 2008

MASIH TENTANG OPERASI CESAR....SAYATAN KULIT PERUT

Sayatan kulit perut pada Operasi Cesar ada 2 macam: vertikal (tegak lurus) dan horizontal /transversal (mendatar/melintang). Untuk sayatan kulit perut, sekarang yang menjadi standar adalah melintang pada daerah pertemuan perut dengan daerah bagian teratas tumbuhnya bulu kemaluan (Pfanenstiel). Jenis sayatan melintang lain adalah Mallard dan Chuney , dipakai untuk keperluan operasi lainnya.

Masing-masing sebenarnya punya kelebihan dan kekurangan. Pada sayatan tegak lurus kalah dari segi kosmetik dengan sayatan melintang. Apalagi kalau sampai pasiennya berbakat keloid, jadinya seperti ada cacing atau lipan di bagian tengah bekas irisan. Apalagi kalo ibunya agak gemuk seperti contoh gambar dibawah ini, bekas irisan sering cekung kedalam. Jadinya kan kurang manis...

Kalau mau pakai Two Pieces jelas aja nggak lucukan...Keunggulan sayatan tegak lurus ini ini lebih mudah dikerjakan dan operasi ulangan pada kehamilan berikutnya juga tidak terlalu sulit.

Lalu bagaimana tentang sayatan melintang seperti gambar selanjutnya. Secara kosmetik jauh menggungguli sayatan tegak lurus. Lihat sendiri...using two pieces bikini no problem...(asal jangan yang modelnya "minima template/Super-mini" aja pasti garis bekas luka oprasinya nggak kelihatan. Bahkan kalau kulit ibunya termasuk tipe yang "ramah" terhadap luka, bekas sayatan ini tidak jelas terlihat.

Seperti contoh gambar, bisa disangka cuma bekas karet CD (eh emangnya jaman linggerie gini masih ada CD yang pake karet ?). Kelemahannya kalau operasi ulangan agak sulit karena sering ada perlengketan. Kalau tidak hati-hati mengerjakannya salah-salah kandung kemih tersayat juga. Cantik... bahkan kesannya seksi-kan bekas sayatan operasinya