Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2009

Emperor :A Novel Of Julius Caesar


Akhirnya selesai juga membaca rangkaian seri Emperor dari Conn Iggulden. dimulai dari sekitar tahun 2006, diperkenalkan oleh kakak The Gates Of Rome, buku pertama dari seri Emperor. Ini adalah Novel bergenre Novel Sejarah mengenai perjalanan hidup Gaius Julius Caesar dan sahabatnya Marcus Brutus.

Cerita dimulai dari saat mereka kecil dan besar bersama di Caesar's Estate dibawah bimbingan sang Ayah, Si Budak Tubruk dan gladiator-pahlawan 
Renius. kisah ini membawa kita pada peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Kota Roma : Kisah Consul Marius dan Primigenia-nya serta seteru abadinya Cornelius Sulla, Pemberontakan Spartacus dan Mithridates, Triumvirate Pompey-Crassus-Caesar, Penaklukan Gaul dan Vercingetorix. Ekspedisi ke Briton, Pertempuran terakhir di Pharsalus, dan tentu saja petualangan Caesar 
dan kawan-kawannya serta 2 legiun di Alexandria bersama Cleopatra.


Emperor juga memberikan kita insight ke dalam budaya kota Roma yang menjadi pusat dunia saat itu, pengetahuan mengenai kehidupan para veteran legioner serta aksi mereka di medan pertempuran. Intril politik di senat termasuk juga kisah pengkhianatan Marcus Brutus dan pembunuhan Gaius sahabat lamanya.

bagi mereka yang terpesona dengan bagian awal dari film Gladiator, maksud saya adalah saat terjadi peperangan dengan suku-suku Germania,
 serta aksi para Extraordinarii-pasukan berkuda 

pasti juga akan menyukai aksi pertempuran-pertempuran dalam buku ini, bagaimana para legioner melakukan Forced March melintasi semenanjung italia mengejar para budak pemberontak Spartacus, serta bagaimana aksi gerilya Caesar dan pasukannya menghadapi ratusan ribu yunani dibawah pimpinan Mithridates dan tentu saja menyaksikan pertempuran bersejarah Pharsalus antara Caesar dan Pompey

ini adalah kisah terutama tentang kharisma seorang jendral besar pada zamannya, keadilan dan kasih sayangnya terhadap pasukannya dibalas dengan kesetiaan tanpa batas dan berbuah kemenangan dan kehormatan tanpa banding sebelumnya-kecuali Alexander yang agung. Jendral yang mampu memenangkan hati pasukannya sebelum memenangkan pertempuran sebenarnya. ini adalah kisah seorang Imperator yang mengakhiri Republik Roma dan memberi jalan pada Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Augustus atau Oktavianus seorang kerabat jauh dan jendral Legiun Kelima.

kesimpulannya seri ini amat direkomendasikan namun perhatikan waktu yang anda miliki karena sekali memulai sulit sekali membiarkan buku ini tertutup lagi, selamat membaca ! 
ROMA VICTOR !!


Senin, 13 April 2009

Sam Kok dan Tere-Liye

2 pekan terakhir ini banyak liburan panjang di akhir pekan, akhirnya berkesempatan juga ke Gramedia setelah...berapa ya? mungkin ada 4-5 bulan tidak disambangi. Terus terang Gramedia di Depok agak mengecewakan..bagaimanapun Gramedia Matraman tetap lebih baik, nevertheless, kita pulang dengan 2 buku yang potensial, pertama Karya terakhir Tere-Liye : Rembulan Tenggelam di Wajah mu dan Sam Kok yang tulis ulang oleh penulis indonesia.

Sempat bingung juga ada banyak jenis buku bertema "tiga kerajaan" ini dan indra penasaran sekali ingin membaca cerita lengkapnya, sebenarnya sudah lama sekali terpapar dengan kisah 3 bersaudara Liu Bei, Zhang Fei dan Guan Yu pertama sekali dulu waktu SMU sering memainkan Game Dos Sam Kok dari Koei, lalu tentu saja komik Legenda Naga yang ternyata sekarang mulai dari nomor 1 lagi entah kenapa? meski ceritanya tetap nyambung, dan yang terakhir tentu saja "Red Cliff " yang luar biasa, pantas saja di game dulu kalau kita dapat Kong Ming maka seakan tidak terkalahkan meski jumlah pasukan lebih sedikit


Ingin membuat resensi buku Sam Kok ini cuma belum sempat aja, dan tidak bisa luar kepala karena terlalu banyak detail yang perlu diperhatikan, membaca buku ini seperti membaca cerita sejarah tapi tanpa disibukkan dengan tanggal dan tahun, ada banyak kisah kepahlawanan dan heroisme yang tidak terlalu didramatisir, maklum karena ia berusaha merangkum kisah dari sejak 3 orang hebat bersumpah untuk bersaudara sampai 3 kerajaan sama kuat berdiri menopang kestabilan di daratan china.

tapi kali ini sempat membuat resensi atau apalah namanya dari buku tere-liye yang baru, berikut adalah tulisan yang telah dipublikasi sebelumnya di facebook :

tere-liye dalam bukunya yang terakhir Rembulan Tenggelam Di Wajahmu membawa kita mengarungi 60 tahun kehidupan Ray dengan 5 pertanyaan yang terlalu sering kita temui dalam kehidupan setiap manusia bahkan kehidupan kita sendiri.

kisah klasik drama kehidupan Ray disajikan dengan apik dan indah, gaya flashback membuat rasa ingin tahu memaksa kita lekat dalam setiap lembaran cerita. kisah sederhana yang memancing air mata mengembang. hikmah yang kita semua sudah mafhum disampaikan ulang secara...memikat mengundang introspeksi diri

tere-liye konsisten dengan kalimat-kalimat berkelas koleksi, daya magis sebuah do'a yang tulus, serta keadilan kehidupan. kisah ini seputar 5 pertanyaan

mengapa kita dilahirkan disini, di besarkan disini, tidakkah kita dapat memilih?

apakah hidup ini adil?

mengapa takdir menyakitkan itu harus terjadi?

mengapa setelah sejauh ini semuanya tetap terasa kosong, terasa hampa?

mengapa takdir sakit itu mungungkung kita?

dijawab tuntas dan menyentuh oleh Orang yang berwajah menyenangkan dengan sebuah perjalanan kilas balik selama 60 tahun, jawaban ditunjukkan dengan meyingkap garis kehidupan yang terjalin satu sama lain bagai bola raksasa takdir yang berputar sesuai hukum sebab-akibat.

begitulah berikutnya adalah tulisan tentang Sam Kok mudah-mudahan sempat.

Kamis, 23 Oktober 2008

Resensi Philip Pullmann's Trilogy "His Dark Material"

Sudah lama sebenarnya membaca Buku yang pertama "Golden Compass", tapi baru pekan lalu berhasil menyempatkan diri membaca 2 buku lanjutannya "The Subtle Knife" dan "The Amber Spyglass". Trilogy ini termasuk jenis bacaan Fantasi, mungkin masih lanjutan dari efek Harry Potter, nevertheless saya sudah membacanya dan merasa indifferent.

Philip Pullmann bercerita tentang "Debu" dan Petualangan Lyra dalam dunia multidimensi. Sebuah fantasi lama yang mengatakan bahwa ada banyak dunia dalam alam semesta isi, dunia dengan dimensi yang berbeda. Seperti dalam film Jet Lee "The One", orang bisa melakukan perjalanan antar dimensi, antar dunia.

cerita dimulai dalam Dunia Lyra yang tidak jauh berbeda dengan dunia kita, perbedaannya adalah setiap manusia dalam dunia Lyra memiliki Daemon, bukan dalam artian demon seperti pada bahasa kita, tapi ia semacam jiwa, saat membaca buku-buku lanjutannya saya menyadari bahwa yang dimaksud adalah "suara hati" atau nurani kita yang mewujud dalam bentuk hewan tertentu. Pantalaimaon Daemon Lyra masih bisa berubah bentuk karena manusianya Lyra masih belum dewasa. dan tentu saja manusia dan daemonnya bisa berkomunikasi seringkali dalam dunia lyra kita bisa menerka karakter seseorang dengan melihat bentuk akhir dan perilaku daemonnya.

Bagaimana dengan Debu yang menjadi topik pembicaraan utama ? dijelaskan bahwa debu ternyata selalu berkumpul pada manusia, dan terutama pada konsentrasi yang tinggi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak, karena Debu nampaknya tertarik pada kesadaran atau kecerdasan, Intelegensia ! yang amat menarik adalah dan menjadi problem besar dalam cerita ini ada sebagian orang-termasuk lyra- yang dapat berkomunikasi dengan Debu, dengan kata lain Debu-pun berkesadaran.

Kompas emas Lyra atau alethiometer berfungsi menjawab pertanyaan, semua pertanyaan ! dan ia termasuk alat untuk berkomunikasi dengan Debu. Alat lain ditemukan oleh tokoh Dr Malone dalam "The Amber Spyglass" dari dunia kita yang meneliti Debu atau Materi Gelap ( Dark Matter ) yang mengisi ruang kosong di alam semesta.

Petualangan Lyra dipicu oleh permasalahan seputar Debu dan keinginannya untuk menyusul pamannya yang ternyata nanti diketahui tidak lain ternyata ayahnya sendiri. Ayahnya ini pergi ke dunia lain dengan tujuan untuk berperang.... Nah sampai sini fantasi Mr Pullmann bergerak semakin liar....Ayah lyra membangun aliansi antar dunia dengan satu tujuan yaitu memerangi Otoritas. Otoritas adalah Malaikat pertama yang dengan sewenang-wenang telah membangun kerajaan surga dan memaksa semua makhluk berkesadaran untuk tunduk padanya melalui peran Gereja.

dengan kata lain dalam fantasi Mr Pullmann Gereja selama ini menyembah Tuhan padahal disebaliknya Gereja menjadi kaki tangan Otoritas, dan saat ini otoritas telah berkuasa selama 33.000 tahun sejak manusia memilki kesadaran. lalu dimana Tuhan dalam dunia Fantasi ini, tidak begitu jelas, nampaknya dalam cerita iniTuhan sudah mati atau tidak berperan lagi.. sampai sini saya agak sedikit menyesal sudah membeli dan membaca buku ini karena tentunya pesan ini bukan pesan yang baik untuk dibaca oleh anak-anak.

Sudah jelas dalam cerita ini digambarkan perjuangan meraih kebebasan dengan menentang otoritas gereja, bahwa tuhan tidak berperan lagi, setelah menciptakan alam semesta ia hanay duduk berpaku tangan. semua ini adalah premis kaum liberal dan anti agama. Apalagi dalam kisah ini diceritakan bahwa Ayah Lyra dan sekutunya berhasil dan Otoritas serta anteknya kaum Gereja kalah. Terfikir oleh saya kisah ini tentunya di inspirasi oleh perjuangan kaum intelektual Eropa melawan dominasi dan konservatisme gereja katolik di Eropa pada abad pertengahan.

Alhasil ini adalah kisah yang membawa fantasi dan imajinasi kita membumbung tinggi menembus batas antar dunia dan masuk ke dunia malaikat, membicarakan urusan-urusan besar di alam semesta berpuncak pada peperangan besar antara aliansi manusia dan kerajaan tuhan palsu. Mudah sekali menikmati kisah ini asalkan kita waspada dengan implikasi cerita yang membawa pesan-pesan liberal.

Sebagai kesimpulan saya merekomendasikannya sebagai bacaan pelepas stress bagi pembaca dewasa dengan dasar aqidah yang baik dan wawasan memadai seputar peperangan pemikiran, tidak direkomendasikan untuk anak-anak apatah lagi untuk bacaan pengantar tidur.