Barakallahulaka
Album : Agar Cinta Bersemi Indah
Munsyid : Justice Voice
http://liriknasyid.com
Barakallahulaka
barakallahu'alaika
Wajama'a bainakuma
fii khairin
Semoga Allah melimpahkan berkah semoga
Semoga Allah taburkan kebaikan
Dan semoga engkau berdua dikumpulkan dalam kebahagaiaan(2x)
Bila Allah jadikan pernikahan berkah keindahan menjadi kebaikan
Kemesraan dan canda ceria kan menjadi kesucian agung (2x)
Barakallahulaka barakallahu'alaika
Wajama'a bainakuma fii khairin
Bila Allah jadikan pernikahan ini berkah
air mata kan menjadi kearifan
Segala kekurangan akan menumbuhkan
Menumbuhkan kebesaran jiwa
Bersemailah kemaslahatan bersemi
dari hari ke hari
Reff:
Bila berkah Allah tiada bersama
Bahagia bisa jadi nestapa
Canda mesra bawa petaka
Barakallahulaka
barakallahu'alaika
Wajama'a bainakuma
fii khairin
Lirik: M. Fauzil Adhim
Lagu: Asep JV
Arr. Vokal: Justice Voice
Arr. Perkusi: Swami
Sumber http://www.klikjv.com
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nikah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Oktober 2009
Senin, 17 November 2008
Suka Duka Menjadi CP Nikah Para Ikhwan

Barokallahu laka wa baroka alaika wa jama'a baina kuma fie khoir
"Semoga Allah memberkatimu dan keberkahan atasmu dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdua dalam kebajikan."
Hemm.. inilah kerjaku dari dulu yang aku lakukan, emang sih pekerjaanya dibilang mudah menjadi Contact Person untuk mengkoordinir pernikahan baik itu di akhwat maupun di ikhwan. Nih dia masalahnya, mengkoordinasi para ikhwan mungkin tidak lah segampang yang dikira, mulai dari mempersiapkan transportasi, ngumpulin uang (yang jumlahnya pasti tau sendiri kan…maklum habis lulus), beli barang-barang buat kedua mempelai dsb. Wah..wah..apalagi akhir-akhir ini, buanyak banget yang nikah jadi yah kudu ekstralah..
Pertanyaan Kapan Nikah..
Suatu hari sesudah mengantar surat-surat ke Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, dimobil akh dedy yang didalamnya ada aku, akh Fajar, akh Agung dan akh Dinas terjadilah obrolan yang membuatku ketawa, cengar-cengir , pokoknya campur aduk deh..pertanyaan seputar pernikahan yang banyak akhir-akhir ini. Aku diberondong berbagai macam pertanyaan, kena juga diriku..hahahha..Ini dia masalahnya kalau para ikhwan maupun akhwat banyak yang nikah, aku banyak pertanyaan nih kapan yah sang Contact Person menikah..wallahu a’lam, pertanyaan yang sulit dijawab. Ini dia celetukan dari ikhwan lain, “akh, kalau antum nikah duluan sapa nanti yang akan jadi Contact Personnya?”. Aku berpikiran juga akan pensiun dari dunia Contact Person Nikah yang selama ini membesarkanku..hehehehe. Dengan mudah kujawab, “Yah yah..kenapa ana kok gak berpikiran gitu yah, mungkin ana akan pensiun dulu.” Celetukku. Komentar dari akh Agung, “wah kalau antum nikah duluan, ntar Contact Personnya sapa? terus tambahan lagi, ntar apa antum nikah yang terakhir saja diantara para ikhwan?” dengan mobil yang lagi berjalan di Jl. Ahmad Yani yang terkenal macet kujawab,”yah..ana gak tau, kalau memang Allah mentakdirkan kaya gitu ya ana terima.” Tapi yang penting ikhtiar dulu kan. Cuplikan yang menjadi renungan, muhasabah, introspeksi bagi diriku untuk melangkah menjadi lebih baik lagi..Insya Allah.
Barakallahu..
Buat ikhwan dan akhwat yang mau menggenapkan Diennya..
LABUHAN HATI
Oleh : Suara Persaudaraan
Sungguh indah permata dunia
Intan mutu manikam, emas dan berlian, yang memikat hati
Namun tiada seindah bunga
Wanita sholihah harapan agama
Mencipta rumahnya seindah surga
Menjaga akhlaqnya sebening mata
Qonaah selendangnya dalam rumah tangga
Sejuk di kalbunya, tunduk pandangnya
Kini aku telah mendapatkan
Apa yang dijanjikan oleh Tuhan
Betapa bahagia hati ini
Bersama karunia dari-Mu Ilahi
Selasa, 04 November 2008
Halaqoh Rupanya Mengecewakanku..

Early Warning System: Khitbah Ditolak, Murobbi Dipecat
Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.
Bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju maghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta seandainya memang terasa getir langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
Percayai pada Qada-Nya
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakalanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
Bersiap untuk diterima atau ditolak
Hanya ada 2 kemungkinan ketika kita mengkhitbah akhwat, yaitu diterima/ditolak. Jadi kita harus siap dengan 2 kemungkinan tersebut. Selama ini banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan akhirnya terjatuh.
“Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)
Ditolak bukan aib lho
Ditolak?? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk ‘perjuangan’ menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.
Hargai keputusannya
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada akwat yang menolak kita? Itu bukan sikap seorang muslim yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Cinta membutuhkan waktu
Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan- pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan.
Jangan ke-ge-er-an
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang aktivis dakwah lalu setiap akhwat mendambakannya. Intinya ‘jangan ke-ge-er-an’ dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri cinta kesempatan (lagi)
“…….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )
Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya . Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin datang dengan lambat. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta.
“Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)
“Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.” (HR.Ahmad)
Sumber: http://rumahkusurgaku.com (dengan beberapa pengurangan)
Langganan:
Postingan (Atom)