Tampilkan postingan dengan label Jantung Pembuluh Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jantung Pembuluh Darah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2013

Jantung Berdegup Kencang Tiap Dengar Suara Ambulans

Dok, mau tanya kenapa kok tiap ada suara mendenging, suara alarm ambulans, suara gaung, pasti saya ketakutan luar biasa, dan jantung saya berdegup kencang sekali. Apakah itu gejala saya punya sakit jantung?

Bisakah disembuhkan? Bagaimana solusi terbaiknya? Atas jawaban dan solusinya saya ucapkan terimakasih.

Rhyta (Wanita Lajang 38 Tahun)
rita_XXX@yahoo.co.id
Tinggi 150 cm dan Berat 40 kg

Jawaban:

Sebelumnya Anda sudah cek ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum kami menyarankan untuk cek terlebih dahulu seperti tes EKG dan Holter.

Jantung berdebar-debar memang patut kita curigai dan waspadai, karena gejala jantung berdebar-debar merupakan gejala penyakit jantung. Lalu, apakah Anda merasakan jantung berdebar-debar dengan detak jantung yang cepat dan pola irama jantung yang tidak teratur? Atau Anda merasakan detak jantung yang cepat, namun masih dalam tahap tahap pola pola irama yang teratur?

Jika Anda merasakan jantung berdebar-debar dengan pola detak jantung yang cepat dan irama yang tidak teratur, maka dinamakan gejala aritmia.

Kami juga ingin menanyakan berapa kecepatan detak jantung Anda selama masa istirahat? Untuk kecepatan detak jantung orang dewasa, normalnya adalah 60-100 kali/menit. Jika lebih dari 100 kali/menit, maka dinamakan dengan takikardia. Jika kurang dari 60 kali/menit, maka dinamakan brakikardia.

Mengenai penyebab jantung berdebar-debar sangat banyak, misalnya karena pengaruh obat, atau makanan, minuman, atau bisa karena pengaruh penyakit, kecapekan,dan istirahat yang kurang cukup. Mengenai pengobatannya, disesuaikan dengan penyebab yang timbul dari gejala jantung berdebar-debar.

Jika masih ada pertanyaan, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi

Jantung Seperti Ditusuk Saat Napas Panjang dan Cuaca Dingin

Dok, ketika mengambil napas panjang, dada sering merasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasa nyeri pun kambuh ketika cuaca sangat dingin. Ada apa dengan jantung saya ya Dok?

Rizky (Wanita Lajang 18 Tahun)
rizqy_XXX@yahoo.com
Tinggi 154 cm dan Berat 51 kg

Jawaban:

Sebelumnya sudah memeriksa diri ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum, kami sarankan untuk memeriksakan diri ke dokter dan melakukan tes pemeriksaan jantung seperti EKG dan rontgen dada.

Mengenai gejala nyeri dada, memang patut kita curigai, karena gejala ini mirip sekali dengan gejala penyakit jantung. Gejala penyakit jantung adalah nyeri dada di sebelah kiri seperti ada tekanan berat yang menimpa dada, bahkan juga seperti ditusuk-tusuk dan disertai dengan gejala sesak napas, sesak dada dan jantung berdebar-debar. Pasien juga akan merasa pusing, tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Jika memiliki salah satu dari gejala ini, kami sarankan Anda untuk segera memeriksa kan diri ke dokter spesialis jantung.

Demikianlah kami sampaikan, jika ada waktu Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi

Minggu, 17 Februari 2013

Tanda-tanda Penyakit Jantung Mulai Membaik

Dok saya ingin bertanya apa tanda-tandanya penyakit jantung yang sudah membaik atau sembuh? Terimakasih.

Raditya (Perempuan Lajang 19 Tahun)
raditya_XXX@yahoo.co.id
Tinggi 165 cm dan Berat 42 kg

Jawaban:

Berdasarkan pernyataan Anda, ada 3 hal yang harus mutlak dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung kita.

1. Gula darah
Usahakan agar tekanan gula darah Anda berada dalam keadaan normal, batas kewajaran. Jika kadar gula darah dalam tubuh kita berlebih atau di luar batas kewajaran, maka akan memicu gejala penyakit jantung khususnya jantung koroner dan gula darah.

2. Tekanan darah
Tekanan darah dalam keadaan normal ialah 120/80 mmHg dan 130/85 mmHg. Usahkan agar tekanan darah dalam keadaan batas normal. Tekanan darah yang tinggi bisa merusak denyut nadi jantung, sehingga memicu otot jantung jauh lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

3. Lemak darah
Terdiri dari LDL, HDL, trigliserida. LDL ialah kolesterol jahat. Kolesterol dalam tubuh dapat menjaga jantung dan pembuluh darah kita sehat. Cara menjaga kolesterol agar tetap dalam batas wajar adalah mengurangi makanan yang berlemak, tidak mengonsumsi makanan sampah (junkfood), mie instan, goreng-gorengan, perbanyak sayur-sayur dan buah-buahan.

Anda harus rajin mengontrol dan memeriksa 3 hal yang disebutkan di atas agar jantung anda dapat kembali sehat.

Demikianlah kami sampaikan atas perhatiannya, kami mengucapkan terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Sabtu, 16 Februari 2013

Risiko Sakit Jantung pada Penderita Migrain

Dok, saya sering migrain, apakah itu gejala sakit jantung? Tapi saya tidak pernah merasakan nyeri dada atau berdebar-debar saat migrain. Saya penasaran karena pernah mendengar jika migrain dan sakit jantung itu sama-sama ada kaitannya dengan penyempitan pembuluh darah. Tapi saya hanya merasakan sakit kepala yang menusuk di salah satu sisi kepala dan saya juga tidak sensitif terhadap cahaya maupun suara tertentu.

Mungkin nggak kalau saya berisiko sakit jantung?

Lilo (Wanita Lajang 25 Tahun)
lilo_XXX@yahoo.co.id
Tinggi 150 cm dan Berat 60 kg

Jawaban:

Sebelumnya sudah memeriksakan diri ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum, sebaiknya Anda cek ke dokter dan melakukan tes pemeriksaan jantung EKG, dan USG jantung.

Migrain bukan merupakan gejala penyakit jantung. Gejala penyakit jantung adalah nyeri dada khususnya di sebelah kiri dengan nyeri dada yang tidak tertahankan seperti ada tekanan berat yang menimpa dada. Bisa juga disertai dengan sesak dada dan sesak napas, jantung berdebar-debar (Palpitasi). Pasien juga akan merasakan rasa tidak nyaman pada dada, pusing, mual, muntah dan merasa letih saat beraktivitas ringan.

Jika memiliki salah satu dari gejala ini, kami sarankan Anda memeriksaan diri ke dokter dan melakukan tes pemeriksaan jantung. Bila ada waktu, ada dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami, gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Kamis, 14 Februari 2013

Solusi untuk Bekas Operasi Jantung yang Lama Sembuhnya

Dokter, saya punya seorang kakak yang sudah lama dioperasi jantungnya. Akan tetapi bekas operasinya belum juga pulih. Saya mohon solusi serta bantuan dokter. Terimakasih.

Farah (Wanita Lajang 19 Tahun)
farah_XXX@hotmail.com
Tinggi 165 cm dan Berat 55 kg

Jawaban:

Sebelumnya, kami ingin menanyakan, kakak Anda terkena penyakit jantung apa ya? Usianya berapa tahun?

Mengenai penyembuhannya tergantung pada jenis penyakit jantung, usia dan kondisi yang dirasakan saat ini. Salah satu teknik penyembuhannya adalah pengobatan minimal invasive thorascoscopic. Pengobatan ini dengan kesulitan yang amat tinggi dapat mengobati pasien dengan kondisi penyakit katup jantung bocor, jantung koroner, penyakit jantung bawaan (jantung lahir), gagal jantung.

Bedah thorascoscopic, hanya membutuhkan 3 sayatan kecil seperti lubang kunci sebesar 1-2 cm, tidak perlu membelah dada (rongga dada) hingga 20 cm, sehingga pemulihannya singkat, dapat beraktivitas sediakala, trauma luka yang sangat kecil, cidera pada tulang sangat kecil. Lama berlangsungnya operasi juga sangat singkat hanya membutuhkan waktu 2 jam, dan tidak menggunakan fiksasi kawat baja.

Jika Anda ada waktu, anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi

Rabu, 13 Februari 2013

Sering Mual dan Gelisah, Detak Jantung Tidak Stabil

Dokter, saya sering merasa sesak dan detak jantung tidak stabil, gelisah, pusing, mual, tangan dan kaki sering berkeringat. Apa itu gejala penyakit jantung?

Damar (Perempuan Lajang 22 Tahun)
damar_XXX@yahoo.com
Tinggi 153 cm dan Berat 44 kg

Jawaban:

Sebelumnya Anda sudah memeriksa kan diri ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum, kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter, dan bila perlu Anda melakukan pemeriksaan rontgen dada dan EKG.

Gejala yang Anda rasakan atau Anda alami mirip sekali dengan gejala penyakit jantung, yakni nyeri dada khususnya di sebelah kiri dengan nyeri dada yang tidak tertahankan seperti ada tekanan berat yang menimpa dada anda, disertai dengan sesak dada dan sesak napas, jantung berdebar-debar (palpitasi). Pasien juga akan merasakan rasa tidak nyaman pada dada, pusing, mual, muntah dan merasa letih saat beraktivitas ringan.

Jika anda memiliki salah satu dari gejala ini, kami sarankan anda untuk memeriksakan diri secepatnya ke dokter.

Bagi usia muda seperti ini Anda, penyakit jantung sangat berkaitan dengan gaya hidup dan pola hidup yang sehat, seperti bergadang, merokok, minum alkohol, jarang dan malas berolahraga. Kami sarankan Anda untuk memiliki sikap pola hidup dan gaya hidup yang sehat.

Demikianlah kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Senin, 11 Februari 2013

Tiap Pagi Ada Dahak, Apakah Sakit Jantung?

Saya sering sesak napas dan lemas tiba-tiba, tiap bangun pagi pasti ada dahak di tenggorokan tapi setelah 30 menit kembali normal. Oh ya, saya dulu sering lari pagi, sering melakukan kegiatan yang keras misal naik gunung tapi tidak ada masalah.

Apakah saya ada kecenderungan mempunyai penyakit dalam dok, misal paru-paru atau jantung? Saya perokok, sehari 1 bungkus. Terimakasih.

Rizal (Pria Lajang 28 Tahun)
jali_XXX@gmail.com
Tinggi 175 cm dan Berat 54 kg

Jawaban:

Sebelumnya, Anda sudah memeriksa kan diri ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum, kami sarankan untuk cek ke dokter dan melakukan tes pemeriksaan jantung seperti EKG dan rontgen dada.

Mengenai sesak napas, memang patut kita curigai, karena gejala ini selalu berkaitan dengan gejala penyakit jantung. Namun tidak hanya berasal dari jantung, penyakit ini bisa juga bersumber dari penyakit lain, seperti :

1. sesak napas berasal dari asma
2. sesak napas yang berasal dari paru-paru seperti (kanker paru-paru, bronkitis, emfisema, dll)
3. sesak napas karena batuk.

Kami menyarankan Anda untuk berhenti merokok sekarang juga. Karena penyebab terbesar dari Anda terkena gejala sesak napas adalah merokok. Berhenti merokok adalah upaya untuk mengurangi penyebaran penyakit. Kami juga menyarankan Anda untuk olahraga teratur, minimal 1 kali sehari.

Mengenai penyebab pasti dari gejala yang anda rasakan saat ini, sebaiknya Anda konsultasi ke dokter spesialis paru-paru. Jika perlu Anda sebaiknya melakukan tes pemeriksaan rontgen dada dan EKG.

Demikianlah kami sampaikan, jika tidak mengerti akan hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya (rongen dada, medikal checkup), Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami, gratis tidak membawa sepeser uang pun, dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Minggu, 10 Februari 2013

Jantung Bedebar Tiap Bangun Tidur, Apakah Bermasalah?

Saya mau tanya dok, kenapa setiap saya bangun tidur jantung saya pasti berdetak dengan kencang seperti orang kecapekan. Yang saya mau tanya apakah jantung saya bermasalah?

Doni (Pria Lajang 25 Tahun)
ayuXXX@live.com
Tinggi 170 cm dan Berat 60 kg

Jawaban:

Sebelumnya Bapak Doni sudah memeriksakan diri ke dokter dan melakukan tes pemeriksaan jantung? Dokter mengatakan apa ya? Jika belum kami menyarankan Anda untuk cek terlebih dahulu seperti tes EKG dan Holter Monitoring.

Jantung berdebar-debar memang patut kita curigai dan waspadai, karena gejala jantung berdebar-debar merupakan gejala penyakit jantung. Lalu, apakah Anda merasakan jantung berdebar-debar dengan detak jantung yang cepat dan pola irama jantung yang tidak teratur? Atau Anda merasakan detak jantung yang cepat, namun masih dalam pola irama yang teratur?

Jika Anda merasakan jantung berdebar-debar dengan pola detak jantung yang cepat dan irama yang tidak teratur, maka dinamakan gejala aritmia.

Kami juga ingin menanyakan berapa kecepatan detak jantung Anda saat istirahat? Untuk kecepatan detak jantung orang dewasa, normalnya adalah 60-100 kali per/menit. Jika lebih dari 100 kali/menit, maka dinamakan dengan Takikardia. Jika kurang dari 60 kali/menit, maka dinamakan brakikardia.

Mengenai penyebab jantung berdebar-debar sangat banyak, misalnya karena pengaruh obat, atau makanan, minuman, atau bisa karena pengaruh penyakit, kecapekan, dan kurang istirahat. Mengenai pengobatannya, disesuaikan dengan penyebab yang timbul dari gejala jantung berdebar-debar.

Jika masih ada pertanyaan, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi

Gangguan Pencernaan Berkaitan dengan Sakit Jantung?

Dok, kakak perempuan saya usia 31 tahun selalu mengeluh lehernya nyeri. Dia juga punya keluhan gangguan pencernaan yang parah dan mual, katanya ini ada kaitan dengan sakit jantung ya dok? Kakak saya belum pernah konsultasi ke dokter jantung sebelumnya dok. Dia hanya merasa nyeri leher itu karena kebanyakan duduk di depan komputer, sedangkan gangguan pencernaan terjadi karena pola makannya saja. Tapi kalau habis naik tangga, dia selalu terengah-engah dan katanya dadanya jadi berdebar keras. Mohon pencerahan dokter.

Tita (Perempuan Lajang, 25 Tahun), nobvXXX@doramail.com,

Jawaban

Tita, sebelumnya kakak Anda sudah memeriksakan diri ke dokter? Dokter mengatakan apa ya mbak?

Mengenai nyeri dada, memang merupakan gejala yang wajib kita waspadai, karena gejala ini mirip sekali dengan gejala penyakit jantung. Namun, tidak hanya penyakit jantung, nyeri dada juga berkaitan dengan kondisi gangguan pencernaan. Oleh karena itu, harus diklarifikasi lebih lanjut apakah nyeri dada ini berasal dari jantung atau berkaitan dengan kondisi gangguan pencernaan.

Untuk mengklarifikasi dan mengetahui penyebab langsung terjadinya nyeri dada ini, kami menyarankan Anda untuk cek ke dokter umum terlebih dahulu. Jika nyeri dada itu memang berasal dari jantung, maka kami sarankan Anda untuk melakukan tes pemeriksaan EKG, rontgen dada dan ekokardiografi.

Namun, bila nyeri dada itu berasal dari perut (Gangguan pencernaan, GERD, maag), kami sarankan Anda untuk tidak minum kopi saat perut kosong, tidak makan-makanan pedas dan asam,

Nyeri dada yang berasal dari jantung gejalanya bermula dari nyeri dada khususnya di sebelah kiri, menjalar dari leher hingga tangan sebelah kiri, rasanya hingga kesemutan.

Selain itu, pasien juga merasakan sesak napas, sesak dada, hingga jantung berdebar-debar. Pasien selalu merasakan gangguan tidak bisa tidur dengan nyenyak, pusing, mual, muntah.

Profesor Xiao Mingdi

Jumat, 08 Februari 2013

Telapak Tangan Sering Berkeringat, Khawatir Sakit Jantung

Dok, sekitar 5 bulan ini saya mengalami gejala aneh. Telapak tangan sering kali berkeringat dan basah dengan tiba-tiba. Hal ini agak sedikit mengganggu keseharian saya yang hobi desain (gambar teknik). Terkadang kertas gambar hingga basah kuyup dan rusak. Menurut diagnosa dokter, saya ini sakit apa ya dok? Terus cara penyembuhannya seperti apa?

Ito (Pria Lajang 23 Tahun)
itohXXX@rocketmail.com
Tinggi 166 cm dan Berat 50 kg

Jawaban:

Apakah sebelumnya Anda sudah cek ke dokter? Dokter mengatakan apa ya? Lalu apakah tangan berkeringatnya sampai basah? Kami sarankan Anda untuk cek ke dokter untuk mengetahui penyebab dari tangan dan kaki berkeringat ini.

Tangan dan kaki berkeringat ada beberapa penyebab, misalnya gejala penyakit jantung, kondisi psikologis, seperti gugup, deg-degan, cemas gelisah. Meskipun tangan dan kaki hanya berkeringat, gejala ini tidak boleh dianggap remeh atau dianggap enteng oleh pasien.

Cara pengobatannya macam-macam tergantung penyebab dari gejala ini, salah satunya adalah operasi Thorascopic jika disebabkan oleh penyakit jantung. Operasi ini tidak perlu membelah dada, atau operasi besar, hanya membuka sayatan kecil sebesar 1-3 cm. Trauma luka sangat kecil, pemulihan sangat cepat, dan dapat beraktivitas sedia kala.

Jika masih ada pertanyaan yang masih ingin ditanyakan, Anda boleh datang dan berkonsultasi dengan dokter kami gratis, dengan persyaratan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Rabu, 06 Februari 2013

Nyeri Dada Saat Jalan Jauh, Apa Itu Sakit Jantung?

Saya sering mengalami nyeri di dada ketika sedang lelah karena berjalan jauh. Apakah ada gangguan pada jantung saya? Terimakasih sebelum dan sesudahnya.

Irwan (Pria Lajang 21 Tahun)
Tinggi 172 cm dan Berat 56 kg

Jawaban:

Sebelumnya anda sudah memeriksakan diri ke dokter?

Mengenai nyeri dada memang patut kita waspadai dan kita curigai karena gejala ini mirip sekali dengan gejala penyakit jantung. Selain berasal dari jantung, penyebab nyeri dada bisa bersumber dari penyakit lain, seperti:

1. Nyeri dada yang berasal dari paru-paru (kanker paru-paru)
2. Nyeri dada yang berasal dari gangguan pencernaan (seperti maag, GERD, asam lambung meningkat, ganggaun pada pencernaan, dyspepsia)
3. Nyeri dada yang berasal dari batuk (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus)
4. Nyeri dada yang berasal dari tulang dada atau otot dada (tulang rusuk yang patah).

Nyeri dada yang berasal dari jantung memiliki ciri nyerinya tak tertahankan seperti ada benda berat yang menimpa dada anda, seperti ditusuk-tusuk dan disertai sesak dada, jantung berdebar-debar, atau sesak napas. Selain itu, nyeri dada yang berasal dari jantung, pasien akan merasakan lelah saat beraktivitas ringan, pusing, mual, muntah dan tidak dapat tidur dengan nyenyak.

Jika Anda memiliki salah satu dari gejala penyakit jantung di atas, kami sarankan untuk cek ke dokter spesialis jantung dan melakukan tes pemeriksaan EKG, dan rontgen dada.

Demikianlah kami sampaikan, jika masih ada pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi dada dan jantung, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kami. Gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi

Selasa, 05 Februari 2013

Untuk Jantung Koroner, Lebih Bagus Pasang Ring atau Balon?

Siang dokter. Saya ingin bertanya berkaitan dengan penyakit jantung koroner. Ayah saya yang berusia 72 tahun baru saja menjalani operasi pemasangan kateter (balon). Pada saat dokter melihat hasil rontgen, ayah saya diinformasikan mengalami penyumbatan darah ke jantung hingga 100%.

Menurut informasi dokter, ini diakibatkan lambatnya penanggulangan sejak serangan awal berlangsung. Lambatnya penanggulangan dikarenakan orang tua saya selalu menyangkal kalau ia memiliki historis keluarga penderita jantung.

Yang ingin saya tanyakan :
1. Sebenarnya dokter menganjurkan agar kateter (balon) dipasang sebanyak 2 buah. Dikarenakan kondisi umur dan tidak tahannya orangtua saya menjalani operasi. Akhirnya kateter (balon) hanya dipasang 1 buah saja. Apakah pemasangan kateter (balon) harus dipasang 2 buah?
2. Kalaulah harus dipasang sebaiknya jangka waktunya setelah operasi pertama itu berapa lama dokter?
3. Mana lebih baik menggunakan kateter (balon) atau menggunakan cincin (ring)? Atas perhatian dokter dan jawabannya saya ucapkan terimakasih

Alu S (Pria Lajang 24 Tahun) ali_XXX@gruil.com
Tinggi 172 cm dan Berat 50 kg

Jawaban:

Berdasarkan pernyataan Anda, kami perlu lebih jelas memahami kondisi ayah Anda seperti kondisi jantungnya saat ini, pemeriksaan yang telah dilakukan, letak atau daerah penyumbatan arteri koroner pada jantungnya. Karena itu, jika Anda berkenan, kami bersedia menyediakan waktu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kami, gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Mengenai penyakit jantung koroner, umumnya penyakit ini terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Penyakit ini disertai dengan keluhan nyeri dada di sebelah kiri seperti ada tekanan berat yang menimpa dada, disertai dengan gejala sesak dada, sesak napas, jantung berdebar-debar. Nyeri ini juga berlangsung cukup lama dan menjalar dari leher hingga tangan di sebelah kiri. Selain itu, pasien juga merasa lelah saat beraktivitas ringan, pusing, mual, dan tidak dapat tidur dengan nyenyak

Mengenai pengoperasian jantung koroner ada 3 macam, pengoperasian stent (cincin), bypass dan kateter balon. Setiap jenis pengoperasian memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Misalnya pengoperasian by pass cocok untuk pasien yang memiliki penyumbatan lebih dari 3 pembuluh darah, namun kekurangannya waktu pemulihannya sangat lama, juga berisiko mengalami komplikasi seperti stroke, biayanya mahal.

Jika penyumbatannya lebih dari 70%, kami menyarankan untuk melakukan operasi stent (cincin). Operasi stent jauh lebih baik digunakan dibandingkan operasi balon. Operasi stent sangat singkat dan relatif murah, pemulihannya singkat tidak berlangsung lama, dan tidak perlu membelah dada, tidak melibatkan pemotongan hingga lebih dari 20 cm karena menggunakan kateter untuk menempatkan stent.

Mengenai operasi balon, tidak efektif untuk pasien yang memiliki diabetes atau yang memiliki lebih dari 2 penyumbatan pembuluh darah dan besar kemungkinan terjadi penyumbatan. Kelebihannya dapat dilakukan berulang-ulang.

Ketiga pengoperasian ini sebenarnya disesuaikan dengan kondisi pasien saat ini, pemeriksaan jantung yang telah dilakukan, dan gejala yang dirasakan oleh pasien tersebut, beserta riwayat penyakit pasien seperti diabetes dan kolesterol.

Selain ketiga hal di atas, ada juga operasi pengobatan minimal invasive atau bedah Thorascoscopic, dengan teknik kesulitan yang sangat tinggi. Bedah thorascoscopic hanya membutuhkan tiga lubang di sekitar dada (1-2 cm), cedera lubang yang sangat kecil, tidak perlu membelah dada, bekas luka yang sangat kecil, proses pemulihan yang sangat singkat, bedah tanpa fiksasi kawat baja.

Profesor Xiao Mingdi

Senin, 04 Februari 2013

Stres dan Parno Karena Jantung Bermasalah Tiap Olahraga

Dok saya mau konsultasi mengenai penyakit asam lambung berlebihan (GERD). Kebetulan saya baru saja mengalami penyakit lambung yang bernama GERD (menurut saya Gerd karena ciri dan gejala yang saya baca di forum-forum kesehatan sama dengan apa yang saya alami dan ditambah diagnosa dari dokter).

Minggu lalu saya sempat masuk UGD karena sulit bernapas, hal yang saya rasakan saya seperti terkena serangan jantung, sebelumnya saya melakukan kegiatan olahrga yang berat, setelah menyelesaikan olahraga tersebut nafas saya terengah-engah, seperti susah sekali untuk menghirup udara.

Akhirnya dengan cepat dan kondisi napas yang begitu sulit saya beranikan diri saya membawa mobil dan mencari rumah sakit terdekat, saat itu lokasi RS terdekat adalah Medika Permata hijau. Sesampainya di UGD saya langsung diberikan oksigen dan di cek oleh perawat. Dokter sempat mengira saya terkena serangan jantung, dikarenakan jantung saya berdetak kencang, setelah itu dokter melakukan pengecekan rekam jantung, hasilnya alhamdulillah jantung saya masih normal.

Kemudian saya ceritakan bahwa lambung saya sakit dan kerongkongan terasa asam, lalu dokter memberikan cairan putih kepada saya, dan saya merasa sedikit lega, dan dokter juga menyuntikan untuk penghilang rasa nyeri di lambung. Jujur setelah itu saya langsung benar-benar merubah pola hidup dan makan saya, yang dulunya saya sangat sepele dengan 2 hal penting itu, namun hal yang paling sulit dan yang sampai sekarang yang masih saya alami adalah ketika menahan emosi, stress dan parno pada diri saya.

Saya sering sekali parno terhadap penyakit saya ini, apa lagi ketika dada kiri saya terasa sakit. Saya ingin mencoba untuk rileks dan tidak memikirkan dengan sakit yang saya alami, namun masih susah untuk saya melakukan aktivitas yang berat seperti olahraga yang saya jalani sebelum sakit.

Saya mau tahu lebih detail Dok bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa cemas atau parno yang saya alami? Dan bagaimana caranya agar saya benar-benar sembuh total dari sakit yang saya alami ini dok? Apa-apa saja pantangan agar saya dapat menjaga penyakit ini tidak kambuh. Sudah hampir 3 bulan masih belum sembuh total.

Terimakasih.

Rudy (Pria Lajang 24 Tahun)
rudy_XXX@gmail.com
Tinggi 165 cm dan Berat 97 kg

Jawaban:

Sebelumnya, apakah Anda jarang olahraga? Dari data yang kami dapat bahwa Anda melakukan olahraga yang sangat berat sehingga memicu otot dan kinerja jantung, sehingga jantung kerja ekstra keras memompa darah ke seluruh tubuh. Akhirnya Anda merasakan gejala sesak nafas.

Kami sarankan Anda untuk jangan pernah sekali-kali melakukan olahraga berat, kami sarankan untuk berolahraga secara ringan namun teratur. Berolahraga sepeda, jalan santai, senam ringan, lari pagi juga sudah cukup membuat detak jantung Anda sehat.

Lalu dari data yang kami dapatkan berat badan anda 97 kg, benar? Kami sarankan Anda untuk melakukan diet ketat, usahakan agar berat badan anda ideal, ya Pak. Jika berat badan berlebih (obesitas atau kegemukan), itu bisa menyebabkan penyakit jantung khususnya jantung koroner.

Jantung koroner bisa menyerang siapa saja, baik kaum muda maupun usia lanjut. Bagi usia muda seperti Bapak, jantung koroner dapat disebabkan oleh gaya hidup dan pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, jarang berolahraga, bergadang, makan-makanan sampah (junkfoood). Kami sarankan Anda untuk memiliki gaya hidup yang sehat dan teratur.

Mengenai stres, emosi, dan kecemasan, kepanikan, kami sarankan Anda untuk tidak stres. Usahakan memiliki gaya hidup yang santai, rileks. Anda juga dilarang tidur terlalu larut malam. orang yang stres atau emosi disebabkan salah satunya karena kurang tidur. Usahkan tidur tepat waktu dan memiliki istirahat yang cukup.

Mengenai asam lambung meningkat atau GERD, kami sarankan Anda untuk cek ke dokter yang dapat menangani kondisi anda.

Demikianlah kami sampaikan. Jika masih ada pertanyaan, silahkan konsultasi langsung gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Minggu, 11 November 2012

Pembengkakan Jantung Disertai Penurunan Trombosit

Dokter, ayah saya sedang dirawat di rumah sakit karena pembengkakan jantung dan trombositnya rendah yaitu hanya 80.000. Menurut dokter mana yang harus ditangani terlebih dahulu pembengkakan jantung atau trombositnya?Terimakasih.

Pawana (Pria Lajang, 32 Tahun), pawana.arga@gmail.com


Jawaban

Dalam menangani pasien, seorang dokter harus melihat permasalahan pasien secara menyeluruh (komprehensif), baik ketika ia menangani pasien seorang diri atau ketika bekerja sama dengan dokter lain jika terdapat permasalahan atau penyakit di luar kompetensinya. Jika diperlukan, penanganan masalah atau penyakit yang ada dapat dilakukan secara bersamaan.

Permasalahan dapat timbul jika terdapat penyakit yang membutuhkan penanganan berbeda atau bahkan bisa dikatakan bertolak belakang. Dari data yang diberikan Bapak, tidak dijelaskan apa penyakit yang mendasari terjadinya pembengkakan jantung apakah penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung atau penyakit jantung lainnya. Demikian juga penyakit yang mendasari penurunan trombosit, apakah DBD atau penyakit lainnya.

Dalam kasus seperti ini, paling tidak ada dua permasalahan yang dapat timbul. Pertama, jika ada penyakit jantung koroner maka timbul permasalahan untuk diberi atau tidaknya obat antiplatelet ketika trombosit menurun. Dokter harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian atau resiko pemberian obat tersebut.

Kedua, pada pembengkakan jantung biasanya telah terjadi penurunan fungsi kerja pompa jantung. Jika penurunan trombosit terjadi akibat DBD, maka timbul permasalahan dalam pemberian cairan. Di satu pihak, penderita DBD membutuhkan jumlah cairan yang banyak, namun di pihak lain dengan adanya pembengkakan jantung atau penurunan fungsi jantung, maka pemberian cairan dalam jumlah banyak akan beresiko terjadinya gagal jantung.

Untuk kasus seperti ini, maka dokter harus sangat berhati-hati dalam hal pemberian cairan baik dari segi jumlah maupun kecepatan pemberiannya. Sebaiknya Anda berdiskusi dengan dokter yang merawat Ayah Anda, apa permasalahan yang ada dan bagaimana penanganan yang akan dilakukan.

Dr. Roy Christian, SpJP

Sabtu, 10 November 2012

Nyeri Dada Setelah Bersepeda

Dok, saya mau bertanya sedikit masalah dengan dada saya. Berhubung saya gemar bersepeda pada malam hari, setelah bersepeda saya sering merasakan nyeri di dada sebelah kiri bila menarik napas panjang, kemudian di saat rileks terkadang rasa nyeri suka muncul kembali. Apakah itu berhubungan dengan jantung atau hanya nyeri biasa? Saya memang belum berkonsultasi ke dokter manapun. Terimakasih.

Xcelerate (Pria Lajang, 19 Tahun), justXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 168 Cm dan Berat Badan 65 Kg

Jawaban

Nyeri dada yang khas pada penyakit jantung umumnya terjadi pada saat aktivitas seperti olahraga atau kegiatan sehari-hari lain misalnya naik tangga, jalan kaki dan sebagainya. Nyeri dada itu biasanya akan berkurang atau menghilang bila kita menghentikan aktivitas.

Mengapa terjadi seperti itu?
Karena pada saat kita berolahraga atau melakukan kegiatan lain, tubuh kita membutuhkan suplai darah yang semakin bertambah sehingga jantung kita pun harus bekerja lebih berat lagi dan bila suplai darah ke sel-sel jantung kurang atau terganggu maka akan menimbulkan nyeri dada.

Dalam kasus ini nyeri dadanya muncul setelah selesai bersepeda dan dirasakan bila menarik napas panjang, kemungkinan bukan disebabkan penyakit jantung.

Apakah sudah cukup pemanasan atau warming up yang dilakukan? Bila belum, lakukanlah pemanasan yang cukup sebelum berolahraga sehingga otot-otot menjadi relaksasi dan tidak mudah menjadi tegang atau kram. Bila keluhan masih tetap ada atau makin bertambah, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dr. Roy Christian, SpJP

Apakah Tangan yang Berkeringat Tanda Gangguan Jantung?

Dear doctor, telapak tangan dan kaki saya sering lembab dan sedikit berkeringat. Apakah ini menandakan ada indikasi penyakit serius seperti gangguan jantung? Terimakasih

Ian (Pria Lajang, 27 Tahun), ianharianja@yahoo.com
Tinggi badan 168 cm dan Berat badan 77 kg


Jawaban

Gejala seperti yang dialami oleh Bapak bisa terjadi karena beberapa kondisi, antara lain:
  1. Adanya kelainan jantung
  2. Produksi kelenjar keringat berlebihan yang merupakan bawaan (hiperhidrosis)
  3. Faktor neurologis atau psikologis yang dapat dipicu oleh stres, rasa sakit, ketakutan dan sebagainya.

Jadi tangan yang berkeringat tidak selalu karena ada gangguan jantung.

Untuk mengetahui lebih jauh kelain itu, perlu informasi lebih lanjut. Kapankah keluhan itu muncul? Apakah sudah timbul sejak kecil atau baru-baru saja? Apakah muncul hanya pada saat-saat tertentu atau terjadi hampir setiap saat? Dan juga apakah ada gejala-gejala lain seperti berdebar-debar, rasa tidak enak di dada atau ulu hati, sesak nafas dan sebagainya?

Tentu saja untuk mengetahui lebih jelas perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lainnya.

Dr. Roy Christian, SpJP

Rabu, 07 November 2012

Kenapa Tangan Sering Berkeringat?

Dear doctor, telapak tangan dan kaki saya sering lembab dan sedikit berkeringat. Apakah ini menandakan ada indikasi penyakit serius seperti gangguan jantung? Terimakasih

Ian (Pria Lajang, 27 Tahun), ianXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 168 cm dan Berat badan 77 kg


Jawaban

Gejala seperti yang dialami oleh Bapak bisa terjadi karena beberapa kondisi, antara lain:


  1. Adanya kelainan jantung
  2. Produksi kelenjar keringat berlebihan yang merupakan bawaan (hiperhidrosis)
  3. Faktor neurologis atau psikologis yang dapat dipicu oleh stres, rasa sakit, ketakutan dan sebagainya.

Jadi tangan yang berkeringat tidak selalu karena ada gangguan jantung.

Untuk mengetahui lebih jauh kelain itu, perlu informasi lebih lanjut. Kapankah keluhan itu muncul? Apakah sudah timbul sejak kecil atau baru-baru saja? Apakah muncul hanya pada saat-saat tertentu atau terjadi hampir setiap saat? Dan juga apakah ada gejala-gejala lain seperti berdebar-debar, rasa tidak enak di dada atau ulu hati, sesak nafas dan sebagainya?

Tentu saja untuk mengetahui lebih jelas perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lainnya.

Dr. Roy Christian, SpJP

Jumat, 02 November 2012

Detak Jantung Tidak Teratur, Bagaimana Supaya Tidak Kambuh?

Beberapa waktu yang lalu, saya didiagnosa kena aritmia. Dan saya disuruh minum obat (propranolol dan captopril) selama 1 bulan. Setelah satu bulan jantung saya normal, cuma beberapa waktu ini detak jantung saya kambuh tidak beraturan, cepat lelah, nafas juga pendek.

Saya sudah treadmill jalan santai setiap hari Minggu. Sebagai informasi saya kerja dari Senin-Jumat. Apa yang mesti saya lakukan untuk menghindari detak yang tidak beraturan? Dan bagaimana penanganannya serta treatment apa yang harus saya lakukan? Terimakasih.

Dian (Wanita Lajang, 31 Tahun), dianXXXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 158 Cm, Berat Badan 57 Kg

Jawaban:

Ada dua jenis aritmia, yakni aritmia ventrikel dan aritmia atrial. Setiap jenis aritmia ini tentu beda cara penanganan dan cara pengobatannya.

Aritmia sendiri merupakan gangguan pada irama jantung. Gangguan itu bisa beripa detak jantung terlalu cepat atau takikardia, terlalu lambat atau bradikardia maupun tidak teratur sama sekali.

Penyebabnya adalah impuls atau aliran listrik yang tidak normal sehingga mempengaruhi kerja jantung. Dinamakan aritmia atral jika ketidaknormalan impuls listrik itu berasal dari atrium atau serambi jantung sedangkan jika berasal dari ventrikel atau bilik maka disebut aritmia ventrikal.

Kami saat ini tentu tidak tahu jenis aritmia yang mana yang didiagnosa oleh dokter Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda konsultasikan langsung dengan dokternya jenis aritmia yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jika ibu ada ada waktu atau ada pertanyaan silahkan konsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan catatan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Untuk olahraga, sebaiknya ibu berolahraga ringan minimal 2 kali seminggu. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Kamis, 01 November 2012

Tensi Selalu Tinggi, Apa Bisa Merusak Jantung?

Saya sudah 4 tahun ini mengalami tensi darah 150/80 atau bisa juga 140/90 atau normal 130/80. Pengobatan rutin yang saya lakukan yang diberi dokter ke saya adalah minum obat Farnormin yang 50 ml 1 setiap hari.

Kalau di kantor saya setiap tahun ada cek kesehatan dan semua hasil labarotarium saya bagus atau normal.

1. Yang ingin saya tanyakan berapa sebenarnya tensi yang normal untuk saya, dan bagaimana cara agar tensi darah bisa normal?
2. Apakah dengan tensi darah saya cenderung tinggi bisa mengakibatkan nantinya gangguan di jantung?

Dokter mohon jawabannya, atas bantuannya diucapkan terimakasih.

Marlina (Perempuan Menikah, 47 Tahun), marlina_XXXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 153 Cm, Berat Badan 51 Kg

Jawaban:

Berdasarkan pernyataan Anda, 140/90 merupakan tekanan darah normal. Namun bila tekanan darah mencapai 150/80, kami berpendapat bahwa tekanan darah Anda cukup tinggi. Bagaimana cara untuk mengurangi tekanan darah adalah segera memeriksakan diri ke dokter karena dokter lebih memahami kondisi Anda.

Tekanan darah yang terlalu tinggi atau disebut hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung maupun stroke, bahkan juga bisa memicu gagal ginjal. Tidak semua gangguan hipertensi menunjukkan gejala, tapi kadang bisa ditandai dengan mimisan, sakit kepala dan wajah kemerahan.

Pada dasarnya tekanan darah selalu berubah tergantung banyak faktor, termasuk aktivitas fisik. Normalnya adalah 120/80 tetapi bisa meningkat setelah melakukan aktivitas fisik, tetapi akan kembali normal setelah diistirahatkan dalam beberapa waktu.

Mengenai pengaruh tekanan darah pada jantung, kami ingin mengetahui kondisi Anda lebih mendalam, misalnya denyut jantung teratur atau tidak. Juga terkait gejala yang Anda rasakan seperti sesak napas, nyeri dada sebelah kiri. Setelah itu semua jelas, baru dapat kami pastikan.

Oleh krena itu sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi Anda lebih lanjut. Jika Anda waktu atau jika Anda masih ada pertanyaan mengenai gejala jantung dan ruang dada, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan catatan membawa hasil pemeriksaan dari dokter (baik itu EKG, ataupun USG) sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Rabu, 24 Oktober 2012

Anak 8 Tahun Jantungnya Renggang, Apakah Harus Operasi?

Dokter saya mau tanya, anak saya umur 8 tahun anak aktif tidak mengeluh, mempunyai kelainan jantung rengang sekitar kurang lebih 3-4 milimeter. Terus kata dokter di rumah sakit harus dioperasi untuk menutup katup yang renggang. Yang jadi pertanyaan adalah apakah harus dioperasi? Selain operasi ada obatnya tidak?

Karang L (Pria Menikah, 34 Tahun), karang_XXXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 175 Cm, Berat Badan 120 Kg

Jawaban:

Berdasarkan pernyataan mengenai kondisi putri Anda, kami ingin tahu pemeriksaan jantung apa yang telah dilakukan oleh putri Anda? Jika belum ada sebaiknya melakukan pemeriksaan jantung USG.

Kami masih kurang jelas paham dengan kondisi putri Anda. Apakah putri Anda merasakan kondisi tidak nyaman seperti gejala sesak napas, ketidaknyamanan pada dada di sebelah kiri, detak jantung tidak beraturan, kelelahan fisik?

Jika anak Anda mengalami kondisi badan yang tidak nyaman, sebaiknya putri Anda diajak ke dokter. Namun jika kondisi anak anda aktif dan sehat, tidak merasakan gejala yang kami sebutkan di atas sebaiknya putri Anda tidak perlu dioperasi dan tidak perlu mengonsumsi obat.

Jika masih ada pertanyaan, atau Anda ada waktu sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter kami gratis dengan catatan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi