Tampilkan postingan dengan label KELAINAN KULIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELAINAN KULIT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2009

Perubahan Kulit Saat Hamil

Saat hamil kita akan menemukan banyak perubahan-perubahan pada kulit wanita. Yang paling mudah dan gampang dilihat adalah adanya garis2 pink, merah, atau kehitaman pada dinding perut yang dinamakan Stretch Mark. Tidak semua wanita hamil mengalami perubahan yang sama. Berikut ini merupakan perubahan2 kulit yang sering ditemukan saat hamil.

Stretch marks merupakan perubahan kulit yang paling TOP dibicarakan. Hampir 90% wanita hamil akan mengalaminya. Pada wanita berkulit putih warnanya pink atau kemerahan, sedangkan yang kulitnya gelap akan berwarna coklat atau kehitaman> Terdapat pada perut dan atau payudara.
Olah raga dan memakai losion yang mengandung vitamin E dan Asam alfa hidroksi dikatakan bisa membantu mencegah stretch marks. Cara2 ini memang belum sepenuhnya terbukti secara medis, namun tidak salahnya untuk dicoba. Stretch marks akan berkurang intensitasnya setelah bayi lahir, dan sayangnya tidak bisa hilang total (jadi kenang2an hamil, wanita yang pernah melahirkan gak bisa ngaku gadis lagi he he he).

"Topeng" Hamil
Merupakan perubahan warna kulit di sekitar wajah yang seolah2 membentuk topeng, dikenal dengan istilah medisnya chloasma atau melasma. Timbulnya sering di sekitar dahi dan pipi. Proses ini akibat peningkatan pigmentasi (pewarnaan) pada kulit yang disebabkan aktifitas hormon kehamilan. Sekitar 50% wanita hamil akan mengalaminya.
Untuk mencegah/mengurangi timbulnya dianjurkan untuk memakai tabir surya (sunscreen)jika akan bepergian keluar rumah. Memakai topi yang melindungi muka juga dianjurkan. Pada kulit yang sensitif, topeng ini bisa semakin jelas.

Wajah berseri-seri/semakin bersih.
Saat hamil tubuh menghasilkan 50% lebih banyak darah yang notabene juga akan meningkatkan darah yang beredar. peredaran darah yang meningkat ini akan menyebabkan kulit wajah menjadi lebih terang (berseri). Disamping itu juga, sejumlah hormon dihasilkan mengakibatkan kelenjar di muka menghasilkan lemak lebih banyak yang mengakibatkan wajah jadi berkilat.
Untuk minyak di wajah tentu saja bisa dibersihkan dengan pembersih wajah. Sisanya/selebihnya jangan lakukan apapun selain: smile! smile! and smile!...sengihnampakgigisengihnampakgigisengihnampakgigi

Banyak Jerawat
Jika sebelum hamil jerawat sudah ada, maka saat hamil jerawat akan semakin subur. Hormon kehamilan akan menyebabkan kelenjar kulit memproduksi lebih banyak minyak, yang akan membuat jerawat membesar. Lakukan pembersihan secara teratur, dengan sabun pembersih wajah. pagi dan sore hari. Jauhi obat2 jerawat yang tidak direkomendasikan buat wanita hamil.

Varises
Varises adalah penonjolan pembuluh darah vena yang biasanya muncul pada kaki saat hamil. Ini terjadi karena tubuh wanita hamil harus mengkompensasi darah ekstra. Varises bisa berasa tidak nyaman dan kadang-kadang nyeri. Untungnya ada langkah-langkah pencegahannya yaitu: hindari berdiri dalam waktu yang lama, berjalan sebanyak mungkin agar darah segera kembali ke jantung, tinggikan/naikkan kaki saat duduk, hindari duduk yang lama, memakai kaus kai khusus (supporting stocking), konsumsi vit C dengan cukup (membuat pembuluh vena sehat dan elastis), dan hindari penambahan berat badan yang berlebihan.

Spider nevi
(= tahi lalat laba2), adalah pembuluh darah kecil yang bercabang-cabang ke arah radier. Biasanya muncul di sekitar leher, wajah, dada bagian atas dan lengan. Tidak menimbulkan nyeri dan segera hilang setelah melahirkan.
Tingkatkan konsumsi vitamin C dan jangan menyilang kaki bisa mencegah timbulnya spider nevi. Jika tidak berkurang setelah hamil, dapat dihilangkan dengan terapi laser.

Linea Nigra
Linea nigra adalah garis hitam di bagian tengah perut di bagian bawah pusar sampai ke daerah kemaluan bagian atas. Penyebabnya diduga pengaruh hormon kehamilan. Mulai tampak jelas pada usia kehamilan 4 atau 5 minggu. Tidak bisa dicegah atau dikurangi. Akan mengabur setelah kelahiran.

Menghitamnya beberapa area seperti tahi lalat, area puting susu serta daerah bibir kemaluan sering ditemukan. Juga akibat pengaruh hormon kehamilan. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Sumber: http://www.americanpregnancy.org/

Selasa, 16 Juni 2009

Keloid : Pencegahan dan Pengobatan

Keloid sering dialami wanita secara umum terutama akibat tindakan operatif, seperti bekas sesar, usus buntu atau operasi buka perut lainnya. Keberadaannya sangat mengganggu "keindahan", karena ukurannya yang besar dan tampilannya yang jelek.

Keloid adalah pertumbuhan jaringan ikat atau parut yang berlebihan, yang timbul setelah adanya luka pada kulit. Nama lainnya "cheloid" atau "hypertrophic scar". Tidak semua orang memiliki bakat keloid. Bagi yang ada bakat, luka sedikit saja sudah bisa menghasilkan keloid.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, keloid adalah jaringan parut yang tidak tahu kapan akan berhenti tumbuh. Bagian atas nya sering mulus/licin, dan berwarna pink atau ungu. Bentuknya tidak beraturan dan cenderung membesar dengan cepat (progresif). Tidak seperti jaringan parut, keloid tidak berkurang sejalan dengan waktu (malah bertambah ukurannya).

Keloid merupakan problem secara kosmetik. Keberadaannya sangat mengganggu keindahan sekitarnya, tetapi kadang2 ada juga yang menimbulkan rasa gatal dan bahkan nyeri saat disentuh.

Penyebabnya belum sepenuhnya dimengerti, kenapa ada pada sebagian orang dan tidak ada pada sebagiannya lagi. Yang jelas terjadi perubahan sinyal pertumbuhan sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel.

Risiko keloid sama saja pada pria dan wanita, lebih jarang pada anak2 dan orang tua. Yang berkulit gelap lebih punya peluang yang lebih tinggi dibanding kulit yang terang. Juga ada hubungannya dengan riwayat keluarga. Keloid lebih sering tumbuh pada daerah dada, punggung, bahu dan daun telinga serta jarang pada wajah.

Beberapa obat dan metode yang bisa dipakai untuk mengobati keloid, tetapi pengobatan2 ini tidak ada yang efektif seratus persen:
  • Cortisone (sejenis kortikosteroid): obat ini disuntikkan di lokasi keloid sebulan sekali. Cukup aman karena hanya sedikit yang akan masuk ke dalam darah.
  • Pembedahan: tindakan yang berisiko, karena membuang keloid akan memicu tumbuhnya keloid yang sama bahkan bisa lebih besar. Biasanya dilakukan suntikan steroid pada bekasnya untuk mencegah munculnya keloid kembali. Radiasi (penyinaran) setelah pembedahan juga dipakai.
  • Laser: bermanfaat untuk mengurangi / menipiskan keloid. Cara ini sangat aman cuma biayanya mahal.
  • Silikon : melapisi keloid dengan jely silikon pada area keloid selama beberapa jam sehari selama berminggu2 atau bulanan.
  • Cryotherapy: membekukan keloid dengan nitrgen cair bisa menipiskan keloid , tetapi menyebabkan keloid semakin menghitam.
  • Interferon: adalah protein yang diproduksi sistem kekebalan tubuh. untuk melawan virus dan bakteri. Injeksi interferon bisa mengurangi ukuran keloid (dalam tahap penelitian).
  • Fluorouracil: merupakan obat anti kanker, dipakai bersamaan dengan steroid atau tunggal.
  • Radiasi: dilaporkan oleh dokter yang memakainya aman dan efektif untuk mengobati keloid.