Tampilkan postingan dengan label NIFAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NIFAS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2010

Rambut rontok saat menyusui

Sering dimasa paska melahirkan, ibu menyusui mengalami kerontokan rambut, hal ini sebetulnya tidak perlu dirisaukan, karena sifatnya sementara, dan tidak berhubungan dengan menyusui, melainkan karena kadar estrogen yang menurun dimasa paska melahirkan. Kondisi ini kembali normal biasanya dalam 6-12 bulan setelah melahirkan.



Rambut memiliki fase pertumbuhan yang disebut anagen serta fase istirahat yang disebut telogen. Di batok kepala, anagen berlangsung hampir 3 tahun lamanya, sementara telogen berlangsung sekitar 3 bulan (bisa bervarasi dan sifatnya individual). Dalam fase telogen, rambut yang ada tetap berada ditempatnya (folikel)sampai akhirnya terdorong oleh rambut baru yang dalam fase anagen.

Secara normal sekitar 85-95% rambut wanita berada dalam fase pertumbuhan, tetapi perubahan hormon selama hamil menstimulasi peningkatan prosentase rambut yang ada dalam fase pertumbuhan. Akibatnya, banyak bumil yang rambutnya bertambah tebal/subur saat hamil.

Setelah kelahiran bayi (yang diikuti dengan perubahan hormon), banyak rambut2 tadi akan memasuki fase istirahat (telogen). Karena fase istirahat selalu diikuti dengan fase pertumbuhan, maka ibu yang bersangkutan akan mengalami kerontokan rambut yang lebih banyak dari biasanya.

Kerontokan ini biasanya mulai sekitar 3 bulan paska melahirkan. Sampai kira2 satu-enam bulan kemudian (rata2 tiga bulan). Kerontokan akan lebih terlihat parah kalau rambut busui nya panjang. Umumnya akan kembali normal dalam 6 bulan atau sekitar 6-12 bulan paska melahirkan.

Jika setelah 12 bulan kondisi ini tidak pulih, maka segeralah minta bantuan dokter. Ada kondisi tertentu yang menyebabkannya diantaranya adalah hypothyroid (kadar hormon tyroid yang rendah)atau anemia akibat kekurangan zat besi.

Sementara menunggu 6-12 bulan diatas busui dapat melakukan hal2 sebagai berikut:

  • Potong rambut agak pendek (bergaya pendek), rambut yg pendek lebih mudah dirawat.
  • Sampo dan kondisioner yang bagus bisa juga membantu mengurangi kerontokan.
  • Hindari menggunakan sisir yang "menarik rambut", agar tidak menambah kerontokannya.
  • Suplemen multivitamin dan mineral bisa juga membantu dan pastikan mendapatkan asupan protein yang cukup.
  • Pengobatan2 dengan herbal juga bisa dicoba.

Senin, 17 November 2008

Post Partum Depressi = Depresi Paska Melahirkan

Pendapat terakhir menyimpulkan PPD disebabkan gangguan hormon pada bufas (ibu nifas), yakni terjadinya penurunan kadar insulin yang selanjutnya menurunkan kadar serotonin otak. Serotonin diketahui fungsinya adalah untuk mengatur mood.

Buat ibu2 paska melahirkan ada baiknya melakukan test ini ( test sendiri), karena ternyata banyak kasus PPD terutama yang ringan tidak terdeteksi oleh pasien maupun keluarganya. Gunanya agar bisa diambil langkah dini agar tidak memberat.

Lakukan test ini setelah seminggu paska melahirkan. Yang biasa dipakai adalah : Edinburgh Scale, seperti dibawah ini

1. I have been able to laugh and see the funny side of things:
1. As much as I always could
2. Not quite so much now
3. Definitely not so much now
4. Not at all

2. I have looked forward with enjoyment to things:
1. As much as I ever did
2. Rather less than I used to
3. Definitely less than I used to
4. Hardly at all

*3. I have blamed myself unecessarily went wrong:
1. Yes, most of the time
2. Yes, some of the time
3. Not very often
4. No, never

4. I have been anxious or worried for no good reason:
1. No, not at all
2. Hardly ever
3. Yes, sometimes
4. Yes, very often

*5. I have felt scared or panicky for no good reason:
1. Yes, quite a lot
2. Yes, sometimes
3. No, not much
4. No, not at all

*6. Things have been getting on top of me:
1. Yes, most of the time I haven't been able to cope at all
2. Yes, sometimes I haven't been coping as well as usual
3. No, most of the time I have coped quite well
4. No, I have been coping as well as ever

*7. I have been so unhappy that I have had difficulty sleeping:
1. Yes, most of the time
2. Yes, sometimes
3. Not very often
4. Not at all

*8. I have felt sad or miserable:
1. Yes, most of the time
2. Yes, quite often
3. Not very often
4. No, not at all

*9. I have been so unhappy that I have been crying:
1. Yes, most of the time
2. Yes, quite often
3. Only occasionally
4. No, never

*10. The thought is harming myself has occurred to me:
1. Yes, often
2. Sometimes
3. Hardly ever
4. Never

Penilaian skor:
  • Untuk pertanyaan nomor 1,2 and 4 (tanpa tanda * asterisk) - jawaban nomor 1 nilainya 0; nomor 2 = 1, 3 = 2 dan 4 nilainya = 3 poin.
  • Untuk pertanyaan 3, 5-10 (dengan tanda *asterisk) - jawabab pertanyaan nomor 1 nilainya = 3 poin, 2 = 2, 3 = 1 dan jawaban no 4 = 0 poin.
  • Skor Maximum = 30 points
  • Kemungkinan depresi jika skor minimal 10, hubungi dokter kamu.

Senin, 20 Oktober 2008

Infeksi Nifas

Infeksi nifas mencakup semua peradangan yang disebabkan masuknya kuman-kuman kedalam alat-alat genital pada waktu persalinan dan nifas. Demam nifas ialah kenaikan suhu sampai 38 0C atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari pertama paska melahirkan, dengan mengecualikan hari pertama, suhu harus diukur sedikitnya 4 kali sehari.

Di negara-negara yang sedang berkembang dengan pelayanan kebidanan yang masih jauh dari sempurna, kejadian infeksi nifas masih besar. Infeksi nifas umumnya disebabkan oleh bakteri yang ada dalam keadaan normal berada dalam usus dan jalan lahir.

Kuman-kuman penyebab infeksi nifas antara lain:Streptokokus haemolyticus aerobicus, Staphylokokus aureus, E. coli dan Clostridium welchii. Infeksi terjadi akibat:
1.Tangan pemeriksa membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina kedalam uterus.
2.Droplet infeksi (akibat air liur meleleh he he he)
3.Kain-kain dan alat suciama yang digunakan untuk merawat wanita bersalin/nifas
4.Koitus pada akhir kehamilan
5.Infeksi dalam persalinan

Faktor Predisposisi (yang memepermudah infeksi)
1.Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan penderita
2.Persalinan lama (macet)
3.Tindakan bedah vaginal
4.Tertinggalnya sisa plasenta

Infeksi nifas dapat dibagi dalam 2 golongan yaitu :
1.Infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, serviks, dan endometrium
2.Penyebaran dari tempat tersebut melalui vena, getah bening, dan endometrium

GAMBARAN KLINIK
Infeksi pada perineum, vulva, vagina, dan serviks : Gejalanya berupa rasa nyeri dan panas tempat infeksi, perih saat kencing. Bilamana getah radang bisa keluar, biasanya keadaan tidak berat, suhu sekitar 38 0C dan nadi dibawah 100 x/menit. Bilamana luka infeksi tertutup oleh jahitan dan getah radang tidak bisa keluar demam bisa naik sampai 39 – 40 0C dan kadang-kadang menggigil.

Endometritis: Gambarann klinik tergantung jenis dan virulensi kuman, daya tahan penderita, dan derajat trauma pada jalan lahir, uterus agak membesar serta nyeri dan lembek. Lokia biasanya bertambah dan kadang-kadang berbau.

Septikemia dan Piemia: Merupakan infeksi berat. Pada septikemia gejala timbul mendadak dan dari permulaan penderita sudah sakit dan lemah, suhu sekitar 39 – 40 0C, nadi cepat 140-160 x/menit, penderita bisa meninggal 4 – 6 hari postpartum. Pada piemia penderita tidak lama setelah postpartum sudah merasa sakit, perut nyeri dan suhu agak meningkat. Setelah kuman dengan embolus memasuki peredaran darah, barulah timbul gejala-gejala infeksi umum dengan suhu tinggi dan menggigil. Ciri khas piemia adalah bahwa berulang-ulang suhu yang meningkat dengan cepat disertai menggigil kemudian diikuti dengan turunnya suhu.

Peritonitis: Terjadi akibat meluasnya endometritis, kadang-kadang ditemukan bersamaan dengan salpingo oofporitis dan sellulitis pelvika, peritonitis bisa terbatas pada daerah pelpis ataupun umum pada seluruh peritoneum.

Sellulitis pelvika: Suhu tinggi menetap disertai rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam.

Salpingitis dan Ooforitis: Gejalanya tidak dapat dipisahkan dari pelvioperitonitis.

PENCEGAHAN
Selama kehamilan
- Cegah anemia dengan memperbaiki gizi dan diet yang baik.
- Koitus pada hamil tua sebaiknya dilarang.

Selama persalinan
- Batasi masukknya kuman kedalam jalan lahir.
- Jaga persalinan agar tidak berlarut.
- Selesaikan persalinan dengan trauma sedikit mungkin.
- Cegah terjadinya perdarahan banyak.
- Periksa dalam dilakukan hanya bila perlu.
- Transfusi darah harus diberikan menurut keperluan.

Selama nifas
- Jaga luka-luka agar tidak dimasuki kuman.
- Batasi pengunjung pada hari-hari pertama nifas.
- Penderita dengan tanda infeksi harus diisolasikan.

PENGOBATAN
- Berikan antibiotika dengan spectrum luas.
- Lakukan tindakan untuk mempertinggi daya tahan tubuh.
- Jika terjadi apses lakukan pembukaan jahitan.
- Transfusi darah bila perlu.

Senin, 13 Oktober 2008

Masa Nifas

Masa nifas: mulai setelah persalinan selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Seluruh alat genitalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.

Perubahan-perubahan pada alat genitalia (dalam & luar) secara keseluruhannya disebut involusi. Disamping involusi terjadi juga hemokonsentrasi dan laktasi. Laktasi terjadi karena pengaruh Lactogenic Hormone dari kelenjar hipofise (klik 'tuk lihat gambar) terhadap kelenjar-kelenjar payudara.

Setelah janin lahir, besar rahim kira-kira setinggi pusat ibu, segera setelah plasenta lahir, tinggi besar rahim lk (lebih kurang) 2 jari di bawah pusat.Pada hari ke-5 paska melahirkan rahim lk setinggi 7 cm diatas tulang kemaluan atau setengah jarak tulag kemlauan - pusat, sesudah 12 hari rahim tidak dapat diraba lagi di atas tulng kemaluan.

Hemokonsentrasi
Hemokonsentrasi artunya darah ibu mulai mengental lagi setelah sebelumnya pada waktu kehamilan megalami hemodilusi (pengenceran). Pada kehamilan terdapat hubungan antara sirkulasi ibu & plasenta. Setelah melahirkan, hubungan tersebut hilang tiba-tiba. Volume darah pada ibu relatif bertambah. Keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi yang terjadi pada hari-hari ke 3-15 hari post partum.

Laktasi
Perubahan yang terdapat pada kedua payudara sejak kehamilan muda: meningkatnya jumlah jaringan payudara terutama kelenjar-kelenjar dan lemak, dtemukan colostrum (ASI awal) pada saluran di payudara, pembuluh darah yang bertambah.
Pengaruh hormon-hormon hipofisis kembali muncul, antara lain lactogenic hormone. Pengaruh oksitosin mengakibatkan kelenjar-kelenjar susu berkontraksi, sehingga terjadi pengeluaran ASI. Umumnya produksi asi yang sebetulnya hari ke 2-3. Pada hari-hari I ASI hanya berupa colostrum

Rangsangan psikis merupakan refleks dari mata ibu ke otak, mengakibatkan oksitosin dhasilkan, sehingga ASI dapat dikeluarkan dan sebagai efek sampingan rahim menajdi semakin keras berkontraksi.Dengan memberi ASI akan bertambah rasa kasih sayang antara ibu dan anak. ASI juga dapat melindungi bayi terhadap infeksi seperti: usus, paru2 dan telinga karena ASI mengandung lactoferin, lysozyme & imunogbulin A.

Lokia = sekret yang berasal dari rongga rahim dan vagina dalam masa nifas.
Hari I = lokia nigra/ lokia kruenta: darah segar + sisa-sisa selaput ketuban, sisa-sisa vernix caseosa (lemak2 bayi), lanugo (bulu bayi) & mekonium (pub bayi).
Hari 2 – 6 hari = lokia sanguilenta (merah kental)
Minggu 1 – 2 = lokia serosa (bening)
> 2 mg = lokia alba (putih)
Biasanya lokia berbau sedikit amis, jika terdapat infeksi, akan berbau busuk.

Perawatan Post Partum
Dimulai sejak kala ini dengan menghindarkan kemungkinan perdarahan & infeksi. Bila ada laserasi jalan lahir/ luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan & perawatan luka sebaik-baiknya 8 jam post partum wanita harus tidur telentang untuk mencegah terjadinya perdarahan sesudah 8 jam, badan miring kiri dan kanan untuk mencegah trombosis.

Ibu dan bayi bisa diletakkan dalam 1 kamar (rooming in) atau terpisah. Pada hari ke-2 bila perlu dapat dilakukan latihan-latihan senam. Hari ke-3 duduk, ke-4 berjalan, ke-5 dapat dipulangkan. Diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori, cukup protein, cairan serta buah-buahan karena wanita mengalami hemokosentrasi.

Miksi atau berkemih harus cepat dapat dilakukan sendiri. Bila kandung kencing penuh & wanita tidak dapat berkemih sendiri, sebaiknya dilakukan kateterisasi dengan memperhatikan jangan sampai infeksi.

Umumnya partus lama, yang kemudian diakhiri dengan ekstraksi valcum/ cunam, dapat mengakibatkan hal-hal yang demikian sampai terjadi retensio urin. Bila perlu, sebaiknya dipasang dawer catheter/ indwelling catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot kandung kencing. Dengan demikian, jika ada kerusakan-kerusakan pada otot-otot kandung kencing, otot-otot cepat pulih kembali sehingga tugasnya cepat pula kembali.

Defekasi (boker) harus ada 3 hari paska melahirkan. Bila ada obstipasi, dapat diberikan pencahar seperti SOLAC (sponsor). Bila terdapat after pain/ mules dapat diberikan analgetika/ sedativa supaya dapat tidur. Delapan jam paska melahirkan ibu disuruh menyusui bayi untuk merangsang laktasi.

Ibu tidak boleh menyusukan bayi jika menderita:
- Penyakit typus
- TBC aktif
- Kelainan jantung berat
- Keracuna tiroid
- Diabetes berat
- Gangguan jiwa
- Puting yang masuk kedalam
- Morbus hansen (lepra)

Perawatan payudara
Cuci areola payudara & puting susu dengan teratur dengan sabun dan beri minyak/ cream agar tetap lemas. Jangan sampai kelak mudah lecet/ pecah-pecah. Sebelum menyusui payudara harus dibiarkan lemas dengan melakukan message secara menyeluruh. Bersihkan sebelum menyusui. Jika bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara mengadakan pembalutan kedua mamma hingga tertekan & dapat pula diberi obat penekan laktasi bromocryptin sehingga lactogenic hormon tertekan.

Pemeriksaan Paska Melahirkan
1.Keadaan umum
2.Keadaan payudara & putingnya
3.Dinding perut, apakah ada hernia
4.Keadaan perineum
5.Kandung kencing, ada sistokel/ uretrokel atau tidak.
6.Rektum, ada rektokel & pemeriksaan tonus. M. sfingerani.
7.Adanya fluor albus (keputihan)
8.Keadaan serviks, uterus & adnexanya.

Perdarahan yang mungkin terjadi dalam masa 40 hari biasa disebabkan oleh adanya subinvolusi uteri (rahim yang lambat mengecil) terhadap penderita tidur dan diberi tablet ergometrin. Bila perdarahan tetap ada, lakukan kuretase untuk menyingkirkan kemungkinan adanya sisa-sisa plasenta. Bila curiga ada keganasan, lakukan pemeriksaan sitologi & eksisi percobaan untuk menyingkirkan keganasan.

Kamis, 31 Juli 2008

Biar cepat kurus setelah operasi cesar...(not serious)


Ini ada pencarian yang agak lucu....biggrinbiggrinbiggrin tapi biar aku bantu klik disini dan disini. Kalau mau hasil pencariannya banyak masukkan kata kunci : loss weight after pregnancy... coolcoolcool. Sorry ya bu/tante/kakak/adek...rolleyesrolleyesrolleyes