Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Bersyukur di Bulan Ramadhan

Setiap diri kita pasti pernah tergelotik dengan kisah yang menyedihkan bukan? kisah yang mencampuradukkan perasaan kita sebagai hamba Allah SWT yang menjadi khalifah di muka bumi. Alhamdulillah kita diberikan kesempatan untuk kembali menyapa bulan Ramadhan yang sangat mulia dan merupakan bulan tempat turunnya Al Qur'an yang menjadi petunjuk bagi kita orang muslim. 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqoroh : 183)

Ayat Al Qur'an diatas merupakan ayat yang menjadi pijakan bagi kaum muslimin untuk berpuasa di bualan Ramadhan. 

Puasa dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu dengan ketentuan menjauhi dosa besar dan tidak mengulanginya dan bertaubat nasuha.

"Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)

Balasan maupun pahala bagi orang yang berpuasa merupakan hak prerogratif Allah SWT.

"Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali.
Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)

Jumat, 25 Februari 2011

IBUMU

Sebuah Renungan-Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dengan air susunya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya.
Dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan Ibu, sedang engkau balas dengan sikap yang tidak baik.
Dia selalu mendoakanmu baik diam-diam atau terang-terangan. Tatkala Ibumu membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang tak berharga disisimu Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar, Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada suami, istri dan anak-anakmu daripada Ibumu, dan engkau lupakan segala kebaikan yang pernah dia buat!
Dan rasanya…. Berat atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira Ibumu ada di sisimu umurnya panjang, padahal umurnya pendek Engkau tinggalkan dia padahal tak ada penolong baginya selain dirimu! Padahal ALLAH telah melarang berkata ‘ah’ dan ALLAH telah mengingatkanmu dengan lembut. Dan engkau akan di siksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan ALLAH akan membalas di akhirat dengan menjauhkan dirimu dari-NYA.

Dari sebuah note di facebook

Jumat, 04 Februari 2011

Semut-pun Bertasbih Kepada Allah

Dari sebuah note di Facebook...


Seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: "Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih". (Shahih Muslim No.4157, Hadis riwayat Abu Hurairah ra)


Ini adalah Alasan shahih tentang larangan membunuh semut.

Meski kenakalan semut kadang membuat kita jengkel, tapi, jika kita renungi dan berfikir baik; pasti kita akan memahami, mungkin semut sedang lapar atau sedang mencarikan makanan buat anak anak semut di rumahnya yang jauh ^_^ .

Berlembutlah kepada semut, mereka pun bertasbih.

Mungkin lebih banyak dari kita,

Subhanallah..

Sahabat, seperti hal-nya Lebah, semut merupakan salah satu mahluk Allah yang diabadikan namanya dalam Al Qur'an. Hingga ada Surah Al Qur'an yang di beri Nama An-Naml / النّمل yang artinya "Semut". Surat tersebut adalah surat ke-27 dalam Al Qur'an.

Dalam ayat ke-18, digambarkan tentang semut lebih hidup lagi tentang tentara Nabi Sulaiman Alahissalam yang melewati sebuah lembah dimana disana terdapat semut semut;

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

Diayat 19-nya Nabi Sulaiman tertawa mendengar semut semut itu dan berdoa;

..."Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS An Naml;19)

Semoga Kita dijadikan Hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan penuh senyum,

Anggap saja ini adalah sebuah tafaqur dari semut,

'Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yg ada di langit dan di bumi dan (juga) burung dg mengembangkan sayapnya. Masing2 telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yg mereka kerjakan'. (QS AN NUR AYAT 41).
"Semut maafkan aku ^_^"

Nuruddin Al-Indunissy
Tepi Tepi Fajar Riyadh 2011

Selasa, 04 Januari 2011

Perubahan iklim dan Sumber energi baru Indonesia

Perubahan iklim dan Sumber energi baru Indonesia

Wooow tidakkah anda rasakan perubahan iklim di negeri ini beberapa tahun terakhir, hemmm kayaknya makin parah aja yah, waktunya musim hujan tidak menentu kadang jadi panas, kadang musim panas bisa-bisa jadi hujan. Inilah mungkin salah satu kegelisahan kita di tanah air kita, Indonesia. Banyak gagal panen terjadi karena iklim yang tidak bersahabat, ketika saya PTT di Sumba Timur NTT tahun lalu dikatakan bahwa salah satu daerah Kabupaten di NTT ini sedang krisis pangan. Saya melihat sendiri bahwa hasil panen padi, jagung dsb tidak sesuai harapan, banyak petani yang gulung tikar dan terlilit ekonomi. Mereka banyak menjual barang-barang pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidup, bayangkan saja diwaktu mereka menanam padi..eh..eh rupanya tidak turun hujan, maklum sewaktu saya tugas di pedalaman Sumba air susah sekali dan kebanyakakan sawah disana adalah tadah hujan..Jadi udah bisa ditebak, karena mengandalkan hujan, banyak petani merugi. Tak salah waktu saya di Sumba, logistik hanya cukup untuk beberapa bulan aja. Berita dari Metro TV News udah mewakili dengan berita "Ribuan Petani di NTT Terancam Krisis Pangan" . "Krisis pangan bakal melanda Sumba Timur NTT, karena curah hujan yang relatif kurang tahun ini." itu sambutan Bupati Sumba Timur yang saya hadiri waktu pelepasan Kadinkes Sumba Timur dr. Matius Kitu Sp. B. Miris tapi harus dihadapi, ini masalah kita bersama. Perubahan iklim ini bisa karena faktor manusia selain karena Lingkungan itu sendiri. manusia mengambil peran yang besar dalam terciptanya global warming, sehingga mengubah iklim itu sendiri, liat aja kutub utara esnya udah pada mencair. Kalau tidak ditanggulangi segera, daratan bisa menjadi lautan. Jangan sampe!

Pengguanaan BBM agaknya udah mulai dikurangi, subsisdi mulai dihapus, orang-orang udah mulai konversi minyak tanah. Termasuk di Surabaya tercinta, tapi dulu di NTT masih belum konversi jadi minyak tanah masih banyak digunakan selain kayu bakar tentunya. Wah kalau listrik di Waingapu sering mati jangan tanya..hehehe..bisa beberapa jam sehari, ada gilirannya malah setiap minggu. Maklum disini masih menggunakan suplai minyak/batu bara untuk menghidupi listrik di kota, belum ada Pembangkit Listriknya. jadi kalau ada gangguan di laut akibat ombak, cuaca buruk udah bisa dipastikan hemat listrik alias mati lampu lagi..Tapi ngomong-ngomong masalah hemat listrik, saya setuju dengan program PLN untuk mematikan hal-hal yang kurang penting saat beban listrik di malam hari. Ingat bisa menghemat rekening dan listrik kita tentunya..Waktu saya di Sumba, aku dan pegawai Puskesmas berkunjung ke rumah kepala desa Nangga, yah sekitar 45 menit dari kampungku. Waaah kaget aku, di pedalaman pak Kades udah bisa membimbing kelompok-kelompok tani di desanya. Desa Nangga adalah salah satu penghasil kacang mente di Sumba. Nah udah tau kan apa tujuanku...hehehe..Waktu ngobrol sama perawatku, kulirik diatas jendela kok ada selang panjang yang mengulur sampai ke Lampu depan. Yang kudu diketahui nih, Desa Nangga blum masuk PLN alias tak ada listrik. Wah sambil nungguin pak Kades datang, kutanya istrinya. Lah jawabannya itu adalah selang biogas, untuk menghidupkan lampu listrik dirumah, tapi maksimal cuma 3 lampu aja. Dalam hatiku yah lumayan, daripada gak ada penerangan sama sekali dan hanya mengandalkan obor dan tenaga surya. Kata ibu Kades kotoran hewan kan banyak disana terutama sapi, jadi bisa digunakan sebagai bahan baku biogas untuk menyalakan listrik. Mesin dan selangnya adalah hibah dari salah satu instansi di Waingapu. Wah keren di daerah pedalaman aja udah muncuh ide kayak begini. kata Pak Kades gak hanya rumah ini aja yang dialiri listrik dari biogas tapi ada beberapa rumah di Desa Nangga yang diberi hibah, tentunya atas usaha Kepala Desa Nangga. Salut buat Kepala Desa Nangga!!!

Senin, 20 Desember 2010

Bisnis Syariah

Bisnis Syariah: Menuju Kemaslahatan Ummat

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Al Baqarah ayat 275)

Riba itu ada dua macam: nasi'ah dan fadhl. riba nasi'ah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya. Karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba dalam ayat ini ialah riba nasi'ah yang berlipat ganda dan umum terjadi di kalangan masyarakat Arab zaman jahiliyah.


Prinsip perbankan syariah mulai dikenal baru pada tahun 1990an di Indonesia, dimana bank Muamalat lahir pada bulan November 1991. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.
Tak tanggung-tanggung perbankan syariah adalah bank yang tahan krisis moneter sekitar tahun 1997, dimana suku bunga pinjaman melambung tinggi hingga puluhan persen. Hal ini berakibat kalang kabut diantara kalangan usaha yang tidak mampu membayar bunga yang relatif tinggi. Tapi pengusaha yang menggunakan perbankan syariah tidak perlu membayar bunga sekian persen, mereka cukup berbagi hasil dengan bank syariah.

Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung.

Minggu, 30 Agustus 2009

Marhaban yaa Ramadhan 1430 H

Matahari berdzikir,

Angin bertasbih,

dan pepohonan memuji keagungan MU,

semua menyambut datangnya seribu bulan..

Selamat datang Ramadhan,

Selamat datang bulan penuh pengampunan..

Selamat beribadah puasa,

Mohon maaf lahir batin..

from: Mailist FK UNAIR 2002





Minggu, 29 Maret 2009

Ngaji yuk: QS. Al Baqarah: 286


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al Baqarah: 286)





Jumat, 27 Maret 2009

Taujih Buat Ukhti: Apel dan Kejujuran


Seorang lelaki shalih bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba ia melihat sebuah apel terjatuh di luar pagar suatu kebun buah-buahan. Melihat apel merah yang ranum itu tergeletak di tanah, terbitlah air liur Tsabit. Apalagi hari begitu panas dan Tsabit tengah kehausan. Tanpa berpikir panjang Tsabit memungut dan memakan apel itu. Tapi baru setengah memakannya Tsabit ingat: apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin dari pemiliknya.
Tsabit pun bergegas masuk ke dalam kebun itu. Ia hendak menemui si pemilik kebun dan meminta si pemilik menghalalkan sebuah apel yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. “Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya,” kata Tsabit kepada orang itu. Namun ornag itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya orang yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebun ini.”

Tsabit pun bertanya, “Di mana rumah pemilik kebun ini? Aku harus menemuinya untuk meminta ia menghalalkan apel yang telah kumakan ini.”
“Untuk sampai ke sana engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam,” jawab si penjaga kebun.
“Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa izin pemiliknya. Bukankah Rasulullah saw. sudah memperingatkan kita melalui sabdanya: ‘Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka’,” tukas Tsabit tegas.

Tsabit pergi ke arah yang ditunjuk penjaga kebun. Ia menuju rumah si pemilik kebun. Dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Si pemilik rumah membukakan pintu. Tsabit langsung memberi salam dengan sopan.


“Wahai Tuan, saya terlanjur memakan setengah dari sebuah apel yang jatuh ke luar dari kebun milik Tuan. Karena itu, saya datang untuk meminta Tuan menghalalkan apa yang sudah saya makan itu.”

Lelaki tua si pemilik kebun itu mengamati Tsabit dengan cermat. Lalu dia berkata, “Tidak! Aku tidak akan menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.”
Tsabit khawatir tidak dapat memenuhi syarat itu. Namun, ia tidak punya pilihan. “Apa syarat itu, Tuan?”

Si pemilik kebun menjawab dengan jawaban yang di luar dugaan. “Engkau harus mengawini putriku!”
Tsabit bin Ibrahim terkejut. “Hanya karena aku makan setengah buah apel yang jatuh keluar dari kebun Tuan, saya harus mengawini putri Tuan?” Tsabit membuat pertanyaan dengan warna penuh keheranan.
Tapi si pemilik kebun itu tidak peduli. Bahkan ia menambahkan, “Engkau juga harus tahu. Putriku punya kekurangan. Ia buta, bisu, dan tuli. Ia juga lumpuh.”
Tsabit terkejut. Haruskah ia menikahi perempuan seperti itu hanya karena ia memakan sebuah apel tidak dihalalkan baginya?

Si pemilik kebun itu kembali menegaskan sikapnya, “Aku tidak akan menghalalkan apel yang engkau makan kecuali engkau penuhi syarat itu.”
Tsabit yang tidak ingin di tubuhnya ada barang haram dengan tegas menjawab, “Baik, aku terima karena aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah meridhaiku. Mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala.”

Pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi untuk menyaksikan akad nikah itu. Setelah akad nikah selesai, Tsabit dipersilakan menemui istrinya. “Assalamu”alaikum!” Tsabit tetap mengucapkan salam, walau tahu istrinya tuli dan bisu.

Tsabit kaget. Ada suara wanita menjawab salamnya. Tsabit masuk menghampiri wanita itu. Wanita itu mengulurkan tangan menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut.
Setelah duduk di samping istrinya, Tsabit bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa kamu buta. Mengapa?”
Wanita itu menjawab, “Ayahku benar. Aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah.”
Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan kamu tuli, mengapa?”
“Ayahku benar. Aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat Allah ridha,” jawab wanita itu. “Ayahku pasti juga mengatakan kepadamu aku bisu dan lumpuh, bukan?”
Tsabit mengangguk mengiyakan pertanyaan istrinya itu.
“Aku dikatakan bisu karena aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah saja. Aku dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang membuat Allah gusar.”

Tsabit begitu bahagia. Ia mendapat istri yang shalihah. Apalagi wajahnya bagaikan bulan purnama di malam gelap. Dari pernikahan ini Tsabit dan istrinya dikaruniai seorang putra yang kelak menjadi ulama yang menjadi rujukan dunia: Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit.




Minggu, 22 Februari 2009

Taujih Buat Ukhti: Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.


Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.


Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!




Rabu, 18 Februari 2009

Ngaji Yuk: Apakah amalan bermanfaat jika dibarengi kesyirikan?


Apakah amalan bermanfaat jika dibarengi kesyirikan?

Amal tidak bermanfaat yang dibarengi dengan syirik.

Dalil dari Al Quran

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ[(الأنعام: من الآية88)

Kalau mereka menyekutukan sungguh gugurlah apa yang mereka amalkan.

Dalil dari As Sunnah

[من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه]رواه مسلم

Barang siapa yang beramal suatu amalan ia menyekutukan didalamnya selain Aku, Aku tinggalkan dia dan sekutunya.






Kamis, 22 Januari 2009

Surat dari Gaza

Surat dari Gaza

Assalamualaikum saudaraku seiman...

Berikut ini adalah surat langsung dari seorang Ibu di Ghaza yang 2 minggu yang lalu sempat diwawancarai oleh Islam Channel - UK [LINK REMOVED] dimana ketika beliau diwawancarai, saudara kita yang bernama Umm Taqi ini harus menyabung nyawanya karena bom sewaktu waktu bisa meluluh lantakkan rumahnya.....
Minggu yang lalu (17 Januari 2009) surat dari beliau juga dibacakan didepan para demonstran di Marble Arch, London dan pada malam harinya dibacakan kembali dalam sebuah show yang berjudul Muslimah Dilemma di Islam Channel

saya sertakan teks aslinya dalam bahasa inggris meski sebenarnya ini juga hasil terjemahan dari surat asli beliau yang tertulis dengan bahasa Arab.

secara langsung antum akan bisa melihat bagaimana mereka melalui hari hari mereka dan sungguh saya merasa malu dan merasa tersentak membaca surat ini. Bagaimana tidak karena ternyata aksi aksi yang kita lakukan menjadi harapan baru bagi mereka dimana mereka merasa tidak sendiri dan diingat oleh saudaranya yang lain......saya malu karena belum mampu membantu banyak dan inshaAllah akan menjadi bahan renungan bagi kita untuk langkah ke depan....

mohon bantuannya untuk menyebar luaskan supaya suara nyata ini bisa didengar oleh kaum muslimin dimanapun mereka berada......

jazakumullah Khair
wassalam
www(dot)ameraatuljannah(dot)blogspot(dot)com


Assalamualaikum


Saudaraku muslim dan muslimah, dalam kesempatan ini aku ingin mengirim pesan dari saudaramu di Ghaza. simaklah kondisi kami dan sampaikan kepada siapa saja entah itu orang yang kalian kenal ataupun yang tidak kalian kenal


Situasi yang kami hadapi mengerikan namun iman kami kuat, Alhamdulillah meskipun kami tidak memiliki air yang memadai dan kalaulah ada, air itu sudah terpolusi dan kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. ketika kami memiliki uang maka oang yang menjualnya menyampaikan bahwa terlalu bahaya untuk mereka berjalan keluar dan mendapatkan supplai. Kami tidak memiliki gas dan ini sudah berlangsung sejak 4 bulan terakhir. kami hanya bisa memasak sedikit makanan diatas tungku tungku yang sudah kami siapkan.

Para keluarga laki laki kami telah kehilangan pekerjaannya. mereka menghabiskan keseharian mereka dirumah. Suamiku pergi seharian dari satu tempat ke tempat lain hanya demi mendapatkan (kebutuhan) dasar air. Biasanya dia kembali ke rumah dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank, dan Rumah sakitpun jarang yang buka. kami selalu sadar bahwa nyawa kami terancam setiap kali kami keluar rumah.

Mereka (zionis) memberikan jam malam antara pukul 1 hingga 4 sore. kami bisa keluar dalam keadaan aman untuk mendapatkan supplai, kata mereka, tapi itu semua bohong! seringnya jutsru mereka menggunakan kesempatan itu untuk menambah jumlah syuhada dalam daftar mereka.

kami makan sehari nasi dan sehari roti. Daging dan susu adalah kemewahan. mereka menggunakan senjata perang kimia di area perbatasan.

setelah semua ini kami diberitahu bahwa orang orang di seluruh dunia berdemo. MashaAllah! Fakta bahwa kalian pergi ke kedutaan2 dan meninggalkan rumah rumah kalian membuat kami merasa bahwa kami tidak sendiri dalam perjuangan ini.

tetapi kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci rumah kalian. Sedang kami....Kami tidak bisa melakukan itu. Tiap malam aku harus meninggalkan rumahku yang berada di lantai 2 dan tinggal bersama saudara perempuanku di lantai dasar. Jika ada serangan maka lebih cepat bagi kami untuk meninggalkan (gedung) dari lantai dasar.

ya..Kami lelah, ketika kami mendengar roket dan bom serta melihat pesawat pesawat yang terbang mendekati gedung, aku menjerit bersama anak laki lakiku yang masih muda dan suamiku merasa tidak mampu melakukan apa apa.

Dalam hal ini tidak ada yang bisa menyelamatkan kami selain Allah. Tetapi ummah juga bertanya tanya dimana tentara tentara kaum muslimin, dimana kemenangan itu?

Jangan lupakan kami karena hanya kalianlah yang kami miliki. Sadaqah baik kalian tidak sampai kepada kami dan ketika mereka membuka perbatasan hanya segelintir orang yang mendapatkan (sumbangan) itu. Tetaplah berjuang di Jalan Allah dan berdoalah agar kemenangan itu segera datang inshaAllah..

wassalam
saudaramu Umm Taqi

Jumat, 09 Januari 2009

Ya Allah..Kejam Sekali Mereka..


Tak perlu tembak, Patahkan leher Mereka..!!


"Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, 'Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya.

Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu'.



Disebabkan media-media besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikuasai jaringan Zionis Internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang. Termasuk bagaimana cara dan perasaan para tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak-anak kecil, para gadis dan para Muslimah, dan sebagainya.

Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter. com. Situs perjuangan Mujahidin Checnya misalnya pernah merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang Muslimah Palestina sedang dikeroyok oleh tak kurang tiga tentara Israel dan tangan si Muslimah tersebut tengah berada dalam gigitan anjing besar yang dibawa tentara Zionis tersebut.



Bagaimanakah perasaan kita bila sang Muslimah Palestina tersebut adalah ibu kita? Isteri kita? Anak kita? Atau saudara kita? Rakyat Palestina setiap hari senantiasa berada dalam siksaan dan sasaran tembak tentara-tentara Zionis tersebut.

Terkait dengan hal itu, Harian Observer memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar Yishai-Karin. Psikolog Yahudi ini memeriksa dan mewawancarai delapan belas tentara Zionis-Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan.

Ternyata Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang-orang Arab tersebut, ujarnya.

Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog Yahudi tersebut sungguh-sungguh memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, tapi babi dan kera yang berwujud manusia. Inilah sebagian kutipannya:

"(Menyiksa mereka) seperti minum anggur yang lezat"

"Jika saya tidak ditugaskan ke Rafah atau daerah di mana banyak orang Palestinanya dan tidak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat".

Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina merupakan bagian dari keimanan mereka.

"Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak-anak kecil dan tentu saja perempuan muda..."

"Kami adalah Tuhan, yang bisa berbuat apa saja terhadap mereka"!

"Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak".

Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang Muslimah Palestina, "Saya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapan pun"

Yang lain berkata, "Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, �Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya. Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu. (dakta)

Jumat, 02 Januari 2009

Ya Allah..Bantulah Saudara Hamba di Palestina

Solidaritas Untuk Saudaraku di Palestina

Sebagai rasa solidaritas buat saudara-saudara kita di Palestina, donasikan sedikit yang kita bisa berikan kepada saudara kita disana.

Allah punya Hadiah sebuah Cahaya utk Setiap Kegelapan..
Sebuah Rencana untuk Hari Esok..
Sebuah Jalan Keluar untuk tiap masalah..
Sebuah kebahagiaan untuk tiap Kesedihan..

Sebagai rasa Solidaritas kita, teman teman dapat menyalurkan bantuan untuk saudara - saudara kita di Palestina melalui Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ke Rekening Bank Syariah Mandiri 0010102555 a.n. Bulan Sabit Merah Indonesia.

Donasi untuk Palestina silakan ketik sms sebagai berikut:
merc(spasi)peduli kirim ke 7505 donasi Rp.5000/sms

info lebih lanjut: http://www.mer-c.org/ dan http://www.bsmipusat.net/




Sabtu, 27 Desember 2008

Kena Banned Dari Google Adsense

Google AdSense - Ad Serving Update

Kena Banned Dari Google Adsense


Wah sedih dunk, rupanya apa yang kita lakukan di blog ini rupanya kena banned juga..hahaha..biasa telah mengganti kode aseli dari google, maklum blog bahasa Indonesia kan belum bisa.
Padahal dollar-nya udah mulai melimpah dari adsense google ini. But it's ok, tetap semangat ngeblog.

Ini dia email dari google adsense :

Hello,

If you've previously received an email regarding ad serving on yasinfadillah.blogspot.com, please ignore that email. We've included the correct version below:

-----

We've found that the AdSense ad code placed on your site(s) was modified to override our language targeting on pages such as http://yasinfadillah.blogspot.com/2008/05/request-jurnal-di-sini.html. As stated in the AdSense program policies, publishers are not allowed to alter the AdSense code. Once you've generated the ad code in your AdSense account, you may not alter any portion of the code or manually change the layout of the ads.

As a result, we have disabled ad serving to yasinfadillah.blogspot.com.

Your AdSense account remains active. However, we strongly suggest that you take the time to review our program policies (https://www.google.com/adsense/policies ) to ensure that all of your remaining pages are in compliance.

Please note that we may disable your account if further violations are found in the future.

Sincerely,

The Google AdSense Team

Google Inc.
1600 Amphitheatre Parkway
Mountain View, CA 94043


This is associated with the account ca-pub-7857717513045610.

Email preferences: You have received this mandatory email service announcement to inform you of changes to your Google ad serving status.




Jumat, 26 Desember 2008

Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik




Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik


"Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyâi': 89).

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Âli 'Imrân: 38).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih.
Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our'an Surah Al-Anbiyâ' ayat, 89-90; Âli-'Imrân, 38-41.




Rabu, 26 November 2008

Doa Kami...



Doa Keselamatan

"Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286)



Penjelasan:
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan." (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340).


Kamis, 20 November 2008

Doa Permohonan Kami…



Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI)
22 November 2008


Segala puji bagi-Mu ya Allah yang pertama tanpa ada yang mengawali…
Yang terakhir tanpa ada yang mengakhiri…
Yang tak terlihat oleh pandangan orang yang memandang…
Yang tak tergambarkan oleh bayangan orang yang membayangkan…

Engkau ciptakan makhluk dengan kekuasaan-Mu…
Engkau ciptakan segala sesuatu dengan kehendak-Mu…

Segala puji ya Allah yang memberi kami kemampuan untuk mensyukuri nikmat-Mu…
Yang membuka bagi kami pintu-pintu ilmu keilahian-Mu…

Segala puji ya Allah dengan segenap pujian yang dikumandangkan para malaikat dan para makhluk yang dimuliakan…

Segala puji bagi-Mu atas nikmat yang engkau berikan kepada kami hamba-hamba-Mu yang telah mendahului maupun yang akan datang kemudian…
Pujian kami haturkan kepada-Mu sebagai penghubung untuk mentaati dan meminta ampunan sebagai penyebab memperoleh ridho pengantar jalan menuju surga…

Segala puji bagi-Mu ya Allah…
Kau ciptakan kami sebagai hamba-Mu dan sebagai ummat Nabi Muhammad kekasih-Mu…



Perkenakan doa hamba Ya Allah..

Sumber: Emotional Spiritual Question (ESQ) 165

Kamis, 13 November 2008

Apakah Orang Mati Mendengar Doa?

Orang-orang mati tidak mendengar doa.


Dalil dari Al Quran

]إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى [(النمل: من الآية80)

Sesungguhnya engkau tidak memperdengarkan orang mati.

]وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ[(فاطر: من الآية22)

Dan tidak engkau memperdengarkan orang yang ada dalam kuburan.

Dalil dari As Sunnah

]إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلغون عن أمتي السلام [صحيح رواه أحمد.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala memiliki Malaikat-Malaikat yang terbang ke berbagai tempat di bumi menyampaikan kepadaku salam dari umatku.

Diambil dari akhukum fillah La Adri At Tilmidz, Syaikh Muhammad Jamil Zainu





Senin, 10 November 2008

Al Qur'an hari ini...



Doa Keluarga Maslahah

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrâhîm: 41-42)

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibâhîm ayat 35-42.


Sabtu, 18 Oktober 2008

DOA

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami sadari. Kami mohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang kami tidak mengetahuinya.