Tampilkan postingan dengan label Vascular (Pembuluh Darah). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vascular (Pembuluh Darah). Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2011

1 dari 7 Orang Mengalami Stroke Saat Tidur

Meski bisa sangat mematikan, stroke juga bisa diatasi dengan obat-obatan asalkan belum terlambat. Sayangnya, 1 dari 7 serangan stroke terjadi saat seseorang sedang tidur sehingga tidak bisa segera diobati karena gejalanya tidak tampak.

Dr Jason Mackey dari University of Cincinnati mengungkap hal itu setelah melakukan penelusuran data rekam medis di berbagai rumah sakit sepanjang tahun 2005. Rumah sakit yang menjadi lokasi pengambilan data antara lain berada di Ohio dan Kentucky. 
Dari data yang terkumpul, Dr Mackey menemukan 1.852 kasus stroke iskhemik yakni stroke yang dipicu oleh penyumbatan aliran darah ke otak. Berbeda dengan stroke hemoraghi yang dipicu pecahnya pembuluh darah, jenis stroke ini lebih mudah diatasi dengan obat pelarut gumpalan darah.

Sayangnya dari sekian banyak kasus stroke iskhemik yang ditemukan, 273 atau sekitar 15 persen di antaranya terjadi ketika seseorang sedang tidur. Karena gejala awalnya tidak disadari, serangan stroke yang terjadi saat tidur umumnya terlambat mendapat penanganan.

Padahal obat-obat pelarut gumpalan darah seperti Tissue Plasminogen Activator (tPA) hanya efektif jika diberikan paling lambat 1,5 jam setelah gejala stroke muncul. Jika terlambat, maka harus cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit karena butuh intervensi tenaga medis.

"Orang-orang yang kena stroke saat tidur tidak bisa mendapat obat. Ini masalah yang sangat serius," ungkap Dr Mackey dalam laporannya yang dipublikasikan di jurnal Neurology, seperti dikutip dari Reuters.

Agar tidak terlambat, Dr Mackey menyarankan agar orang-orang yang punya risiko atau bahkan riwayat stroke untuk mewaspadai gejala-gejala yang dirasakan saat bangun tidur. Jika bangun dalam kondisi susah bicara, susah berjalan atau lumpuh sebelah, segera hubungi ambulans.



source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 10 Desember 2010

Tangan dan Kaki Mudah Terasa Dingin

http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/sick-child2_11.jpgKaki dan tangan dingin saat berada di ruangan AC atau karena merasa gugup itu sudah biasa. Tapi bila sering merasa kaki dingin padahal tidak berada di tempat dingin atau gugup, bisa jadi itu disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Kaki dan tangan dingin adalah kondisi umum yang dirasakan orang dari berbagai kelompok umur. Tentu, penurunan suhu, stres dan kecemasan yang menyebabkan kaki dingin, tetapi ekstremitas dingin di kaki juga bisa disebabkan karena beberapa kondisi medis.

Dilansir Buzzle, Kamis (9/12/2010), berikut adalah beberapa kondisi medis umum yang bertanggung jawab atas penyebab kaki dingin:

1. Sindrom Raynaud
Sindrom Raynaud adalah gangguan vasospastik, yaitu pembuluh darah terkecil di jari tangan dan kaki mulai mengerut. Hal ini pada gilirannya menyebabkan jari kaki dan tangan menghitamkan dan bahkan kuku berubah rapuh.

Pembuluh darah mulai menyempit bila terkena suhu dingin yang ekstrim atau ketika orang menjadi emosional atau marah. Merokok dan bekerja dengan mesin bergetar kadang-kadang juga sering mengarah pada penyumbatan pembuluh darah.

2. Penyakit Peripheral Vascular
Penyakit peripheral vascular atau Peripheral Vascular Disease (PVD) adalah suatu kondisi yang mana sirkulasi yang buruk terjadi pada kaki dan tangan seseorang.

Ini mungkin terjadi, terutama jika orang menderita diabetes. Arteri yang membawa darah berkonstraksi, sehingga mencegah aliran bebas dari sirkulasi darah berlangsung dan ini pada gilirannya menyebabkan kaki dingin dan bahkan tangan. Meskipun penderita diabetes menderita lebih dari masalah ini, orang-orang non diabetes juga dapat menderita kondisi ini.

3. Radang dingin (Frostbite)
Ini adalah suatu kondisi yang terjadi pada kulit atau jaringan lain akibat dingin dan ini terjadi terutama di bagian-bagian tubuh yang terjauh dari hati. Radang dingin bisa dengan mudah diobati di rumah, tetapi ketika kasus besar radang dingin terjadi, maka perhatian medis segera diperlukan.

4. Hipotiroidisme
Penyebab lain tangan dan kaki dingin adalah hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah ketika kelenjar hormonal seseorang mengeluarkan lebih sedikit hormon.

5. Alergi

Orang yang menderita alergi kronis karena makanan atau karena lingkungan tertentu, adalah penyebab lain kaki terasa dingin.

Saat reaksi alergi, tekanan darah orang terbenam yang selanjutnya mengurangi suhu tubuh, sehingga mengarah ke kaki dingin. Cara terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan menghindari makanan yang membuat Anda alergi dan juga mengambil tindakan pencegahan terhadap lingkungan yang membuat Anda merasa dingin.

 
source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara