Tampilkan postingan dengan label Terapi Bekam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terapi Bekam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Mengatasi Stroke : Bekam Mampu Mengobati Stroke

Sel-sel otak harus selalu mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Asupan oksigen dan nutrisi akan dibawa oleh darah yang mengalir dalam pembuluh-pembuluh darah yang menuju sel-sel otak. Apabila aliran darah atau aliran oksigen dan nutrisi itu terhambat selama beberapa menit saja, maka dapat terjadi stroke. Jadi singkatnya stroke adalah kondisi kerusakan otak yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak.

Di bawah ini gejala-gejala penyakit stroke :
1. Sering sakit kepala atau migrain, akibat peredaran darah terganggu menuju otak.
2. Leher kaku, pundak dan punggung terasa pegal, akibat penumpukan kolesterol.
3. Tangan/kaki sering kesemutan, terasa baal (mati rasa), akibat peredaran darah yang tidak lancar.
4. Asam urat yang tinggi, akibat gagalnya penguraian.
5. Hingga terjadi pembengkakan-pembengkakan di bagian tubuh tertentu.

Kenapa semua itu disebut gejala stroke?
Karena semua berawal dari peredaran darah yang tidak lancar lalu adanya penyumbatan-penyumbatan di pembuluh darah. Pembuluh darah di otak begitu banyak dan halus, jika terjadi ketidaklancaran di sana, bisa terjadi secara tiba-tiba : lumpuh sebagian anggota tubuh, pandangan mata gelap sekejap, atau gejala mengerikan lainnya. Dan jika terjadi penyumbatan atau pecah pembuluh darah di otak, terjadilah STROKE!

Senin, 01 November 2010

Bekam Lintah

Para dokter Muslim di era kejayaan mencoba membuktikan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa ”semua penyakit pasti ada obatnya.” Lewat aneka terapi yang dikembangkannya, para dokter Muslim berhasil menemukan metode penyembuhan penyakit berdasarkan penyebabnya.
Beragam jenis terapi yang dikembangkan kedokteran Islam itu antara lain; aromaterapi, terapi kanker, kemoterapi, kromoterapi, hirudoterapi, Parmacoterapi, Pisiterapi, psikoterapi, Pitoterapi, urologi, litotomi, dan terapi seksual.

Hirudoterapi (Terapi Lintah)
Hirudoterapi merupakan terapi penyembuhan penyakit dengan menggunakan lintah sebagai obat untuk tujuan pengobatan, yang diperkenalkan Avicenna dalam karyanya The Canon of Medicine. Ibnu Sina juga mengenalkan penggunaan lintah sebagai perawatan untuk penyakit kulit. Terapi Lintah menjadi salah satu metode yang disukai masyarakat Eropa pada abad pertengahan.

Dalam era lebih maju, pengobatan dengan lntah diperkenalkan oleh Abd-el-latif pada abad ke-12 M, yang menulis bahwa lintah dapat digunakan untuk membersihkan jaringan penyakit setelah operasi pembedahan. Dia melakukannya, walaupun ia mengerti resiko menggunakan lintah. Ia memberikan saran untuk pasien bahwa lintah harus dibersihkan sebelum digunakan dan kotoran dan debu “yang melekat pada lintah harus dihilangkan” sebelum penggunaan.
“Dia selanjutnya menulis bahwa setelah lintah menghisap darah keluar, garam harus “diteteskan dibagian tubuh manusia,” jelas Nurdeen Deuraseh, dalam karyanya bertajuk “Ahadith of the Prophet on Healing in Three Things (al-Shifa’ fi Thalatha): An Interpretational”, Journal of the International Society for the History of Islamic Medicine.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/The_Canon_of_Medicine#Hirudotherapy

Minggu, 23 Mei 2010

Bekam Menurut Ilmu Kedokteran

Terapi bekam cukup populer di banyak negara Eropa dan Amerika, di perguruan tinggi-perguruan tinggi dan akademi-akademi yang mengajarkan kurikulum pengobatan alternatif dan pengobatan pelengkap, serta di banyak pusat pengobatan dengan berbagai sarananya. Pengobatan bekam menduduki posisi yang menonjol di antara berbagai sarana pengobatan ini, baik dilihat dari sisi pengajaran maupun praktiknya.

Darah bekam adalah darah yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh.
Ada beberapa ciri darah bekam ini yang membuat saya tercengang :

1.Teroksidasinya darah tanpa udara (anaerob).
2. Terpisahnya plasma dari darah.
3. Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.
4. Jika kita memasang dua gelas untuk menghisap darah, maka bisa saja darah keluar pada gelas yang satu, tetapi tidak bisa keluar sama sekali pada gelas yang satu lagi, padahal keduanya berdampingan.

Perbandingan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Antara Darah yang Berada dalam Pembuluh Darah dengan Darah yang Keluar Karena Bekam:
Para dokter dikejutkan oleh pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amîn Syaikhû dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik bekam terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.
Untuk mengungkap makna kalimat ini “membersihkan tubuh dari darah rusak”, sebuah tim laboratorium telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara laboratoris dan mengkomparasikannya dengan darah pembuluh biasa pada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip-prinsip bekam yang benar, serta darah tersebut dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah terhadap darah bekam.
Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Itu terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini sungguh mencengangkan para dokter!! Sebab, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai keluarnya sel-sel darah putih? Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
2. Adapun menyangkut eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel ter-sebut tidak mampu melakukan aktivitas, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif.
Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan fashd menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.
3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pemben-tukan sel-sel muda yang baru.
4. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.