Tampilkan postingan dengan label NUTRISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUTRISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2009

Asam Folat dan Kehamilan

Asam Folat, disingkat folat, adalah vitamin B (B9) banyak ditemukan pada sayuran hijau seperti bayam dan kangkung , jus jeruk, dan gandum yang diperkaya. Banyak penelitian mendapatkan jika mengkonsumsi 400 mikrogram (0.4 mg) Folat per-hari sebelum hamil serta 3 bulan awal kehamilan akan mengurangi risiko terjadinya neural tube defect (NTD) sampai 70% lebih. NTD biasanya terjadi dalam 28 hari pertama kehamilan, artinya sudah bisa terjadi sebelum wanita menyadari dirinya sudah hamil.

Jika diketahui hamil dan belum pernah mengkonsumsi folat, maka segeralah mengkonsumsi folat, terutama jika kehamilannya masih trimester pertama pertama, tetapi jika sudah lewat dari TM I maka tidak ada yang bisa dilakukan, berdoa saja mudah2an cukup Folat dari makanan yang dimakan sehari. Kekurangan folat dapat meningkatkan risiko terkena neural tube defect (NTD), suatu kelainan sumsum tulang belakang.

Jika tulang belakang yang mengelilingi sumsum tidak menutup sempurna, sampai usia kehamilan 28 minggu, sumsum tulang belakang atau cairan sumsum akan menonjol (bulging). Juga bisa timbul kelainan seperti anencefali (tidak ada batok kepala).

Karena banyak kehamilan yang tidak direncanakan dengan maka penting bagi pasangan usia subur agar selalu mengkonsumsi cukup asam folat. Cara terbaik untuk mencegah NTD adalah dengan mengkonsumsi folat 400 mikrogram perhari selama 3 bulan menjelang kehamilan serta 3 bulan pertama kehamilan.

NTD dideteksi dengan memeriksa alpha- fetoprotein (AFP), yang dilakukan saat usia kehamilan 16-18 minggu. AFP merupakan bahan yang dihasilkan oleh janin dan di keluarkan oleh janin ke dalam cairan ketuban serta ke dalam peredaran darah ibu. Kadar AFP pada darah ibu mencapai puncak pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kadar AFP yang sangat tinggi bisa menunjukkan bayinya ada NTD.

Rabu, 18 Maret 2009

Makanan Yang Dihindari Saat Hamil

Memakan makanan yang seimbang sangat diperlukan terutama selama kehamilan. Berbagai nutrisi penting , vitamin dan mineral sangat dibutuhkan bayi yang sedang berkembang. Secara umum makanan yang ada adalah aman untuk di konsumsi, tetapi terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat hamil.

Daging mentah: Daging mentah dan setengah matang sebaiknya dihindari karena risiko kontaminasi kuman seperti bakteri coliform, toxoplasmosma, dan salmonella.

Daging slice (Deli Meat): daging jenis ini telah diketahui terkontaminasi dengan listeria, yang bisa menyebabkan keguguran. Listeria mampu melewati sawar darah plasenta sehingga sampai ke bayi yang dapat menyebabkan kematian bayi. Daging jenis ini bisa dimakan asalkan dipanaskan kembali sampai mendidih.

Ikan dengan Merkuri: Ikan yang mengandung merkuri dengan kadar yang tinggi harus dihindari. Merkuri diyakini menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kerusakan otak. Ikan2 yang banyak mengandung merkuri misalnya: hiu, ikan todak, ikan mackerel, dan tilefish.

Makanan yang diasap: makanan yang diasap harus dihindari karena kemungkinan terkontaminasi dengan Listeria. Makanan jenis ini aman dimakan jika dimasak dengan matang. Makanan yang diasapi sendiri juga aman untuk dimakan.

Ikan yang terkontaminasi polutan indystri: hindari memakan ikan yang berasal dari sungai atau danau yang merupakan tempat pembuangan sisa industri seperti polychlorinated biphenyls.

Kerang/gonggong mentah atau setengah matang: dapat menyebabkan infeksi (usus) terutama pada yang mentah atau setengah matang.

Telur mentah: telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah (seperti mayonis dll) harus dihindari karena kemungkinan terpajan dengan kuman salmonella. Tetapi jika produk ini dimasak dalam pembuatannya maka akan mengurangi risikonya.

Keju lunak: kemungkinan terkontaminasi Listeria, tetapi jika dibuat dengan susu yang dipasteur maka aman untuk dimakan.

Susu tanpa pasteurisasi: bisa mengandung listeria.

Caffein: jika dikonsumsi tidak berlebihan masih aman. Namun sebaiknya dihindari di TM I. Konsumsinya tidak boleh melebihi 300 mg per hari selama kehamilan. Konsumsi yang berlebihan bisa menimbulkan abortus, lahir kurang bulan dan berat lahir rendah.

Alkohol: Tidak diketahui berapa jumlah alkohol yang aman buat kehamilan jadi sebaiknya dihindari saja. Juga harus dihindari pada wanita yang menyusui.

Sayuran yang tidak dicuci dengan baik: cuci dengan baik agar terhindar dari tokoplasma.

Sumber ; APA