Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Postingan yang tertunda-gone to semarang

lagi-lagi karena sempat vakum nge-blog sekian lama...sampe ga sempat posting pas lagi pergi ke semarang. buatku bukan pertama kalinya sich ke semarang...
Dulu pas jaman masih kuliah sempet pernah menginjakkan kaki ke semarang gara-gara acara try out FK Unair buat anak2 SMA se-Jawa Bali. kebetulan ku kebagian wilayah semarang. Pas itu, ku heran bgt....kenapa???!!! karena rata2 semua pelajar SMA di semarang pada ga kenal sama nama Universitas Airlangga. sampe ada yang nanya "Unair itu di mana??"
lha.....padahal kan Unair uda cukup terkenal yah...ternyata dominasi Undip di semarang tuh emang kuat bgt....

Anyway....
kali ini ku ke semarang emang murni buat jalan2...family trip like usual...
this is the story about the lumpia city.....

1. Museum Kereta Ambarawa
berbagai jenis kereta uap jaman belanda dulu, masih terawat rapi. bahkan kita bisa jalan2 naek kereta melintasi rawa pening yang tenang.
old classic train

2. Candi songo
candi yang satu ini sebenernya terdiri dari kompleks percandian, tepatnya ada sembilan. dari candi satu ke yang lain terpisah jarak oleh ratusan anak tangga. Sayangnya ku cuman sampe candi pertama aja....capek booook!!!!
great temple...great view...

3. Masjid Agung Semarang
masjid ini masik terbilang baru, uniknya di halaman masjid ada payung2 besar mirip ama yang ada di masjid nabawi Madinah.

fotonya agak gelap...soalnya uda mo magrib.....

4. Lawang Sewu
di semarang banyak bgt gedung tua peninggalan belanda yang masih terawat hingga kini. diantaranya gedung yang satu ini...emang iconnya kota semarang. dan terkenal seantero Indonesia....karena ke-horor-annya....*ups.....but anyway its still one of the greatest old building in Semarang...

disebut 'lawang sewu' yang di dalam bahasa jawa berarti seribu pintu...
karena emang pintunya banyak bgt .....
5. Pantai 'something'
ku sempat jalan2 ke pantai juga sih di semarang...cuman lupa...nama pantainya apa yach??!!


yah ga lupa beli oleh2 pastinya, lumpia semarang!!!
makanan khas semarang yang maknyoooos...

Senin, 21 Februari 2011

Cara Brutal Atasi Stres Para Programmer Sillicon Valley


Ketika orang sudah jenuh dengan media anti stres yang banyak sekali ditawarkan saat ini, maka kebuntuan untuk mencari penyaluran stresnya akhirnya kembali pada cara-cara yang primitif.

Drea Cooper dan Zackary Canepari (California is a place) merilis film "Uppercut" yang mendokumentasikan sebuah klub tarung bebas anti stres khusus para programmer komputer di Sillicon Valley. Mereka menyebutnya sebagai Gentlement's Fight Club karena di klub ini para anggotanya diwajibkan adu jotos untuk menyalurkan stres.


Bertempat di sebuah garasi, perkelahian digelar dengan hanya dibatasi oleh dua aturan saja, Pertama, jangan bergulat dengan lawan anda, Kedua, jangan membuatnya menangis.

Setiap pendatang baru akan resmi menjadi anggota klub setelah melakukan adu jotos perdana tanpa alat, tanpa sarung tinju, dan tanpa pelindung kepala, hanya mengenakan pelindung gigi.


Semua pertarungan dilakukan sangat cepat hanya 60 detik, setelah itu tidak boleh ada emosi dan dendam, harus berpelukan setelah pertarungan usai. Setiap akhir sesi, mereka berkumpul dan memutar kembali rekaman video dalam suasana kebersamaan.


Pelindung kepala baru dikenakan bila perkelahian disepakati menggunakan alat, dan di antara alat serang yang menjadi favorit mereka adalah saling menghantam dengan menggunakan Keyboard. Tak hanya itu saja yang ditawarkan, sebut saja alat penyedot debu (dustbuster), kursi kayu, tongkat kayu, hingga pisau tumpul, sah untuk digunakan dalam pertarungan di klub ini.








Sillicon Valley terkenal sebagai area khusus bagi para pembuat teknologi informasi yang terkenal di Amerika Serikat. Kebanyakan dari mereka bekerja di belakang meja sebagai pencipta software (programmer) yang bekerja di bawah tekanan stres yang tinggi. Oleh karena itu Sillicon Valley termasuk wilayah dengan konsentrasi orang-orang agresif tertinggi di Amerika Serikat.


Bukannya mereka tidak mengenal media-media alternatif yang aman dalam menyalurkan stresnya, tetapi mereka merasa sudah tidak merasakan sensasi tantangan dalam media-media tersebut.

Dalam klub tarung bebas ini, mereka merasakan sebuah sensasi yang menantang dengan menyalurkannya secara primitif dan punya nilai kejantanan, sebagaimana yang dituturkan Gints K., pendiri klub yang juga berprofesi sebagai insinyur perangkat lunak di Sillicon Valley:

In Silicon Valley we have the highest concentration of aggressive people in the United States. And it’s a place where all life has been reduced to working in a cubicle and then after work going out to have a Merlot at the Fromage bar. I’m kind of looking for something a little more primitive, a little more basic, something that appeals to the essential nature of a man.

Film "Uppercut" merupakan sebuah film dokumenter pendek yang dapat anda saksikan secara gratis di sini: http://californiaisaplace.com/cali/uppercut/#uppercut

Bagaimanapun aktifitas ini mengandung unsur kekerasan yang rentan bahaya. Agama manapun tidak ada yang menyerukan perilaku seperti ini. Sebenarnya masih banyak cara untuk menyalurkan stres yang lebih menguras adrenalin tanpa unsur kekerasan, lebih aman, dan lebih bermanfaat.

Rabu, 09 Februari 2011

Nabi Muhammad di Gedung Mahkamah Agung Amerika

U.S. Supreme Court Building - photo courtesy by Encyclopædia Britannica Blog

Di sela-sela merebaknya opini sinis tentang Islam oleh masyarakat barat, ternyata banyak pula opini kekaguman masyarakat barat terhadap Islam yang tidak banyak diungkap oleh kita. Bahkan salah satunya sangat jelas sekali terukir kuat di gedung yang notabene sebagai lembaga hukum tertinggi di Amerika, U.S. Supreme Court.

Bila anda jalan-jalan ke gedung Mahkamah Agung (Supreme Court) Amerika Serikat di Washington D.C., lalu anda amati hiasan dinding (frieze), khususnya pada dinding sebelah utara ruang sidangnya (North Walls Courtroom), maka anda akan menjumpai ukiran sosok Nabi Muhammad saw. yang digambarkan sedang memperlihatkan al-Qur'an sambil memegang sebilah pedang.

Tak hanya di gedung MA saja sosok Nabi Muhammad saw. diabadikan sebagai salah tokoh penting dalam sejarah hukum dunia, sekitar tahun 1950-an sempat pula sosok Nabi Muhammad saw. diabadikan di antara sembilan patung-patung dari para tokoh penting sejarah hukum dunia di gedung pengadilan The Courthouse of the Appellate Division, First Department of the New York State Supreme Court (Pengadilan Banding Manhattan, New York).

Bagaimana bisa sosok Nabi Muhammad saw. muncul di gedung-gedung hukum Amerika Serikat? Mungkin dapat dimaklumi keterbatasan pengetahuan mereka dalam aturan-aturan Islam, sehingga cara mereka dalam mengapresiasikan penghormatan atau kekagumannya terhadap Nabi Muhammad saw. terkadang dapat menimbulkan keberatan di pihak muslim, sekalipun pada intinya mereka berniat dan bertujuan baik.


Nabi Muhammad di U.S. Supreme Court 

Photographs by Franz Jantzen. Collection of the Supreme Court of the United States.

Pengabadian sosok Nabi Muhammad sering menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Amerika. Mulai dari kontroversi mengapa sang pemahat mengabadikan sosok Nabi Muhammad saw. di gedung yang jelas-jelas sebagai badan hukum tertinggi Amerika Serikat, hingga menuai protes dari kalangan muslim Amerika Serikat.

Sedikitnya ada tiga sosok dari kalangan nabi (versi literatur Islam) yang diabadikan dalam ukiran dinding di gedung MA Amerika tersebut, yaitu Moses (Nabi Musa as.), Solomon (Nabi Sulaiman as.), dan Mohamed (Nabi Muhammad saw).

Pada tahun 1997 the Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengajukan petisi keberatan ke pengadilan yang menghendaki agar pahatan sosok Nabi Muhammad saw. dihilangkan dari hiasan dinding tersebut dengan alasan:

  1. Islam tidak mengajarkan ataupun mendorong umatnya untuk menvisualisasi nabi-nabi, hal ini bertujuan untuk menghindarkan kemungkinan penyembahan kepada para nabi.

  2. Pada pahatan tersebut Nabi Muhammad saw. digambarkan membawa pedang, hal ini dapat dikatakan semakin memperkuat pandangan sinis negatif terhadap Islam yang dianggap sebagai penakluk yang tidak toleran.

  3. Dalam setiap dokumen-dokumen dan pamflet-pamflet yang berisi publikasi arsitektur gedung, telah salah menyebutkan Muhammad sebagai sang pendiri Islam “the Founder of Islam”, padahal dalam pandangan Islam, beliau adalah sang penerus nabi-nabi sebelumnya termasuk Abraham (Ibrahim as.), Moses (Musa as.), dan Jesus (Isa as.), dan menjadi nabi yang terakhir.



APRESIASI PENGHORMATAN LEMBAGA HUKUM AMERIKA KEPADA NABI MUHAMMAD SAW.

William H. Rehnquist, Ketua Mahkamah Agung Amerika saat itu, menolak petisi CAIR dengan alasan bahwa penggambaran Nabi Muhammad saw. di ukiran dinding tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan dan memperkenalkan beliau sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah hukum dunia, bukan dimaksudkan untuk memvisualisasi fisik sebagai penyembahan kepada beliau.

William Hubbs Rehnquist


PEDANG ADALAH SIMBOL KEADILAN BUKAN KEKERASAN

Rehnquist melanjutkan, berkenaan dengan penggambaran memegang pedang, lebih dimaksudkan sebagai simbol keadilan, dan penggambaran pedang banyak ditemui di sekeliling gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Memang bila diamati, dalam serentetan sosok-sosok pada ukiran tersebut, akan ditemukan pula sosok-sosok yang digambarkan dengan pedang, seperti sosok di sebelah kiri Nabi Muhammad saw. terdapat Charlemagne (Charles I the Great), seorang Raja Jerman (Frank) serta Kaisar Romawi.

Selain itu, salah satu simbol keadilan yang paling umum digunakan di Amerika Serikat salah satunya adalah Lady of Juctice yang digambarkan membawa pedang di tangan kirinya dan sebuah timbangan di tangan kanannya, dan terkadang dengan mata tertutup.

Lady of Juctice, terambil dari sosok Justitia, dewi keadilan bangsa Romawi, atau Dike di kalangan bangsa Yunani.


SOLUSI TITIK TEMU DARI KETUA MA AMERIKA SERIKAT

Oleh karena adanya penolakan petisi CAIR oleh ketua MA tersebut, maka simbolis Nabi Muhammad saw. masih dapat kita lihat hingga kini di gedung tersebut. Namun Rehnquist menjanjikan suatu perubahan dalam pendeskripsiannya, di mana Nabi Muhammad saw. akan disebutkan sebagai "Nabi Agama Islam (Prophet of Islam)" bukan sebagai "Pendiri Islam (Founder of Islam)", dengan tambahan keterangan bahwa ukiran Nabi Muhammad saw. tersebut dimaksudkan sebagai sebuah penghormatan dari sang pemahatnya kepada Nabi Muhammad saw. (to honor Muhammad) bukan dimaksudkan sebagai visualisasi fisik Nabi Muhammad saw (it bears no resemblance to Muhammad).


SANG PEMAHAT YANG MENGAGUMI NABI MUHAMMAD SAW.

Photo courtesy by Theodor Horydczak, taken from popartmachine.com

Gedung Supreme Court Amerika Serikat dibangun dengan arsitektur bergaya Corinthian hasil desain Cass Gilbert (1867-1934). Gilbert mempercayakan sepenuhnya kepada Adolph A. Weinman (1870-1952) untuk membuat ukiran dinding di ruang sidangnya.

Saat Weinman mengutarakan idenya untuk membuat pahatan para tokoh hukum dunia, Gilbert menyerahkan sepenuhnya kepada Weinman untuk menentukan siapa saja yang pantas merefleksikan fungsi MA Amerika Serikat hingga pantas untuk diabadikan dalam pahatan tersebut.

Sehingga dipilihnya Nabi Muhammad saw. untuk masuk dalam daftar Weinman, dapat dikatakan sebagai refleksi pengakuan dan penghormatan Weiman terhadap kredibilitas dan jasa besar Nabi Muhammad saw terhadap perkembangan sejarah hukum dunia.

Ide Weinman adalah membuat sebuah catatan perjalanan sejarah hukum dunia yang diisi oleh para tokoh penting yang telah berjasa besar dalam perkembangan hukum dunia (Great Lawgivers of History). Idenya ia tuangkan dalam hiasan dinding di sisi selatan dan utara ruang sidang MA. Masing-masing ukiran dinding ini berukuran dengan panjang 12,2 meter dan tingginya 2,2 meter (40 feet x 7,2 feet) dengan bahan dari marmer gading Spanyol.


UKIRAN DI DINDING SELATAN

Pembuatan ukiran dinding ini dimulai dari sisi dinding selatan dengan arah dari kiri ke kanan. Tokoh yang digambarkan di sisi selatan berjumlah 9 orang yang dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing kelompok dipisahkan simbol Authority dan Light of Wisdom, serta diawali oleh simbol Fame dan diakhiri oleh simbol History. Berikut gambar ukiran di dinding selatan beserta susunan tokoh-tokohnya (dimulai dari kiri ke kanan):

South Walls Courtroom

  • Menes (3200 SM): Raja pertama dari dinasti pertama kerajaan kuno Mesir Kuno. Ia berhasil mempersatukan bangsa Mesir di Selatan (Upper Egypt) dan Utara (Lower Egypt) di bawah kekuasaannya dan ia tercatat sebagai tokoh pertama di dunia yang membangun aturan hukum. Menes digambarkan sedang memegang Ankh, simbol kehidupan dalam literatur bangsa Mesir kuno.

  • Hammurabi (1700 SM): Raja Babilonia yang disebut-sebut sebagai pendiri kekaisaran Babilonia. Di masa kekuasaannya ia menyusun aturan hukum yang dikenal sebagai the Code of Hammurabi, salah satu kode-kode aturan hukum yang pertama kali dibuat dalam sejarah dunia. Lembaran batu pertama dari kode Hamurabi menceritakan Hammurabi menerima aturan hukum tersebut dari dewa matahari bangsa Babilonia.

  • Moses (1300 SM): Seorang Nabi dari bangsa Israel dalam literatur Islam, Nasrani, dan Yahudi. Nabi Musa as. digambarkan sedang membawa dua lembaran berbahasa ibrani yang terkenal dengan sebutan "Ten Commandments".

  • Solomon (900 SM): Seorang Nabi menurut literatur Islam, atau salah satu raja bangsa Israel dalam literatur Nasrani dan Yahudi. Ia dipilih karena dikenal sebagai figur yang bijak dan cerdas dalam menegakkan hukum (Judicial Wisdom).

  • Lycurgus (800 SM): Seorang senator atau anggota legislatif bangsa Yunani dari Sparta. Ia dikenal sebagai pelopor reformasi konstitusi hukum bangsa Sparta Yunani.

  • Solon (638-558 SM): Seorang pembuat aturan hukum dari bangsa Yunani dan perwira negara (Achon) dari kota Athen. Ia dikenal sebagai reformis dan otak dari pemodelan ulang konstitusi penduduk Athena sekitar 594 SM, salah satunya ia sering merivisi hukum-hukum yang dibuat oleh Draco. Karena kehandalannya dan kecerdasannya dalam bidang hukum, ia sempat digelari sebagai pembuat aturan hukum paling berbakat dan paling bijak.

  • Draco (600 SM): Salah satu pendahulu dari Solon dalam pembuatan aturan hukum di kota Athena, Yunani. Sekitar 620 SM, ia mengkodefikasi aturan hukum penduduk kota Athena di atas kertas untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia. Kode-kode hukumnya meliputi pula pemberlakuan denda dan hukuman mati sebagai konsekuensi pelanggaran, sekalipun diberlakukan pula untuk skala pelanggaran-pelanggaran kecil. Karena sangat ketatnya aturan hukum yang dibuatnya, muncullah jargon "Draconian" yang berarti keras atau kejam yang dinisbatkan dari namanya.

  • Confucius (551-478 SM): Chinese philosopher whose teachings stressed harmony, learning, and virtue. Within 300 years of his death, the Chinese State adopted his teachings as the basis for government. Although officially abandoned by the Chinese government in 1912, Confucianism continues to have an influence throughout the world.

  • Octavian (63 SM - 14 M): or Augustus. First Emperor of the Roman Empire. He brought widespread reforms to many facets of Roman life. He supported the concept of using previous opinions of leading jurists to aid in resolving new disputes.


UKIRAN DI DINDING UTARA

Setelah menyelesaikan bagian dinding selatan, Weinman kemudian mulai membuat hiasan dinding di bagian utara. Kali ini ia memulai dari arah kanan ke kiri dengan diawali oleh simbol Philosophy dan ditutup oleh simbol Liberty and Peace. Untuk pemisah antar kelompoknya digunakan simbolisasi dari Equity dan Right of Man. Khusus pada deskripsi tentang Nabi Muhammad saw. ditulis sesuai aslinya dari rilis publikasi umum Supreme Court of United State. Berikut gambar ukiran di dinding utara ruang sidangnya (dimulai dari kanan ke kiri):

North Walls Courtroom

  • Justinian (483-565 M): Salah satu Kaisar Romawi Byzantium yang telah membuat kodifikasi Hukum Romawi dan yang mempublikasikan hukum sipil Corpus Juris Civilis. Hasil karyanya tersebut telah menjadi instrumen penting dalam melestarikan hukum-hukum Romawi, sehingga di kemudian hari dikenal sebagai "Justinian Code".

  • Muhammad (570-632 M): The Prophet of Islam. He is depicted holding the Qur’an. The Qur’an provides the primary source of Islamic Law. Prophet Muhammad’s teachings explain and implement Qur’anic principles. The figure above is a well-intentioned attempt by the sculptor, Adolph Weinman, to honor Muhammad and it bears no resemblance to Muhammad. Muslims generally have a strong aversion to sculptured or pictured representations of their Prophet.

  • Charlemagne (742-814 M): atau dikenal pula sebagai Charles I the Great, adalah seorang raja bangsa Jerman (Franks) dan Kaisar Romawi. Charlemagne semasa hidupnya dilaporkan sebagai murid yang sangat antusias hingga akhirnya ia menjadi seorang yang sangat piawai dalam berbicara dengan beberapa bahasa, sehingga ia pun sangat mendukung berkembangnya pembelajaran dan literatur di masa kekuasaannya. Di bawah kepemimpinannya pula, sebagian besar Eropa Barat berhasil dipersatukan pada tahun 804 masehi dan menjadi pendiri Kekaisaran Romawi Suci (Holy Roman Empire). Ia pun dikenal sebagai seorang reformis dalam sistem hukum dan kemiliteran.

  • King John (1166-1216 M): terlahir dengan nama John Lackland, adalah seorang Raja Inggris pada tahun 1199. Kebijakannya dan sistem perpajakan yang diterapkannya, telah membuat para Barons mendesaknya untuk menancapkan segelnya pada piagam Magna Carta. Piagam ini kelak menjadi pondasi dasar kebebasan konstitusional di Inggris. Dalam ukiran Weinman, ia digambarkan sedang memegang gulungan piagam Magna Carta.

  • Louis IX (1214-1270 M): Seorang Raja Perancis yang menjadi pemimpin dalam misi perang salib ke-7 dan 8, serta terkenal setelah menggelar pengadilan banding pertama dalam sejarah yang dikenal dengan "Curia Regis" atau "King's Court".

  • Hugo Grotius (1583-1645 M): dikenal pula sebagai Huig de Groot, seorang cendekiawan, pengacara, dan negarawan dari Belanda. Dalam ukiran Weinman, ia digambarkan sedang memegang De jure belli ac pacis, salah satu buku pertama dalam sejarah yang ia tulis pada tahun 1625, berisi tentang hukum internasional khususnya berkenaan hukum perang dan perdamaian (Law of War and Peace).

  • Sir William Blackstone (1723-1780 M): seorang profesor dalam bidang hukum dan juri di pengadilan. Karya tulisnya berupa Commentaries on the Law of England (1765 1769), telah berpengaruh besar terhadap hukum-hukum di Inggris dan Amerika Serikat.

  • John Marshall (1755-1835 M): Ketua MA Amerika Serikat yang keempat dari tahun 1801 hingga 1835. Salah satu pernyataannya yang terkenal terjadi pada tahun 1803 di Marbury v. Madison,  ia menyatakan bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat memiliki kewenangan dalam menentukan arah dan membentuk konstitusi perundang-undangan dan judicial review untuk pengadilan.

  • Napoleon (1769-1821 M): Kaisar Perancis dari tahun 1804 hingga 1815. Di masa kekuasaannya, ia telah memerintahkan dan mengarahkan terjadinya kodifikasi ulang Hukum Perancis yang kemudian dikenal sebagai hukum sipil Code Napoleon. Dipublikasikan pada tahun 1804, hasil kodifikasi Napoleon ini kelak menjadi rujukan dasar bagi hukum sipil modern. Salah satu pernyataannya yang terkenal berkenaan dengan hukum yaitu terjadi saat di St. Helena, Napoleon berkata, "Kejayaanku bukanlah berada di kemenangan dalam 40 peperangan. Kekalahan di Waterloo membuat terhapusnya kenangan-kenangan akan banyaknya kemenangan peperanganku. Tetapi hal itu tidak akan pernah menghancurkan kode hukum sipilku yang akan hidup selamanya".


Nabi Muhammad di Manhattan Appellate Courthouse

Berbeda kondisi dengan yang ada di gedung Supreme Court, kali ini muslim Amerika berhasil memenangkan petisi yang menghendaki pencabutan patung Nabi Muhammad saw. yang berdiri tegak di atas gedung Pengadilan Banding Manhattan, New York City.

Gedung The Courthouse of the Appellate Division, First Department of the New York State Supreme Court, di jalan Madison Avenue and 25th Street, New York City.

Patung Nabi Muhammad saw. berdiri di antara sekitar 9 patung lainnya di atas gedung Pengadilan Banding Manhattan. Jajaran patung tersebut dibuat oleh Charles Albert Lopez, seorang pemahat artistik dari Meksiko yang telah bekerja di Amerika selama 22 tahun dan meninggal pada tahun 1906. Hasil karya Lopez berupa patung-patung para tokoh hukum dunia tersebut, mulai ditancapkan di atas gedung Pengadilan Banding Manhattan pada tahun 1902.

Lagi-lagi kehadiran sosok Nabi Muhammad saw. di antara patung-patung tersebut, merupakan pilihan sang pemahatnya yang telah menganggap dan menghormati Nabi Muhammad saw. sebagai salah satu tokoh penting untuk kontribusi perkembangan hukum dunia, sehingga Lopez menganggapnya layak untuk diabadikan di atas gedung Pengadilan Banding Manhattan.

Patung Nabi Muhammad saw. yang sempat terekam foto sekitar tahun 1950-an sebelum akhirnya ditiadakan.

Berdasarkan informasi dari surat kabar The New York Times edisi 9 April 1955, delegasi muslim dari Indonesia, Mesir, dan Pakistan, melalui kedutaannya di markas PBB, mengajukan permintaan kepada pihak Deplu AS (U.S. Department of State) agar menggunakan pengaruhnya untuk meniadakan patung yang digambarkan sebagai sosok Nabi Muhammad saw. di atas gedung Pengadilan Banding Manhattan tersebut.

Pihak Deplu AS kemudian mengirim dua orang utusannya untuk melobi Komisaris Urusan Publik Kota New York, Frederick H. Zurmuhlen, agar mau memenuhi permintaan delegasi muslim tersebut. Zurmuhlen kemudian berkonsultasi dengan para hakim dan pejabat di Pengadilan tersebut. Semua 7 hakim di pengadilan tersebut akhirnya memberi rekomendasi Zurmuhlen untuk memenuhi permintaan tersebut. Salah satu juru bicara pengadilan, George T. Campbell, sempat menyebutkan pada saat itu pihak pengadilan banyak mendapat surat dari para Mohammedans (sebutan lain untuk muslim) yang kesemuanya menginginkan agar patung Nabi Muhammad saw. ditiadakan dari gedung pengadilan tersebut.

Akhirnya setelah hampir berdiri tegak selama 50 tahun, tepatnya pada tahun 1955, patung Nabi Muhammad saw. dicabut dari jajaran 9 patung yang berdiri tegak di atas gedung Pengadilan Banding Manhattan, New York. Hingga kini masih terlihat satu tempat kosong bekas patung Nabi Muhammad saw. yang dulunya sempat berdiri tegak.

Lokasi asal patung Nabi Muhammad saw. ditempatkan yang kini menjadi kosong.


Sikap Bijak Muslim

Fenomena simbolisasi Nabi Muhammad saw. di gedung-gedung hukum Amerika Serikat sangatlah berbeda kasusnya dengan kasus pelecehan kartun Nabi, karena pada dasarnya simbolisasi Nabi pada gedung-gedung tersebut adalah ekspresi masyarakat hukum Amerika Serikat yang menghormati dan mengakui Nabi Muhammad saw. sebagai salah satu tokoh penting yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sejarah hukum dunia.

Sekalipun dari segi aturan Islam visualisasi fisik itu tidak dibenarkan, namun hal itu bukan berarti Islam pun membenarkan untuk mengubahnya dengan jalan tindak kekerasan. Mungkin langkah-langkah elegan diplomasi seperti yang dicontohkan dalam kasus di Pengadilan Banding Manhattan dapat kita jadikan contoh bagaimana seharusnya muslim bertindak arif dan bijak dalam menghadapi "ketidaktahuan" dan "keterbatasan" pengetahuan pihak non muslim.

Langkah-langkah lainnya yang juga penting adalah usaha-usaha sosialisasi tentang Islam kepada pihak non muslim. Usaha persuasif dan argumentatif yang arif dan bijak diharapkan dapat mengubah citra buruk Islam di mata masyarakat non muslim yang lebih banyak melihat tindak kekerasan yang dilakukan oleh sebagian kecil kalangan muslim. Bukankah Allah SWT. telah berfirman dalam Q.S. an-Nahl 16:125:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."


Apresiasi Muslim Harus Lebih Hebat Lagi

Pelarangan memvisualisasi fisik para nabi dalam Islam, salah satunya bertujuan agar para muslim harus lebih memperlihatkan ahlak mulia yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. bukan tertuju pada simbolisasi visual.

Di saat para non muslim hanya mampu mengapresiasikan kekaguman dan penghormatan mereka terhadap Nabi Muhammad saw. dengan membuat patung atau pahatan dinding, maka sudah seharusnya kalangan muslim yang notabene sebagai umatnya, harus lebih hebat lagi dalam mengapresiasikannya, yaitu dengan mengaplikasikan ahlak mulia yang diajarkan beliau.

Mereka membuat patung tersebut agar sosok Nabi Muhammad saw. bisa dilihat dan dikenang sepanjang masa. Begitu pun dengan kalangan muslim, sudah seharusnya mengaplikasikan ajaran ahlak mulia beliau sepanjang hidupnya. Jangan sampai perhatian kita baru tertuju kepada Nabi Muhammad saw. di saat ada kasus-kasus tertentu yang menyinggung-nyinggung beliau, namun setelah kasus itu reda, perhatian kita pun kemudian sudah beranjak hilang dari beliau.

Mudah-mudahan mulai saat ini dan seterusnya kalangan muslim mampu untuk terus berjuang secara istiqomah mengamalkan semua ajaran dari Nabi Muhammad saw. sekaligus memperkenalkan Islam yang sebenar-benarnya kepada pihak yang belum mengenal dengan cara yang bijak dan arif.

Shalli wa salim 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad




SUMBER:
  1. "Courtroom Friezes: South and North Walls", Official publication from Supreme Court of United States
  2. "How a Mohammad statue ended up at the Supreme Court" by Matt Soniak, Sunni Forum, January 11, 2008
  3. "Mohammed Quits Pedestal Here On Moslem Plea After 50 Years", by Ira Henry Freeman, The New York Times, April 09, 1955
  4. "Destroying Sculptures of Muhammad", by Daniel Pipes, Jerusalem Post, February 28, 2008

Minggu, 19 Desember 2010

Mancing Mania Sumba

Eksotis...Alami...Indah!!!

Itulah kalau kita berkunjung ke Sumba Timur NTT, Sumba adalah salah satu Pulau di Provinsi ini.
Unggulan di bidang peternakan kalau saya tak salah, maklum disana banyak kuda-kuda kualitas terbaik, kerbau 'mata kelereng' yang banyak di ekspor ke Tanah Toraja, Tapanuli dsb, babi, kambing, ayam kampung 'POKI' dengan harga MURRRRAAAAAH..bayangkan kambing disana seharga 200-250 ribu doaaank, bayangkan dengan jawa.. Eksotis!! ketika kita menempuh perjalanan ke daerah selatan, dimana puskesmas saya berada, Kecamatan baru bernama Ngadu Ngala. Sebelumnya saya ditempatkan di Puskesmas Ngonggi, kecamatan karera. Ada nama pantai Katundu disisi selatan yang akan menuju Pulau Salura, Pulau Kambing yang merupakan surga para surfer, ada resort 5 buah kerjasama orang Australia dan Umbu Adek bapak Raja Karera. Maklum disini masih ada Raja dengan banyak hamba (semacam pembantu yang sangat loyal kepada tuannya)..


Pantai Katundu dengan Karang Besar

Naaah..aku dulu memilih sumba waktu PTT karena potensi mancingnya besar sekali, nah lho banyak ikan-ikan besar giant trevally, dogtooth tuna, amberjack dsb.. Wah kalau di Pasar Waingapu di pagi hari pasti banyak jual aneka ikan-ikan gedeee banget, terutama di dermaga lama waingapu. Istriku sering beli ikan disana, tahan buat makan seharian..hohoho..Woow nelayan baru turun dari laut, tak sabar untuk membeli di pasar seadanya dermaga lama. Saya pun pernah mencoba memancing di laut selatan sumba, dengan alat yang baru dibeli di toko deket dermaga lama, dianter om Veky Supir Puskesmasku. Tp waktu itu masih belom beruntung, alesan umpanku kurang tepat...hihihihi

Lokasi lain tempat mancing ada di pantai Tarimbang, jalan 4 jam kesana. Tarimbang adalah surga surfer backpacker dengan home stay seadanya ala pak Marthen. Wuiiih pantai putih dengan deburan dan karang menarik ada disini, sayang jalan kesana kudu diperbaiki deh, lubang-lubang aspal menuju pantai ini membuat tantangan tersendiri.. Indah!!!! itulah tarimbang sesampai disana..
kalau mau mancing disana tentunya kudu bawa boat dari Waingapu, 20 mil dari pantai adalah spot ikan-ikan besar.


Mejeng dulu di dermaga lama Waingapu

Potensi budaya, kekayaan alam yang melimpah ruah di Indonesia khususnya kawasan timur harus dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa ini, jangan sampai dikuasai bangsa lain..okeh!!!

I love Sumba

I love Indonesia

100% Cinta Indonesia


Minggu, 05 Desember 2010

Beginilah Fir'aun Membangun Piramida



AMBISI MEMBANGUN MAKAM SUPER BESAR

Konsep piramida tak lain hanyalah sebuah makam Fir'aun hingga menjadi makam manusia terbesar di dunia yang pernah dibangun manusia.

Piramida pertama yang tercatat dalam sejarah dibangun di masa Fir'aun Djoser (Netjerikhet) yang selesai sekitar 2620 SM. Piramida ini bentuk lapisan luarnya masih tampak berumpak atau bergerigi (Step Pyramid) belum sehalus piramida-piramida setelahnya, hanya terdiri dari empat tingkat, dan pada ilmuwan melihat adanya usaha yang gagal dari para arsitekturnya dulu kala untuk melanjutkan pembangunan enam tingkat selanjutnya. Jadi piramida Djoser tidak selesai dibangun dengan sempurna di masanya.

Piramida Djoser

Piramida Meidum selesai dibangun pada 2570 SM merupakan piramida pertama yang tampak mengalami pengembangan teknik dalam membangun piramida sejak piramida Djoser dibangun. Piramida Meidum selesai dibangun hingga 7-8 tingkat, namun kemudian di masanya mengalami keruntuhan dan kemudian diabaikan oleh para arsitekturnya. Piramida Meidum diyakini dibangun untuk Fir'aun Huni, raja terakhir dari dinasti keempat yang dikudeta Sneferu.

Piramida Meidum

Kegagalan pembangunan piramida Meidum

Dari keruntuhan piramida Meidum, para arsitektur bangsa Mesir mulai memahami untuk membangun piramida lebih tinggi maka lapisan dasar piramida harus dibuat lebih lebar lagi. Namun mereka belum belajar menggunakan bahan dasar pondasi yang kuat, sehingga bagian dalamnya mengalami kemiringan saat pembangunannya mencapai dua pertiganya. Kemudian mereka mulai mengurangi sudut bagian paling atas piramida sebagai solusi kestabilannya. Inilah yang kemudian lahir Piramida Bent dibangun pada 2565 SM yang awalnya didesain untuk tempat makam Fir'aun Sneferu, pendiri dinasti keempat.

Piramida Bent - piramida pertama Sneferu

Namun Fir'aun Sneferu tidak puas dengan piramida Bent, lalu memerintahkan untuk membangun kembali piramida yang baru dengan konstruksi dan bahan pondasi yang lebih baik dari sebelumnya serta sudut yang lebih kecil lagi. Akhirnya muncul yang sekarang ini dikenal sebagai piramida Merah (Red Pyramid) yang selesai dibangun pada 2560 SM dengan ketinggian yang sama dengan piramida Bent. Piramida Merah dianggap sebagai piramida pertama yang berhasil dibangun dengan bentuk yang seimbang dan lapisan luarnya sudah mulai tampak lebih halus tiap sudut tingkatnya. Di piramida Merah inilah kemudian jasad Fir'aun Sneferu disemayamkan.

Piramida Merah - piramida kedua Sneferu

Baru di era Fir'aun Khufu, anak Sneferu, pembangunan piramida semakin sempurna. Hal ini bisa dilihat dari piramida Khufu yang lebih dikenal sebagai The Great Pyramid yang merupakan piramida terbesar dan paling sempurna yang pernah dibangun oleh bangsa Mesir kuno.

Perbandingan struktur piramida Khufu

The Great Pyramid atau Piramida Khufu diakui para ilmuwan sebagai piramida dengan struktur paling sempurna arsitekturalnya dibandingkan dengan piramid lainnya yang ada di Mesir. Piramida ini dibangun untuk makam Fir'aun Khufu (2547-2524 SM), raja kedua, anak Sneferu, dari dinasti keempat kerajaan Mesir.


MEMBANGUN PIRAMIDA MASIH TETAP MISTERI

Arsitek di balik pembangunan piramida ini adalah Hemienu dianggap sebagai arsitek brilian di jamannya. Hemienu mampu merancang strategi untuk menyusun jutaan batu besar yang beratnya rata-rata 2,5 ton.

Sebesar inilah bongkahan batu yang menyusun Piramida Khufu

Bagaimana Hemienu merancang dan membangun piramida Khufu? Hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Hemienu dianggap mampu memberdayakan keterbasan peradaban di jamannya dengan imajinasi di luar batas untuk membangun bangunan yang luar biasa strukturnya.

Hemienu sang arsitek Piramida Khufu

Petunjuk awal didapat dari seorang sejarawan asal Yunani, Herodotus, yang sempat singgah di Mesir sekitar 450 SM. Dalam catatannya ia menyebut-nyebut "mesin-mesin" digunakan untuk menaikkan bongkahan batu, kalau diasumsikan mungkin yang dimaksud adalah semacam mesin derek. Masalahnya, Herodotus datang 2000 tahun setelah piramida Khufu berdiri, jadi tidak menyaksikan langsung proses pembangunannya.

300 tahun kemudian, seorang penulis dari pulau Sisilia, Italia, yang bernama Diodorus menyebutkan: "Konstruksinya dibuat dengan gundukan tanah". Mungkin yang dimaksud "gundukan tanah" adalah bongkahan batu itu dibawa melalui jalan layang menanjak.

Sempat pula muncul teori "mahluk asing" yang membangun piramida tersebut dengan dasar pemikirannya bahwa peradaban bangsa Mesir kala itu tidak memungkinkan untuk membangun struktur bangunan super besar yang menakjubkan seperti itu.

Sudah tentu ilmuwan modern lebih terfokus pada dua catatan Herodotus dan Diodorus karena dianggap lebih bisa diterima akal ilmiah. Lalu mengapa para ilmuwan masih juga tetap tak terpecahkan hingga kini? Hal ini karena catatan-catatan keduanya minim akan rincian, sehingga ringkasnya informasi mereka membuat banyak sekali kemungkinan-kemungkinan kombinasi dari "mesin" dan "gundukan tanah". Untuk menyimak variasi dari teori-teori ini silahkan [klik di sini]

John Romer, penulis buku "The Great Pyramid: Ancient Egypt Revisited", menyebutkan pembangunan piramida Khufu ini melibatkan sekitar 100.000 budak pekerja selama 20 tahun, menggunakan lebih dari 2 juta buah bongkahan batu,  dengan total berat semua batu-batuan sekitar 5,5 juta ton.

Piramida Khufu menurut kesepakatan para ilmuwan dibangun selama kira-kira 20 tahunan. Franz Löhner dalam artikelnya: "Pyramidenbau mit Hilfe von Seilrollenböcken direkt auf der Pyramidenflanke", menyebutkan bahwa yang menjadi tantangan terbesar dari teori-teori tersebut adalah harus bisa mengkalkulasi dengan tepat bagaimana sebuah batu dengan berat 2,5 ton diangkut dan dinaikkan setiap 1-2 menit sehingga piramida selesai dibangun dalam jangka waktu maksimum 20 tahun.


TEORI ROPE-ROLL

Franz Löhner menyuguhkan teori alternatif yang berbeda yaitu Rope Roll. teorinya cenderung dominan lebih banyak melibatkan teori penggunakan "derek" ketimbang "gundukan tanah" (Ramps). Ia berargumen penggunaan derek lebih bisa mengakomodasi kecepatan mengangkut bongkahan batu sekitar 1-2 menit dengan kecuraman tanjakan maksimal 52 derajat. Selengkapnya tentang teori Löhner dapat disimak [di sini]

Teori Rope-Roll dari Franz Löhner


TEORI EXTERNAL AND INTERNAL RAMP

Teori yang terbaru disuguhkan oleh tim peneliti dari Perancis yang dipimpin oleh Jean-Pierre Houdin. Terdapat keunggulan dari teori ini, misalnya saja sudah mulai melibatkan teknologi simulasi komputer 3D buatan perusahaan Dassault Systemes. Teori Houdin ini merupakan kombinasi antara jalan layang dan derek yang lebih dikenal dengan External and Internal Ramps.

Teori External and Internal Ramp dari Jean-Pierre Houdin


TAHAP AWAL: Dipilih area yang kira-kira bisa digunakan sebagai lahan untuk pondasi seluas 5,3 hektar (13 acre).
Area yang dipilih harus pula memiliki sumber daya bebatuan yang bisa digunakan sebagai bahan untuk membangun piramida.
Diyakini pula bahan bebatuan didatangkan dari luar area ini yang diangkut melalui transportasi perahu. Hal ini didasari keberadaan piramida Khufu berada di dekat sungai Nil di mana di ujung sungai ini bertemu dengan laut.
5 TAHUN: Jalur layang menanjak (external ramp) digunakan untuk menyusun lapisan pertama yang selesai dibangun sekitar 5 tahunan.
External ramp ini terdiri dari dua jalur: jalur angkut dan jalur pulang. Nantinya bahan batu yang membangun external ramp ini akan dikanibalisasi untuk digunakan lapisan piramid berikutnya hingga ke puncak. yang mencapai ketinggian sekitar 43 meter. Jalan layang ini mempunyai dua jalur untuk jalur angkut dan angkat batu.
15 TAHUN: Grand Gallery dan King's Chamber (tempat untuk jenazah Khufu) yang berada di tengah-tengah piramida telah selesai dibangun. Tahap ini jalur layang dua jalur masih tetap digunakan.
20 TAHUN: External ramp setelah mulai dikanibalisasi setelah lapisan tengah selesai dibangun. Untuk mengangkut bongkahan batu mulai digunakan jalur lorong internal (internal ramp). Penggunaan jalur lorong spiral dengan kemiringan 6,3 derajat di setiap sisi ini, lebih efisien dalam menggunakan bahan batu dibandingkan bila harus dibangun jalan layang untuk mencapai hingga ke puncak piramida.
Di setiap sudut yang menjadi ujung jalur lorang internal, terdapat semacam derek pemutar untuk memutar balok batu 90 derajat agar bisa diangkut naik ke tingkat selanjutnya.
21 TAHUN: Setelah puncak piramida selesai diletakkan, selanjutnya semua lapisan piramida dilapisi atau dibalur oleh batu-batuan semacam batu kapur dengan kualitas tinggi agar tampak lebih halus. Internal ramp tidak dihancurkan melainkan tetap dipertahankan untuk memastikan struktur piramida tetap dalam proporsinya.


BUKTI PENDUKUNG TEORI HOUDIN

Keunggulan teori Houdin (External and Internal Ramp) didukung oleh bukti hasil pemindaian Miicrogravimetry pada tahun 1980-an yang memperlihatkan adanya intensitas tertentu yang bentuknya menyerupai jalur lorong internal yang dikemukakan Houdin.


Warna hijau menunjukkan adanya intensitas jalur lorong internal

Selain itu, ditemukan pula sebuah celah ruangan di sebuah sudut di piramida Khufu yang semakin memperkuat dugaan adanya penggunaan jalur lorong internal untuk mengangkut batu hingga ke puncak piramida. Bermula ketika salah seorang anggota tim dari Perancis pada tahun 1986 melihat seekor rubah gurun masuk ke sebuah lubang yang belum pernah teridentifikasi.

Temuan sebuah ruangan di sudut piramida Khufu


BERLOMBA DENGAN KEMATIAN FIR'AUN

Adanya dua ruang tak terpakai di bawah ruang King's Chamber, hal ini menjelaskan bahwa Hemienu tetap memperhitungkan kemungkinan meninggalnya Fir'aun Khufu di setiap waktu. Hemienu mempersiapkan ruang pemakaman sedari awal untuk mengantisipasi Khufu wafat di awal pembangunan piramida. Tetapi Khufu tetap hidup, oleh karena itu ruang makam pertama ini diabaikan dan pembangunan tahap berikutnya pun dilanjutkan. Inilah yang menjelaskan keberadaan ruangan berada di paling bawah yang dikenal dengan Subterranean Chamber.


Pada tahapan selanjutnya pun Hemienu membangun ruang makam kedua, namun lagi-lagi Khufu tetap hidup. Inilah yang kemudian dikenal saat ini sebagai Queen's Chamber. Jadi ruang makam kedua ini bukan diperuntukkan bagi ratu melainkan sebagai antisipasi meninggalnya Khufu di tengah-tengah pembangunan. Ruang makam untuk Khufu akhirnya dibuat di tengah-tengah piramida yang sekarang ini dikenal sebagai King's Chamber.


MISTERI LAIN YANG MASIH TERSISA

Tak hanya bagaimana cara Hemeinu menyusun tumpukan batu 2,5 ton yang masih menjadi misteri. Beberapa bagian di dalam piramida Khufu baru ditemukan di kemudian hari dan hingga kini masih tetap diungkap fungsi dan keberadaannya oleh para ilmuwan.

Richard C. Hoagland dalam artikelnya, "A Secret Tunnel Being Excavated in the Great Pyramid", telah menginformasikan sebuah temuan lorong yang belum diketahui seluk beluknya. Lorong ini berada di ruang Grand Gallery dan di ruang makam raja. Informasi selengkapnya silahkan [klik di sini]


Zahi Hawass dalam rilis artikelnya, "The Secret Doors Inside the Great Pyramid", memberitakan pula adanya ekspedisi tim ilmuwan untuk menelusuri sebuah lorong misteri di Queen's Chamber. Para ilmuwan kali ini melibatkan teknologi robot yang dilengkapi dengan kamera fiber optic untuk penelusuran lorong yang belum terjamah ini. Informasi selengkapnya [klik di sini]



SIMULASI 3D MEMBANGUN PIRAMIDA KHUFU

Dassault Systemes menyediakan animasi simulasi online proses pembangunan piramida Khufu dengan suasana jaman dulu yang dipandu langsung oleh Jean-Pierre Houdin. Silahkan [klik di sini] untuk melihat simulasi ini, namun simulasi ini membutuhkan plugin 3DVIA player yang harus diinstalasi terlebih dulu di browser anda, untuk mengunduhnya [klik di sini]