Tampilkan postingan dengan label GANGGUAN PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GANGGUAN PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2009

Depressi dalam kehamilan

Kehamilan seharusnya adalah masa yang paling bahagia dalam kehidupan seorang wanita, tapi buat sebagian wanita masa ini adalah masa yang membingungkan, takut, sedih, stres, dan bahkan depresi. Sekitar 10-20% wanita akan mengalami gejala2 depresi saat hamil, dan seperempat sampai separuhnya akan menjadi depresi beneran (mayor depresi).

Depresi merupakan gangguan mood yang menyerang 1 dari 4 wanita pada suatu titik tertentu dalam kehidupannya, jadi nggak usah heran jika kelainan ini juga bisa mengenai wanita hamil. Tetapi sering sekali depresi tidak di diagnosa dengan baik saat hamil karena sering dianggap hanya suatu bentuk gangguan keseimbangan hormon. Asumsi ini tentu saja bisa membahayakan ibus serta bayi yang dikandungnya.

Depresi bisa diobati dan dimanage selama kehamilan. Depresi saat kehamilan atau antepartum depresi, merupakan gangguan mood sama halnya dengan depresi klinis. Gangguan mood merupakan kelainan biologis yang melibatkan perubahan kimia pada otak. Saat kehamilan , perubahan hormon bisa mempengaruhi kimia otak yang berhubungan dengan depresi dan gelisah. Hal ini bisa di sebabkan/dimunculkan oleh situasi yang sulit, yang akhirnya menimbulkan depresi.

Bumil dengan depresi biasanya mengalami beberapa gejala ini selama 2 minggu atau lebih:
* Sedih yang persisten (menetap)
* Sulit yang berkonsentrasi
* Banyak tidur atau kurang tidur
* Hilangnya minat pada aktifitas yang biasanya di sukai
* Pikiran berulang akan kematian, bunuh diri atau putus asa
* Gelisah
* Rasa bersalah atau rasa tak berguna
* Perubahan pola makan

Hal-hal yang bisa mencetuskan depresi selama hamil
* Gangguan hubungan keluarga
* Riawayat depresi baik diri maupun keluarga
* Pengobatan infertilitas
* Riwayat aborsi sebelumnya
* Pengamalan yang Stressful
* Adanya komplikasi dalam kehamilannya
* Riawayat KDRT atau trauma

Depresi yang tidak ditangani bisa memberikan potensi bahaya ke ibu dan janin. Deperesi yang tidak tertangani bisa menyebabkan asupan nutrisi menjadi jelek, merokok, dan tingkah laku ingin bunuh diri, yang mana hal2 ini bisa menyebabkan kelahiran kurang bulan, berat lahir rendah, dan gangguan pertumbuhan lainnya.

Pilihan pengobatan pada wanita hamil berupa: kelompok2 suportif, psikoterapi dan Obat2an. Bicarakan dengan dokter atau orang lain yang mengerti persoalan yang dihadapi. Prinsipnya jangan menghadapi depresi seorang diri. Jika gejalanya berat biasanya segera diberikan obat2an anti depresi.

Minggu, 14 Desember 2008

Perubahan Mood selama hamil

Perubahan mood dalam kehamilan merupakan hal yang biasa terjadi. Disatu saat ibu merasa senang dan disaat lain merasa stress dan gelisah. Beberapa pikiran yang sering memberikan kontribusi antara lain: apakah aku akan jadi ibu yang baik? apakah anakku akan sehat2 saja? apakah semua persiapan menyambut babyku sudah oke? dan aku jadi tidak menarik lagi karena kehamilan (tambah gendut).

Disamping itu juga perubahan2 fisik yang menambah beban adalah rasa mual muntah, sering pipis, sakit pinggang, nyeri perut, rasa letih dan kramp juga membuat ibu merasa tubuhnya sudah tidak bisa bersahabat lagi. Yang mana hal ini tentu saja semakin mengacaukan mood.

Perubahan mood dapat juga disebabkan oleh stress, kelelahan, perubahan metabolisme tubuh,ataupun pengaruh perubahan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan hormon yang signifikan bisa mempengaruhi hantaran sinyal saraf, yang merupakan bahan kimiawi otak yang mengatur mood. Kejadiannya sering di trimester I pada saat mulai hamil dan pada trimester III saat bayi mendekati persalinan.


Dalam menghadapi perubahan mood ini perlu diingat dalam pikiran bahwa ibu tidak sendiri. Hal ini sering di temukan juga pada ibu2 hamil lainnya. Perubahan mood juga merupakan aspek lainnya dari kehamilan.

Berikut ini hal-hal yang dapat membantu mengurangi kadar stress
* Bobo' malam yang cukup.
* Istirahat disiang hari untuk relaks.
* Lakukan aktifitas fisik rutin..
* Makan cukup.
* Habiskan waktu bersama pasangan.
* Bobo siang juga.
* Jalan kaki (pagi).
* Nonton pelem.
* Jangan memaksakan diri.
* Kalau bisa ikut Yoga atau Coba relaksasi hypnobirthing.
* Di Pijat (bukan perut loh) .

Jika perubahan mood tidak juga hilang dalm 2 minggu setelah dilakukan usaha2 diatas, dianjurkan untuk mencari pertolongan profesional dalam hal ini psikiater. Beberapa gejala depressi antara lain:
- Gelisah yang berulang2 dan mudah marah.
- Gangguan tidur
- Perubahan pola makan (nggak mau makan, atau banyak makan)
- Tidak mampu berkonsentrasi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Selanjutnya oleh konselor akan dilakukan pikoterapi dan jika perlu diberikan obat2 anti depressi (jarang sampai diberi).

Senin, 17 November 2008

Post Partum Depressi = Depresi Paska Melahirkan

Pendapat terakhir menyimpulkan PPD disebabkan gangguan hormon pada bufas (ibu nifas), yakni terjadinya penurunan kadar insulin yang selanjutnya menurunkan kadar serotonin otak. Serotonin diketahui fungsinya adalah untuk mengatur mood.

Buat ibu2 paska melahirkan ada baiknya melakukan test ini ( test sendiri), karena ternyata banyak kasus PPD terutama yang ringan tidak terdeteksi oleh pasien maupun keluarganya. Gunanya agar bisa diambil langkah dini agar tidak memberat.

Lakukan test ini setelah seminggu paska melahirkan. Yang biasa dipakai adalah : Edinburgh Scale, seperti dibawah ini

1. I have been able to laugh and see the funny side of things:
1. As much as I always could
2. Not quite so much now
3. Definitely not so much now
4. Not at all

2. I have looked forward with enjoyment to things:
1. As much as I ever did
2. Rather less than I used to
3. Definitely less than I used to
4. Hardly at all

*3. I have blamed myself unecessarily went wrong:
1. Yes, most of the time
2. Yes, some of the time
3. Not very often
4. No, never

4. I have been anxious or worried for no good reason:
1. No, not at all
2. Hardly ever
3. Yes, sometimes
4. Yes, very often

*5. I have felt scared or panicky for no good reason:
1. Yes, quite a lot
2. Yes, sometimes
3. No, not much
4. No, not at all

*6. Things have been getting on top of me:
1. Yes, most of the time I haven't been able to cope at all
2. Yes, sometimes I haven't been coping as well as usual
3. No, most of the time I have coped quite well
4. No, I have been coping as well as ever

*7. I have been so unhappy that I have had difficulty sleeping:
1. Yes, most of the time
2. Yes, sometimes
3. Not very often
4. Not at all

*8. I have felt sad or miserable:
1. Yes, most of the time
2. Yes, quite often
3. Not very often
4. No, not at all

*9. I have been so unhappy that I have been crying:
1. Yes, most of the time
2. Yes, quite often
3. Only occasionally
4. No, never

*10. The thought is harming myself has occurred to me:
1. Yes, often
2. Sometimes
3. Hardly ever
4. Never

Penilaian skor:
  • Untuk pertanyaan nomor 1,2 and 4 (tanpa tanda * asterisk) - jawaban nomor 1 nilainya 0; nomor 2 = 1, 3 = 2 dan 4 nilainya = 3 poin.
  • Untuk pertanyaan 3, 5-10 (dengan tanda *asterisk) - jawabab pertanyaan nomor 1 nilainya = 3 poin, 2 = 2, 3 = 1 dan jawaban no 4 = 0 poin.
  • Skor Maximum = 30 points
  • Kemungkinan depresi jika skor minimal 10, hubungi dokter kamu.