Sabtu, 20 Desember 2008

Acne: current treatment

Acne vulgaris is a common skin disease that affects 85-100% of people at some time during their lives. It is characterized by noninflammatory follicular papules or comedones and by inflammatory papules, pustules, and nodules in its more severe forms. Acne vulgaris affects the areas of skin with the densest population of sebaceous follicles; these areas include the face, the upper part of the chest, and the back.

There are many products available for the treatment of acne, many of which are without any scientifically-proven effects. Generally speaking, successful treatments show little improvement within the first two weeks, instead taking a period of approximately three months to improve and start flattening out. Many treatments that promise big improvements within two weeks are likely to be largely disappointing. However, short bursts of cortisone can give very quick results, and other treatments can rapidly improve some active spots, but usually not all active spots.

The treatment of acne is a complex treatment, one of the best ever is murad acne complex which was a combination of three products (a cleanser, an exfoliating gel and a skin lotion), it promises that you will see a visible difference in as little as four weeks. is one of the treatment of choice of the acne problems.

Using murad acne complex this is definitely giving you the real result and satisfaction in handling your acne problem. This product is save for your skin and did not caused any serious irritation and absolutely has not side effect also suitable for any different type of any skin.

Murad Acne Complex guarantees that should your skin condition not be greatly enhanced or your acne less visible, they will even give you your money back. With the amount of possible users for whom there's a chance it may not work, just like other acne treatments, that's a fairly confident statement.

Have pimples ? Let's hurry up solve the problems, for complete information please visit this web.

Nida lulus UKDI. Alhamdulillah :)

Kegembiraan ini terasa melebihi kegembiraan saat kelulusan dokter. Terasa dua kali lipat lebih bersyukur dan menyenangkan.. Alhamdulillah, terima kasih banyak Ya Allah.. Aku bisa lulus UKDI. Padahal, UKDI jauh lebih susah dibanding TO, membuat aku dan temen-temen pesimis. Tapi, ternyata bisa lulus. Karunia Allah itu emang keren. Allah Maha Besar!

Untuk tau hasil UKDI ini aku bela-belain, setelah kondangan dari walimahan uun siang ini, tentunya abis makan dan salaman dengan penganten langsung ngacir ke madang bareng adekku, acan, juga ada mamak dan tika. "Dari pada malam ini ga bisa tidur, mending langsung ke madang abis kondangan, kan kata icon udah bisa di ambil hari ini", begitu pikirku. Aku pun Buru-buru ke ruang Pak Mumun, ambil amplop. Ya Allah, jantungku berdegup kencang saat nerima amplop, untung masih terfiksir dengan baik, ga otomatis copot. Alhamdulillah, terlihat jelas 'LULUS', aku langsung tersenyum senang. :)

Rasa gembira ini juga dirasakan temen-temenku yang lain. Kelompok belajar UKDI-ku "Geng Racer" pada lulus dgn nilai di atas 60%, ada icaw, lince, maul, dhiah, ita w, inggit, serta temen2 lain juga pada lulus yang aku tau, seperti icon, chitra, wiwit dll. Sayangnya, tidak semua temen lulus, ada beberapa yang tidak lulus, semoga masih bersemangat untuk ikut UKDI lagi, masih ada kesempatan untuk memperbaiki, ini kemenangan yang tertunda. Insya Allah tahun depan bakal ada jadwal UKDI lagi, buat temen-temen yang baru wisuda dokter, Selamat mengikuti UKDI. Semoga di UKDI yang mendatang semua temenku yang ikut pada lulus. Amin..

Jumat, 19 Desember 2008

Apa sih isi Semen (ejakulat) ?

Pertama perlu diluruskan supaya nggak rancu antara semen dan sperma. Semen adalah keseluruhan ejakulat sedangkan sperma merupakan salah satu unsur yag terkandung dalam semen. Bisa dianalogkan dengan ikan dalam akuarium. Hal in juga sekaligus menjawab pertanyaan dari jutaan isteri yang menganggap semen suaminya encer karena setelah ML, ada cairan yang keluar, yang sebetulnya merupakan bagian dari semen, sementara sperma sudah berenang masuk kedalam rahim.

Semen tidak seluruhnya di produksi di testis (zakar). Testis sebetulnya hanya memproduksi sel sperma. Sperma yang matang akan masuk ke ampulla, tempat penyimpanan sampai ejakulasi terjadi. Sedangkan cairan lainnya dari semen diproduksi ditempat lain yang berbeda.

Vesikula seminalis menghasilkan cairan berwarna putih yang kaya akan gula terutama jenis fructosa yang merupakan bahan bakar untuk spema untuk bergerak mendekati sel telur. Produksi vesikula ini merupakan mayoritas komposisi semen 50-80%.

Kelenjar lain yang berkontribusi adalah kelenjar prostat. Menghasilkan cairan yang bersifat alkalin (basa) guna melawan suasana asam rongga vagina, agar sperma bisa bertahan hidup. Hasil kelenjar ini berkontribusi terhadap 1/3 jumlah cairan semen.

Terakhir ada kelenjar Cowper. Kelenjar kecil ini menghasilkan cairan bening yang keluar sebelum ejakulasi yang fungsinya memberikan lubrikasi/pelicin yang dikenal dengan nama precum.

Sedangkan komposisi kimiawi secara umum, kandungan utama semen adalah air, protein dan gula. Juga terdapat komponen lainnya seperti mineral, vitamin dan beberapa nutrien lainnya.

Fungsi utama semen adalah melindungi sperma dan memberi energi/bahan bakar sperma untuk menempuh perjalanan jauh menemukan soul mate nya sel telur. Fungsi lainnya adalah mengurangi kentalnya cairan vagina (viskositas) agar sperma bisa berenang melewatinya.

Kemaren juga barusan dapat email yang menanyakan apakah memang semen itu berkhasiat (doh), lihat saja sendiri komposisinya. Aya aya wae...lollollol/

Kamis, 18 Desember 2008

Tantangan "Marketing" Akibat Hadirnya Mahasiswa Kedokteran Asing di Fakultas Kedokteran di Indonesia

Saat ini fakultas-fakultas kedokteran negeri ternama banyak diramaikan mahasiswa asing yang ikut dalam kelas-kelas internasional. Kelas-kelas itu penuh mahasiswa asing dan yang menggembirakan adalah semakin tebalnya pundi-pundi keuangan institusi yang menyelenggarakannya. Betapa tidak, SPP per mahasiswa setiap semester saja sudah mencapai 20 juta lebih. Belum lagi dana pengembangan. Maka tidak mengherankan sebuah fakultas kedokteran memiliki pendapatan per tahun bisa mencapai puluhan miliar per tahun.
Bagi para praktisi kedokteran atau dokter praktik baik yang solo maupun berkelompok, melihat fenomena seperti dalam jangka panjang sebenarnya adalah sebuah ancaman bagi kelangsungan strategis “bisnis” profesinya. Mengapa ancaman?

Kalau pembaca pernah membaca buku saya “Doctors Market Yourselves” ada sebuah kutipan dari sebuah majalah nasional, yang menyebutkan ada 16 juta warga Indonesia yang mempunyai kemampuan belanja kesehatan yang setara dengan papan atas warga Singapura. Sebuah pasar yang fantastis untuk “bisnis” layanan kesehatan kan. Terbayang berapa miliar atau bahkan triliun rupiah per bulan yang bisa mengalir ke pundi-pundi kas negara Singapura ataupun Malaysia. Betapa makmurnya dokter-dokter yang ada di sana.
Sekarang coba Anda bayangkan sepuluh tahun lagi. Para mahasiswa asing yang sebagian besarnya berasal dari Malaysia itu. Berarti saat itu mereka sudah menjadi dokter bahkan menjadi dokter spesialis produk fakultas-fakultas kedokteran ternama dalam negeri. Mereka bisa praktik dan mempunyai hak yang sama dengan para dokter yang menjadi rekannya selama kuliah. Secara kompetensi dan kewenangan mereka mempunyai hak yang sama melakukan praktik di negeri Indonesia. Nah, coba Anda bayangkan lagi, seandainya rumah-rumah sakit Malaysia mendirikan cabangnya di Indonesia dalam usaha menjangkau “pasar” 16 juta (tentu saja akan bertambah jumlahnya) itu. Apa yang bisa didapat oleh dokter-dokter dalam negeri. Mungkin hanya sebagai penonton di negeri sendiri.
Ini dari sudut pandang dokter. Dari sudut pandang pasien, apa yang bisa pasien peroleh? Mereka adalah “laboratorium” besar pasien untuk latihan. Apakah uang dikeluarkan oleh mahasiswa asing itu bisa mereka rasakan untuk mendapatkan status kesehatan yang layak?
Inilah tantangan kita. Para dokter. Para pendidik fakultas kedokteran. Para praktisi dokter yang memberikan pelayanan di rumah sakit pendidikan yang menjadi ajang “latihan” bagi mahasiswa-mahasiswa asing tersebut.

Panduan untuk Dokter Baru Lulusan FK Unsri

Akhirnya, semua temen-temen satu angkatan yang dulu lulus bareng S.Ked dengan aku udah resmi lulus jadi dokter kemarin. Alhamdulillah :) Nah, setelah kemarin wisuda ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

Pertama, melegalisir ijazah, transkrip, dan sumpah dokter, kalo perlu S.Ked juga. Sayangnya, biasanya paska wisuda hanya boleh melegalisir 10 buah. Tapi ga apa-apa ntar besoknya langsung legalisir lagi. Kan pada mau balik kampung jadi semua urusan sebaiknya diselesaikan segera.

Kedua, setelah dapat legalisir ijazah dan sumpah dokter segera ke depkes alias dinkes propinsi yang pas banget lokasinya berada di sebelah kampus FK madang untuk membuat Bukti Lapor Dokter. Syaratnya 1 ijazah dokter yang telah dilegalisir, 1 sumpah dokter yang dilegalisir, 2 pas foto ukuran 3x4 cm, dan 1 surat permohonan bukti lapor. Contoh surat bisa didownload di sini beserta petunjuknya atau bisa juga didownload di sini.

Ketiga, menyiapkan semua berkas untuk UKDI. Gosipnya mulai 2009 UKDI akan dilaksanakan 6x, dimulai bulan februari, tetapi sampai saat ini belum ada jadwal fix. Info jelas bisa lansung hubungi Komite Bersama UKDI. Telp: 021-3922923 or 021-3908435. Saran aku semua berkas UKDI kirim sendiri aja secara kolektif, ga usah ngandelin Mumun. Uang pengiriman berkas UKDI untuk temen-temen yang pelantikan 10des sudah aku titip ke Peni. So, ga usah sokongan lagi. OK!

Selasa, 16 Desember 2008

Menjadi dosen di Malaysia mungkinkah? Papa udah buktikan bisa kok

H-1 tes CPNS aku dan lince janjian pergi bareng ke Prabumulih. Sambil nunggu mobil tebengan, aku dan ce ngobrol di ruang tengah rumahku. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson motor. “Kayak motor pak pos”, pikirku. Aku pun menerima dua pos. Salah satunya kok ada tulisan Malaka, itukan dari Malaysia. Apa papa diterima ya???? Ternyata bener papa diterima jadi dosen di Pahang. Padahal beberapa hari lalu papa juga dapet panggilan wawancara dari Curtin University, Serawak tanggal 30 des nanti. Rezeki yang datang bertubi-tubi. Aku udah lama lho nunggu pengumuman papa diterima ga, ini hampir satu bulan setelah wawancara di Bandung.

Setelah diskusi dgn semua anggota keluarga, papa akhirnya mengirimkan persetujuan akan mengajar jadi Senior Lecturer mulai tanggal 5 jan 09. Insya Allah setelah kenaikan kelas Acil maka mama dan acil akan menyusul pindah ke Pahang. Tapi bisa juga papa, mama, n acil pindah ke Curtin karena gajinya jauh lebih gede, tp semuanya liat ntar. Kepindahan ini menyusul adek aku yang nomor tiga yg memang udah kuliah di UUM Sintok, Kedah. Walo keputusan papa ini rada lambat dibanding temen2nya yg dari dulu emang udah pada ngajar di Malaysia or Singapura.

Untuk mendapatkan pekerjaan ini, papa melewati perjuangan panjang dgn jg memberdayakan aku. Cara menjadi dosen/lecturer/pensyarah ditempuh kami dengan mengajukan lamaran di sana sini. Gimana caranya:
1. Browsing semua website universiti di Malaysia, cek satu persatu ada lowongan dosen ga. Kalo ada langsung kirim lamaran, CV dll. Nah, lowongan Curtin papa dapet dari sini.
2. Daftar ke job seeker, jadi bakal dapet email lowongan kerja. Papa juga dapet lowongan di Monash dari sini.
3. Rajin liat iklan di kompas. Ada lowongan ga. Alhamdulillah, rezeki Pahang di dapet lewat sini.
Setelah mengirimkan lamaran via online or email or pos, kami menunggu panggilan wawancara dan informasi lainnya via email.

Tapi.... Hiks...hiks...... Trus aku gimana dong???? Aku seneng tapi juga sedih. Karena nasib aku ke depannya gimana jadi ga jelas.

Masak aku ditinggal sendirian di Indonesia, Prabumulih lagi.. Aku kan ga mau jadi PNS Prabu. Mana adik cowok di Bandung udah diterima di Australia,dan juga lagi nunggu pengumuman diterima ga di Tokyo University. Semoga aku bisa kabur dari Prabu. Ada 3 skenario yang terpikir. 1. Semoga aku dapat beasiswa ke Jepang. Amin..., 2. Daftar spesialisasi di pulau Jawa, 3. Nyusul keluarga ke Malay, caranya sekolah di sana or pake ide error yg terlintas di kepalaku, tp kykny jangan deh. Semoga yang nomor satu yang tercapai.. Amin...

Senin, 15 Desember 2008

Induksi persalinan

Induksi persalinan berarti suatu usaha untuk mengakhiri kehamilan >28 minggu dengan berbagai cara dengan tujuan memulai proses persalinan secara pervaginam. Walaupun nantinya bisa saja proses ini diakhiri dengan Cesar atas indikasi misalnya gawat janin, kontraksi yang tidak beraturan dan lainnya.

Indikasi untuk dilakukan induksi persalinan dikelompokkan kedalam 3 yaitu indikasi janin, indikasi ibu dan gabungan keduanya. Indikasi janin misalnya : kehamlan lewat waktu, diabetes mellitus, gangguan pertumbuhan janin. Indikasi ibu misalnya: kenatin janin dalam kehamilan,hydramnion kronis, cacat bawaan janin. Sedangkan indikasi gabungan : preeklampsia dan eklampsia, KPD, Hipertensi kronis.

Tidak boleh dilakukan induksi pada : 1) Panggul sempit 2) Kelainan letak bayi, 3)Bekas Cesar (relatif) 4) Primi gravida tua (anak I usia >35 tahun)dengan komplikasi obstetri dan medis 5)Kelainan jantung 6)Kehamilan risiko tinggi 7) Adanya tumor di rongga pnggul.

Berbagai metode induksi/pematangan serviks tersedia saat ini, walaupun secara medis tidak semuanya dipergunakan diantaranya
1.Cara Non-Obat2an/tradisional
- Herbal : black cohosh, daun raspberry nerah dll (hasil tidak pasti)
- Hubungan Seksual
- Rangsangan puting susu
- Akupunktur
- TranSkutaneus Electical Nerve Stimulation (TENS)

2. Cara mekanis/bedah
- Laminaria (ganggang yg menyerap air)
- Balon kateter
- Strpping of the membrane
- Memecahkan ketuban (amnitomi)
3. Dengan obat-obatan (farmakologis)
- Prostaglandin
- Oksitosin dll

Konsekuenai dari gagalnya induksi adalah cesar, namun keberhasilan induksi bisa diramalkan dari matang atau tidaknya serviks (leher rahim). Yang mana oleh Tn.Bishop dibuatlah semacam sistem skoring untuk memprediksi keberhasilan induksi persalinan. KLIK DISINI. Dalam skor ini ada 5 komponen penilaian yaitu pembukaan serviks, penipisannya, konsistensinya, arahnya dan stasion/ketinggian kepala bayi. Masing2 diberi nilai sesuai dengan keadaannya. Dikatakan cukup matang jika nilainya minimal 8. Semakin besar skornya maka semakin tinggi angka keberhasilan induksi persalinan.

Sebetulnya kalau masih ada waktu, maka sebelum induksi dilakukan agar angka keberhasilan tinggi, maka pada serviks atau lener yang belum matang dapat dilakukan terlebih dahulu usaha pematangan serviks seperti disebutkan diatas. Dewasa ini yang sedang tren adalah mematangkan serviks dengan mempergunakan prostglandin yang cukup populer cytotec atau gastrul, dengan dosis yang paling aman adalah 25 mikrogram (1/8 tablet), dengan interval pemberian 4-6 jam, maksimal 24 jam (tidak semua kasus bisa, KPD misalnya dibatasi waktu, bekas cesar tidak boleh memakai obat ini). Induksi persalinan berarti suatu usaha untuk mengakhiri kehamilan >28 minggu dengan berbagai cara dengan tujuan memulai proses persalinan secara pervaginam. Walaupun nantinya bisa saja proses ini diakhiri dengan Cesar atas indikasi misalnya gawat janin, kontraksi yang tidak beraturan dan lainnya.

Indikasi untuk dilakukan induksi persalinan dikelompokkan kedalam 3 yaitu indikasi janin, indikasi ibu dan gabungan keduanya. Indikasi janin misalnya : kehamlan lewat waktu, diabetes mellitus, gangguan pertumbuhan janin. Indikasi ibu misalnya: kenatin janin dalam kehamilan,hydramnion kronis, cacat bawaan janin. Sedangkan indikasi gabungan : preeklampsia dan eklampsia, KPD, Hipertensi kronis.

Tidak boleh dilakukan induksi pada : 1) Panggul sempit 2) Kelainan letak bayi, 3)Bekas Cesar (relatif) 4) Primi gravida tua (anak I usia >35 tahun)dengan komplikasi obstetri dan medis 5)Kelainan jantung 6)Kehamilan risiko tinggi 7) Adanya tumor di rongga pnggul.

Berbagai metode induksi/pematangan serviks tersedia saat ini, walaupun secara medis tidak semuanya dipergunakan diantaranya
1.Cara Non-Obat2an/tradisional
- Herbal : black cohosh, daun raspberry nerah dll (hasil tidak pasti)
- Hubungan Seksual
- Rangsangan puting susu
- Akupunktur
- TranSkutaneus Electical Nerve Stimulation (TENS)
2. Cara mekanis/bedah
- Laminaria (ganggang yg menyerap air)
- Balon kateter
- Strpping of the membrane
- Memecahkan ketuban (amnitomi)
3. Dengan obat-obatan (farmakologis)
- Prostaglandin
- Oksitosisn
- Realxin dll
Konsekuesni dari gagalnya induksi adalah cesar, namun keberhasilan induksi bisa diramalkan dari matang atau tidaknya serviks (leher rahim). Yang mana oleh Tn.Bishop dibuatlah semacam sistem skoring untuk memprediksi keberhasilan induksi persalinan. KLIK DISINI. Dalam skor ini ada 5 komponen penilaian yaitu pembukaan serviks, penipisannya, konsistensinya, arahnya dan stasion/ketinggian kepala bayi. Masing2 diberi nilai sesuai dengan keadaannya. Dikatakan cukup matang jika nilainya minimal 8. Semakin besar skornya maka semakin tinggi angka keberhasilan induksi persalinan.

Sebetulnya kalau masih ada waktu, maka sebelum induksi dilakukan agar angka keberhasilan tinggi, maka pada serviks atau lener yang belum matang dapat dilakukan terlebih dahulu usaha pematangan serviks seperti disebutkan diatas. Dewasa ini yang sedang tren adalah mematangkan serviks dengan mempergunakan prostglandin yang cukup populer cytotec atau gastrul, dengan dosis yang paling aman adalah 25 mikrogram (1/8 tablet), dengan interval pemberian 4-6 jam, maksimal 24 jam (tidak semua kasus bisa, KPD misalnya dibatasi waktu, bekas cesar tidak boleh memakai obat ini).