Tampilkan postingan dengan label Body Fitness Center. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Body Fitness Center. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Februari 2012
15 Tips Jitu Meningkatkan Berat Badan Anda
Mohon cantumkan link berikut ini jika anda ingin memuat tulisan dr. Wahyu Triasmara kedalam blog anda. Terima kasih...
Kamis, 28 Juli 2011
Mana Yang Lebih Baik ? Jogging atau Jalan Santai
Beberapa penelitian modern telah mengkategorikan berjalan sebagai olahraga yang cocok dilakukan untuk semua kelompok usia, yang tidak memerlukan peralatan dan persyaratan khusus untuk melakukannya.
Namun, sekarang olahraga jalan cepat pun menjadi populer di berbagai negara termasuk Indonesia. Tapi meskipun olahraga jalan cepat hampir menyerupai lari atau lebih dikenal dengan istilah jogging, keduanya tetaplah berbeda.
Mana yang lebih baik?
Dilansir dari Buzzle, Sabtu (19/6/2010), jalan cepat bekerja lebih baik untuk orang dengan kelebihan berat badan (gemuk atau overweight). Hal ini karena olahraga jalan cepat dapat membantu mengurangi lemak otot di area dekat sendi. Di sisi lain, jogging atau berlari menerapkan banyak tekanan pada lutut, dan untuk jangka panjang tindakan ini sangat tidak efektif untuk orang gemuk.
Selain itu, intensitas jalan cepat yang lebih rendah dari jogging, menjadikan jalan cepat sebagai olahraga yang lebih cocok untuk segala usia, terutama orang usia lanjut. Intensitas jogging yang lebih cepat juga masih tidak menjadi pilihan bagi orang gemuk dan memiliki kondisi medis seperti sakit punggung atau penyakit lainnya.
Pembakaran kalori
Menurut ahli kebugaran, jalan cepat sedikit berbeda dari berjalan, karena jalan cepat digunakan untuk mengembangkan kecepatan atlet. Meskipun tidak perlu berlari, orang harus memastikan kecepatan tertentu yang merupakan faktor yang sangat penting pada olahraga jalan cepat. Kecepatan sekitar 4,5 km/jam dapat cukup membantu untuk membakar kalori.
Jumlah kalori yang terbakar pada saat jogging hampir sama dengan jalan cepat. Meskipun jalan cepat menggunakan lebih sedikit usaha atau daya tubuh ketimbang jogging, tapi jumlah kalori yang dibakar tetap sama. Jadi pada dasarnya, jalan cepat lebih efektif ketimbang jogging.
Tapi faktanya, orang memang lebih memilih olahraga yang membuatnya nyaman, entah jalan cepat, jogging, atau olahraga lainnya. Dan pada intinya, olahraga baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Source: detik health
blog editor: dr. wahyu triasmaraSabtu, 29 Januari 2011
Tips Menambah Tinggi badan Secara Alami
Banyak referensi mengatakan pertumbuhan tubuh wanita terhenti di usia 18-21 tahun. Tapi tenang, Anda masih memiliki kesempatan menambah tinggi badan di atas usia itu. Caranya, kombinasikan asupan makanan, latihan fisik, dan tidur teratur hingga usia 30 tahun.
Gaya hidup sehat hingga selepas masa remaja, masih memungkinkan seseorang tumbuh paling sedikit 2-4 inci atau 5-10 sentimeter secara alami.
Ada beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan tinggi badan. Lakukan latihan berikut untuk mendorong pertumbuhan, memperpanjang tulang belakang, meningkatkan fleksibilitas dan memperkuat otot-otot perut:
Lari cepat jarak pendek (sprint)
Latihan ini bermanfaat meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Penekanan pada otot kaki selama latihan berdampak pada pemanjangan tulang dan otot.
Latihan ini bermanfaat meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Penekanan pada otot kaki selama latihan berdampak pada pemanjangan tulang dan otot.
Tetapi jangan terlalu sering melakukannya karena dapat menyebabkan pembengkakan pada otot dan tendon. Sprint dianjurkan pada permukaan alami seperti lantai atau rumput, bukan beton.
Menendang
Berdiri dengan kaki lebar dan angkat satu kaki kemudian lakukan tendangan. Ulangi minimal 20 tendangan pada satu kaki dan kemudian beralih ke kaki yang lain. Lakukan latihan ini selama 20 kali, karena dapat memperpanjang tulang kering dan paha.
Berdiri dengan kaki lebar dan angkat satu kaki kemudian lakukan tendangan. Ulangi minimal 20 tendangan pada satu kaki dan kemudian beralih ke kaki yang lain. Lakukan latihan ini selama 20 kali, karena dapat memperpanjang tulang kering dan paha.
Lompat
Berdirilah di depan bangku atau tangga setinggi kaki. Untuk memulai, lompat dengan satu kaki dalam sepuluh hitungan. Lalu, ulangi dengan kaki lain. Lakukan gerakan melompat hingga tiga kali. Anda bisa beristirahat di sela latihan.
Berdirilah di depan bangku atau tangga setinggi kaki. Untuk memulai, lompat dengan satu kaki dalam sepuluh hitungan. Lalu, ulangi dengan kaki lain. Lakukan gerakan melompat hingga tiga kali. Anda bisa beristirahat di sela latihan.
Bersepeda
Gerakan mengayuh sepeda membuat jari kaki terus mencapai pedal. Ini merupakan peregangan yang bisa membuat kaki lebih panjang. Lakukanlah selama sekitar 10-15 menit. Anda juga dapat menggunakan sepeda statis atau stationary cycle.
Gerakan mengayuh sepeda membuat jari kaki terus mencapai pedal. Ini merupakan peregangan yang bisa membuat kaki lebih panjang. Lakukanlah selama sekitar 10-15 menit. Anda juga dapat menggunakan sepeda statis atau stationary cycle.
Berenang
Olahraga satu ini memang sangat efektif untuk membuat tubuh fit dan lebih fleksibel. Lakukan renang gaya dada dan lakukan minimal 20 menit.
Olahraga satu ini memang sangat efektif untuk membuat tubuh fit dan lebih fleksibel. Lakukan renang gaya dada dan lakukan minimal 20 menit.
Lompat tali
Latihan ini sangat menyenangkan, apalagi jika Anda sambil mendengarkan musik menghentak. Lakukan sebanyak 300 kali setiap hari.
Latihan ini sangat menyenangkan, apalagi jika Anda sambil mendengarkan musik menghentak. Lakukan sebanyak 300 kali setiap hari.
Berayun
Gunakan penahan atau ambang pintu yang tinggi. Anda dapat membelinya di toko peralatan olahraga. Awali posisi dengan berdiri lalu biarkan tubuh berayun. Posisi kaki bisa lurus atau ditekuk, buatlah tubuh senyaman mungkin. Lakukan gerakan ini setidaknya 10 kali dalam sehari.
Gunakan penahan atau ambang pintu yang tinggi. Anda dapat membelinya di toko peralatan olahraga. Awali posisi dengan berdiri lalu biarkan tubuh berayun. Posisi kaki bisa lurus atau ditekuk, buatlah tubuh senyaman mungkin. Lakukan gerakan ini setidaknya 10 kali dalam sehari.
Free Hand
Berdirilah tegak dalam ruangan yang luas dan tarik napas dalam-dalam. Angkat tangan letakan di tingkat bahu, lalu dorong tangan sejauh mungkin dan lepaskan napas. Ulangi 8 -10 kali.
Berdirilah tegak dalam ruangan yang luas dan tarik napas dalam-dalam. Angkat tangan letakan di tingkat bahu, lalu dorong tangan sejauh mungkin dan lepaskan napas. Ulangi 8 -10 kali.
Tarik napas dan kembali memosisikan tangan. Lalu, angkat tumit sambil berdiri jinjit, hembuskan napas, ulangi 80-10 kali. Tarik napas dan angkat lengan terentang di atas kepala. Lalu ayunkan ke dalam dengan arah melingkar dan buang napas. Ulangi 80-10 kali.
Pilih latihan yang paling cocok untuk Anda. Tapi harus dilakukan ecara teratur dan konsisten. Cobalah untuk memiliki waktu teratur untuk latihan Anda sehingga Anda dapat merasakan efeknya.
sumber: VIVAnews
source: resep.web.id
blog editor: dr. wahyu triasmara
Rabu, 15 Desember 2010
Manfaat Latihan Senam Kegel
Senam kegel adalah senam untuk menguatkan otot panggul yang ditemukan oleh Dr. Kegel. Otot panggul atau otot PC (PuboCoccygeal Muscle) adalah otot yang melekat pada tulang-tulang panggul seperti ayunan dan berperan menggerakkan organ-organ dalam panggul yaitu rahim, kantong kemih, dan usus.
Bila Anda menahan dan melepaskan air seni, berarti Anda sedang menggerakkan otot panggul. Cara lain untuk mengetahui otot panggul adalah dengan memasukkan jari Anda yang bersih ke dalam vagina, lalu menekannya. Otot-otot yang ?mencengkeram’ jari Anda itu adalah otot panggul.
Manfaat Senam Kegel
Kehamilan, persalinan, kegemukan dan batuk berat dapat menjadi beban bagi otot panggul. Bila dasar otot panggul melemah, organ-organ panggul wanita akan melorot dan menonjol keluar lewat vagina. Kondisi tersebut dinamakan prolapsis uterus atau vagina yang seringkali membuat wanita kencing dan buang air tanpa sengaja (Jawa: pecirit). Senam kegel yang teratur dapat mencegah hal tersebut. Selain itu, senam kegel juga bermanfaat untuk:
- Memudahkan kelahiran bayi tanpa banyak merobek jalan lahir (tanpa atau sedikit jahitan)
- Meningkatkan kepuasan seksual (karena lebih kuatnya daya cengkeram vagina)
- Mencegah ambein/wasir
- Mencegah “ngompol kecil” saat bersin dan batuk
Cara Melakukan Senam Kegel
- Mulailah dengan mengencangkan otot panggul Anda selama lima detik, kendurkan lima detik, lalu kencangkan lagi. Lakukan 10 kali berturut-turut, tiga kali sehari. Anda bisa melakukannya sambil bekerja di kantor, menonton TV atau membaca majalah. Fokuskan pada bagian otot panggul di sekitar vagina dan anus saja, jangan sampai otot perut, paha atau pantat ikut tertarik. Bernafaslah seperti biasa, jangan menahan nafas.
- Bila Anda sudah terbiasa dengan latihan di atas, lakukan pengencangan dan pengendoran otot panggul secepat mungkin 10 sampai 20 kali berturut-turut. Ulangi sampai 10 kali sehari.
- Anda bisa juga mencoba ‘teknik elevator’. Kencangkan otot panggul, lalu secara bertahap lepaskan seperti lift yang turun dari lantai empat dan berhenti di setiap lantai. Ulangi sampai 10 kali sehari.
Bila Anda melakukan senam kegel secara teratur, dalam waktu 8 hingga 12 minggu Anda sudah dapat merasakan manfaatnya. Lakukanlah sepanjang hidup Anda, tidak sebatas pada saat hamil. Bila rajin melakukan senam kegel sejak muda, maka di saat tua otot panggul Anda tetap kuat. Anda akan terhindar dari mengompol, sulit menahan kencing dan masalah lainnya yang sering dialami para lansia.
source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara
Sabtu, 09 Oktober 2010
Olahraga Yang Sesuai Untuk Para Wanita
Merupakan hal yang baik jika anda bisa berlari lurus selama 20 menit tetapi itu bukanlah hal terbaik yang bisa anda dapatkan. Sudah terlihat bahwa jarak waktu latihan adalah kunci untuk meningkatkan hasil. Jarak waktu latihan adalah sebuah konsep sederhana tetapi hanya beberapa wanita saja yang serius untuk mengambil manfaatnya. Kuncinya disini adalah meningkatkan dan menurunkan intensitas olah raga. Apakah anda sulit mempercayai bahwa cara ini bisa membakar lemak anda lebih banyak? Percayalah, bisa.
Tekanan yang naik dan turun dalam tubuh anda benar-benar bisa menaikkan hasil! Perubahan yang tiba-tiba dari intensitas rendah ke intensitas tinggi benar-benar bermanfaat bagi tubuh anda. Tetapi perubahan ini memerlukan banyak sekali tenaga, jadi setiap kali anda menurunkan dan menaikkan intensitas anda, maka metabolisme, kalori dan lemak anda akan hilang. Semua program olah raga yang saya disain ini berdasarkan atas ide ini dan saya juga melakukannya, sehingga saya tahu bagaimana cara kerja dan ilmu dibalik ini.
Jadi olah raga apa yang baik untuk penerapan jangka waktu? Pilihlah jenis olah raga yang anda sukai mulai dari bersepeda, memanjat, berenang, naik tangga, dan lain-lain. Jika anda mencoba dan memilih aktivitas yang anda tidak sukai, maka anda tidak akan memperoleh hasil yang maksimal.
Ketika anda pertama kali berolah raga, mulailah dengan level yang mudah agar detak jantung anda naik dimana anda merasa ada ketidaknyamanan. Setelah 3 menit, naiklah ke level sedang (bernilai 5-7 pada skala 1-10). Anda akan merasakan jantung anda berdetak lebih kencang dan nafas anda terengah-engah, tetapi anda masih merasa baik-baik saja, dan masih bisa bercakap-cakap dengan pasangan anda (jika ada).
Setelah 3-5 menit, naiklah ke level 8-10, dimana anda bergerak secepatnya. Ini adalah bagian dimana anda ingin berhenti... Lakukan selama 1-2 menit lalu kembali lagi ke level sedang selama 2-3 menit sebelum naik lagi. Total waktu olah raga adalah 20 menit, dan ingat jangan lebih dari 20 menit karena sudah tidak ada manfaat bagi pembakaran lemak. Setelah itu tubuh anda memerlukan sumber energi, mulai dari lemak hingga protein (untuk otot). Dan saya tahu bahwa anda tidak mau otot anda hilang dari tubuh anda.
Saya menemukan jarak waktu latihan yang jauh lebih cepat dibandingkan hanya berlari stabil pada kecepatan 11 km per jam. Perubahan langkah ini bisa menghilangkan kebosanan dan juga akan membakar lebih banyak kalori dibandingkan hanya berlari biasa selama 45 menit. Anda akan merasa lebih bertenaga dan bangga dengan diri anda! Saya juga merekomendasikan anda untuk memiliki pasangan olah raga. Berolah raga itu tidak mudah, dan pasangan anda bisa membuat anda tetap termotivasi.
Jadi sekarang adalah waktunya untuk keluar dan memompa jantung anda.
Source: Taylor Ryan - theartofweightlifting.com
blog editor: dr.wahyu triasmara
Jumat, 17 September 2010
Sejuta Manfaat Jogging (Lari pagi) bagi Kesehatan Kita
Keuntungan Jogging
Jogging memberikan keuntungan tetap bagi keseluruhan kesehatan setelah dilakukan. Efek-efek dari jogging adalah:
Jogging memberikan keuntungan tetap bagi keseluruhan kesehatan setelah dilakukan. Efek-efek dari jogging adalah:
- Membuat jantung kuat, dimana semakin memperlancar peredaran darah dan pernafasan;
- Mempercepat sistem pencernaan dan membantu Anda menyingkirkan masalah pencernaan;
- Menetralkan depresi;
- Meningkatkan kapasitas untuk bekerja dan mengarahkan pada kehidupan yang aktif;
- Jogging membantu Anda membakar lemak dan mengatasi kegemukan;
- Kalau Anda bermasalah dengan selera makan, jogging membantu Anda memperbaikinya;
- Jogging mengencangkan otot kaki, paha dan punggung;
- Membuat tidur lebih nyenyak.
Jogging juga dapat memberi Anda kesenangan secara fisik maupun mental. Apabila jogging dilakukan dengan benar, Anda tak akan merasakan kelelahan saat Anda telah menyelesaikan satu tur lebih dari yang Anda lakukan sebelumnya. Anda juga mendapat manfaat dengan merasakan nyaman di otot selama jogging dan setelahnya.
Anda akan merasakan angin lembut yang bertiup disekitar tubuh Anda, juga dapat mendengarkan suara burung berkicau, suara air yang mengalir, atau suara ombak di laut (jika Anda melakukannya di tepi laut). Selama jogging Anda juga dapat merasakan perasaan senang.
Anda akan merasakan angin lembut yang bertiup disekitar tubuh Anda, juga dapat mendengarkan suara burung berkicau, suara air yang mengalir, atau suara ombak di laut (jika Anda melakukannya di tepi laut). Selama jogging Anda juga dapat merasakan perasaan senang.
Pakaian Dan Sepatu
Pakaian yang Anda kenakan harus sesuai dengan udara saat itu. Saat udara hangat, celana pendek dan t-shirt cukup nyaman untuk dikenakan. Namun, jika Anda melakukan rute yang jauh tak ada salahnya membawa pakaian ekstra di tas kecil, untuk berjaga-jaga jika udara jadi buruk. Pilih pakaian yang dapat memberikan ventilasi bagus, hindari yang penuh jahitan, bertepi tajam atau yang membungkus dengan ketat.
Pakaian yang Anda kenakan harus sesuai dengan udara saat itu. Saat udara hangat, celana pendek dan t-shirt cukup nyaman untuk dikenakan. Namun, jika Anda melakukan rute yang jauh tak ada salahnya membawa pakaian ekstra di tas kecil, untuk berjaga-jaga jika udara jadi buruk. Pilih pakaian yang dapat memberikan ventilasi bagus, hindari yang penuh jahitan, bertepi tajam atau yang membungkus dengan ketat.
Sedang untuk sepatu, kenakan yang lembut dan nyaman, tapi dengan bentuk yang pas dan cocok di kaki. Pilih yang alasnya dapat ditekuk dengan lentur dalam pergerakan kaki Anda tapi cukup mendukung saat terhentak dengan tanah, sehingga tidak membuat Anda terpeleset.
Rute Dan Sesi Jogging
Jogging dapat ditempuh dalam berbagai cara : Jarak yang panjang antara 2-20 km dalam kecepatan biasa; Jarak 3-6 km dalam kecepatan tinggi; Jogging dengan kecepatan sedang ditempuh dalam 4-8 km.
Bagaimana Melakukan Sesi Jogging
Anda sebaiknya bergerak dengan lambat dengan usaha kecil yang pertama dalam beberapa ratus meter untuk pemanasan otot anda. Lalu perlahan-lahan tambahkan kecepatan Anda. Kalau Anda sudah melakukan setengah rute, Anda bisa berlari lebih cepat sesuai kemampuan Anda. Jika rute cukup panjang, Anda bisa mengambil dua atau tiga dorongan dengan kapasitas yang hampir penuh. Untuk jarak ratus meter terakhir lambatkan gerakan lari Anda.
Peregangan Tubuh Dan Setelah Beberapa Sesi
Sangat disarankan untuk melakukan peregangan sebelum melakukan sesi jogging, dan bukan hanya pada otot kaki Anda, tapi juga keseluruhan tubuh, lakukan selama 2 menit sebelumnya dan 3-4 menit setelahnya.
Kapan Dan Seberapa Sering
Jika jogging hanya satu-satunya aktivitas olahraga yang dilakukan, melakukannya tiap dua hari sekali adalah ukuran idelnya. Itu sudah cukup untuk memberikan seluruh keuntungan bagi kesehatan dan meningkatkan kondisi, dan daya tahan tubuh Anda. Tapi jika Anda mengkombinasikan jogging dengan olah raga lain, lakukan seminggu dua kali cukup baik bagi kesehatan. Mungkin Anda merasa lapar saat akan melakukan jogging, tapi sebaiknya jangan melakukannya setelah makan. Anda bisa melakukannya kapanpun sepanjang hari, tapi lebih baiknya melakukan jogging sebagai kegiatan pertama di pagi hari.
Bagaimana Memulainya
Jika Anda tak biasa melakukan latihan fisik, sebelum memulai jogging, alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Anda mungkin memiliki masalah kesehatan, yang tidak disarankan untuk melakukan jogging, atau yang mesti Anda pertimbangkan jika melakukan jogging. Untuk pertama-tama, sebaiknya Anda berlari-lari di tempat selama 10 menit. Lalu Anda dapat menambah waktu, jarak dan kecepatan setelah terbiasa.
source:88db.com
blog editor: dr.wahyu triasmara
Selasa, 24 Agustus 2010
Diet Yang Salah Justru Akan Meningkatkan Berat Badan
Ini ada benarnya, tapi bagi kita yang menelan bulat-bulat teori ini justru beberapa kali tak bisa menahan dirinya untuk menikmati kue cokelat sebanyak-banyaknya.Itu mengapa Tara Gidus, RD., ahli nutrisi dari Orlando, percaya bahwa tak semua teori diet bisa diterapkan ke semua orang.
“Rumus dasarnya yang bisa diterapkan ke semua orang adalah, pilih nutrisi yang tepat dan jangan lupa berolahraga!” Hal ini juga diamini oleh Rena Wing, PhD., salah satu pendiri National Weight Control Registry, di Amerika Serikat. Wing justru menyarankan kita untuk mencoba beberapa tips diet dan lihat bagaimana cara ini bekerja pada tubuh kita.
Dan saat ini, Prevention ingin memandu kita semua dalam ‘mengupas’ berbagai teori mengenai berdiet. Bagaimana seharusnya teori itu dijalankan dan pada level mana justru berpotensi untuk menggagalkan keinginan memiliki tubuh proporsional.
1. Semuanya tentang gandum.
Gandum memang makanan yang kaya akan serat yang akan membuat kita kenyang lebih lama. Dan kita pun mulai mengumpulkan berbagai bentuk gandum, roti serta pasta adalah stok yang selalu tersedia di rumah.
Bisa menjadi senjata makan tuan, apabila kita hanya memastikan tulisan gandum pada kemasan makanan. Sebab bagi industri makanan berpikir dengan menambahkan label terbuat dari gandum utuh pada bungkus produknya akan menambah nilai jual mereka. Alhasil kita luput memerhatikan jika dalam olahan gandum itu mereka juga menambah zat pemanis atau pewarna.
Contoh makanan yang sering menggunakan siasat ini adalah biskuit dan sereal. Karena itu tetap perhatikan label makanan setiap kali kita membeli berbagai produk. Plus, lihat berapa banyak kalori yang ditawarkan per sajian. Ini akan menjadi panduan bagi kita untuk mengonsumsi tak berlebihan.
2. Penuhi piring kita dengan beragam makanan.
Teori ini biasanya dikeluarkan untuk membebaskan kita dari rasa jenuh dari menjalankan program diet. Wajar saja, karena kita pasti bertemu dengan rasa bosan jika setiap hari menunya tak pernah berubah.
Bisa menjadi senjata makan tuan, jika variasi makanan justru mendorong kita makan lebih banyak. Ini terjadi karena kita punya sistem sensor yang visual yang selalu lebih merangsang otak untuk makan lebih banyak ketika pilihan makanan seolah tak dibatasi. “Sedangkan ketika pilihan makanan dibatasi, maka hasrat kita untuk makan berlebih pun berkurang,” Hollie Raynor, PhD., RD., menjelaskan.
Raynor bahkan menemukan hal ini pada penelitiannya. Responden yang ditawarkan variasi camilan lebih sedikit, ternyata mengemil lebih dikit dibanding yang variasi camilan berlimpah. Jika kita masih sulit menerimanya, mungkin kondisi menghadiri resepsi pernikahan dengan jejeran makanan yang menggiurkan bisa sedikit memberi ingatan. Sebab kita pasti ingin mencicipinya satu per satu.
Cobalah untuk melakukan variasi pada sayur dan buah. Sebab keduanya adalah makanan kaya serat yang akan membuat kita cepat kenyang tapi tak cepat lapar. Sehingga kita tetap dapat selalu mengendalikan lingkar pinggang kita.
3. Bangun lebih pagi.
Pagi hari adalah waktu yang paling tepat untuk membakar kalori, plus menjaga stamina kita tetap bugar.
Bisa menjadi senjata makan tuan, jika di malam hari kita tidur terlalu lama. Hal ini akan membuat jam tidur kita berkurang. Dan kurangnya waktu tidur justru akan melebarkan lingkar pinggang kita. Berbagai penelitian sudah membuktikannya, salah satunya adalah studi yang dilakukan University of Chicago. Studi ini menemukan fakta, mereka yang tidur hanya 5,5 jam setiap malamnya makan 200 kalori lebih banyak di keeseokan harinya. Sedangkan yang berhasil tidur 8 jam setiap hari, total kalorinya lebih terjaga.
Rumus sederhananya adalah, tidur yang cukup akan membuat kita tak mudah lapar. Sebab kurang tidur justru mengacaukan hormon rasa kenyang kita, walhasil kita pun selalu merasa kelaparan. Jika memang kita tidur larut dan tetap ingin berolahraga keesokan harinya, tukarlah jam olahraga. Berolahragalah saat sore hari agar kita tetap dapat menikmati tidur 7 sampai 8 jam.
4. Jauhkan diri dari kalori cair.
Jika yang dimaksud dengan kalori cair adalah soda dan minuman berenergi, itu adalah benar.
Tapi ini bisa menjadi senjata makan tuan, jika kita kemudian membatasi konsumsi air putih, jus buah, atau jus sayur. Sebab minuman ini justru memberikan tubuh kalori yang tidak berukuran jumbo, plus mensuplai stok serat dan antioksidan dalam tubuh. Itu mengapa yang perlu kita ingat adalah pilihlah sumber kalori cair yang aman bagi lingkar pinggang.
Sebenarnya setiap tips atau rumus dalam berdiet sudah dibuat sedemikian rupa untuk mengingatkan kita tidak membuat tubuh bekerja berlebihan. Dan dasar dari setiap rumus berdiet adalah memilih kalori baik dalam porsi yang ideal. Serta jangan lupa, lengkapi rumus ideal kalori ini dengan aktivitas fisik yang membuat proses pembakaran kalori dapat meringankan kerja tubuh.
Source : preventionindonesia.com
Blog Editor: dr. Wahyu Triasmara
Sabtu, 21 Agustus 2010
Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa
Jakarta, Ketika berpuasa seharusnya tubuh menjadi lebih ramping dan sehat, karena waktu makan hanya menjadi dua kali dalam sehari. Tapi banyak yang mengalami saat bulan puasa berat badan malah meningkat alias menjadi gemuk. Mengapa bisa begitu?Pada saat puasa, lazimnya berat badan tubuh menjadi menurun karena waktu mengonsumsi makanan terbatas. Tapi bila orang salah menerapkan pola makan, maka berat badan bisa meningkat dengan tajam.
Puasa biasanya membuat orang mengurangi aktivitas fisiknya. Sebaliknya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka tetap dalam porsi untuk orang beraktivitas alias banyak gerak.
"Pada prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga. Hal ini banyak terjadi di bulan puasa," ungkap Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Rabu (18/8/2010).
Dr Samuel menjelaskan, biasanya orang yang berpuasa akan makan berlebihan ketika sahur karena takut lemas atau makan balas dendam saat buka. Sedangkan di pagi dan siang harinya, aktivitas fisik yang dilakukan berkurang, banyak tidur dan jarang sekali bergerak.
Alhasil, lemak di dalam tubuh yang menyebabkan berat badan tidak kemana-mana dan akhirnya meningkat meski sedang puasa karena jarang melakukan aktivitas fisik.
Ditambah lagi, kebanyakan orang melakukan balas dendam pada saat berbuka. Orang biasanya 'murka' dan makan semua makanan yang manis, kolak dengan santan, makanan berlemak dan gorengan, yang semuanya berkalori tinggi.
"Kebanyakan orang justru cenderung makan makanan berlebih ketika sedang puasa daripada hari-hari normal, sedangkan aktivitas fisiknya cenderung berkurang," jelas dokter yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.
Menurut Dr Samuel, agar berat badan tidak naik saat puasa seharusnya orang tetap mengontrol pola makan dan berolahraga.
Dr Samuel juga merekomendasikan beberapa hal agar orang tidak gemuk saat bulan puasa:
1. Tidak berlebihan makan makanan atau minuman yang manis, seperti sirup, kolak, es buah dan lainnya. Makanlah secukupnya.
2. Kurangi santan, makanan berlemak, gorengan dan makanan yang berlemak dan berkalori tinggi lainnya.
3. Jangan jadikan saat berbuka puasa sebagai ajang balas dendam, tetap kontrol pola makan dengan perbanyak sayur dan buah.
4. Tetap berolahraga meski sedang puasa, setidaknya setelah subuh dan 30 menjelang buka puasa. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, senam, yoga atau olahraga ringan lainnya.
"Pada prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga. Hal ini banyak terjadi di bulan puasa," ungkap Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Rabu (18/8/2010).
Dr Samuel menjelaskan, biasanya orang yang berpuasa akan makan berlebihan ketika sahur karena takut lemas atau makan balas dendam saat buka. Sedangkan di pagi dan siang harinya, aktivitas fisik yang dilakukan berkurang, banyak tidur dan jarang sekali bergerak.
Alhasil, lemak di dalam tubuh yang menyebabkan berat badan tidak kemana-mana dan akhirnya meningkat meski sedang puasa karena jarang melakukan aktivitas fisik.
Ditambah lagi, kebanyakan orang melakukan balas dendam pada saat berbuka. Orang biasanya 'murka' dan makan semua makanan yang manis, kolak dengan santan, makanan berlemak dan gorengan, yang semuanya berkalori tinggi.
"Kebanyakan orang justru cenderung makan makanan berlebih ketika sedang puasa daripada hari-hari normal, sedangkan aktivitas fisiknya cenderung berkurang," jelas dokter yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.
Menurut Dr Samuel, agar berat badan tidak naik saat puasa seharusnya orang tetap mengontrol pola makan dan berolahraga.
Dr Samuel juga merekomendasikan beberapa hal agar orang tidak gemuk saat bulan puasa:
1. Tidak berlebihan makan makanan atau minuman yang manis, seperti sirup, kolak, es buah dan lainnya. Makanlah secukupnya.
2. Kurangi santan, makanan berlemak, gorengan dan makanan yang berlemak dan berkalori tinggi lainnya.
3. Jangan jadikan saat berbuka puasa sebagai ajang balas dendam, tetap kontrol pola makan dengan perbanyak sayur dan buah.
4. Tetap berolahraga meski sedang puasa, setidaknya setelah subuh dan 30 menjelang buka puasa. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, senam, yoga atau olahraga ringan lainnya.
Source: http://forum.detik.com
Blog editor: dr. Wahyu Triasmara
Langganan:
Postingan (Atom)


